
Setelah mendengar ucapan dari suaminya, Mika langsung menatap Arga dengan tatapan sinis, tapi rasa ragu Mika berubah menjadi biasa saja, awalnya memang ia takut anaknya akan di manfaatkan oleh Arga, tapi entah kenapa setelah mendengar penjelasan dari suaminya, Mika tidak merasa ragu, bahkan Mika melihat Arga seperti pria baik-baik, membuat ia tidak bisa berbicara apa-apa. Detak jantung Arga semakin kencang, ini pertama kalinya ia merasa sedang di rendahkan, tapi ia tidak bisa apa-apa selain diam. Jika Arga berbicara, ia takut menjadi masalahnya semakin rumit, ia juga berpikir mengalah karena cinta apa susahnya, yang penting suatu saat orang tua Jenni bisa percaya dengan ia, kalau ia mencintai Jenni sangat tulus, ia tidak ada keniatan untuk manfaatkan kecerdasan Jenni hanya untuk bisnis. Jenni yang mendengar ucapan dari papahnya ia hanya bisa menghela nafas panjang, ia benar-benar sangat malu dengan ucapan papahnya, bukan malu karena papahnya tidak setuju, tapi ia malu dengan tuan mudanya, ia yakin tuan mudanya belum pernah di rendahkan sebelumnya, tapi kali ini, tuan mudanya benar-benar sangat di rendahkan oleh papahnya. Jenni langsung minta maaf pada tuan mudanya, ia benar-benar merasa sangat bersalah, andaikan saja ia tidak pulang lebih dulu, mungkin kejadiannya tidak akan kacau
" Arga, aku minta maaf atas ucapan papah, ini semua salahku, andaikan saja aku tidak pulang lebih dulu, semuanya tidak akan seperti ini."
Jenni minta maaf sambil menundukkan kepalanya, ia benar-benar takut menatap wajah tuan mudanya, ia yakin wajah tuan mudanya sangat kecewa. Arga juga langsung menjawab permintaan maaf dari Jenni, ia tau alasan Jenni pulang saat itu sekarang, karena adiknya Jenni baik-baik saja, itu artinya Jenni pulang karena takut ia bertengkar dengan ibunya ia sendiri, apa lagi Jenni belum pernah gagal dalam pekerjaannya, dan itu artinya Jenni bisa membaca pikiran seseorang termasuk pikiran ibunya ia
" Sudahlah Jen, semua sudah terjadi, kau tidak perlu merasa bersalah, ini semua juga salahku, aku tau apa yang ada dalam pikiranmu saat itu Jen, aku tau kau takut aku bertengkar dengan mamah, tapi duganmu itu salah, aku dan mamah tidak bertengkar Jen, dan sebulum aku kemari, papah juga sudah menasahati aku, Kalau mencintai seseorang itu harus di buktikan, bukan hanya dengan ucapan, dan jaga Gadis itu dengan baik, itu adalah cinta yang sebenarnya."
Sebelum Arga kembali ke Indonesia, Argantara memang sempat menasehati panjang lebar pada Arga untuk tidak mempermainkan perasaan seseorang. Jenni tidak menyangka kalau tuan mudanya bisa mengetahui apa alasan ia pulang, membuat ia hanya bisa menunduk malu. Jonathan dan Mika sekarang yakin kalau pria itu benar-benar tulus pada putrinya, tapi tetap saja Jonathan menghawatirkan tentang Arga. Arga adalah anak pertama di keluarga Argantara, tentu Arga adalah pewaris perusahaan Lingsih Group, dan ia tidak ingin anaknya di manfaatkan, atau pun di anggap wanita materialistis di keluarga Argantara, lalu Jonathan langsung berbicara pada Arga
" Arga, saya ingin berbicara serius denganmu."
__ADS_1
" Iya om."
" Apa kau siap untuk melepaskan kedudukunmu sebagai seorang CEO?,dan belajarlah menjadi pria biasa, dan hanya gunakan keahilanmu yang bisa kau lakukan, selain bisa mengurus bisnis, apa yang bisa kau lakukan?"
" Saya bersedia om, kalau itu syarat dari Om, saya sebenarnya seorang dokter kandungan om, saya sebagai CEO hanya membantu papah saya om."
Jonathan menatap dan mendengar jawaban dari Arga dengan wajah yang serius, di wajah Arga tidak ada kebohongan, lalu ia langsung berbicara lagi pada Arga
" Begini Arga, maksud saya, saya tidak ingin di anggap anak saya adalah wanita materialistis oleh banyak orang, saat kalian sudah menikah nanti, dan saya yakin termasuk ibumu, ibumu pasti akan menganggap anak saya seperti itu. Jenni tidak butuh uang banyak, tidak butuh rumah mewah, jika itu akan membuat hatinya menderita, Jenni hanya butuh cinta, kasih sayang, dan pria yang bertanggung jawab pada keluarga."
" Saya mengerti om, saya tau Jenni adalah gadis baik-baik."
__ADS_1
" Tapi saya masih ada satu pertanyaan padamu, apa kau menikahi putriku karena ingin bertanggung jawab?, karena putriku butuh beberapa bulan untuk sembuh total?, apa kau ingin menikahi anak saya karena itu?"
Entah kenapa tiba-tiba Jonathan terlintas pikiran seperti itu, hingga ia bertanya seperti itu pada Arga. Arga yang mendengar pertanyaan dari papahnya Jenni, ia tau, papahnya Jenni belum sepenuhnya percaya untuk ia, lalu ia langsung menjawab ucapan dari papahnya Jenni
" Tidak seperti itu om, andaikan saja dari awal saya tau kalau Jenni adalah Sunmei, saya akan langsung melamar Jenni, jujur om, saya saat kuliah di London saya mencari tentang keberadaan Sunmei, tapi saya tidak bisa menemukan informasi apapun, bahkan saya juga mencari di semua perusahaan, saya mencari atas nama Sunmei dan om Jonathan, tapi di seluruh perusahaan itu, tidak ada pekerja nama om ataupun Sunmei, saya tau, dulu belum pernah bertemu dengan om dan Tante maupun Kaka dan adik Sunmei, tapi saya, sudah mengetahui nama om dan Tante dari Jenni, untuk itu aku berusaha keras, tapi usaha saya sia-sia, dan akhirnya saya mengetahui kebenaran kalau Jenni adalah Sunmei, itupun dari ponsel layar utama Jenni, setelah saya mengangkat telpon dari Tante."
Setelah mendengar jawaban dari tuan mudanya, Jenni menatap tuan mudanya dengan tatapan sendu dan sambil berpikir
" Apa yang Arga katakan itu benar-benar tulus padaku, apa aku harus menerima Arga, tapi aku belum mencintai Arga, aku hanya merasa nyaman pada Arga, apa itu artinya cinta, atau itu hanya karena Arga sahabat kecilku." batin Jenni
Setelah mendengar jawaban dari Arga, Jonathan dan Mika tidak ada alasan untuk menolak Arga, ia pun langsung menyetujuinya
__ADS_1
" Arga, om dan Tante akan merestui hubungan kalian, dan masalah pernikahan, itu terserah kalian berdua, mau di tentukan kapan, yang jelas kau harus melamar dengan papahmu dan ibumu, agar mereka juga tau keadaan yang sebenarnya, dan satu lagi ingat ucapan dari om, setelah kalian menikah, Jenni masih tetap tidak di ijinkan untuk terus tinggal di rumah orang tuamu denganmu, tapi kau boleh tinggal di sini."
Jonathan yang terus mengatakan suara pormal dari tadi, dengan mengatakan panggilan saya, tapi kali ini, ia menggantinya dengan panggilan Om dan Tante, dan Jonathan juga menyuruh Arga untuk tinggal di rumahnya, karena ia tidak ingin keluarganya tercoreng jelek di warga sekitarnya, andaikan saja Jonathan tau, putrinya tidak mencintai Arga, mungkin ia sangat bahagia, tapi ia tidak tau, membuat ia hanya bisa setuju dan memiliki kecemasan pada putranya itu