Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 39. Ke Jujuran Mirna


__ADS_3

Setelan selsai makan Lisa melihat ke ibu mertuanya, lalu dirinya melirik pada suaminya. Lisa menjadi malu setelah melihat ibu mertua dan suaminya yang terus saja melihat dirinya


" Kenapa mereka menatap aku seperti itu, apa karena makan terlalu cepat?" Batin Lisa


" Sudah kenyang sayang?" Tanya Mirna sambil tersenyum


" Iya mah."


" Kaka, aku naik dulu."


" Tidak boleh. Kau duduk saja di sini dulu, tunggu aku selsai makan."


Lisa melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 29.21 WIB


" Yah ketinggalan deh film angry bird." Ucap Lisa


Mirna yang mendengar ocehan menatunya hanya tersenyum, dirinya masih melihat menatunya yang terus saja menatap jam, termasuk Ardi yang mendengarnya, dirinya juga ikut tersenyum


" Lisa, sudah dewasa masih saja seperti anak-anak, pantas saja kalau marah sudah seperti kulkas, tapi sekarang aku sangat bersyukur, karena Lisa sudah mau berbicara denganku lagi." Batin Mirna


" Tiap hari tidak ada bosan-bosannya, heran aku sama Lisa." Batin Ardi


Lisa melihat suaminya lalu melihat ibu mertuanya


" Apa ada yang lucu, kenapa mereka tersenyum terus, membuat aku sangat malu." Batin Lisa


Ardi dan Mirna selsai makan


" Mamah, ayo kita ngobrol-ngobrol. Lisa sudah lama tidak ngobrol sama mamah."


" Baiklah sayang."


Mirna dan Lisa langsung berjalan ke ruang TV, di ikuti Ardi dari belakang. Setelah di ruang TV, Lisa langsung menyalakan televisi, dirinya duduk di samping ibu mertuanya. Lisa sebelum membuka obrolan, dirinya mengingat kelakuan dirinya yang baru masuk rumah ini, dirinya tidak pernah menjawab sapaan ibu mertuanya, tapi ibu mertuanya tetep memperlakukan dirinya seperti tidak melakukan kesalahan.Lisa memegang tangan kanan Mirna. Mirna menatap mata menantunya dengan sedikit bingung


" Mamah, maafkan Lisa. Lisa selama ini tidak pernah peduli terhadap mamah, tidak bisa jadi menantu mamah yang baik."


" Tidak apa-apa sayang."

__ADS_1


Mirna berpikir ini saatnya, dirinya jujur tentang kejadian 5 tahun yang lalu, karena kejadian 5 tahun yang lalu bukan salah Ardi, tapi salah dirinya yang menyuruh anaknya untuk memutuskan Lisa


" Sayang mamah juga minta maaf, atas kesalah di masa lalu."


" Tidak mah, ini salah Lisa."


" Tidak sayang. Jika saja mamah tidak menyuruh Ardi untuk memutuskanmu, semuanya tidak akan."


Lisa setelah mendengar awalnya, dirinya langsung memotong perkataan ibu mertuanya


" Apa mamah tidak setuju. Memang kurang aku di mana mah, lalu kenapa kau menjodohkan aku, atau karena mamah menyesal?"


Wajah Lisa mulai sedikit merah, dirinya mencoba meredam amarahnya, dirinya tidak ingin marah dengan ibu mertuanya, tapi tetap tidak bisa di bohongi, hati Lisa selalu sakit setiap mengatakan tentang 5 tahun yang lalu


" Tidak sayang."


Mirna langsung menarik menatunya dalam pelukan dirinya. Mirna tau, kalau menantunya mencoba menahan amarahnya untuk itu dirinya langsung memeluk menantunya. Lisa membalas pelukan ibu mertuanya, dirinya mencoba menahan air mata. Ardi yang melihat itu, dirinya sedikit takut, hubungan Ardi dan Lisa baru saja membaik, dirinya takut kalau Lisa akan membencinya lagi


" Kenapa mamah harus mengatakan itu, bagaimana jika Lisa marah padaku, dan membenciku lagi." Batin Ardi


Mirna masih terus memeluk menatunya, dirinya ingin menenangkan menatunya dulu, setelah itu baru dirinya akan menjelaskan maksud dirinya, kenapa dirinya menyuruh Ardi untuk memutuskan hubungan


" Mah, apa salahku saat itu, kenapa kau menyuruh kak Ardi suruh memutuskan hubungan denganku, apa aku ini tidak pantas dengan kak Ardi." Batin Lisa


Lisa langsung melepaskan pelukan ibu mertuanya. Mata Lisa sudah sangat merah, tapi dirinya memberanikan diri untuk menatap mata ibu mertuanya. Mirna langsung memegang tangan Lisa dirinya tau, Lisa sedang menahan air matanya


" Sayang, mamah akan jelaskan kenapa mamah saat itu menyuruh untuk putus, karena saat itu, mamah ingin kalian berdua fokus belajar. Mamah juga takut, salah satu dari kalian ada yang saling menyakiti, untuk itu mamah menyuruh Ardi memutuskan hubungannya, ini semua salah mamah bukan salah Ardi. Ardi dari dulu hingga sekarang tidak pernah berubah tetap mencintaimu, termasuk mamah yang selalu merindukanmu. Mamah juga ingin bisa berbicara dan bercanda bareng seperti dulu, seperti saat kalian masih pacaran."


Air mata Mirna langsung menetes, dirinya memang menginginkan hal itu dari menantunya, dari sebelum Ardi memiliki hubungan dengan Lisa, dirinya memang sudah menyukai Gadis seperti Lisa. Setelah mendengar penjelasan ibu mertuanya. Lisa langsung meneteskan air mata, lalu dirinya langsung memeluk ibu mertuanya, dirinya tidak pernah tau, kalau Ardi memutuskan hubungan karena di suruh ibu mertuanya, itu pun untuk kebaikan dirinya dan Ardi yang masih melanjutkan kuliah


" Maafkan Lisa mah." Ucap Lisa dengan lirih masih sambil memeluk ibu mertuanya


" Tidak apa-apa sayang, tidak ada yang perlu di maafkan, kau tidak salah, mamah yang salah, yang terus saja membuat kalian berdua salah paham."


Mirna memeluk menatunya sambil membelai rambutnya, dirinya sangat bahagia Lisa mau mengajak dirinya mengobrol, dirinya punya waktu untuk menjelaskan kesalah pahaman di masa lalu. Ardi yang melihat Lisa bisa menerima ibunya dirinya sangat bersyukur, bahkan Lisa juga minta maaf pada ibunya, membuat dirinya sangat bahagia. Setelah tenang Lisa melepaskan pelukannya, dirinya menatap mata ibu mertuanya dengan penuh kebahagiaan. Mirna menghapus air mata menantunya dengan kedua tangan dirinya


" Sudah, jangan menangis." Ucap Mirna

__ADS_1


" Mamah juga menangis." Jawab Lisa sambil tersenyum


" Mamah menangis karena bahagia, karena Lisa mau berbicara sama mamah, mau ngobrol sama mamah, dari dulu mamah selalu rindu hal seperti ini, mamah juga ingin belanja bareng lagi denganmu."


" Iya mah, kalau Lisa libur pasti kita belanja lagi, sekarang Lisa bukan lagi anak SMA."


" Iya sayang, mamah ngerti yang terpenting selalu jaga kesehatan."


" Iya mamah."


" Lalu kapan mau bulan madu? Tanya Mirna sambil tersenyum


Lisa langsung menatap mata suaminya. Ardi yang di tatap oleh istrinya dirinya hanya tersenyum


" Nanti mah, jika aku sudah ada waktu, kak Ardi juga masih sibuk di kantor, tapi mamah tenang saja, walaupun tidak bulan madu di kamar juga jadi." Jawab Lisa sambil tersenyum


" Sayang berbicara sama mamah kenapa seperti itu." Ucap Ardi sambil tersenyum


" Tidak apa-apa Ardi, mamah senang mendengar Lisa bisa sedikit becanda." Jawab Mirna sambil tersenyum


" Apa sayang sangat suka, film angry bird?" Tanya Mirna masih tersenyum


" Iya mah. Lisa sangat menyukai film kartun."


" Kenapa tidak suka film Korea atau Mandarin?"


" Tidak suka mah." Jawab Lisa sambil tersenyum pahit


Lisa tidak mengakui alasan kenapa dirinya tidak menyukai film lain selain animasi, dirinya tidak ingin ibu mertuanya tau, tentang kejadian di masa lalu


" Ardi, kau juga harus menyukai film yang di sukai istrimu."


" Iya mamah. Ardi juga sangat menyukai film angry bird ko mah."


" Bagus deh."


Lisa hanya tersenyum saat mendengar perkataan ibu mertuanya, dirinya benar-benar sangat bahagia

__ADS_1


" Mamah memang sangat baik, saat itu aku tidak pernah menganggapnya, bahkan aku juga tidak pernah menjawab sapaan dari mamah, tapi dirinya tetap saja masih sayang." Batin Lisa


__ADS_2