Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 164 Ulat


__ADS_3

Setelah terus berdebat Ardi terpaksa mengalah untuk istrinya, ia tidak ingin perdebatan itu tidak berujung. Lisa juga tadi sudah menyelesaikan masak, setelah itu mereka juga langsung sarapan. Setelah sarapan Lisa memutuskan untuk mengajak suaminya untuk melihat perkebunan, karena tadi ia sudah mendapatkan persetujuan dari suaminya


" Papih, ayo kita pergi ke kebun."


Ardi yang mendengar ajakan dari istrinya, ia sangat terkejut, bahkan mereka baru saja selesai sarapan belum sampai satu menit, tapi istrinya sudah mengajaknya untuk pergi ke kebun. Ardi langsung menatap mata istrinya yang berbinar-binar, lalu ia langsung berpikir tentang istrinya


" Lisa, apa kau sangat bahagia hanya ingin pergi ke kebun?, benar-benar sangat aneh, awalnya aku ingin sekali mengajakmu jalan-jalan, karena sekarang aku memiliki banyak waktu, tapi sekarang kau hanya ingin pergi ke kebun, apa lagi aku sangat takut ulat, bagaimana kalau Lisa juga takut ulat?, ah sial." batin Ardi


Setelah terus berpikir, Ardi langsung menyetujui permintaan istrinya, ia memang tadi sudah menyetujui permintaan istrinya, mau tidak mau ia harus mengikuti permintaan istrinya, ia langsung berdiri, lalu langsung mengajak istrinya


" Ayo mommy."


Lisa yang mendengar ajakan suaminya, ia tidak menjawab ajakan suaminya lagi, ia langsung berdiri, lalu langsung mendekati suaminya dengan mata yang masih berbinar-binar. Ardi langsung memegang tangan istrinya, lalu ia dan istrinya langsung berjalan ke belakang rumah, hingga ia sampai di belakang rumah itu, ternyata di belakang rumah bukan hanya sayur-sayuran, tapi ada juga buah-buahan, membuat Lisa sangat bahagia. Lisa langsung mendekati sayur-sayuran itu, ia langsung menatapnya sambil tersenyum. Ardi masih di samping istrinya, dengan perasaan yang sangat takut, ia langsung menengok ke sisinya, di situ ada terong ungu, ia melihat ulat di daun terong ungu itu, seketika ia langsung berteriak sambil lari menjauh dari situ


" A....."


Setelah menjauh, ia langsung mengelus dadanya, bahkan keningnya langsung penuh keringat, wajah Ardi yang putih itu sudah mulai merah karena takut, ketakutannya yang dari tadi, sekarang benar-benar terjadi. Lisa yang mendengar teriakkan dari suaminya, lalu suaminya lari, ia hanya menatap wajah suaminya dengan bingung, lalu ia langsung berjalan mendekati suaminya, hingga ia sampai di depan suaminya, lalu ia langsung bertanya pada suaminya


" Papih kenapa?, kenapa papih teriak tadi?, papih tidak sedang tidur sambil berjalankan?"


Lisa bertanya seperti itu, karena ia tidak tau penyebab suaminya berteriak, apa lagi menurut ia kalau teriak-teriak itu, biasanya sedang mimpi buruk. Ardi yang mendengar pertanyaan dari istrinya, ia langsung mengerutkan keningnya sambil berbicara di hatinya


" Dasar aneh, tidak tau apa kalau suamimu itu sedang ketakutan setengah mati karena ulat, tapi dia dengan santainya bertanya dan mengatakan aku sedang tidur berjalan, aku bukan pria yang memiliki penyakit aneh." batin Ardi


Ardi sangat kesal dengan ucapan istrinya, ia ingin sekali mengatakan kalau ia takut pada ulat, tapi ia malu untuk mengakui itu, jadi ia hanya berbicara di dalam hati dengan sedikit kesal. Lisa yang masih belum mendapatkan jawaban dari suaminya, ia masih menunggu jawaban dari suaminya, tapi tiba-tiba, matanya tertuju pada ulat hijau yang sangat gemuk membuat ia langsung mengalihkan pandangannya, ia langsung mendekati ulat gemuk itu di samping suaminya, lalu ia langsung berbicara dengan ulat itu


" Wah, kau sangat gemuk, apa kau suka sama daun-daunan yang sangat segar?"

__ADS_1


Ardi yang mendengar ucapan istrinya, ia juga langsung menengok ke samping, ia melihat ulat itu, tiba-tiba ia tidak sengaja berteriak lagi


" A..."


Setelah teriak, ia langsung menjauh dari istrinya. Lisa yang mendengar teriakkan suaminya, ia langsung melihat ke arah suaminya yang menjauh dari ia sekitar 2 meter. Lisa yang belum menemukan jawaban dari tadi, ia sekarang menemukan jawabannya, kenapa suaminya terus berteriak, lalu ia langsung bertanya pada suaminya masih di posisi yang sama


" Jadi papih berteriak karena takut ulat?"


Ardi yang mendengar pertanyaan dari istrinya, ia sangat gengsi, ia langsung menjawabnya dengan berbohong


" Papih tidak takut, hanya saja papih geli dengan ulat."


Lisa yang mendengar jawaban dari suaminya, ia langsung mengambil ulat itu, ia meletakkan ulat itu di telapak tangan kirinya, lalu ia langsung mendekati suaminya sambil berbicara


" Lihatlah pih, bukankah ini sangat imut?"


" Tolong buang ulat itu Mommy, kau jangan bermain ulat, itu tidak baik untuk kesehatan."


" Tidak, dia sangat imut Papih."


Lisa terus saja mendekati suaminya yang terus berjalan mundur karena takut, bahkan Lisa bisa melihat kalau suaminya itu sangat takut pada ulat, karena ia melihat wajah suaminya yang sangat merah seperti ketakutan. Ardi terus saja berjalan mundur, setelah itu ia langsung naik ke pohon jambu biji, ia langsung duduk di atas pohon jambu biji, lalu ia langsung menyuruh istrinya untuk membuat ulat itu


" Mommy tolong buang, itu sangat menjijikkan."


" Papih, kenapa naik pohon jambu, bukan'kah papih hanya bilang geli?, bilang saja kalau Papih itu seperti perempuan, takut pada ulat."


" Sudah papih bilang, papih hanya geli melihat ulat itu."

__ADS_1


Ardi masih tidak ingin mengakui kalau ia sangat takut pada ulat. Lisa hanya tersenyum saat mendengar jawaban dari suaminya, lalu ia langsung melempar ulat itu pada suaminya yang di atas pohon. Ardi yang mendapat lemparkan ulat, ia langsung berteriak lagi


" A....., tidak."


Hingga Ardi hilang keseimbangan, lalu langsung terjatuh ke tanah


Bruk...


Ardi jatuh ke tanah dengan posisi tertelungkup, ia merasa sangat sesak di dadanya, ia tidak menyangka kalau istrinya itu ternyata tidak takut dengan ulat, setelah itu ia langsung berdecik kesal


" Sial, beginilah memiliki istri yang sangat bar-bar, bukanya ulat itu di buang, tapi dia malah untuk mainan."


Lisa yang mendengar ucapan suaminya, ia hanya tersenyum pada suaminya, lalu langsung mendekati suaminya, ia langsung mengulurkan tangannya pada suaminya, untuk membantu suaminya bangun. Ardi langsung menyambut tangan istrinya, lalu ia langsung bangun di bantu oleh istrinya. Setelah telah itu Ardi langsung berbicara pada istrinya sambil memegang hidung istrinya


" Jangan nakal Mommy, mommy bukan anak kecil lagi, apa tidak kasihan?, hingga membuat Papih jatuh dari pohon jambu?"


" Habis Papih tidak mengakuinya, sudah jelas papih takut, tapi papih masih saja mengelak, jadi jangan salahkan mommy, kalau mommy melakukan itu."


Ardi yang mendengar ucapan dari istrinya sambil tersenyum, ia sangat bahagia. Walaupun ia merasakan sakit karena jatuh dari pohon, lalu ia langsung berbicara lagi


" Mommy tolong jangan pernah lakukan itu pada orang yang memiliki ketakutan, bagaimana kalau orang itu memiliki riwayat penyakit jantung?"


Lisa yang mendengar ucapan dari suaminya, ia langsung memeluk suaminya sambil menangis, lalu minta maaf pada suaminya


" Hiks...hiks.., maafin mommy pih, mommy tidak akan lakukan itu lagi."


" Iya mommy, sudah jangan menangis."

__ADS_1


Ardi mengatakan itu, ia takut istrinya melakukan itu pada orang lain, tapi ia tidak menyangka, kalau akan membuat istrinya menangis atas ucapannya


__ADS_2