Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 197. Setuju


__ADS_3

Setelah mendengar penjelasan dari suaminya, Lioni masih tetap bingung, haruskah ia mendukung anaknya, atau ia tetap dengan pendiriannya, tetap tidak merestui hubungan mereka. Lioni tau, kalau gadis itu tidak menolong suaminya, mungkin suaminya tidak akan baik-baik saja hingga sekarang, lalu kalau Gadis itu tidak menolong anaknya, mungkin anaknya tidak akan baik-baik saja hingga sekarang, dan terlebih lagi yang lebih nyata adalah saat Gadis itu bertaruh nyawa untuk pekerjaannya di perusahaan, dan itu membuat ia bingung dengan perasaannya harus bagaimana, kalau ia mendukung anaknya untuk mengejar cinta pada Gadis itu, ia pasti di ejek oleh teman-temannya karena anaknya menjalin hubungan dengan bawahannya sendiri, sedangkan ia paling tidak suka di ejek, ia lebih suka di sanjung, walaupun yang menyanjungnya orang yang membencinya, tapi setidaknya ia tidak mendengar ocehan jelek di depannya, tapi kalau ia benar-benar merestui hubungan anaknya, ia pasti dapat ocehan jelek dari teman-temannya. Argantara yang melihat istrinya hanya diam, ia langsung berbicara lagi


" Mah, jangan membuat suasana semakin kacau, biarkan Arga memilih Gadis yang Arga cintai, ingat, kita harus mengutamakan kebagian anak kita, bukan pandangan dari orang lain, Jenni adalah Gadis yang pantas untuk mendampingi anak kita."


Setelah mendengar ucapan dari suaminya lagi, ia masih tidak bersuara, ia hanya menghela nafas berat. Arga yang dari tadi berdiri, ia langsung duduk di lantai, di depan ibunya, ia juga tidak ingin ibunya sedih atas sikapnya tadi, lalu ia langsung minta maaf pada ibunya


" Mah, aku minta maaf, sudah berbicara kasar pada mamah, tapi memang kondisi Jenni sekarang belum sembuh total, aku hanya takut dia kenapa-napa mah, apa lagi dia hanya seorang Gadis, mah, Jenni Gadis baik-baik, Jenni bukan gadis yang memanfaatkan keadaan, Kalau Jenni wanita yang tidak baik, Jenni tidak akan berani bertaruh nyawa hanya untuk pekerjaannya, jadi tolong, biarkan aku mengejar cintaku pada Jenni."


Setelah mendengar ucapan dari anaknya, Lioni meyakinkan hatinya, Kalau Gadis itu adalah Gadis baik-baik, kalau ketakutannya itu semuanya salah, dan ia juga tidak tega kalau melihat anaknya sedih karena Gadis itu, ia lebih menerima di ejek teman-temannya dari pada melihat anaknya sedih, lalu ia langsung membangunkan anaknya, setelah itu ia langsung memeluk anaknya, lalu langsung berbicara di tengah-tengah pelukannya


" Sayang, mamah akan mengijinkan kau mengejar cintamu pada Jenni, tapi jangan pernah membenci mamah, jangan pernah menganggap mamah selalu mementingkan diri sendiri dan jangan menganggap mamah egois, kau sudah dewasa, kau boleh menentukan jalan hidupmu."


Setelah mendengar ucapan dari ibunya, Arga langsung membalas pelukan dari ibunya, ternyata ibunya masih memiliki hati nurani, ibunya masih memperbolehkan ia untuk mengejar cintanya pada Jenni, walaupun ia juga tidak yakin kalau ia bisa mendapatkan cintanya, tapi selama ibunya tidak ikut campur pada urusanya, setidaknya Jenni tidak akan menghindarinya, lalu Arga langsung berterimakasih pada ibunya


" Terimakasih mah, sudah memperbolehkan aku bersama Jenni."


" Sama-sama sayang, selama kau bahagia, mamah akan menyetujuinya."

__ADS_1


Lioni tidak ada alasan untuk melarang anaknya, apa lagi Gadis itu sangat baik, dan bahkan ia memiliki banyak hutang budi pada Gadis itu, anak dan suaminya masih baik-baik saja karena Gadis itu, jadi tidak ada salahnya kalau anaknya mencintai Gadis itu. Setelah mendengar permintaan maaf dari anaknya, dan istrinya juga menyetujuinya, Argantara sedikit lega, walaupun ia tau, istrinya belum tentu baik pada Jenni, tapi setidaknya, istrinya tidak mengusik kehidupan anaknya dan Jenni. Arga dan Lioni langsung melepaskan pelukannya. Setelah itu Arga memutuskan untuk ke kamarnya


" Mah, pah, aku ke kamar dulu."


" Iya sayang."


Argantara hanya menjawab dengan anggukan kepala. Arga langsung keluar dari kamar ibunya, dengan suasana hati yang sedikit tenang, walaupun ia tau, ibunya menyetujuinya karena terpaksa, tapi setidaknya ibunya tidak akan mengancam Jenni. Setelah di kamar, Arga langsung melihat jam, yang menujukan pukul 22.00, lalu ia langsung menghela nafas berat sambil berbicara


" Kenapa lama sekali."


Arga memang ingin segera pagi, agar ia bisa langsung menyusul Jenni ke Indonesia. Arga langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang, sambil memeluk surat dari Jenni. Arga mengingat kejadian-kejadian bersama Jenni, membuat ia sesekali tersenyum, walaupun ia sedikit gelisah, karena Jenni pulang sendiri, apa lagi sudah malam, tapi ia masih bisa tersenyum, saat mengingat kejadian-kejadian bersama Jenni, setelah itu Arga memutuskan untuk tidur, ia langsung memejamkan matanya, setelah sekitar 20 menit ia memejamkan mata, ia mendengar suara Jenni yang bertanya padanya


" Arga, apa kau sudah tidur?"


" Jenni."


Setelah itu, Arga langsung duduk, lalu ia langsung menatap sekeliling kamarnya, setelah itu matanya terjun pada pintu balkon, ia hanya menatap pintu balkon dengan tatapan sendu, biasanya Jenni jam segini akan bertanya pada Arga

__ADS_1


" Arga, apa kau sudah tidur?"


Setelah itu Jenni langsung berdiri di pintu balkon, ia hanya menatap langit-langit dari pintu balkon, karena pintu balkon itu terbuat dari kaca, jadi Jenni setiap malam akan menatap langit-langit. Setelah lama Arga menatap pintu balkon, ia langsung mengusap wajahnya dengan kasar sambil berbicara


" Baru saja di tinggal beberapa jam, aku sudah hampir gila karenamu Jen, apa lagi kalau aku di tinggal bertahun-tahun, aku sudah pasti gila, kau benar-benar sangat hebat Jen, aku yang hanya mencintai setengah hati padamu kemarin-kemarin, tapi kini aku sudah mencintaimu seratus persen, dan itu yakin kalau aku sangat mencintaimu."


Setelah mengatakan itu, Arga langsung turun dari ranjang, lalu langsung berjalan ke arah lemari pakaian Jenni, ia langsung membuka lemari itu, di lemari itu tidak ada satu baju pun milik Jenni yang tertinggal, hanya ada beberapa gaun yang ia belikan untuk Jenni. Arga langsung menghela nafas berat, sambil memegang gaun itu, lalu ia langsung berbicara


" Jen, kenapa kau tidak meninggalkan satu baju pun untukku, aku sangat merindukanmu, dan kenpa gaun pemberianku tidak kau bawa, apa selama kau memakai gaun ini tidak nyaman, dan kau hanya pura-pura nyaman memakai gaun ini, agar aku tidak kecewa."


Setelah mengatakan itu, Arga langsung menutup Lemari pakai Jenni, lalu ia langsung mendekati meja rias, hingga ia sampai di depan meja rias, di meja rias juga tidak ada satu bendapun milik Jenni, di meja rias hanya ada gelang milik ia yang di berikan pada Jenni saat kecil. Arga langsung memegang gelang itu, lalu ia langsung berbicara lagi


" Jen, kenpa kau meletakkan gelang ini di sini, bukan'kah kau selalu membawanya, tapi kenapa sekarang kau tidak membawanya, apa itu artinya kau benar-benar menolakku?, atau kau tidak enak hati dengan mamah?"


Setelah berbicara sendiri, Arga langsung berjalan lagi ke arah ranjang, lalu ia langsung naik ke atas ranjang, setelah itu ia langsung menyandarkan kepalanya di kepala ranjang, sambil terus memegang gelang itu


...****************...

__ADS_1


Terimakasih atas dukungannya kakak-kakak semua



__ADS_2