Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 85. Itu mah anu mah


__ADS_3

Setelah mengangkat tubuh istrinya ke dalam kamar mandi. Ardi langsung mengambil sprei dan selimut di lemari, lalu Ardi langsung mengganti seprei dan selimut itu. Setelah selesai Ardi langsung keluar dari kamar untuk mengambil sarapan, tepatnya bukan sarapan dan bukan juga makan siang karena sekarang jam sudah menunjukkan pukul 10.30 WIB, hingga Ardi sampai di meja makan. Ardi mengambil makanan di piring lalu mengambil nampan untuk tempat. Mirna yang sedang minum melihat anaknya baru bangun, lalu Mirna langsung menanyakan menantunya


" Pagi sayang, apa Lisa belum bangun?, kau juga mengambil sarapan, kenpa tidak sarapan di meja makan, apa Lisa sakit?,


Ardi menghela nafas panjang mendengar pertanyaan ibunya yang bertubi-tubi kalau sudah berkaitan dengan istrinya. Mirna yang tidak sabar menunggu jawaban anaknya, lalu langsung bertanya lagi


" Apa Lisa sakit sayang?"


" Lisa sedang mandi mah."


" Lalu apa hubungannya, kenpa makan di kamar, atau Lisa benar-benar sakit?"


" Tidak mah."


Wajah Ardi langsung merah sambil menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal, mana mungkin Ardi bilang kalau semalam habis enak-enak, bukan'kah sangat memalukan. Mirna sedikit bingung dengan jawaban anaknya, tapi melihat wajah anaknya merah, itu menandakan anaknya sedang malu, tapi dirinya masih tidak mengerti kenapa anaknya malu pada dirinya, lalu dirinya memutuskan bertanya lagi


" Apa yang sedang kau sembunyikan dari mamah, kenpa wajahmu merah, mamah tanya sekali lagi, apa Lisa sedang sakit?"


" Itu mah, anu mah."


Ardi memberhentikan pembicaraan lagi karena sangat malu. Tidak lama Intan datang dari dapur karena dirinya sedang masak untuk Yoga, lalu dirinya langsung mendekati perdebatan ibu dan anak itu hingga dirinya sampai di depan mereka, lalu dirinya langsung bertanya


" Apa yang Tante dan Kaka bicarakan?"


" Tante juga tidak mengerti dengan Kaka sepupumu, kenapa dia mendadak terbata-bata."


" Lalu apa yang Tante tanyakan?"


" Tentu saja menanyakan Lisa, apa Lisa sakit?, tapi jawabannya tidak, tapi lihat dia kalau tidak sakit kenpa membawa makanan ke kamar, bukan'kah sangat aneh, Lisa tidak biasanya malas turun."


" Iya juga Tante, kak apa Lisa sakit?"


Ardi menghela nafas berat karena ibu dan adik sepupunya tidak mengerti, dirinya juga sangat malu jika langsung bilang secara terang-terangan


" Mamah, Intan, Lisa baik-baik saja, hanya saja semalam Lisa terlalu lelah, untuk itu aku bawa sarapan ke kamar saja."


Mirna tersenyum setelah mendengar jawaban dari anaknya, karena dirinya yakin kalau anaknya semalam melakukan malam pertama yang selalu saja tertunda. Sedangkan Intan bingung dengan jawaban Kaka sepupunya lalu dirinya memutuskan untuk bertanya

__ADS_1


" Memang semalam kemana kak? bukan'kah kalian ada di rumah?"


" Nanti kalau kau sudah menikah juga tau."


Intan yang mendengar jawaban dari Kaka sepupunya masih sedikit bingung, dirinya diam sesaat untuk mencerna ucapan Kaka sepupunya hingga dirinya berpikir mungkin malam pertama, tapi mungkin juga salah, karena mengingat pernikahan yang sudah 2 bulan lamanya, jadi tidak mungkin kalau baru melakukan malam pertama sekarang, bukan'kah sangat tidak masuk akal, lalu dirinya memutuskan untuk bertanya pada kaka sepupunya


" Apa maksud Kaka, malam pertama?"


Ardi hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum. Intan yang melihat Kaka sepupunya membenarkan pertanyaan dirinya, mata dirinya membulat sempurna karena dirinya baru tau kalau mereka sudah lama menikah, tapi belum melakukan malam pertama, lalu dirinya langsung bertanya pada kaka sepupunya karena sangat penasaran


" Kak, apa kau tidak normal? istri yang sangat cantik kau buat pajangan selama 2 bulan?"


Ardi tidak menjawab pertanyaan Intan, melainkan dirinya langsung menyentil kening Intan


" Aw, sakit tau kak."


" Intan, kalau bertanya itu yang jelas dong, kau itu belum menikah."


" Aku hanya penasaran kak, dan lebih penasaran lagi kenapa Lisa juga mau di anggurin, bukan'kah kalau sudah menikah itu harus enak-enak?"


Ardi tidak mrjawab pertanyaan Intan, melainkan dirinya langsung menyentil kening Intan lagi


" Jelas salah, kalau kau bertanya jangan yang tidak-tidak, nanti juga kalau sudah menikah tau."


" Kak, aku ini sudah 21 tahun, kenpa juga aku masih di anggap anak-anak yang tidak boleh mengetahui tentang itu."


" Sudah, lebih baik urusin saja Yoga, tidak perlu ikut campur tentangku. Mah Ardi masuk kamar dulu."


" Iya sayang."


" Kaka! Kau belum jawab pertanyaan aku."


Ardi tidak menjawab teriakan adik sepupunya, dirinya terus saja berjalan menaiki tangga hingga dirinya sampai di kamar, lalu dirinya langsung meletakkan makanan yang dirinya bawa di meja. Setelah itu Ardi langsung mendekati kamar mandi, lalu dirinya langsung masuk ke dalam kamar mandi, ternyata istrinya sudah selesai mandi, istrinya sedang berdiri di depan westafel


" Sayang."


Lisa langsung membalikkan badan menghadap suaminya sambil tersenyum, lalu langsung mengalungkan tangannya pada leher suaminya.Ardi langsung mengangkat tubuh istrinya, lalu langsung berjalan ke arah ranjang hingga dirinya sampai di dekat ranjang. Ardi langsung menurunkan istrinya di ranjang

__ADS_1


" Mau keringkan rambut dulu sayang?"


" Tidak kak, aku lapar."


" Baiklah sayang."


Ardi langsung mengambil meja kecil lalu meletakkan meja itu di atas ranjang, setelah itu mengambil makanan yang dirinya bawa tadi, lalu langsung meletakkan makanan itu di meja kecil, setelah itu dirinya duduk di atas ranjang berhadapan dengan istrinya


" Sayang, aku suapin iya?"


" Tidak perlu kak, aku makan sendiri saja, Kaka juga harus makan."


" Tidak apa-apa sayang, aku juga sambil makan."


Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum. Ardi langsung menyupi istrinya dan sesekali dirinya juga makan sambil tersenyum. Walaupun setiap makan tidak ada pembicaraan, tapi dari kemarin dan hari ini berbeda, merek makan masih terus tersenyum hingga mereka selsai makan. Ardi langsung mengambil tisu basah untuk mengelap bibir istrinya, lalu langsung memindahkan nampan dan meja kecil itu. Setelah itu dirinya langsung mengambil laptop untuk melanjutkan pekerjaan


" Sayang, aku sambil kerja boleh?"


" Boleh kak."


Ardi langsung memangku laptop itu, lalu langsung memulai pekerjaan itu di atas ranjang sambil menyadarkan kepala di kepala ranjang, sedangkan Lisa memandangi wajah suaminya yang sedang fokus mengerjakan pekerjaan sambil tersenyum. Ardi yang merasa di pandang oleh istrinya, lalu dirinya langsung menengok pada istrinya sambil tersenyum


" Kenpa sayang?"


" Tidak kenapa-kenapa kak."


Ardi langsung mendekati wajah istrinya, lalu dirinya mencium bibir istrinya sekilas masih sambil tersenyum


" Kaka! Kenpa mencumku lagi?"


" Memang kenpa sayang?"


" Tidak boleh kak."


" Semuanya milikku sayang."


...****************...

__ADS_1


Sebelumnya Author ucapkan Terimakasih karena sudah membaca cerita author hingga bab ini. Author mau cerita sedikit tentang tulisan author agar lebih mudah di baca. Setiap tulisan Author selalu menggunakan kata dirinya. Dan sebelum kata dirinya tentu author sudah menulis nama tokoh sebelumnya, lalu melanjutkan dengan kata dirinya. Jika belum menemukan tanda titik maka masih menceritakan nama tokoh yang sama. Jika author memiliki tanda titik lanjut, tentu author juga menulis nama tokoh sebelum mengatakan dirinya. Author hanya pemula, dan tidak bisa mengganti kata dirinya menjadi Dia. Terimakasih


__ADS_2