Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 180. Foto Sunmei Larissa


__ADS_3

Jenni langsung menyuruh tuan mudanya untuk merijek telpon dari ibunya


" Tuan muda, tolong rijek telponnya."


" Jen, kenapa tidak mengangkat telponnya?"


" Saya takut mereka kuatir saat mendengar suaraku yang lemas."


Arga yang mendengar jawaban dari bawahannya, ia hanya menghela nafas berat, bawahannya sangat berbeda dari Gadis-gadis lainya, mereka jika terluka sedikit atau sakit sedikit sudah manja, tapi berbeda dengan Jenni, Jenni menutupi rasa sakitnya agar orang tuanya tidak kuatir, bahkan ia saja kalau sakit akan sangat manja pada ibunya, hanya saja sekarang tidak terlalu dekat dengan ibunya, ibunya sering sekali ingin menjodohkan ia dengan anak dari teman-temannya. Arga memutuskan untuk mengangkat telepon itu, ia tidak ingin membuat ibunya Jenni semakin kuatir, setelah mengangkat telponnya, Arga langsung berbicara lebih dulu


" Hallo, selamat siang, maaf Bu, Jenni sedang bekerja, dan ponselnya ke tinggalkan di ruangan saya, nanti saya akan bilang pada Jenni, kalau ibunya tadi telpon."


" Iya, siang, baik terimakasih pak."


" Iya sama-sama Bu."


Arga langsung memutuskan sambungan telpon dari ibunya Jenni, ia tidak sengaja melihat foto layar utama Jenni, foto itu adalah foto seorang Gadis kecil yang ia kenal, Sunmei Larissa, lalu ia langsung bertanya pada Jenni


" Jen, kenpa layar utamamu menggunakan foto Sunmei?"


Jenni yang mendengar pertanyaan dari tuan mudanya, ia sangat bingung, kenpa tuan mudanya bisa tau, nama sebelumnya, jelas-jelas tidak ada orang yang tau tentang nama sebelumnya. Jenni tidak menjawab pertanyaan dari tuan mudanya, melainkan ia langsung bertanya balik


" Tuan muda, dari mana tuan muda, tau kalau foto itu Sunmei?"


" Aku tau, dia adalah anak dari Larissa Grup, Gadis kecil itu, bernama Sunmei Larissa, Sunmei memiliki Kaka bernama Brayen Larissa, dan memiliki adik Sella Larissa, ayahnya bernama Jonathan Larissa, di mana dia sekarang?


Jenni yang mendengar penjelasan dari tuan mudanya, ia sangat bingung, kenpa tuan mudanya tau tentang ia sangat mendetail


" Apa aku pernah bertemu sebelumnya?, tapi itu tidak mungkin, aku tidak mungkin pernah bertemu dengan tuan muda, dari informasi yang aku dapat, tuan muda belum pernah sekolah di London, dan dia hanya kuliah saja, sedangkan saat tuan muda kuliah, aku juga sudah bekerja di keluarga Argantara, sangat aneh." batin Jenni

__ADS_1


Setelah lama Jenni berpikir, kepalnya mulai pusing, hingga ia pingsan. Arga yang melihat bawahannya pingsan, ia langsung meletakkan ponsel Jenni di kursi mobil, lalu langsung memanggil Jenni sambil mengelus lembut pipi Jenni


" Jen, Jenni, sadar Jen, Jenni!"


Arga langsung memeluk Jenni yang dari tadi menyadarkan kepalanya di tangan kirinya. Tubuh Arga mulai gemetar, bahkan rasa kuatirnya pada Jenni semakin bertambah, setelah ia melihat foto Sunmei Larissa dari ponsel Jenni, walaupun Jenni belum menjelaskan di mana Sunmei Larissa, tapi ia mengingat saat Jenni mengatakan ia cengeng, karena hanya Sunmei Larissa yang berani mengatakan ia cengeng. Arga langsung menyuruh supir itu untuk lebih cepat


" Pak, tolong lebih cepat."


" Baik tuan muda."


Tangan kanan Arga langsung merogoh sakunya, ia langsung mengambil ponselnya, lalu langsung menulis pesan untuk menanggalkan dokter ke rumah, setelah mengirim pesan pada asisten ibunya, Arga langsung meletakkan ponselnya lagi, ia langsung memeluk Jenni dengan kedua tangannya sambil minta maaf


" Aku minta maaf Jen, sudah membuatmu terluka."


Air mata Arga langsung mengalir lagi, bahkan air mata Arga hingga jatuh ke pipi Jenni, ia benar-benar sangat menyesal, karena di butakan oleh cinta, bawahannya yang tidak ingin menerima pekerjaan itu, hingga membuatnya terluka. Sudah 15 tahun Arga tidak pernah menangis, tapi dari kemarin saat ia mendengar Erick kehilangan jejak Jenni, ia langsung menangis, apa lagi saat melihat Jenni tidak berdaya, ia ingin sekali menangis sekeras-kerasnya, tapi ia sangat malu, ia adalah pria dewasa, tidak mungkin menangis seperti wanita, bahkan saat ia meneteskan air mata saja, Jenni sudah mengatakan seperti wanita, apa lagi kalau ia menangis sekeras-kerasnya, mungkin sudah benar-benar di bilang wanita. Setelah menempuh perjalanan 47 menit, mereka sampai di rumah ibunya Arga. Arga langsung mengangkat tubuh Jenni masuk ke dalam, setelah di dalam, ia langsung meletakkan Jenni di ranjang kamarnya, ini pertama kalinya ranjang Arga ada yang meniduri seorang wanita, bahkan sepupunya atau siapapun itu, Arga selalu melarang mereka untuk tidur di atas ranjangnya, alasannya ia ingin yang pertama meniduri ranjangnya adalah istrinya, tapi entah kenapa berbeda dengan Jenni, jelas-jelas rumah itu memiliki 9 lantai, tapi Arga, membaringkan tubuh Jenni di ranjangnya. Setelah membaringkan tubuh Jenni, ia langsung berteriak pada asisten rumah tangganya yang menunggu di pintu kamar


" Baik tuan muda."


Asisten rumah tangga itu langsung menyuruh dokternya masuk. Dokter itu langsung berjalan mendekati Arga. Dia adalah dokter pribadi keluarga Argantara. Setelah dokter itu sampai di depan Arga, ia langsung menyapa Arga


" Selamat siang tuan muda."


" Siang, dok, tolong sembuhkan Jenni, dan apa kau membawa cairan oksigen?"


" Bawa tuan muda, tadi asisten nyonya Lioni sudah menjelaskannya."


Tadi memang asisten ibunya Arga sudah menjelaskan, kalau ada pasien yang membutuhkan oksigen, untuk itu ia sudah membawa seluruh peralatan yang di butuhkan. Arga langsung menjawab ucapan dari dokter


" Iya sudah, baiklah."

__ADS_1


" Tuan muda, bisa keluar dulu?"


" Oh, baiklah."


Dengan berat hati Arga kelur dari kamarnya, sebenarnya ia tidak ingin meninggalkan Jenni, tapi mau bagaimana lagi, ia hanya bisa menurutinya, hingga ia sampai di depan pintu. Arga langsung mondar-mandir di depan pintu, sambil terus berdo'a untuk kesembuhan Jenni


" Tuhan, tolong selamatkan Jenni, aku mohon selamatkan Jenni."


Tidak lama supir itu menghampiri Arga, tadi ponsel Jenni, Arga letakkan di kursi mobil, supir itu langsung memberikan ponsel Jenni pada Arga


" Tuan muda, ini ponselnya ketinggalan di mobil."


Arga langsung mengambil ponsel yang di serahkan oleh supirnya, sambil menjawab ucapan supirnya


" Oh, iya."


" Saya permisi dulu tuan muda."


" Iya."


Setelah memberikan ponsel itu, supir Arga langsung pergi lagi. Arga langsung menekan tombol untuk menyalakan ponsel Jenni, ia menatap dalam foto yang di jadikan layar utama itu, sambil berbicara


" Jenni, sebenarnya kau memiliki hubungan apa dengan Sunmei, dan kemana sebenarnya Sunmei, bahkan aku tidak pernah mendengar keluargamu, aku hanya tau kau memiliki seorang adik bernama Sella, tunggu, adik Jenni bernama Sella, dan Sunmei juga bernama Sella, apa ini sebuah kebetulan?, atau Jenni adalah Sunmei?, tapi tidak mungkin, Jenni anak dari pasangan Citra dan Radit, jadi tidak mungkin kalau Jenni adalah Sunmei, sudahlah, yang penting aku fokus dulu dengan kesembuhan Jenni." batin Arga


Arga langsung memasukkan ponsel Jenni ke dalam saku celananya, ia hanya berdiri sambil bersandar di dinding luar kamarnya. Setelah sekitar 6 menit, Arga langsung berbicara di dalam hatinya


" Kenapa lama sekali, kenapa dokter belum juga keluar dari kamar, Jenni, kau harus bertahan." batin Arga


Arga langsung melihat jam tangannya, ternyata ia di luar kamar baru sekitar 6 menit, tapi ia merasa sudah satu jam

__ADS_1


__ADS_2