Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 76. Pergi ke moll


__ADS_3

Lisa hanya melihat punggung suaminya yang berjalan ke dalam kamar mandi, lalu dirinya menghapus air matanya sambil berkata


" Lisa, kau tidak boleh cengeng, karena kak Ardi tidak menyukai wanita cengeng dan maja, ingat itu kau tidak boleh menangis lagi."


Lisa langsung turun dari ranjang lalu dirinya menyiapkan baju kerja suaminya, setelah itu dirinya balik lagi ke ranjang, lalu langsung merebahkan tubuhnya sambil menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan sendu sambil memikirkan siapa pria yang suaminya maksud, karena dirinya memang tidak mengetahui sama sekali


" Siapa yang di maksud kak Ardi, bukan'kah aku tidak menemui siapa-siapa, kenapa aku yang di salahkan" Batin Lisa


Tidak lama Ardi keluar dari kamar mandi, lalu dirinya berjalan ke lemari hingga dirinya sampai di depan lemari, lalu Ardi mengambil baju ganti. Lisa yang melihat suaminya tidak memakai baju yang dirinya ambil lagi hanya menghela nafas berat, entah kapan suaminya itu tidak akan bersikap dingin lagi, entah kesalahan apa yang dirinya buat hingga suaminya seperti sangat membenci apa pun yang dirinya ambilkan, hingga dirinya meneteskan air mata lagi, lalu dirinya langsung menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya, dirinya tidak ingin suaminya melihat dirinya menangis, bukan'kah suaminya menginginkan dirinya bersikap dewasa. Ardi melirik ke arah istrinya yang berbaring sambil menutup selimut, lalu dirinya langsung mengenakan pakaian setelah selesai dirinya langsung keluar dari kamar itu, memang sekarang dirinya sangat buru-buru akan ketemu Kelayan karena dirinya memutuskan untuk pulang lebih awal, dirinya juga sangat lelah, bukan lelah karena pekerjan namen lelah karena pikiran juga. Setelah selesai Ardi langsung keluar dari kamar lalu menuruni tangga. Mirna duduk di ruang tamu melihat anaknya buru-buru lalu langsung menyapa


" Pagi sayang, kenapa buru-buru lagi? Lisa mana sayang?"


" Pagi juga mah, Lisa masih tidur, Ardi pamit mah."


" Iya hati-hati sayang."


" Iya mah."


Ardi langsung pergi keluar. Mirna hanya melihat anaknya yang pergi hanya menghela nafas berat karena anaknya sangat sibuk, dirinya ingin mengatakan tentang Lisa yang akhir-akhir ini tidak makan membuat Mirna sedikit pusing, entah kapan rumah tangga mereka itu bahagia, apa lagi dirinya juga tidak tau jam berapa anaknya pulang akhir-akhir ini. Lisa yang jenuh di dalam kamar lalu dirinya keluar dari kamar masih menggunakan baju tidur dan bando kelinci, lalu dirinya menuruni tangga hingga sampai di ruang tv. Lisa duduk sambil menyadar Lalu langsung menyalakan televisi, dirinya melihat film kesukaan dengan tatapan kosong, biasanya dirinya setiap lihat film angry bird akan tertawa, tapi kini hanya diam membisu. Intan yang selesai sarapan langsung mendekati Lisa hingga dirinya sampai di samping Lisa, lalu dirinya langsung duduk. Lisa hanya melirik Intan sekilas lalu pandangan dirinya langsung melihat telivisi lagi. Intan yang melihat Lisa tidak ceria dirinya ingin mengajak Lisa jalan-jalan, dirinya pun terpaksa berbohong suruh mengantarnya beli baju


" Lisa, kau sarapan dulu, lalu setelah itu bisa'kah antar aku beli baju?"


Lisa pun melirik ke arah Intan yang berbicara pada dirinya


" Tidak, aku akan di rumah saja."


" Lisa, tolong sarapan, jangan terus seperti ini, dan aku mohon antar aku pergi ke moll."

__ADS_1


" Baiklah, aku akan mengantarmu pergi ke moll, aku akan siap-siap dulu."


" Lisa, tolong sarapan dulu."


" Aku tidak lapar."


" Lisa, tolong jangan seperti ini."


" Baiklah, aku akan makan, tapi di Restoran saja."


" Baik."


Lisa langsung berdiri lalu menaiki tangga hingga dirinya sampai di kamar, dirinya langsung mengganti baju setelan itu merias wajahnya dan menyisir rambutnya, setelah selesai Lisa langsung menuruni tangga lagi hingga dirinya sampai di dekat Intan yang sudah menunggu dirinya


" Intan, apa kau yang membawa mobil? atau mau pake supir mamah?"


" Baiklah."


Lisa dan Intan langsung keluar hingga sampai di ruang tamu lalu Intan berpamitan dengan Tantenya


" Tante, aku dan Lisa pergi ke moll dulu."


Mirna yang sedang melamun lalu sadar dari lamunannya karena mendengar suara Intan


" Iya Intan, hati-hati."


" Iya Tante."

__ADS_1


Lisa dan Intan langsung keluar dari rumah itu lalu langsung masuk ke dalam mobil. Intan langsung melajukukan mobil itu hingga dirinya sampai di depan moll, lalu Lisa dan Intan langsung turun, mereka langsung masuk ke dalam moll itu hingga mereka sampai di tempat baju lalu mereka mulai memilih-milih baju hingga sekitar 2 jam mereka memilih baju. Lisa mulai merasa lapar lalu dirinya memutuskan mengajak Intan makan di restoran moll itu


" Intan, kita makan dulu, aku sangat lapar."


" Begini dong Lisa."


Lisa dan Intan langsung mendekati Restoran itu, mereka tidak tau kalau Ardi juga di Restoran yang sama karena dirinya memang sedang meeting dengan Kelayan, namen di situ hanya ada Ardi dan Kelayan itu, karena Santi di tugaskan untuk bersama Yoga untuk urusan lainya. Intan yang melihat Kaka sepupunya sedang ngobrol dengan seorang wanita dirinya buru-buru menghalangi jalan Lisa karena dirinya takut Lisa salah paham, sebenarnya Intan juga kenal dengan wanita itu, dia satu sekolah dengan Ardi saat SMA dan saat S2 di Inggris, terlebih lagi Intan juga tau kalau wanita itu sangat menyukai Ardi. Ardi juga sebenarnya tidak suka bertemu dengan Rahma Ex, dia adalah anak dari Ex Grup. Namen karena pekerjan yang terikat kontrak dengan perusahaan Setiawan Grup jadi mau tidak mau Ardi tetap menemuinya. Lisa juga melihat suaminya yang sedang mengobrol dengan seorang wanita, lalu bola matanya langsung melihat sekeliling restoran itu, namen dirinya tidak menemukan Santi, membuat dirinya berpikir kalau suaminya menyukai wanita lain, tapi walaupun dirinya sudah melihat langsung, tapi dirinya tetap mencoba percaya dengan suaminya, karena suaminya menginginkan dirinya bersikap dewasa. Lisa yang jalannya di halangi oleh Intan dirinya hanya menatap Intan dengan tatapan sinis


" Lisa, bagaimana kalau kita makan di Restoran lain saja?"


" Kenapa Intan?"


" Aku hanya ingin di restoran lain saja."


" Intan, aku sudah melihatnya."


Setelah mendengar jawaban dari Lisa, Intan sedikit takut kalau Lisa akan marah, bagaimana pun juga dirinya tau kalau Lisa memiliki sifat kanak-kanakan jika sudah menyangkut nama Ardi


" Lisa, jangan marah dulu, mungkin saja kak Ardi sedang miteeng dengan Kelayan."


" Intan, aku tidak marah, aku juga kesini karena lapar, ayo kita makan."


" Baiklah Lisa."


Intan dan Lisa langsung mencari tempat duduk, lalu mereka langsung duduk, setelah itu langsung memesan makanan. Tidak lama makanan itu datang. Lisa langsung makan tanpa mengunyah lagi karena melihat suaminya yang sesekali tersenyum dengan wanita lain membuat hatinya merasa sakit dan kecewa. Namen kecewa itu tidak bisa dirinya keluarkan karena di sini juga tempat umum, dirinya tidak ingin nama dirinya tercoreng jelek oleh orang lain karena sudah banyak yang mengenal dirinya sebagai dokter. Intan yang melihat Lisa makan sangat cepat lalu dirinya langsung membuka suara


" Lisa, jangan marah, mungkin saja dia hanya rekan kerja."

__ADS_1


" Aku tidak marah, aku sangat lapar."


__ADS_2