
Setelah mematikan panggil dari Livino, Lisa langsung meletakkan ponsel itu di atas kepala ranjang, lalu dirinya langsung menarik tangan suaminya untuk duduk di samping dirinya. Ardi dan Lisa saling bertatap mata. Lisa memutuskan untuk berbicara lebih dulu
" Kak, kenapa kau menghapus pesan itu, lalu kenapa kau marah padaku? aku benar-benar tidak memiliki hubungan dengan kak Livino."
" Sayang, aku tidak ingin kau marah padaku karena aku telah berani membuka pesanmu, dan kau tidak perlu menutupinya, aku tau kau masih sangat mencintainya, aku tidak marah, tapi aku mencoba untuk menerima kenyataan bahwa kau tidak mencintaiku sepenuhnya."
" Kak, aku minta maaf sebelumnya karena aku pernah membohongimu."
Lisa belum juga selesai bicara, tapi Ardi sudah meletakkan telunjuknya di bibir istrinya
" Tidak perlu minta maaf, aku yang harusnya minta maaf karena aku yang salah di sini, aku telah memaksamu untuk selalu berada di sampingku, aku juga orang ketiga di dalam hubungan kalian, aku sekarang tidak akan memaksamu untuk berada di sampingku, aku akan melepaskanmu dari pernikahan yang membuatmu menderita, aku hanya ingin kau bahagia bersama pria yang kau cintai, bagiku itu sudah cukup."
" Kak, aku belum selesai bicara, tapi kau sudah memotong pemibacaranku, aku minta maaf karena sudah membohongimu, tapi bukan itu maksudku, aku tidak pernah memiliki hubungan bersama kak Livino, dari dulu maupun sekarang, aku lelah terus saja terjadi kesalah pahaman di rumah tangga kita, aku ingin menjelaskan sedetail mungkin tentang aku bersama kak Livino."
__ADS_1
" Sayang, apa benar kau tidak memiliki hubungan bersama Livino?, lalu kenapa kau begitu mesra setiap bersama Livino?, kalau kau tidak memiliki hubungan, kau tidak mungkin sangat mesra setiap bersama Livino, kau juga bukan wanita yang suka di sentuh oleh siapa saja, tapi bersama Livino kau sangat manja, aku tidak ingin kau membohongi dirimu sendiri hanya untuk mempertahankan rumah tangga kita. Jika kau takut sama mamah dan Ayah, maka aku yang akan bilang pada orang tua kita, kalau aku tidak bisa bersamamu lagi, kejarlah cintamu sebelum menyesal, aku tidak ingin kau menderita karena aku sangat mencintaimu."
" Kak, harus berapa kali aku katakan kalau aku tidak pernah memiliki hubungan bersama kak Livino, dan kau bukan orang ketiga, karena aku sama sekali tidak memiliki hubungan bersama kak Livino."
" Sayang, sudah aku bilang, aku rela kau bersamanya asal kau bisa bahagia, itu sudah cukup, aku tau kau sangat mencintainya."
" Kak, kau memang pernah menceritakan tentang aku di culik, tapi aku tidak pernah menceritakan tentang sehabis di culik, kak Livino adalah orang yang menolongku saat itu, mungkin tanpa kak Livino, tidak akan ada takdir kisah cinta kita, karena aku mungkin saja sudah meninggal saat itu."
" Apa maksudmu sayang?"
" Sayang, orang tuamu tidak pernah menceritakan tentang kejadian itu, apa kau sedang mrmbohongiku? agar kita tidak bercerai, apa kau memiliki rasa bersalah karena aku sudah tau hubungan kalian, sayang jujur saja, aku tidak akan marah dengan semua itu, karena di sini aku yang salah."
Lisa menghela nafas berat saat mendengarkan suaminya masih saja belum percaya dengan dirinya, lalu dirinya langsung memegang kedua tangan suaminya
__ADS_1
" Aku benar-benar tidak membohongimu, aku memang tidak memiliki hubungan bersama kak Livino, dan kak Livino hanya menganggap aku sebagai adik, tidak lebih dari itu, memang iya aku pernah mencintainya, bukan'kah hanya aku, kak Livino juga pasti memiliki perasaan yang sama sepertiku, tapi itu dulu sebelum aku mengenalmu, kaka memang bukan pria pertama yang aku cintai, tapi kaka adalah kekasih pertama dan terakhirku, saat aku kecil memang pernah ingin menikah bersama kak Livino, tapi mamah dan Tante Livia melarang kita untuk memiliki hubungan, mereka hanya ingin kita memiliki hubungan seperti Kaka adik, aku juga tidak tau alasannya kenapa, tapi memang di tubuhku mengalir darah kak Livino, dan mungkin saja ikatan batin aku dengan kak Livino sangat kuat karena kita dari kecil bersama."
Setelah mendengar penjelasan dari istrinya. Ardi hanya tersenyum pahit, menurut dirinya penjelasan istrinya itu tidak masuk akal, apa lagi dirinya baru mengetahui sekarang, mungkin saja itu hanya cerita karangan karena dirinya sudah mengetahui hubungan istrinya bersama Livino
" Sayang, tidak perlu membohongiku."
" Sudah aku bilang, aku tidak membohongimu tentang cerita itu, tapi aku membohongimu saat aku bilang kau orang ketiga dalam hubungan aku bersama kak Livino, karena saat kita baru menikah, aku saat itu masih membencimu, bahkan sangat membencimu karena kau tidak menjelaskan kenapa kau minta putus saat itu, kau tidak mengatakan apa kesalahanku membuat aku benci dan takut. Benci karena mengingat kejadian 5 tahun yang lalu, takut, aku takut kisah cinta kita tidak berakhir manis lalu kejadian 5 tahun yang lalu terulang lagi, untuk itu aku terus membohongimu."
Ardi tidak menjawab penjelasan istrinya, bagi dirinya penjelasan istrinya itu tidak masuk akal, dan kenapa baru menjelaskan sekarang setelah dirinya tau kalau istrinya masih memiliki hubungan. Lisa tau suaminya itu tidak mudah percaya pada dirinya, karena kemesraan dirinya bersama kak Livino itu banyak orang yang tau di kota ini, tentu suaminya itu tidak mudah percaya hanya dengan cerita dirinya. Lisa langsung melepaskan pegangan tangan suaminya, lalu dirinya langsung berjalan mendekati laci, setelah sampai dirinya langsung membuka laci itu, lalu dirinya mengambil laporan dari rumah sakit. Lisa bersyukur laporan rumah sakit itu masih dirinya simpan. Lisa langsung berjalan mendekati suaminya lagi lalu dirinya mengasih laporan rumah sakit itu
" Kak, ini bukti kalau kak Livino mendonorkan darah untuku, dan kita benar-benar tidak memiliki hubungan sebagai sepasang kekasih melainkan kita hanya sebagai Kaka dan adik."
Ardi langsung mengambil laporan yang di serahkan istrinya, lalu dirinya membaca setiap kata yang tertera di situ, setelah selsai membaca semua kata di situ ternyata benar kejadian itu 14 tahun yang lalu, ternyata istrinya benar-benar tidak membohongi dirinya. Ardi langsung menatap mata istrinya dengan tatapan rasa bersalah sedangkan istrinya menatap mata dirinya sambil tersenyum ceriah, senyuman yang sudah beberapa hari ini dirinya rindukan
__ADS_1
" Aku benar-benar minta maaf sayang."
" Tidak perlu minta maaf, aku yang harusnya minta maaf karena aku merahasiakan ini semua dari Kaka."