Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 132. Tidur siang


__ADS_3

Intan dan Yoga sampai di rumah sambil terus tersenyum, senyuman mereka dari kemarin tidak pernah pudar hingga mereka sampai di ruang tamu, di rumah itu sangat sepi. Intan langsung menyuruh suaminya untuk duduk


" Suamiku, duduk dulu."


" Baik sayang."


Yoga langsung duduk di sofa ruang tamu. Intan langsung masuk ke dalam dapur untuk mengambil minum dan mencari keberadaan seseorang, tapi ternyata di dapur hanya ada Lisa, yang sedang membuat jus, lalu ia langsung menyapa Lisa


" Siang Lisa, kau kenapa tidak suruh bibi saja, kau harus menjaga kesehatan."


Lisa langsung melihat ke arah Intan sambil tersenyum, lalu langsung menjawab ucapan Intan


" Siang juga, aku tidak apa-apa kok, kenapa kau terlihat segar?"


" Maksudmu apa Lisa?"


" Kenapa tidak terlihat lemas?, harusnya kau terlihat lemas karena banyak kehilangan tenaga?"


" Aduh Lisa, kau itu bumil, masih saja mikirin yang tidak, tidak, kau tau?, Yoga super polos dan aku hampir saja di buat gila dengan kepolosannya."


" Maksudmu apa?"


" Bagaimana mungkin Yoga menghentikan permainannya di saat aku sudah menikmatinya, lalu Yoga menyuruhku untuk tidur, dan lebih menderitanya di situ tidak ada bir sama sekali, membuat otakku menjadi emosi di buatnya."


Lisa yang mendengar penjelasan Intan, ia langsung tersenyum, menurutnya sangat aneh, kalau yang terjadi di ia adalah suaminya yang memiliki pikiran mesum, sedangkan Intan dan Yoga, Intan yang memiliki hal mesum. Intan yang melihat ekspresi wajah Lisa, ia langsung kesal


" Kenapa kau tersenyum?, apa kau sedang mengejekku?"


" Tidak Intan, siapa yang mengejekmu."


" Lalu kenapa kau tidak menanggapi ucapanku?"


" Mungkin saja Yoga tidak ingin membuatmu lelah, kalian menginap di gedung Haivel juga cuma satu malam, tentu saja Yoga tidak ingin melakukan itu di sana."

__ADS_1


Intan yang mendengar jawaban dari Lisa, ia langsung bertanya pada Lisa karena penasaran


" Apa malam pertama itu sangat menyakitkan?"


" Intan, nanti juga kau tau bagaimana rasanya malam pertama, yang jelas tidak seindah yang kau bayangkan."


Setelah mengatakan itu, Lisa langsung membawa jusnya, lalu langsung berjalan keluar dari dapur sebelum Intan menjawab ucapannya. Intan yang di tinggalkan di dapur ia langsung kesal


" Dasar bumil, kalau berbicara sepotong-sepotong, tidak mau di lanjutkan, tidak tau apa, aku sangat penasaran!"


Intan langsung mengambil gelas, lalu ia juga langsung membuat jus jeruk untuk suaminya. Setelah selesai ia lalu berjalan lagi ke luar hingga ia sampai di ruang tamu, lalu langsung menyuruh suaminya untuk minum


" Suamiku minum dulu."


Yoga tidak menjawab ucapan istrinya, melainkan ia langsung mengajak istrinya masuk ke dalam kamar untuk istirahat, ia memang benar-benar sangat lelah


" Sayang, bisa kita masuk kamar sekarang?, aku benar-benar lelah, aku ingin istirahat."


Intan langsung mengambil gelas berisi jus itu, lalu langsung berjalan menaiki tangga bersama suaminya hingga ia sampai di kamar. Intan langsung meletakkan jus itu di meja, lalu langsung menyuruh suaminya istirahat


" Istirahat dulu suamiku."


" Iya sayang."


Yoga langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang, ia memang sangat lelah, saat perjalanan pulang, yang memang menempuh perjalanan 4 jam, lalu tangannya langsung menarik tangan istrinya hingga istrinya terjatuh di atas ranjang, lalu ia langsung memeluk istrinya dengan erat


" Temani aku tidur sebentar sayang."


Intan hanya menjawab dengan anggukan kepala. Yoga langsung mencium bibir istrinya sekilas, lalu memutuskan untuk tidur. Setelah suaminya tidur, hembusan nafas suaminya di telinga Intan membuat pikiran mesumnya kambuh


" Sial, kenapa dia selalu saja membangunkan otak mesumku." batin Intan


Intan langsung melihat jam yang menunjukkan pukul 14.00 WIB, ia sangat kesal karena jam itu masih terlalu lama

__ADS_1


" Dulu, aku ingin sekali menikah dengan pria ini, dan sekarang sudah menikah, ingin malam pertama saja lama sekali, apa lagi dia selalu saja menggodaku secara tidak langsung, tidak tau apa, istrimu ini memiliki otak mesum yang sangat tinggi, harusnya di mana-mana seorang pria, tapi kenapa aku yang memiliki otak mesum, tidak seperti mamah, ah tidak tau juga, lagian aku bukan anak dari mamah Mey, aku anak dari Veronica, mungkin saja otak mesumku ini seperti ibuku, atau seperti papah kandungku, terserahlah, kenapa juga aku harus memikirkan hal yang tidak penting, yang penting siap-siap untuk nanti malam." batin Intan


Intan terus saja berpikir, sambil sesekali ia tersenyum, lalu ia pun memutuskan untuk tidur, ia langsung memejamkan mata, tapi tetap saja, hembusan nafas suaminya, membuat ia tidak bisa tidur, lalu ia langsung mengusap wajahnya dengan kasar


" Intan, kau benar-benar gila." batin Intan


Intan mencoba memejamkan mata lagi, ia berusaha untuk tidur, agar menghilangkan pikiran mesumnya, sebenarnya ia ingin sekali mandi untuk menghilangkan otak mesumnya, tapi karena suaminya memeluk ia dengan erat, ia tidak ingin suaminya bangun, dan membuat ia tidak bisa apa-apa selain pasrah dengan keadaan sekarang, sambil terus mencoba untuk bersabar untuk menunggu malam pertama itu tiba, apa lagi menurutnya suaminya terlalu bodoh dalam hal percintaan, yang jelas bukan hal percintaan, tapi hal yang di ranjang


" Yoga, bangun dong, aku lelah mendengar hembusan nafasmu yang membuat otakku semakin tidak waras." batin Intan


Intan terus saja berpikir hingga ia lelah, lalu ikut tertidur. Jam sudah menunjukkan pukul 16. 21 WIB, tidak lama Yoga bangun dari tidurnya, ia melihat istrinya yang tertidur pulas sambil memeluknya, ia hanya tersenyum, lalu langsung mencium bibir istrinya sekilas, setelah itu ia memandangi wajah istrinya. Intan merasa ada yang menyentuh bibirnya, ia pun terbangun, lalu langsung membuka mata, ia melihat suaminya sedang memandanginya, lalu ia langsung kesal dengan apa yang suaminya lakukan tadi


" Pria polos ini terus saja membuat pikiran mesumku kambuh, entah apa yang ada di dalam pikirannya, kalau mau lakukan, langsung lakukan, jangan terus saja menciumku, dasar Yoga, memang selalu saja bisa membuat pikiranku semakin tidak waras."


Yoga yang melihat istrinya terbangun ia pun langsung menyapa istrinya sambil tersenyum


" Sore sayang."


" Sore juga suamiku."


" Apa tadi tidurnya nyenyak sayang?"


Intan yang mendengar pertanyaan dari suaminya, ia tidak menjawab pertanyaan suaminya, melainkan ia langsung kesal, ia baru saja tidur, tapi suaminya sudah membangunkannya,


" Bagaimana aku bisa tidur, kalau hembusan nafasmu itu membuat otak mesumku kambuh, membuat aku tersiksa oleh ulahmu, dan dengan susah payah aku mencoba untuk tidur, agar tidak berpikiran mesum, dengan mudahnya kau membangunkan aku dengan mencium bibirku, dan saat itu juga otak mesumku mulai kambuh lagi, dasar pria tidak peka, ternyata usia itu tidak menjamin untuk dewasa, buktinya suamiku ini, ia tidak sadar kalau terus saja membangunkan otak mesumku." batin Intan


Intan terus saja berpikir tentang suaminya. Yoga yang belum mendengar ucapan istrinya, ia pun langsung mengulangi pertanyaannya yang sama


" Sayang, apa tadi tidurmu nyenyak?"


Intan yang mendengar pertanyaan dari suaminya, ia sadar kalau belum menjawab pertanyaan suaminya, ia langsung tersenyum manis pada suaminya sambil menjawab pertanyaan suaminya


" Tentu saja sangat nyenyak suamiku, apa lagi perjalanan tadi membuat aku sangat lelah."

__ADS_1


__ADS_2