
Ardi pun sore ini sudah sampai di depan rumah karena dirinya mendengar dari asistennya kalau istrinya sakit, dirinya memutuskan untuk pulang dengan perasaan yang sangat kuatir pada istrinya, baru saja dirinya meninggalkan istrinya 3 hari, tapi sudah mendengar kalau istrinya sakit membuat dirinya benar-benar kuatir dan merasa bersalah, di jalan pun dirinya merutuki kebodohannya kalau dirinya tidak pergi ke luar kota mungkin istrinya tidak akan sakit. Ardi langsung masuk ke dalam dirinya melihat ibunya yang sedang termenung karena mengingat menantunya tadi pulang sambil menangis membuat dirinya sangat sedih
" Sore mah, Lisa bagaimana?"
" Lisa masih di kamar, dia baru saja pulang sekitar 1 jam yang lalu, entah siapa yang Lisa temui, Lisa pulang sambil menangis."
Ardi tidak menjawab perkataan ibunya lagi ia langsung lari menaiki tangga hingga dirinya sampai di depan pintu kamar itu, dirinya mendengar isak tangis istrinya samar-samar dari luar pintu itu. Ardi dengan perasaan kuatir dan bingung ia membuka pintu kamar itu perlahan, dirinya melihat istrinya yang duduk di lantai sambil menangis dan menutup wajahnya memakai kedua pergelangan tangan, entah apa yang istrinya rasakan sampai isak tangis itu baru pertama kalinya Ardi dengar, walaupun istrinya sering menangis, tapi belum pernah seperti ini. Ardi dengan perlahan melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar itu lalu dirinya mendekati istrinya
" Sayang."
Lisa yang mendengar panggilan dari suaminya itu dirinya berpikir bahwa dirinya sudah benar-benar gila, karena dirinya tau suaminya itu 7-8 hari baru pulang
" Lisa, kau sepertinya sudah gila, bukan sudah gila, tapi benar-benar gila." batin Lisa
Dirinya masih terus menangis dan masih menutup wajahnya. Ardi tidak tega melihat istrinya menangis dirinya langsung menarik tubuh istrinya ke dalam pelukan dirinya
" Maafkan aku sayang, maafkan aku karena membuatmu untuk menungguku, jika kau memang tidak ingin aku pergi, aku akan menuruti semua mulai dari sekarang."
Tangisan Lisa semakin pecah setelah mendengar perkataan suaminya dan ternyata dirinya belum gila, ternyata suaminya benar-benar sudah kembali, haruskah dirinya tanyakan tentang hubungan suaminya dengan Intan atau lebih baik dirinya pendam, tapi rasa sesak di dada dirinya itu sudah tidak bisa dirinya tahan. Ardi masih terus memeluk istrinya dengan erat sambil membelai rambut istrinya, dirinya benar-benar tidak menyangka akan membuat istrinya seperti ini, tapi setelah pelukan itu sekitar 3 menit Ardi merasakan hal yang berbeda, karena istrinya tidak membalas pelukannya istrinya hanya menangis hingga tersedu-sedu. Ardi pun melepaskan pelukannya lalu dirinya menghapus air mata istrinya
" Sayang, kenapa menangis?"
Lisa hanya menggelengkan kepala membuat Ardi tidak mengerti, tapi dirinya dengan sabar menanyakan dengan perlahan
" Apa karena aku?"
__ADS_1
Lisa menggelengkan kepala lagi. Ardi melihat seluruh kamar itu lalu dirinya melihat ponsel istrinya yang rusak dirinya pun memutuskan untuk bertanya lagi
" Sayang kenapa ponselnya rusak?"
" Tadi jatuh."
Akhirnya istrinya itu membuka suara juga, walaupun Ardi tau melihat dari kondisi ponsel yang rusak itu tidak mungkin hanya jatuh, pasti sengaja istrinya banting, tapi dirinya tidak ingin mempermasalahkan ponsel itu semakin panjang. Ardi pun membangunkan istrinya lalu membawa istrinya untuk duduk di atas ranjang
" Sayang, apa ada sesuatu selain karena aku pergi?"
Lisa tidak menjawab pertanyaan suaminya lagi. Ardi semakin yakin bukan hanya karena dirinya pergi ke luar kota, dirinya yakin ada masalah lain lalu dirinya memutuskan untuk ke luar
" Kau tunggu di sini."
Lisa masih diam membisu. Ardi langsung keluar dari kamar itu, dirinya langsung mendekati pak Harto yang tidak lain adalah tugasnya menjaga keamanan rumah itu, lalu dirinya sampai di depan pak Harto
" Apa ada sesuatu selama saya pergi, dan kenapa istrinya saya menangis hingga tersedu-sedu?"
" Tuan muda, sepertinya nona muda karena masalah foto, saya sudah mengirim rekaman cctv itu pada tuan muda beberapa hari yang lalu."
Ardi langsung mengambil ponselnya di saku celana lalu dirinya langsung menekan tombol ponselnya ia melihat panggil dari istrinya 39 kali, dirinya menemukan jawaban kenapa ponsel istrinya rusak, mungkin marah karena tidak dirinya angkat, lalu dirinya membuka rekaman cctv yang pak Harto kirim, dirinya benar-benar marah setelah melihat itu
" Wanita gila."
Ardi tidak berbicara pada pak Harto lagi dirinya langsung naik ke lantai 4 lalu setelah sampai dirinya langsung mengetuk pintu kamar Intan dengan perasaan benar-benar marah
__ADS_1
Tok-tok
Intan pun membuka pintu itu, setelah pintu itu terbuka Ardi segera masuk kamar Intan sebelum Intan bicara, dirinya langsung menutup pintu itu, lalu dirinya dan Intan saling bertatap mata
" Kenapa kau melakukan itu pada istriku, apa kau gila?"
" Dari mana Kaka tau?"
" Karena aku tau kau wanita gila yang akan melakukan apapun untuk merusak rumah tanggaku, aku sebelum pergi sudah memasang cctv tersembunyi di setiap ruangan."
Intan tidak menyangka Kaka sepupunya itu hingga memasang cctv tersembunyi hanya untuk wanita sialan
" Kaka hanya untuk wanita itu Kaka sampai bilang aku gila, seberapa lama aku harus berjuang untuk Kaka, apa perjuangan aku selama 5 tahun itu tidak ada artinya?"
" Kau benar-benar gila! Kau itu adik sepupuku, aku diam karena tidak ingin kau malu, tapi kau dengan sadisnya menghasut istriku, kau tau dia hanya wanita polos, kau boleh pilih, kau tinggal di sini jangan bikin masalah atau mau aku usir?"
" Karena wanita itu kau ingin mengusirku?"
" Iya karena sampai kapan pun aku tidak akan pernah mencintaimu, dan masalah perjuangan selama 5 tahun, lalu kau juga tidak bisa melihat Yoga yang berjuang selama 5 tahun untukmu, itu sama saja aku juga sepertimu tidak bisa melihat perjuangan konyolmu. Intan kita itu sepupu kau harus ingat itu!"
" Tapi aku tidak pernah ingin di anggap sepupu, aku hanya mencintaimu dan akan tetap mencintaimu."
" Apa! Kau bilang cinta? itu bukan cinta namanya, tapi itu egois kau bukan mencintaiku melainkan kau ingin memilikiku, cinta itu tidak perlu memiliki, jika kau buat masalah dengan istriku lagi, siap-siap angkat kaki dari rumah ini, karena aku tidak butuh adik sepupu sepertimu!"
" Kata-kata apa yang wanita itu berikan hingga Kaka hanya membelanya?"
__ADS_1
" Karena dia mantan kekasihku!"
Detak jantung Intan sangat kencang setelah mendengar istri dari Kaka sepupunya itu adalah dia, karena sampai kapan pun pasti dirinya tidak akan bisa bersaing, apa lagi dirinya sudah tau kalau Kaka sepupunya dulu banyak pengorbanan yang terbuang sia-sia hanya untuk mendapatkan hati wanita itu, dirinya tidak menyangka kalau Tantenya itu menjodohkan Kaka sepupunya dengan mantan kekasihnya sendiri, pantas saja Kaka sepupunya itu sangat menyanginya dan akan melakukan apapun untuk wanita itu. Tidak terasa air mata Intan langsung menetes, harus berapa banyak lagi perjuangan dirinya untuk mendapatkan hati Kaka sepupunya itu, bahkan sekarang kemungkinan dirinya sangat kecil untuk mendapatkan hati Kaka sepupunya karena wanita itu adalah orang yang hampir membuat Kaka sepupunya gila saat itu