Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 183. Berbicara sendiri


__ADS_3

Leo yang melihat tuan mudanya mengganti baju, tanpa meninggalkan bawahannya, ia hanya mengerutkan keningnya, ia tidak menyangka, tuan mudanya begitu sangat perhatian pada bawahannya. Arga langsung duduk lagi, lalu langsung menyuruh asisten pribadi ibunya untuk pergi


" Kau pergilah."


" Baik tuan muda."


Leo langsung membungkukkan badannya, lalu langsung pergi dari situ. Arga langsung menyadarkan kepalanya di ranjang, di samping bawahannya, sambil menatap wajah bawahannya, lalu ia langsung berbicara pada Jenni


" Jenni, cepat bangun."


Setelah mengatakan itu, ia langsung mencoba memejamkan mata, ia memang sangat lelah dan ngantuk. Setelah memejamkan mata sekitar 10 menit, ternyata ia masih tidak bisa tidur, walaupun ia merasakan ngantuk dan lelah, tapi ia masih saja memikirkan kondisi bawahannya, lalu ia langsung mengingat saat pertama kali bertemu dengan bawahannya, bahkan saat itu ia mengingat ucapan bawahannya yang mengatakan ia anak mamih, saat Arga meminta untuk kuliah di luar negeri, kedua orang tuanya tidak setuju, lalu Arga memohon pada kedua orang tuanya dengan pura-pura memasang wajah sedih, saat itu, di situ ada bawahannya yang sedang menceritakan bukti-bukti korupsi, lalu bawahannya langsung di suruh pergi oleh ibunya Arga, karena Arga sedang memohon pada orang tuanya, sebelum pergi, Arga mendengar ocehan kecil dari bawahannya


" Dasar anak mamih, bisanya memasang muka sedih."


Itu yang bawahannya katakan saat itu, bawahannya seperti jijik saat mendengar ia memohonkan pada orang tuanya, lalu ia juga mengingatkan saat bawahannya mengancam ia


" Jangan lupa, aku di tujuk langsung oleh Pak CEO Argantara."

__ADS_1


Arga yang mengingat kejadian-kejadian bersama bawahannya, ia langsung tersenyum sekilas, saat itu adalah pertama kalinya, ia mendapatkan ancaman, apa lagi dari bawahannya sendiri, menurut ia bawahannya sangat konyol. Tiba-tiba saja ada orang yang mengetuk pintu lagi


" Tok-tok


Arga yang mendengar ketukan pintu, ia langsung menyuruhnya untuk masuk


" Masuk."


Leo yang mendengar teriakkan untuk menyuruhnya masuk, ia langsung masuk, ia membawa yang di suruh oleh tuan mudanya tadi, lalu langsung meletakannya di meja, setelah itu ia langsung berbicara pada tuan mudanya


Arga langsung menjawab ucapan dari asisten pribadi ibunya, tanpa melihat ke arahnya, ia masih terus menyadarkan kepalanya di ranjang, dan terus menatap bawahannya


" Iya, kau boleh pergi, dan satu lagi, kau bilang pada orang yang ada di sini, jangan ada yang masuk, dan jangan ada yang mengetuk pintu, kalau saya lapar, saya akan keluar sendiri dari kamar, saya tidak ingin Jenni terganggu."


Leo yang mendengar ucapan dari tuan mudanya panjang lebar, ia sangat heran, walaupun tuan mudanya, terkenal ramah, tapi tuan mudanya belum pernah berbicara panjang lebar, selain bukan dengan pasien, dan di kantornya, lalu ia langsung menjawab ucapan dari tuan mudanya


" Baik tuan muda."

__ADS_1


Leo langsung membungkukkan badannya, lalu langsung keluar dari kamar tuan mudanya. Setelah asisten pribadi ibunya pergi, Arga langsung mengingat lagi kejadian-kejadian bersama bawahannya, hingga ia lelah, lalu langsung terlelap, ia tertidur masih dengan posisi duduk, dan kepalanya masih bersandar di ranjang. Jam sudah menunjukkan pukul 02.00 WIB, Arga langsung terbangun dari tidurnya, ia langsung menetap bawahannya lagi dan langsung bertanya pada bawahannya


" Jen, kapan kau membuka mata?, aku merasa kau sudah sangat lama memejamkan mata, seperti sudah 3 hari."


Arga berbicara dengan bawahannya dengan wajah yang lesu, bahkan ia tidak meninggalkan bawahannya kemana pun, termasuk ia juga tidak masuk ke dalam kamar mandi dari tadi sore, ia hanya diam di kamarnya, dan tetap duduk di samping bawahannya, bahkan ia juga tidak makan tidak minum. Arga langsung mengambil tissue basah, lalu langsung mengusap wajahnya, sebenarnya ia ingin sekali mandi, atau cuci muka, tapi ia tidak ingin meninggalkan bawahannya walaupun hanya sebentar, setelah selesai, ia langsung berbicara di telinga bawahannya


" Jen, aku tidak ingin meninggalkanmu, walaupun hanya sebentar, aku sangat merindukan pembicaranmu yang selalu tersenyum, kesal, marah, sedih, sakit, kau selalu berbicara sambil tersenyum, kau Gadis yang sangat berbeda, Jen, apa kau bisa mendengar suaraku?"


Setelah mengatakan itu, Arga langsung menghela nafas berat, sambil meneteskan air mata lagi, bahkan air matanya selalu mengalir, air matanya berhenti hanya saat ia tidur, dan saat ia tahan. Arga langsung mengelus lembut, pucuk kepala Jenni, entah kenapa ia merasa sangat rindu dengan Jenni. Jenni juga sudah sadar, hanya saja, ia belum bisa untuk membuka mata, ia bisa mendengar pembicaraan dari tuan mudanya, dan ia bisa merasakan kalau tuan mudanya sedang menangis, kini ia tau, kalau tuan mudanya adalah pria yang sangat baik, mendengar dari pembicaran tuan mudanya, ia bisa menyimpulkan kalau tuan mudanya pria yang sangat baik, ternyata pembicaraan orang-orang yang mengatakan tuan muda Arga itu sangat baik, kini benar adanya, dan ia juga tidak menyangka, kalau tuan mudanya akan menjaga bawahannya secara langsung. Setelah itu, Arga langsung berbicara lagi pada Jenni


" Jen, aku sangat bersalah, karena telah berbohong pada orang tuamu, aku pikir, kau tidak akan separah ini, bagaimana mungkin ada Gadis sepertimu, kau masih bisa tersenyum saat aku kuatir padamu, kau memang Gadis yang sangat berbeda, Jenni, kau harus cepat sadar, agar aku bisa bertanggung jawab atas kesalahanku yang telah aku buat padamu, karena telah mengirimu ke perusahaan mamah, dan kau juga belum mendengar ucapan terimakasih dariku, Jenni, bagaimana mungkin ada Gadis sebodoh sepertimu, kau rela membahayakan nyawamu dari pada melakukan itu, tapi dari kejadian itu, semoga aku menjadi pria yang lebih baik lagi, kenapa aku jadi curhat."


Arga yang awalnya berbicara tentang sikap bawan, hingga ia tidak sadar, ia curhat tentang kepribadiannya pada bawahannya. Arga langsung melihat ke arah jam dinding, jam itu baru menujukan pukul 02.15 WIB, lalu ia langsung berdecak kesal


" Lama sekali, Jen, dokter bilang kau akan sadar setelah beberapa hari kedepan, tapi aku tidak bisa menunggu itu, itu sangat lama, kau cepat sadar."


Ini pertama kalinya Arga banyak bicara, apa lagi berbicara pada bawahannya. Arga adalah orang yang sangat irit bicara, tapi sekarang, ia sudah banyak bicara, dari tadi sore hingga dini hari, ia terus saja berbicara pada bawahannya, ia berharap bawahannya itu bisa cepat sadar, tapi ternyata bawahannya tetap tidak sadar juga. Jenni juga bisa mendengar pembicaraan dari tuan mudanya, ia sangat sedih, tapi ia tidak bisa apa-apa, selain menunggu keajaiban agar cepat pulih, dan bisa kembali lagi ke Indonesia, ia sangat merindukan adik kesayangannya, adik yang sangat malang, kalau bukan ia yang menemani adiknya, siapa lagi. Setelah lelah, Arga langsung menyadarkan kepalanya di ranjang lagi, ia masih menatap wajah Jenni, ia berharap bawahannya itu bisa cepat sadar, tapi hingga sekarang belum juga sadar, membuat ia sangat sedih, bahkan kesedihannya semakin bertambah, tapi ia tidak bisa apa-apa, ia bukan malaikat penyembuh, ia hanya bisa menunggu keajaiban, agar bawahannya segera pulih, dan bisa melihat pembicaranya sambil tersenyum

__ADS_1


__ADS_2