
Intan langsung menelpon Yoga lagi, karena Yoga sama sekali tidak berpamitan, ia pikir tidak ada sinyal, tapi sudah 11 kali ia telpon, masih saja belum mengangkat telpon itu, lalu ia langsung melempar ponsel ke samping kakinya, lalu langsung membaringkan tubuhnya sambil menangis
" Yoga, apa kau benar-benar membenciku, hiks..hiks.. Kenapa kau tidak bilang dari dulu, aku sudah lakukan keinginanmu, kedua orang tuaku sudah ke sini, tapi kau membatalkan pernikahan begitu saja. Dasar brengsek."
Hiks...hiks...hiks...
Intan menangis sangat kencang, ia tidak pernah percaya pria yang ia sayangi, dan bilang masih bisa menerimanya, tapi ternyata pria itu lebih kejam dari yang ia pikirkan, begitu dewasa dan sangat manis ucapanya, tapi ternyata itu hanya rayuan belaka, apa lagi menurut Intan pembalasanya itu begitu kejam, pernikahan yang tinggal 3 hari itu, di batalkan begitu saja. Rangga dan Mey yang bersebelahan dengan kamar Intan, ia mendengar tangisan anaknya yang samar-samar. Mey memutuskan untuk bertanya pada suaminya
" Rangga, kenapa Intan menangis?"
" Aku tidak tau Mey, bukan'kah tadi Intan berlari kecil ke kamar karena senang, dia akan mendapatkan keponakan, apa mungkin Intan jatuh?"
" Kau ada-ada saja."
Walaupun Rangga dan Mey suami istri, ia selalu memanggil namanya saja, karena Rangga yang terlalu muda, membuat Mey hanya memanggil namanya saja. Rangga juga tidak keberatan atas panggilan istrinya, yang penting sama-sama saling memahami. Rangga langsung menyuruh istrinya untuk melihat anaknya
" Mey, lebih baik kau lihat Intan, kenapa Intan menangis."
"Baiklah Rangga."
Mey langsung berdiri, lalu langsung melangkahkan kakinya keluar kamarnya hingga ia sampai di depan kamar Intan, Mey langsung mengetuk pintu kamar anaknya
Tok-tok
Tapi tidak ada jawaban dari dalam kamar, Mey hanya mendengar suara anaknya yang menangis, lalu ia langsung membuka pintu kamar anaknya, setelah itu ia langsung berjalan mendekati anaknya hingga ia sampai di samping ranjang. Mey langsung duduk di atas ranjang, ia melihat anaknya yang berbaring sambil menangis. Mey langsung membelai rambut anaknya, lalu langsung bertanya pada anaknya
" Sayang, ada apa?, cerita sama mamah."
Intan yang mendengar suara ibunya, ia langsung duduk, lalu langsung memeluk ibunya sambil terus menangis
Hiks...hiks...hiks..hiks..
Mey juga membalas pelukan anaknya, ia masih membelai rambut anaknya, tapi ia sekarang tidak bertanya lagi, karena ia tau anaknya sekarang tidak bisa menjelaskan, apa lagi mendengar anaknya yang menangis hingga tersedu-sedu, tapi Mey juga bingung, kenapa anaknya itu menangis. Setelah pikirannya tenang Intan langsung melepaskan pelukannya, lalu ia langsung menatap mata ibunya
__ADS_1
" Mamah, Yoga membatalkan pernikahan kita."
Setelah mendengar ucapan anaknya, detak jantung Mey sangat kencang, lalu ia langsung bertanya apa alasan Yoga membatalkan pernikahan itu
" Sayang, kenapa Yoga membatalkan pernikahan?, apa ada sesuatu yang Yoga katakan?"
" Yoga hanya bilang, dia hanya membalas dendam padaku, karena aku telah membuat hati Yoga sakit hati. Yoga juga bilang kalau Yoga sebenarnya mencintai Karina, dia adalah Gadis SMA."
Mey langsung memeluk anaknya, sambil meneteskan air mata, ia sudah berusaha menutupi masa lalu Veronica, tapi akhirnya Herma mengetahui juga, kalau Intan adalah anak dari Veronica. Mey juga sebenarnya sudah sangat takut kejadian ini akan terjadi, tapi ternyata kejadian ini benar-benar terjadi. Intan, lalu langsung berbicara lagi pada ibunya
" Mah, aku memang sudah benar-benar menyesal, aku sudah minta maaf setulus hatiku pada Yoga, aku pikir Yoga benar-benar memaafkanku, tapi ternyata tidak, Yoga ternyata lebih sadis, dia begitu lembut dan dewasa, tapi ternyata Yoga benar-benar pria brengsek."
Mey langsung melepaskan pelukannya, lalu langsung menghapus air mata anaknya, sambil berbicara
" Jangan menangis, semuanya akan baik-baik saja, cepat atau lambat kalian akan menikah."
Setelah mendengar jawaban ibunya, Intan langsung memegang tangan ibunya dengan kedua tangannya, ia tidak ingin ibunya memaksa Yoga, walaupun Yoga telah membatalkan pernikahan itu, tapi ia sama sekali tidak membenci Yoga, ia hanya marah pada Yoga sesaat, tapi ia tetap berpikir ia yang salah, karena dulu telah melukai hati Yoga, lalu Intan langsung berbicara pada ibunya
" Mah, tolong jangan paksa Yoga untuk menikahiku, aku tidak ingin Yoga tersiksa dalam pernikahan itu, aku benar-benar mencintainya, walaupun aku sedih dan menganggap Yoga brengsek, tapi ini bukan salah Yoga mah, ini salah aku."
" Sayang, apa kau pernah cerita dengan Yoga, siapa ibu kandungmu?"
" Aku memang sudah menceritakan semuanya, dan Yoga juga menerima itu."
" Apa kau bilang siapa ibu kandungmu?"
" Tidak mah, memangnya kenapa?"
" Tidak apa-apa sayang, kau tidak perlu menangis, ingat kau harus percaya dengan jodoh, kau coba ingat Kaka sepupmu dengan Lisa, mereka terpisah 5 tahun lamanya, bahkan dalam pernikahannya begitu banyak permasalahan, tapi pada akhirnya, Lisa dan Kaka sepupumu akan memiliki momongan, karena cinta mereka sangat kuat. Mamah yakin kau dan Yoga juga akan bahagia."
" Mah, sudah aku bilang, tolong mamah jangan paksa Yoga."
" Mamah, tidak memaksa Yoga sayang, tapi mamah yakin kalau permasalah ini ada kaitannya dengan masa lalu."
__ADS_1
" Masa lalu siapa mah?"
" Sudah, nanti kau juga tau, tapi mamah tidak bisa menceritakan sekarang, yang penting kau istirahat, jangan menangis lagi."
" Baik mah."
Intan langsung membaringkan tubuhnya. Mey langsung menyelimuti tubuh anaknya, lalu mencium kening anaknya
" Sayang, kau jangan memikirkan apapun, kau harus istirahat."
" Baik mah."
Intan langsung memegang tangan ibunya yang akan melangkahkan kakinya
" Mah, mamah janji, tidak akan memaksa Yoga."
" Mamah janji."
Setelah mendengar jawaban dari ibunya, Intan langsung melepaskan tangan ibunya. Mey langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamar anaknya, hingga ia sampai di kamarnya. Mey langsung memeluk suaminya sambil meneteskan air mata, ia mencoba tegar di depan anaknya. Rangga juga membalas pelukan istrinya, lalu langsung bertanya pada istrinya
" Mey, ada apa?, apa yang terjadi sama Intan?"
" Rangga, Yoga membatalkan pernikahannya."
" Kenapa?, apa alasannya Mey?"
" Aku yakin ini ada kaitannya dengan 29 tahun yang lalu, aku sudah berusaha menutupi semuanya tentang Veronica pada Herma, tapi pada akhirnya Herma mengetahui juga kalau Intan adalah anak dari Veronica. Herman memang tidak salah jika dia sangat benci dengan Veronica, karena kehidupan Herman dulu di jungkir balikkan oleh Veronica."
Setelah mengatakan itu, Mey diam sejenak untuk menarik nafas, karena dadanya benar-benar sesak saat mengetahui pernikahan anaknya di batalkan. Rangga langsung melepaskan pelukan istrinya, lalu ia menatap mata istrinya. Mey yang di tatap oleh suaminya ia mengerti maksud tatapan suaminya
" Aku akan menceritakan tentang kejadian 29 tahun yang lalu."
Setelah mendengar ucapan istrinya, Rangga menyuruh istrinya untuk menangkan pikirannya terlebih dahulu, karena Rangga melihat nafas istrinya sangat sesak
__ADS_1
" Baiklah, kau harus tenangkan pikiranmu dulu, aku tau nafasmu sangat sesak."
" Baiklah."