
Intan sedikit kesal karena Yoga masih saja memejamkan mata, bahkan ucapannya saja tidak di jawab oleh Yoga, lalu ia langsung menyadarkan kepalanya di dada Yoga sambil sesekali mengusap wajah Yoga dengan lembut, lalu ia teringat masa lalu orang tuanya, bahkan Yoga juga sudah tau, membuat ia menjadi malu pada Yoga, apa lagi tadi sudah mencium Yoga dua kali membuat seperti Gadis murahan, walaupun semua yang dirinya lakukan hanya untuk Yoga, tapi tetap saja ia menjadi sangat malu, lalu Intan memutuskan untuk bertanya, apa Yoga benar-benar serius padanya atau becanda, bahkan Yoga juga tidak membalas ciumannya sama sekali, walaupun ia tau Yoga pria yang memiliki prinsip, tapi bukan'kah tidak perlu berlebihan
" Yoga, apa kau benar-benar serius dengan ucapanmu?"
" Ucapan yang mana Intan?"
" Apa kau benar-benar serius denganku, bukan'kah kau sudah tau siapa aku sebenarnya?"
Setelah mendengar pertanyaan dari Intan, Yoga langsung membuka mata, lalu langsung melihat Intan yang sedang bersandar di dada bidang miliknya, setelah itu Yoga memutuskan untuk bertanya
" Apa maksudmu Intan?"
Intan langsung menghentikan permainan tangannya yang sedang mengusap lembut wajah Yoga, setelah itu ia langsung mengangkat kepalanya, lalu langsung menatap mata Yoga
" Yoga, aku anak dari."
Yoga yang mengerti maksud Intan, ia langsung meletakkan jari telunjuknya di bibir Intan
" Jangan pernah mengatakan itu, itu bukan salahmu, kau hanya korban di sini, yang terpenting kau jangan sampai melakukan itu."
Setelah mengatakan itu Yoga langsung menarik Intan dalam pelukannya, Yoga tau mungkin Intan mengingat apa yang baru saja ia lakukan, layaknya seperti wanita murah, tapi Yoga juga lebih tau kalau Intan itu tidak pernah melakukan itu selain pada dirinya, karena Yoga sudah kenal sikap Intan dari dulu. Yoga juga bukan karena ia tidak memiliki rasa nafsu birahi pada Intan yang lagi-lagi menciumnya, tapi ia tidak ingin merusak martabat seorang wanita, apa lagi Intan adalah orang yang ia cintai selama 5 tahun ini. Intan juga membalas pelukan itu dengan erat, ia benar-benar sangat malu, tapi ternyata Yoga sudah tau isi hatinya sebelum ia menjelaskan semuanya
" Tuhan, terimakasih karena aku sudah mengenal pria seperti Yoga, pria yang memiliki perinsip, aku mengerti sekarang, kenapa kak Ardi sangat mendukungku bersama Yoga, dan kak Ardi mengatakan jangan pernah sakiti hatinya, sekarang aku benar-benar mengerti, Yoga adalah orang yang sangat baik, ia benar-benar sangat sempurna, semoga saja aku dan Yoga selalu bersama." batin Intan
" Intan, aku tau kau adalah Gadis baik-baik, hanya saja saat itu kau melakukan kesalahan karena orang tuamu begitu memanjakanmu, aku sangat bersyukur kau bukan anak kandung dari Tante Mey, karena setelah kebenaran itu terungkap kau menjadi jauh lebih baik, aku tidak pernah peduli tentang masa lalu ibumu." batin Yoga
Tidak lama ada suara ketukan pintu
Tok-tok
Intan yang mendengar ketukan pintu ia akan melepaskan pelukannya, tapi Yoga tetap memeluk Intan dengan erat, lalu Yoga langsung menyuruh masuk
__ADS_1
" Masuk."
Keyla yang mendengar teriakan dari dalam ia langsung masuk ke dalam, lalu ia menghentikan langkahnya setelah melihat atasannya sedang memeluk seorang Gadis sambil menggeleng-geleng kepalanya
" Dasar semua pria sama saja brengsek, bukan'kah kekasih pak Yoga itu nona Karina, kenapa sekarang memeluk Gadis lain, bukan'kah tadi nona Karina kemari, tapi kenapa tidak menampilkan wajah sedih saat keluar, ah terserah kenapa juga aku mikirin urusan pak Yoga." batin Keyla
Keyla langsung melanjutkan langkah kakinya lagi hingga sampai di depan Yoga
" Permisi pak Yoga."
Keyla langsung menyerahkan laporan yang di minta pak CEO nya
" Pak Yoga, ini laporan yang pak CEO minta 2 hari yang lalu, dan 15 menit lagi ada miteeng."
Yoga langsung mengambil laporan itu, tanpa melepaskan pelukannya, lalu langsung menyuruh Keyla keluar
" Baiklah, kau boleh keluar."
" Baik pak Yoga, saya permisi dulu."
Keyla langsung keluar dari ruangan itu sambil tersenyum karena melihat atasannya sama sekali tidak melepaskan pelukan itu, melainkan mengambilnya memakai tangan kiri, dan Gadis yang atasannya peluk juga, masih terus memeluk atasannya membuat Keyla berpikir sedikit aneh, hingga Keyla sampai di pintu, lalu langsung menutup pintu itu. Intan langsung melepaskan pelukannya, lalu langsung menatap mata Yoga. Yoga yang di tatap oleh Intan, ia langsung menyuruh pulang
" Intan, lebih baik kau pulang, aku ada miteeng."
" Iya Yoga."
Intan dan Yoga langsung berdiri, lalu mereka langsung berpelukan lagi. Intan sebenarnya belum ingin pulang, ia masih ingin lama-lama bersama Yoga, tapi karena Yoga ada kerjaan ia terpaksa harus pulang
" Ternyata, ini yang namanya cinta, tidak ingin jauh-jauh dari orang yang kita cintai, tidak heran kalau kak Ardi dulu tidak ingin kuliah ke Inggris, kalau tidak di paksa oleh Tante, aku saja yang jaraknya hanya sekitar 30 menit tidak rela." batin Intan
" Terimakasih Tuhan, akhirnya aku bisa dengan orang yang aku cintai, aku sangat bahagia." batin Yoga
__ADS_1
Sekitar 1 menit mereka berpelukan, Yoga dan Intan langsung melepaskan pelukannya, lalu mata mereka saling menatap dengan tatapan mata yang tidak rela. Yoga juga sebenarnya tidak ingin Intan cepat pulang, tapi karena ia memiliki kerjaan, terpaksa harus menyuruh Intan pulung, lalu ia langsung memutuskan untuk mengantar Intan sampai di parkiran
" Ayo Intan, aku antar sampai di parkiran."
" Tidak perlu Yoga, aku bisa pulang sendiri, kau lebih baik siap-siap, jangan lupa selalu jaga kesehatan."
" Iya Intan. Intan, tolong kau pikirkan ucapanku, kau mau kita pacaran atau mau kita langsung menikah?"
" Sebenarnya aku ingin kita langsung menikah, tapi nanti aku bicarakan dulu sama mamah."
Setelah mendengar jawaban dari Intan Yoga langsung tersenyum, ia sangat senang, walaupun Intan belum memberi jawaban yang jelas, karena harus bilang dulu pada orang tuanya, apa lagi Yoga juga tau kalau Tante Mey dan om Rangga orang yang sangat baik, lalu Yoga langsung memegang kedua tangan Intan
" Baiklah, terimakasih Intan, karena kau mau kita langsung menikah."
" Untuk apa kau berterimakasih Yoga, seharusnya aku yang berterimakasih, karena kau masih bisa menerimaku, setelah apa yang aku lakukan saat itu, tapi kau masih terus mencintaiku, maafkan aku Yoga. aku telat menyadari bahwa aku juga sebenarnya mencintaimu."
" Tidak apa-apa Intan, yang lalu biarlah berlalu, setidaknya kita bisa belajar dari masa lalu untuk menjadi lebih baik lagi."
" Iya Yoga, iya sudah aku pulang dulu."
" iya Intan hati-hati."
" Apa kau tidak ingin memberi aku ciuman?"
" Intan, kau jangan mesum."
" Aku tidak mesum, aku hanya ingin di cium sekilas."
Yoga tidak menjawab ucapan Intan lagi, lalu ia langsung mendekati wajah Intan. Intan yang melihat wajah Yoga mendekat, ia langsung memejamkan mata, ia pikir Yoga akan menciunya di bibir, tapi ternyata Yoga hanya mencium kening Intan sekilas. Intan yang mendapat ciuman di kening ia sangat kesal
" Dasar pelit."
__ADS_1
" Intan, aku akan melakukannya setelah kau menjadi istriku."
" Baiklah calon suamiku."