Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 63. Aku minta maaf kak


__ADS_3

Ardi dan Lisa sampai di ruangan kerja Ardi, lalu Ardi dan Lisa duduk di sofa sedangkan Santi sudah keluar dari ruangan Ardi setelah meletakkan tas bag di meja, lalu Santi keluar. Lisa langsung membuka bekal makan yang tadi dirinya bawa, setelah selesai membuka makanan Lisa melihat wajah suaminya sambil tersenyum. Ardi langsung memegang tangan kanan istrinya dengan kedua tangannya


" Terimakasih sayang, kau sudah mau masak dan mau datang ke kantorku, karena kehadiranmu menghilangkan lelahku, kau adalah semangatku."


" Iya kak, sama-sama, Kaka makan dulu mumpung masih hangat."


" Baiklah sayang."


Lisa sebenarnya ingin sekali menangis dan minta maaf atas perlakuan dirinya selama 3 hari ini, tapi suaminya belum makan siang membuat dirinya mengurungkan niatnya. Ardi langsung berjalan mengambil berkes-berkas yang harus dirinya periksa lalu dirinya mendekati sofa lagi hingga dirinya sampai lalu dirinya duduk di samping istrinya. Lisa menatap wajah suaminya dengan tatapan sangat kasihan, pasti sangat lelah melihat suaminya yang baru saja mau makan, tapi mengambil berkas-berkas yang harus di kerjakan. Ardi melihat istrinya sambil tersenyum karena dari tadi istrinya masih saja melihat dirinya


" Kenapa sayang?"


" Tidak kenapa-napa Kak, makan dulu kak."


" Iya sayang."


Ardi makan sambil memeriksa berkas-berkas itu karena dirinya memang sangat sibuk 3 hari ini, bahkan hingga pulang larut malam. Lisa yang sedang makan, kini dirinya sudah tidak bisa lagi menelan nasi yang ada di mulutnya, rasanya nasi itu benar-benar keras setelah melihat suaminya makan masih sambil bekerja, pipi dirinya mulai merah dan air mata yang dirinya tahan karena dirinya mengabaikan suaminya yang selalu bekerja di kantor, bahkan hingga makan saja masih di sempatkan sambil bekerja. Ardi yang tadinya fokus makan sambil bekerja namen dirinya sudah tidak mendengar denting sendok istrinya. Ardi melihat istrinya, ternyata istrinya masih menatap dirinya dengan wajah yang merah seperti menahan air mata, tapi dirinya juga tidak tau kenapa istrinya hampir menangis, hingga dirinya berpikir karena dirinya mungkin makan tanpa mempedulikan istrinya, itu kenapa istrinya sedih, lalu dirinya memutuskan untuk minta maaf pada istrinya. Ardi langsung meletakkan berkas-berkas yang dirinya pegang lalu langsung menyampingkan badannya menghadap pada istrinya. Ardi memegang kedua tangan istrinya

__ADS_1


" Maafkan aku sayang, aku tidak bermaksud mengabaikanmu, tapi memang akhir-akhir ini aku sangat sibuk, tolong maafkan aku."


Lisa tidak menjawab perkataan maaf dari suaminya, tapi dirinya langsung meneteskan air mata yang dari tadi dirinya tahan karena sangat sedih melihat suaminya yang sibuk bekerja bahkan suaminya sudah 3 hari pulang selalu larut malam, tapi dirinya tetap mengabaikan suaminya, tetap tidak peduli dengan suaminya hanya karena foto yang belum jelas kebenarannya. Lisa berpikir pasti sangat lelah dan benar-benar lelah, bahkan sampai rumah, suaminya tidak di pedulikan oleh dirinya. Ardi semakin bingung menatap istrinya lalu dirinya memutuskan untuk bertanya


" Sayang kenapa?"


Lisa langsung memeluk suaminya dengan kepala yang di sandarkan pada dada suaminya, lalu menangis hingga tersedu-sedu. Ardi membelai rambut istrinya, entahlah dirinya semakin tidak paham dengan istrinya dan bingung, tapi mendengar dari tangisannya sangat sedih, entah kenapa akhir-akhir ini istirnya lebih cengeng menurut Ardi, lalu Ardi memutuskan untuk minta maaf lagi karena dirinya juga tidak tau kenapa istrinya menangis, tapi kalau istrinya marah, tidak mungkin istrinya menangis sambil memeluk dirinya


" Sayang, maafkan aku. Aku benar-benar sangat sibuk."


" Tidak Kaka harusnya aku yang minta maaf."


" Minta maaf untuk apa sayang?"


" Aku selalu mengabaikanmu, tidak pernah memperhatikanmu yang sudah lelah bekerja, aku tidak pernah peduli, apa lagi karena foto-foto itu membuat aku seperti mayat hidup. Aku sudah mencoba untuk percaya, tapi jika mengingat foto-foto itu rasanya hatiku sangat sakit, aku tau kau tidak pernah melakukan itu, aku benar-benar minta maaf kak."


" Tidak perlu minta maaf sayang. Aku mengerti kau cemburu, aku juga tidak pernah menyalahkan sikapmu yang tidak mau bicara selama 3 hari ini."

__ADS_1


Setelah mendengar jawaban dari suaminya lalu Lisa langsung melepaskan pelukannya, dirinya menatap wajah suaminya. Ardi menghapus air mata yang ada di pipi istrinya memakai tisu basah sambil berkata


" Aku tidak pernah menyalahkanmu, jangan pernah membuang air matamu untuk hal yang belum jelas, karena melihat tangisanmu adalah luka yang paling sakit yang pernah aku rasakan, di sini juga banyak karyawan, apa jadinya kalau kau keluar dengan mata yang habis menangis, aku tidak ingin sedikitpun ada orang yang membicarakanmu."


Lisa masih menatap wajah suaminya, sambil berpikir karena dirinya sangat bodoh mempercayai orang yang tidak di kenal semudah itu, harusnya dirinya sangat beruntung memiliki suami seperti Ardi yang selalu sabar menghadapi sikap dirinya yang akhir-akhir ini membentak dan mendiamkannya, tapi suaminya tidak marah sedikitpun melainkan suaminya yang minta maaf, bukan'kah harusnya dirinya itu beruntung memiliki suami yang selalu minta maaf lebih dulu tanpa tau kesalanya


" Lisa, kau memang sangat bodoh akhir-akhir ini, mengabaikan suami yang sudah lelah bekerja, tapi kau masih mengabaikan suamimu di rumah, suamimu dengan sabar menghadapi sikap kanak-kanakmu, kau harus belajar untuk jadi istri yang baik, bukan'kah kata-kata itu sudah kau ucapkan pada suamimu?, tapi kenapa kau dengan mudah mempercayai orang yang tidak kau kenal." batin Lisa yang sekarang merutuki kebodohannya sendiri


Setelah selesai menghapus air mata istrinya Ardi memutuskan untuk bertanya dari mana istrinya tau kalau dirinya tidak melakukan hal itu, karena saat itu walaupun istrinya menjawab mencoba percaya, tapi tetap saja istrinya ternyata tidak percaya sepenuhnya


" Sayang, dari mana kau tau kalau aku sama Intan tidak ada hubungan apa-apa?"


" Mamah tadi telepon dia menjelaskan semuanya tentang foto itu termasuk Intan juga menjelaskan tentang foto itu dan Intan minta maaf padaku, lalu Intan juga bilang kalau Kaka di Inggris tidak mencintai siapapun selain aku. Kaka, aku benar-benar minta maaf atas semua sikap kanak-kanakku selama ini, karena aku pernah kehilanganmu dan membuatku hampir gila. Aku tidak ingin masa lalu itu terjadi lagi padaku, mungkin juga kalau tidak ada kak Livino aku sudah benar-benar gila."


" Aku minta maaf, karena membuatmu mengalami sakit hati yang mendalam, aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi, apa lagi kita sudah mengucapkan janji sehidup semati atas nama Tuhan, yang terpenting kau jangan mudah percaya apa kata orang lain, lihatlah kebenaran terlebih dahulu, curiga boleh, tapi jangan pernah muda percaya sebelum melihat kebenaran itu, karena sampai kapanpun kau adalah satu-satunya wanita yang aku cintai dalam hidupku."


" Kaka, tidak perlu minta maaf, karena kita berdua sama-sama salah."

__ADS_1


Ardi langsung memeluk istrinya lalu mencium pucuk kepala istrinya. Ardi berharap tidak ada lagi kesalah pahaman di antara dirinya dan istrinya, dirinya berharap bisa menjadi keluarga yang bahagia seperti orang tuanya


__ADS_2