Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 65. Aku hanya ingin memilikimu


__ADS_3

Setelah beberapa menit diam Intan memutuskan untuk mengatakan terimakasih karena Yoga sudah menelepon ibunya kalau dirinya melakukan kesalahan


" Yoga, terimakasih karena kau sudah menceritakan tentangku pada mamah, karena itu juga aku sadar dan tau siapa diriku."


Intan langsung menundukkan kepala. Yoga menatap Intan dengan sedikit bingung karena Intan mengatakan siapa diriku, lalu dirinya memutuskan untuk bertanya dari pada membuat bingung


" Intan, apa maksudnya?"


" Yoga, aku hanyalah anak angkat mamah, bahkan aku hanya anak dari wanita murahan."


Setelah mengatakan itu Intan langsung meneteskan air mata, dirinya merasa seperti tertindih beban berat di dada membuat dada dirinya sesak untuk bernafas. Yoga menatap Intan dengan rasa heran dan bingung, apa yang Intan bicarakan membuat dirinya tidak mengerti, lalu dirinya memutuskan untuk bertanya lagi


" Apa maksudmu wanita murahan?"


" Yoga, aku adalah anak dari wanita simpanan suami mamah, aku bersyukur kau sudah mengasih tau tentangku pada mamah, dan membuat aku tau siapa diriku, bahkan aku hampir saja merusak rumah tangga mereka, aku hampir saja seperti ibu kandungku, aku benar-benar berterimakasih karena aku tidak jatuh dalam jurang yang dalam."


Intan langsung memundukan kepala, dirinya merasa benar-benar sangat malu dengan pria yang ada di hadapan dirinya, apa lagi mengingat dirinya pernah menghina dan menamparnya, lalu dirinya juga pernah bilang kalau dirinya dan Yoga itu seperti langit dan bumi, namen kini dirnya bukan siapa-siapa, tapi Intan mencoba untuk jujur karena dirinya memiliki rasa benar-benar bersalah membuat dirinya berani untuk jujur. Yoga menatap mata Intan yang menangis sambil menundukkan kepala, dirinya tau kalau Intan sangat malu pada dirinya, tapi Intan juga sudah berani jujur pada dirinya, lalu dirinya langsung berdiri mendekati Intan. Yoga langsung menyampingkan tubuh Intan, dirinya menghapus air mata yang ada di pipi Intan sambil berkata

__ADS_1


" Tidak perlu malu, kau belum sepenuhnya membuat kesalahan, tidak perlu merasa rendah diri, tapi kau harus belajar menjadi wanita yang lebih baik, anggaplah semuanya sebagai pelajaran, tetap berbuat baik."


Setelah mendengar kata-kata dari Yoga, Intan langsung mengingat perkataan ibunya yang mengatakan, orang baik akan di balas dengan kebahagiaan membuat dirinya ini adalah karma yang dirinya terima seperti Orang tua kandungnya. Ayahnya meninggal karena kecelakaan sedangkan ibunya meninggal saat melahirkan, bukan'kah itu karma perselingkuhan, lalu karma dirinya adalah dulu Yoga memperjuangkan dirinya, tapi dirinya tidak menerima Yoga bahkan sampai menghinanya dan sekarang terbalik, dirinya sekarang mencintai Yoga, tapi mungkin Yoga sudah memiliki kekasih. Yoga yang belum mendengar jawaban dari Intan lalu dirinya menasahati Intan lagi


" Cobalah belajar menjadi wanita yang lebih baik, jangan pernah hina karena tau kalau dirimu adalah anak dari wanita simpanan, tapi hina karena merusak rumah tangga orang lain, dan ibumu juga mengatakan hal itu mungkin bukan karena tidak menyayangimu, tapi agar kau menjadi wanita yang baik."


Lalu Intan mengangkat kepalanya, lalu menatap mata Yoga


" Yoga, aku tau mamah mengatakan itu ingin aku menjadi wanita baik-baik, tapi aku bahkan sangat jahat, bukan hanya padamu pada suami mamah, dulu aku sangat membencinya karena usia yang terbilang muda, aku pikir Ayah Rangga baik padaku karena mencintai mamah, tapi ternyata dia benar-benar orang yang sangat baik, dia juga orang yang menyuruh mamah untuk membesarkan aku. aku pernah mengatakan kata-kata kasar pada mamah, tapi mamah tidak membenciku, mamah terus saja sabar menghadapi sikapku hingga aku benar-benar sadar kalau yang aku lakukan itu salah, aku juga pernah menyakiti hatimu, dan menyakiti hati Lisa, aku benar-benar sangat malu, karena sudah menjadi wanita jahat."


" Tidak perlu malu, yang sudah terjadi kau anggap sebagai pelajaran."


Entah apa yang ada di pikiran Intan tiba-tiba menanyakan itu pada Yoga


" Aku yakin akan ada orang yang mencintaimu dengan tulus, apa lagi sekarang kau adalah anak dari Tante Mey karena Tante Mey menganggap kau seperti anak kandungnya, jadi jangan pernah berpikir seperti itu."


" Termasuk aku, walaupun aku sudah tau kau anak dari wanita simpanan, tapi aku masih mencintaimu, tapi aku tidak ingin mengatakan perasaanku lagi karena aku takut kau menerimaku karena terpaksa." Batin Yoga

__ADS_1


" Aku tidak butuh pria lain, tapi aku hanya ingin bersamamu Yoga, kau pria yang baik, setiap kata yang kau ucapkan seperti nasehat mamah, Yoga apa kau masih memiliki perasaan seperti 3 tahun yang lalu? sepertinya tidak mungkin, karena kau sudah tidak pernah mengasih aku kabar selama 1 tahun ini, tapi aku tidak akan menjadi wanita egois, aku akan menjadi wanita yang baik." Batin Intan


Yoga pun memutuskan untuk bertanya kenapa Intan kesini terburu-buru


" Intan, kenapa tadi kau seperti terburu-buru?"


" Yoga, aku akan kembali ke Inggris, 1 jam lagi aku akan ke bandara, karena mamah tidak boleh aku di sini."


" Kenapa Tante Mey terburu-buru?"


" Mamah menang orang yang tidak pernah bisa jauh dengan suaminya, bahkan jika Ayah Rangga pergi untuk urusan bisnis berhari-hari mamah selalu ikut."


" Oh, kirain kenapa, Intan kau harus hati-hati, ingat pesanku jadilah wanita baik-baik, aku yakin orang baik pasti akan menemukan pasangan yang baik."


Intan masih menatap Yoga yang berdiri di sampingnya. " Aku hanya ingin memilikimu." Batin Intan


Intan lagi-lagi hanya bisa mengatakan isi hatinya di dalam hati, dirinya tidak bisa mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya karena dirinya sekarang bukan wanita egois

__ADS_1


" Yoga, boleh aku menelukmu?"


Yoga hanya menjawab dengan anggukan kepala, lalu Intan memeluk Yoga masih sambil duduk, pelukan dirinya begitu erat, rasanya sangat berat akan berpisah dengan pria yang pernah mencintai dirinya, tapi Intan tetep menahan isi hatinya karena dirinya sekarang sadar, dirinya hanya anak wanita simpanan, dan dirinya juga tidak ingin egois, dirinya takut kalau Yoga sudah memiliki kekasih. Yoga juga membalas pelukan Intan, rasanya sangat bahagia melihat orang yang dirinya cintai itu minta maaf, dan mau belajar menjadi wanita yang baik, dirinya berharap Intan bisa mendapatkan pria yang baik. Yoga juga tidak mengasih kabar selama 1 tahun ini bukan karena sudah tidak mencintainya, tapi karena dirinya sadar, perjuangan dirinya selama 3 tahun itu tidak ada apa-apanya. Setelah dirinya pulang ke sini dirinya masih sering menelpon Intan, tapi selalu tidak di angkat, chat tidak pernah di balas membuat Yoga tidak ingin lagi mengasih kabar pada Intan, karena dirinya tidak ingin Intan merasa terganggu oleh dirinya. Intan masih memeluk Yoga, dengan air mata yang membasahi pipinya, dirinya ingin sekali menanyakan, apa kau sudah memiliki kekasih?, namen kata itu tidak bisa dirinya ucapan karena dirinya selalu saja mengingat hinaan dirinya pada Yoga, membuat dirinya tidak bisa mengungkapkan isi hatinya, tapi dirinya juga berharap kalau Yoga bahagia dengan orang yang Yoga cintai karena itu sudah lebih dari cukup menurut Intan


__ADS_2