
Sudah dua hari semenjak kejadian foto-foto dan video itu, Ardi juga sekarang mulai sering ada waktu untuk istrinya, ia tidak ingin jauh dari istrinya, ia takut kejadian yang tidak di inginkan itu terulang lagi. Walaupun Ardi tau, ia dan istrinya tidak sampai bertengkar, tapi ia hanya berjaga-jaga saja. Lisa sekarang sedang memasak untuk suami tercintanya, di bantu oleh BI Asih yang memotong bahan-bahan untuk masak. Tidak lama Ardi juga masuk ke dapur, ia langsung menyapa istrinya dari kejauhan
" Pagi mommy sayang."
" Pagi juga pih."
BI Asih langsung menyapa tuan mudanya
" Pagi tuan muda."
" Pagi juga BI."
Lisa sedang mengaduk sup ikan. Setelah di samping istrinya, Ardi langsung memeluk pinggang istrinya dari belakang sambil kepalanya ia sandarkan di leher istrinya, lalu langsung berbicara pada istrinya
" Mommy, pagi-pagi sudah rajin, apa nanti anak kita perempuan?"
Lisa yang mendengar pertanyaan suaminya ia langsung melepaskan pelukan dari suaminya, lalu langsung berbalik badan menghadap ke arah suaminya, setelah itu ia langsung menjawab ucapan suaminya dengan sedikit kesal
" Jadi maksud papih, dulu mommy pemalas begitu?"
Ardi yang mendengar pertanyaan istrinya, ia langsung tersenyum, ia merasa istrinya semakin gemas, lalu Ardi langsung mencium kening istrinya sekilas, setelah itu ia langsung menjawab pertanyaan istrinya
" Mommy dari dulu memang tidak pemalas, hanya saja mommy dari dulu hingga sekarang, selalu suka marah-marah."
Lisa yang mendengar jawaban suaminya ia langsung berteriak
" Papih!"
__ADS_1
" Iya, iya, papih becanda mommy, jangan marah, nanti cepat tua."
" Jadi menurut papih sekarang mommy terlihat tua karena suka marah-marah?"
Ardi yang mendengar pertanyaan istrinya, lagi ia mulai pusing, ucapan ia selalu saja salah menurut istrinya, lalu Ardi langsung berbicara sendiri
" Tuhan, harus bagaimana aku berbicara pada istriku ini."
BI Asih yang mendengar perdebatan antara nona mudanya dan tuan mudanya hanya tersenyum, walaupun ia merasa canggung karena melihat kemesraan mereka berdua, tapi tidak bisa di pungkiri, perdebatan majikan mudanya itu sangat lucu, apa lagi ucapan tuan mudanya yang selalu di anggap salah oleh istrinya. BI Asih yang awalnya takut pada majikan mudanya, tapi setelah ia ikut menjadi pelayan di rumah barunya, nona muda dan tuan mudanya lebih sering tersenyum, membuat ia menjadi nyaman saat melihat rumah tangga yang sangat tentram, bahkan ia juga selalu berdo'a pada Tuhan, agar majikan mudanya itu tidak lagi memiliki kesalah pahaman, apa lagi rumah tangga majikan mudanya sudah sering di terjang badai, mereka berdua sudah sering bertengkar, dari awal pernikahan hingga sekarang, masalah itu masih belum selesai, apa lagi ia juga mendapat cerita dari keponakannya, yaitu Dandi, kalau nona mudanya hampir saja salah paham pada foto-foto itu, tapi bersyukur karena nona mudanya mendapatkan kiriman video juga, jadi tidak sampai ada percekcokan, tapi tetap saja, rasa kuatir BI Asih masih tetap ada, karena ia juga mendengar nona mudanya tidak ingin tau siapa pengirim foto-foto itu. Ardi langsung mematikan kompornya, karena sup ikan sudah matang, lalu ia langsung mencium bau sup ikan itu, setelah itu ia langsung berbicara pada istrinya
" Sangat harum, Mommy memang istri yang sangat pintar."
Lisa yang mendengar ucapan suaminya, ia langsung menjawab ucapan suaminya dengan sedikit emosi
" Jadi maksud papih masih ada istri yang lain selain mommy, hingga papih mengatakan Mommy istri yang sangat pintar?"
" Salah lagi deh, kenapa hari ini selalu saja salah di mata istriku, sangat aneh."
Lagi-lagi BI Asih di buat tersenyum setiap mendengar ucapan dari nona muda dan tuan mudanya. Lisa juga tersenyum saat mendengar ucapan suaminya, lalu ia langsung menyuruh suaminya keluar dari dapur, karena ia akan melanjutkan pekerjaannya
" Papih, lebih baik kau keluar saja, mommy akan melanjutkan memasak, kalau kita berdebat terus, kapan mommy selsai masak, jadi papih keluar dulu, setelah matang kita langsung sarapan, lalu kita jalan-jalan ke belakang rumah."
Ardi yang mendengar ucapan istrinya, ia langsung bertanya untuk memastikan ucapan istrinya
" Kebelakang rumah?"
Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum. Ardi yang melihat jawaban istrinya, ia langsung berbicara lagi
__ADS_1
" Tapi sayang."
" Tidak ada tapi Papih."
Ardi yang mendengar ucapan istrinya, ia berbicara lagi, apa lagi di belakang itu perkebunan ia takut tidak baik untuk wanita hamil, dan apa lagi, ia juga paling takut dengan ulat, menurut Ardi, ulat itu adalah mahluk yang paling mengerikan
" Mommy sayang di belakang itu perkebunan, tidak baik untukmu, di belakang pasti akan ada ulat."
" Tidak mau tau, habis sarapan harus ke belakang rumah, mommy ingin lihat perkebunan, boleh iya pih."
" Kalau papih bilangan tidak, iya tidak Mommy, sudah jangan membantah, Mommy sekarang lanjutkan memasak, agar cepat selsai."
" Iya pih, tapi mommy ingin ke belakang rumah!"
Ardi yang mendengar ucapan istrinya lagi, ia hanya menghela nafas berat, istrinya itu memang sangat keras kepala, kalau istrinya menginginkan itu, iya harus itu. BI Asih yang mengetahui kalau tuan mudanya takut ulat, ia membantu berbicara pada nona mudanya, bagaimana pun juga Bi Asih sudah bekerja sekitar 28 tahun, dari nyonya dan tuannya baru menikah sekitar 1 tahun, tentu ia paham ketakutan tuan mudanya
" Nona muda, di kebun itu tidak baik untuk wanita hamil, di kebun banyak ulat."
" Tidak mau, aku ingin kebelakang."
Lisa memang tidak mengetahui kalau suaminya itu sangat takut pada ulat, jadi ia tetap kekeuh, apa lagi ia tidak takut dengan ulat, dan menganggap ulat adalah sama saja seperti manusia, dia perlu hidup, untuk itu ia sama sekali tidak takut. BI Asih yang mendengar jawaban dari nona mudanya, ia langsung diam, ia tidak bisa berbicara lagi. Ardi yang mendengar ucapan istrinya, ia tidak bisa berbicara lagi, kalau ia mengatakan takut ulat, itu sangat tidak mungkin bagi Ardi, karena ia adalah seorang pria, tentu sangat memalukan jika ia harus bilang jujur pada istrinya
" Bagaimana ini, Lisa, apa kau tidak tau, kalau suamimu itu sangat takut dengan ulat, di perkebunan itu pasti banyak ulat, untuk itu aku tidak menyukai perkebunan, tapi kau yang meminta membeli rumah yang ada perkebunannya, aku tidak bisa apa-apa selain menuruti permintaanmu." batin Ardi
Lisa yang terus tidak dapat persetujuan dari suaminya, ia pun langsung berpikir sejenak, kenpa suaminya itu melarang ia untuk melihat perkebunan, dan itu jelas-jelas hanya perkebunan
" Kenapa Kak Ardi melarang aku melihat perkebunan, bukan itu hanya perkebunan, dan tidak biasanya permintaanku tidak di turuti, apa ada sesuatu yang kak Ardi takutkan." batin Lisa
__ADS_1
Ini memang baru pertama kalinya, permintaan sepele yang tidak di setuju suaminya, tentu Lisa yakin pasti suaminya memiliki sesuatu yang di takuti, tapi Lisa juga tidak tau apa, karena dari ia masih pacaran bersama suaminya dulu, ia tidak pernah mendengar apa pun tentang suaminya, untuk itu ia tidak mengetahui apa-apa tentang suaminya