Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 148. Kemarahan Lidia


__ADS_3

Ardi hanya diam, ia tidak bisa menjawab ucapan dari ibu mertuanya, apa lagi ucapan dan pertanyaan dari ibu mertuanya, sangat tidak masuk ke dalam otaknya, ia tidak bisa mencerna pembicaraan ibu mertuanya, karena pikir ia sudah di penuhi oleh istrinya yang menghilang entah kemana. Lidia yang melihat menantunya hanya diam, ia semakin marah dan tubuhnya mulai gemetar, ia takut putrinya kenapa-napa


" Seharusnya, mamah sudah tau dengan sikapmu, seharusnya mamah tidak memasukkan ke dalam jurang yang sama. Ardi, mamah sangat menyesal, telah menerima perjodohan itu dari Mirna, Seandainya mamah tidak menerima perjodohan itu, Lisa tidak akan mendapatkan pria egois seprtimu. Apa kurang puas membuat Lisa menangis bertahun-tahun dulu?, apa kurang cukup penderitaan Lisa selama 5 tahun yang lalu?, hingga kau membuat luka baru terhadapnya. Ardi, jika ada apa-apa dengan Lisa dan kandungannya, mamah tidak akan segan-segan membuat kalian menderita, sekarang Lisa sedang hamil, mamah tidak bisa mengambil keputusan apa pun, tapi setelah Lisa melahirkan, mamah minta kau ceraikan Lisa. Lisa tidak seharusnya hidup dengan pria egois sepertimu!"


" Mah, tolong jangan meminta agar Ardi menceritakan Lisa, karena itu tidak akan pernah terjadi dalam kehidupan Ardi. Lisa adalah wanita yang sangat Ardi cintai, dan Lisa sekarang juga sedang mengandung anak Ardi."


Lidia yang mendengar jawaban dari menantunya, ia semakin marah


" Ardi, ini adalah keputusan mamah yang sangat mutlak, tidak bisa di ganggu gugat! Jika kau tidak mau menceraikan Lisa, biar mamah yang menyuruh Lisa, untuk mengajukan permohonan perceraian. Mamah tidak sudi memiliki menantu sepertimu!"


Ardi langsung meneteskan air mata, ia sudah di buat pusing karena istrinya tidak ada di rumah orang tuanya, dan sekarang ibu mertuanya meminta untuk menceritakan istrinya. Akhirnya yang ia takuti saat di rumah kejadian juga. Ardi langsung berdiri, lalu ia langsung berlutut di hadapan ibu mertuanya, setelah itu ia langsung memohon pada ibu mertuanya


" Mah, mamah boleh melakukan apapun terhadap Ardi, tapi tolong jangan pernah meminta Ardi untuk menceraikan Lisa. Ardi tidak ingin lagi kehilangan Lisa, untuk yang kedua kalinya."


" Mamah tidak peduli, mamah minta setelah Lisa melahirkan, kau harus menceraikan Lisa! Dan Jika terjadi apa-apa pada Lisa, mamah tidak akan segan-segan membuat keluarga kalian sengsara, terutama ibumu, ibumu yang meminta perjodohan ini, tapi ibumu juga yang meluki hati Lisa, itu perbuatan yang tidak bisa mamah maafkan. Mamah sudah mempercai kalian, tapi pada akhirnya kalian membuat kecewa. Ardi, Jika kau mencintai Lisa, kau harus melepaskan Lisa, itu adalah cara kau mencintainya."

__ADS_1


Ardi yang mendengar jawaban dari ibu mertuanya, mulai gemetar lagi. 1 jam yang lalu istrinya yang bilang Jika kau mencintaiku, kau jangan membujukku dan jangan mengikutiku lagi, dan sekarang ibu mertuanya yang bilang Jika kau mencintai Lisa, kau harus melepaskan Lisa, itu adalah cara mencintainya


" Akhirnya yang aku takutkan dari tadi kejadian juga, tapi aku akan terus mempertahankan Lisa. Aku tidak ingin kehilangannya lagi, aku tidak ingin hidupku seperti dulu, hidup yang tidak memiliki warna, dan dia adalah wanita satu-satunya yang bisa membuat aku mengerti arti kata cinta, mengerti arti kata memperjuangkan, dan mengerti arti hidup tanpa warna. Aku tidak akan pernah melepasnya, sekalipun nyawaku menjadi taruhannya, aku tidak masalah, asalkan aku tetap memilikinya." batin Ardi


Setelah berpikir, Ardi langsung berbicara lagi pada ibu mertuanya


" Mah, Ardi dan Lisa, saling mencintai, tolong mamah jangan meminta itu, Ardi tidak ingin melepaskan Lisa."


Lidia yang mendengar jawaban dari menantunya, ia semakin marah, ia langsung berdiri, lalu langsung menatap sinis menantunya yang masih berlutut di kakinya, setelah itu, ia langsung menjawab ucapan menantunya


Ardi yang mendengar jawaban dari ibu mertuanya, ia benar-benar tidak percaya, kalau ibu mertuanya, ternyata lebih keras kepala dari istrinya, tidak heran kalau istrinya memiliki sikap yang sangat keras kepala, ternyata ibunya lebih keras kepala dari putrinya


" Apa yang harus aku lakukan sekarang, kalau sampai mamah menghapus ingatan Lisa, semuanya akan menjadi rumit, aku tidak bisa kehilangan Lisa, aku harus secepatnya mencari Lisa, dan membawa kembali ke rumah, jangan sampai Lisa masuk ke dalam rumah ini, kalau sampai itu terjadi, Lisa akan benar-benar tidak bisa mengingatku." batin Ardi


Setelah berpikir, Ardi langsung menjawab ucapan dari ibu mertuanya

__ADS_1


" Mah, tolong jangan pernah untuk berpikir menghapus ingatanya, dan jangan berpikir juga untuk meminta Ardi menceraikan Lisa, sampai kapan pun, Lisa akan tetap istri Ardi."


Lidia yang mendengar jawaban dari menantunya, ia sangat geram, ia langsung melayangkan tamparan pada menantunya


Plakk....


Sebuah tamparan keras itu mengenai wajah Ardi. Hingga wajah Ardi membekas telapak tangannya, tapi Ardi masih tetap diam, ia masih berlutut di depan ibu mertuanya, ia tidak peduli dengan harga dirinya, yang ia pedulikan adalah mempertahankan rumah tangga yang sedikit lagi akan hancur. Lidia langsung menjawab ucapan dari menantunya


" Mamah tidak sudi memiliki menantu sepertimu, dan jangan berharap masih menjadi suami dari putriku, karena kau tidak pantas menjadi suaminya, kau tau, Lisa sudah mengubur dalam-dalam mimpinya, hanya untuk menjadi istrimu yang baik, Lisa tidak pernah keluar rumah, Lisa tetap diam di rumah, untuk menunggu kau pulang dari kantor, tapi pada akhirnya kau mengecewakannya, ibu mana yang tidak sakit hati! Ibumu saja marah saat Lisa di antar pulang oleh pria lain, pedahal jelas-jelas Lisa sudah menjelaskannya lebih dulu, tapi ibumu tidak percaya, ibumu tidak terima, karena takut Lisa menghianatimu, ibumu tidak ingin membuat kau terluka, untuk itu ibumu mengatakan itu pada Lisa, dan sekarang kau mengerti?, tidak ada seorang ibu yang ingin membuat anak-anaknya kecewa, sama seperti mamah, mamah tidak ingin Lisa hidup dengan pria egois sepertimu!"


Ardi yang mendengar penjelasan dari ibu mertuanya memang paham, tapi ia tetap dalam pendiriannya, ia tidak akan menceraikan istrinya, ia tidak ingin kehilangan istrinya untuk yang kedua kalinya, lalu Ardi langsung menjawab ucapan dari ibu mertuanya


" Mamah, Ardi tidak bisa melakukan hal itu, Ardi minta maaf mah, Ardi akan sebisa mungkin untuk mempertahankan rumah tangga Ardi."


Lidia yang mendengar jawaban dari menantunya, ia langsung menjawab ucapanya dengan nada semakin marah

__ADS_1


" Baik! Kita lihat saja, apa kau bisa mempertahankan rumah tanggamu itu, setelah apa yang terjadi pada Lisa, dan harus kau ingat, mamah adalah ibunya, mamah bisa memahami sikapnya. Jika Lisa tidak bisa menuruti ke inginan mamah, maka kau siap-siap untuk kehilangan istrimu, dengan cara mamah sendiri, karena sampai kapanpun mamah tidak akan memberikan kesempatan kedua untuk orang sepertimu, tidak ada teloransi dalam kehidupan mamah."


__ADS_2