Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 142. Bertengkar


__ADS_3

Ardi yang mendengar jawaban istrinya, ia benar-benar sangat sedih, tidak seharusnya ia mengucapkan kalimat yang sama seperti ibunya, terlebih lagi harusnya ia tau, kalau sikap istrinya sekarang sulit untuk di pahami, tapi ia tetap minta maaf lagi pada istrinya, ia tidak ingin istrinya semakin kecewa


" Mommy, papih benar-benar minta maaf, tolong maafkan papih. Papih tidak seharusnya mengatakan itu, tolong mommy jangan seperti ini."


Lisa yang mendengar permintaan maaf dari suaminya, ia langsung mengalihkan pembicaraan


" Aku ingin pulang! Aku tidak ingin lagi di sini, aku benci di sini, dan aku juga benci dengan kalian semua!"


Setelah mengatakan itu, Lisa langsung berjalan ke meja, setelah sampai, ia langsung mengambil kunci mobilnya. Ardi yang melihat istrinya mengambil kunci mobil, ia dengan cepat mengambil kunci mobil yang ada di tangan istrinya, lalu ia langsung berbicara pada istrinya


" Tolong jangan bahayakah nyawamu setiap kali ada masalah, aku benar-benar minta maaf atas ucapanku tadi."


Lisa masih tetap tidak menanggapi permintaan maaf dari suaminya, ia langsung meminta kunci mobilnya


" Kembalikan kunci mobilku! Kau tidak berhak mengatur hidupku!"


Ardi yang mendengar ucapan istrinya, ia mulai sedikit emosi, karena ia sudah berusaha dengan sikap lembut, tapi istrinya tidak menanggapinya, apa lagi ia sudah benar-benar lelah, ia baru saja pulang dari kantor, tapi sekarang di rumah ia harus menghadapi sikap kanak-kanakan istrinya


" Apa kau tidak ingat bahwa pria yang di hadapanmu ini siapa?, ingat pria yang berbicara padamu ini suamimu! Jadi aku berhak mengatur hidupmu, aku berhak untuk menjaga keselamatannmu, berhenti jadi wanita egois! Kita sudah akan memiliki anak, buang semua sikap egoismu, tolong pahami sedikit saja, aku sudah benar-benar lelah, aku baru saja pulang, dan sekarang kau ingin kita bertengkar!"


" Aku tidak ingin kita bertengkar, untuk itu aku hanya ingin pulang! Aku juga lelah hidup dengan pria yang tidak bisa memberikan kepercayaan! Dan aku juga lelah hidup satu rumah dengan ibu mertua yang tidak bisa memberikan kepercayaan padaku! Jika kau lelah, kau istirahat dan jangan pernah ikut campur urusanku lagi, aku sudah berusaha menjadi istrimu yang baik, tapi kau tidak bisa memberikan aku kepercayaan, untuk apa aku menjadi istri yang baik, untuk apa aku diam di rumah menunggu suami pulang dari kantor, untuk apa aku selalu bersabar menunggu waktu luang untuk bisa bersamamu! Sekarang aku ingin pulang, untuk sementara aku tidak ingin di ganggu olehmu atau pun keluargamu!"


Ardi yang mendengar ucapan istrinya,, ia hanya diam, ia bingung harus menjawab apa lagi, memang yang istrinya katakan itu benar, ia tadi mengucapkan kalimat yang sama seperti ibunya, dan itu sama saja mewakili kalau ia tidak percaya pada istrinya, tapi itu semua karena istrinya tadi belum menjelaskan apa yang terjadi, istrinya hanya membicarakan di antar pulang oleh Arga, tentu ia sangat emosi, emosi karena ia bekerja di kantor, tapi ternyata istrinya bersama pria lain, tapi setelah mendapatkan pekerjaan dari istrinya, ia langsung minta maaf, agar masalah itu tidak semakin rumit, tapi ternyata permintaan maaf itu, sama sekali tidak di respon oleh istrinya, bahkan setiap kali memiliki masalah, istrinya selalu ingin menghindari masalah, dan itu bukan pertama kalinya, sudah sering terjadi, sekarang ia bingung harus berbicara bagaimana lagi agar istrinya itu mengerti sedikit saja dengan perasaannya. Lisa langsung mengambil ponselnya. Ardi yang melihat istrinya mengambil ponselnya, ia dengan cepat mengambil ponsel istrinya, lalu ia langsung bertanya pada istrinya

__ADS_1


" Apa yang akan kau lakukan dalam ponsel ini?"


Setelah suaminya mengambil ponselnya, Lisa semakin marah, apa lagi saat mendengar pertanyaan dari suaminya, lalu ia langsung menjawab pertanyaan dari suaminya


" Tidak penting apa yang akan aku lakukan dalam ponsel itu! Cepat kembalikan!"


Ardi yang mendengar ucapan istrinya, ia hanya menghela nafas berat, ia langsung membuka ponsel istrinya, lalu langsung menginstal ulang, agar semua data yang ada di ponselnya hilang, setelah itu, ia langsung memberikannya lagi pada istrinya


" Ini ponselmu."


Lisa mengambil ponselnya, ia langsung membuka layar ponselnya, ternyata suaminya menginstal ulang ponselnya, seketika ia sudah benar-benar marah, karena ponselnya tidak ada aplikasi untuk pesan taksi online, ia langsung melempar ponsel itu hingga membentur di tembok


Bruk....


Bruk...


Lisa yang melihat suaminya seperti itu, ia langsung duduk di lantai dan kedua tangannya untuk menahan tubuhnya sambil menangis


" Hiks...hiks...hiks....Kau jahat kak, aku benci denganmu!"


Ardi yang mendengar ucapan istrinya, ia hanya diam, dengan mata yang merah, ia benar-benar lelah habis bekerja, dan sekarang lelah menghadapi sikap kanak-kanakan istrinya, ia langsung mendekati istrinya, lalu langsung berjongkok di depan istrinya


" Sayang, aku minta maaf, tolong jangan bersikap kanak-kankan, aku benar-benar lelah, tolong mengerti sedikit saja perasaanku, tadi aku mengatakan hal yang sama seperti mamah, karena sangat cemburu, berhentilah menangis, kau juga harus istirahat, jangan seperti ini."

__ADS_1


Ardi langsung memegang kedua bahu istrinya, untuk membangun istrinya yang duduk di lantai. Lisa langsung menghempaskan kedua tangan suaminya sambil berbicara


" Jangan pernah menyentuhku! Kau tidak ada hak untuk menyentuhku! Dan jangan pernah bersikap pura-pura baik padaku, kalau kau saja tidak percaya padaku,!"


" Sayang, aku benar-benar percaya, kau hanya terpaksa di antara pulang oleh Arga, sekarang kau bangun, jangan duduk di lantai."


Ardi langsung membangunkan istrinya lagi, tapi istrinya tetap menghempaskan tangan ia. Lisa langsung menghapus air matanya dengan kasar, lalu ia langsung berbicara pada suaminya


" Sudah aku bilang, aku tidak ingin di sentuh oleh tanganmu, kau hanya pria ogois!"


Ardi yang mendengar ucapan istrinya lagi, ia sudah benar-benar emosi, ia langsung menjawab ucapan Lisa dengan emosi yang memuncak


" Kau yang egois Lisa, kau membanting ponselmu sendiri, lalu kau membutuhkan ponsel lain, bukan'kah itu sangat egois?, seharusnya kau tidak membutuhkan ponsel lain, setelah ponselmu kau banting!"


Lisa yang mendengar ucapan suaminya, ia hanya diam, ucapan suaminya memang benar, ia sangat egois, harusnya setelah semua data itu hilang, kenpa ia tidak menghubungi orang tuanya, atau supir orang tuanya, mungkin karena ia terlalu emosi tadi, membuat ia tidak bisa untuk berpikir. Ardi yang melihat istrinya hanya diam, ia mencoba untuk membangun istrinya lagi yang masih duduk di lantai. Lisa tetap menolak, ia tetap keras kepala


" Sudah aku bilang, aku tidak ingin di sentuh oleh pria sepertimu! Pria yang tidak bisa memberikan istrinya kepercayaan!"


" Sayang, aku percaya, tolong jangan terus berdebat, kau harus banyak istirahat, ingat kasihan pada janin yang ada di dalam kandunganmu."


Lisa yang mendengar ucapan suaminya semakin marah


" Iya dia memang lelah memiliki papih yang tidak pernah percaya!"

__ADS_1


__ADS_2