Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 182. Lioni


__ADS_3

Arga masih terus mondar-mandir di depan kamarnya, bahkan ibunya yang berjalan mendekati ia, tapi ia tidak menyadarinya. Lioni langsung bertanya pada putrinya


" Sayang, kenapa kau terus saja mondar-mandir?, bahkan mamah datang, kau tidak menyadarinya?"


Arga yang mendengar pertanyaan dari ibunya, ia menghentikan kakinya, ia langsung melihat ke arah ibunya sambil menatap mata ibunya dengan tatapan sedih, lalu ia langsung menjawab pertanyaan dari ibunya sambil memegang tangan kanan ibunya


" Mah, Jenni terluka parah, aku takut mah."


Lioni langsung menarik putranya dalam pelukannya, ia tau putranya sangat kuatir pada bawahannya, apa lagi ia melihat putranya menangis, lalu ia langsung menenangkan putranya


" Jangan menangis, mamah yakin, Jenni wanita yang kuat."


Arga juga membalas pelukan dari ibunya, lalu ia langsung menjawab ucapan dari ibunya


" Tapi mah, aku sangat kuatir."


" Mamah tau, kau sangat kuatir, tapi kau harus tenang."


" Iya mah."


Lioni langsung melepaskan pelukannya, lalu ia langsung menghapus air mata putranya sambil berbicara


" Ingat, kau adalah pria, kau tidak boleh lemah, kita berdo'a saja, agar Jenni cepat sadar."


" Iya mah."


Lioni langsung mengajak putranya untuk duduk di sofa


" Sayang, kita duduk dulu."


" Iya mah."


Arga dan Henny langsung berjalan ke arah sofa, lalu mereka langsung duduk di sofa. Arga duduk sambil menyadarkan kepalanya di sofa, ia langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Henny yang melihat putranya sangat kuatir, ia merasa sangat prihatin. Henny memang baru pulang dari tempat pesta pernikahan anak sahabatnya, dan ia juga telah mendengar dari asisten pribadi putranya, kalau putranya hampir saja membunuh orang, putranya mencintai wanita yang memiliki status istri orang, untuk itu ia langsung buru-buru menemui putranya, ia ingin menasehati putranya, bawa yang putranya lakukan itu salah, tapi ternyata putranya sedang kuatir, bahkan putranya hingga menangis, untuk itu, ia mengurungkan niatnya untuk menasehati putranya, ia tidak ingin suasana hati putrinya semakin merasa bersalah. Arga langsung melihat jam tangannya, ia di luar kamar baru saja 5 menit, tapi ia sudah merasa sangat lama di luar kamar


" Kenapa baru 5 menit, lama sekali, Jenni, kau harus kuat, kau harus ingat, masih ada keluargamu yang menantimu untuk pulang." batin Arga


Setelah berbicara di dalam hati, Arga langsung bertanya pada ibunya, apa maksud ibunya yang tiba-tiba datang ke kamarnya, apa lagi ibunya masih menggunakan gaun pesta


" Mah, ada apa mamah kemari?, apa ada sesuatu yang akan mamah bicarakan?"

__ADS_1


Lioni yang mendengar pertanyaan dari putranya, ia langsung berbohong


" Tidak apa-apa sayang, mamah hanya ingin menemuimu saja, apa lagi kau juga baru datang."


Arga tau, kalau ibunya berbohong, tapi ia berpikir ibunya akan menjodohkan ia dengan anak sahabatnya, ia langsung berbicara pada ibunya


" Mah, kalau mamah ingin mengatakan tentang perjodohan lagi, aku tidak akan menerimanya, sudah aku katakan, tentang cinta, mamah jangan pernah ikut campur."


Lioni yang mendengar ucapan dari putranya, ia hanya menghela nafas berat, ia belum saja berbicara, tapi putranya sudah mengatakan itu, memang ia selalu menjodohkan putranya dengan anak sahabatnya, tapi itu karena putranya tidak pernah dekat dengan seorang Gadis, bahkan saat ia mendengar dari bawahan putranya, kalau putranya mencintai seseorang Gadis, tapi itu bukan seorang Gadis, bahkan mencintai wanita yang sudah memiliki suami, entah apa yang ada di dalam pikiran putranya, jelas-jelas putranya itu terkenal dokter ramah, tapi bisa-bisanya putranya ingin mencelakai orang lain hanya untuk mendapatkan cinta dari wanita itu. Sudah 1 jam Arga duduk di sofa bersama ibunya. Lioni memutuskan untuk istrihat, ia memang sangat lelah


" Sayang, mamah istirahat dulu, kau jangan terlalu memikirkan Jenni, kau juga harus istirahat."


" Iya mah."


Lioni langsung berdiri, lalu langsung pergi dari situ. Setelah ibunya pergi, Arga langsung berdiri, ia langsung berjalan mondar-mandir lagi di depan pintu kamarnya. Setelah sekitar 10 menit Arga mondar-mandir, dokter Calista pun keluar dari kamar. Arga yang melihat dokter Calista, ia langsung menyuruhnya untuk duduk di sofa


" Dokter, mari silahkan duduk dulu."


" Baik tuan muda."


Dokter Calista dan Arga langsung duduk. Setelah duduk Arga langsung bertanya


" Keadaan nona Jenni sangat parah, dan banyak luka di bagian tubuh nona Jenni, dan kemungkinan besar nona Jenni tidak akan sadarkan diri untuk beberapa hari, mungkin bisa lebih, tapi pisik nona Jenni sangat kuat, semoga saja nona Jenni cepat sadar."


" Baiklah, terimakasih dokter, besok pagi dokter harus datang lagi ke sini."


" Baik tuan muda, kalau begitu saya permisi dulu."


" Baik dok, terimakasih."


Dokter Calista langsung berdiri, lalu langsung pergi dari situ di antara oleh asisten rumah tangga hingga di pintu utama. Arga langsung buru-buru masuk ke dalam kamarnya, setelah sampai, ia langsung duduk di samping ranjang, ia langsung menatap wajah Jenni dengan tatapan dalam, ia melihat kesamaan Jenni dengan Sunmei, wajahnya sangat dingin, tapi saat tersenyum terlihat manis, hingga tidak terasa air mata Arga langsung menetes lagi, ia langsung menghapus air matanya sambil berbicara sendiri


" Ah, kenapa aku menjadi pria cengeng lagi."


Setelah menghapus air matanya, Arga langsung memegang tangan kanan Jenni, ia langsung berbicara pada Jenni


" Jenni, cepat sembuh, aku tidak bisa memenuhi janjiku, aku tidak akan bisa menjaga adikmu, jadi kau harus segera sembuh."


Tiba-tiba saja ada suara ketukan pintu

__ADS_1


Tok-tok


Arga yang mendengar ketukan pintu, ia langsung menyuruhnya untuk masuk


" Masuk."


Leo langsung masuk ke dalam, hingga ia sampai di belakang tuan mudanya, lalu ia langsung menyapa tuan mudanya sambil membungkukkan badan


" Selamat malam tuan muda."


" Iya, malam."


" Tuan muda, nyonya bilang, tuan muda harus makan, dan minum vitamin, setelah itu tuan muda harus istrihat, dan biar saya yang akan menjaga nona Jenni."


" Saya tidak lapar, dan kau tidak perlu menjaga Jenni, Jenni biar saya yang menjaganya, kau ambil air impusan, di tempat kerja saya, sebentar lagi air impusan Jenni habis."


" Baik tuan muda, tapi apa tidak memanggil dokter keluarga saja untuk menggantinya?"


Leo bertanya seperti itu, karena menurut Leo, tidak pantas seorang tuan muda mengurus bawahannya sendiri, bukan'kah derajatnya menjadi rendah. Arga yang mendengar pertanyaan dari asisten ibunya, ia langsung sedikit membentak


" Tidak perlu! Sudah saya katakan, saya yang akan menjaga Jenni, lebih baik kau turuti saja perintah saya."


" Baik tuan muda, tapi saya mau bilang tuan muda."


" Bilang apa?


" Kemeja tuan muda, banyak bercak darah, apa tuan muda tidak akan mandi?"


Arga memang belum mengganti bajunya, di kemejanya ada banyak bercak darah. Arga langsung melihat ke arah kemejanya, ia baru sadar, kalau bajunya banyak bercak darah, lalu ia langsung menyuruh asisten ibunya untuk mengambil baju


" Leo, kau ambil baju ganti saya di lemari."


" Baik tuan masih."


Leo langsung mengambil baju ganti tuan mudanya, lalu langsung menyerahkannya pada tuan mudanya


" Ini tuan muda."


Arga langsung mengambil baju gantinya, lalu langsung mengganti bajunya, di situ

__ADS_1


__ADS_2