Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 190. Seperti kekasih


__ADS_3

Arga terus saja menatap wajah Jenni, hingga hampir 1 jam. Tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu


Tok-tok


Arga yang mendengar ketukan pintu, tidak menjawab ketukan pintunya, ia takut Jenni bangun, jadi ia langsung berjalan mendekati pintu, hingga ia sampai di depan pintu, ia langsung membuka pintunya. Pelayan itu langsung berbicara, setelah melihat tuan mudanya


" Tuan muda, ini bubur yang anda minta."


" Iya bi, sini biar saya bawa ke dalam."


Arga langsung mengambil napan yang berisi bubur. Setelah itu, ia langsung menyuruh pelayan untuk menutup pintu.


" Bi tutup pintunya, dan ingat, jangan ada yang masuk ke dalam tanpa seijin saya."


" Baik tuan muda."


Arga langsung berjalan ke arah ranjang, hingga ia sampai, ia langsung meletakkan bubur itu di meja, setelah itu ia langsung melihat wajah Jenni lagi, saat ia melihat Jenni, ia tidak tega untuk membangunkan Jenni, tapi jika tidak di bangunkan, buburnya akan dingin, tapi iya sudahlah, Kalau dingin ia akan menyuruh pelayan untuk menghangatkannya


" Jen, aku tidak tega untuk menyuruhmu bangun, tapi buburnya akan dingin, sudahlah, nanti biar suruh di hangatkan oleh pelayan." batin Arga


Setelah sekitar 5 menit, Arga menunggu, akhirnya Jenni bangun dari tidurnya. Jenni langsung membuka matanya, ia langsung melihat ke arah tuan mudanya, lalu langsung berbicara


" Arga, kenpa kau tidak ikut tidur?"


" Maksudmu, aku tidur satu ranjang denganmu?"


" Jangan gila Arga, kita tidak akan mungkin tidur satu ranjang, rumahmu sangat besar, kenpa tidak tidur di kamar yang lain?"


" Aku tidak nyaman untuk tidur di kamar lain Jen."


Setelah mendengar jawaban dari tuan mudanya, Jenni langsung duduk, lalu ia langsung berbicara pada tuan mudanya


" Kenapa kau meletakkan aku di kamarmu?, kalau kau tidak nyaman di kamar lain?"


" Karena kau akan menjadi istriku, dan kau berhak tidur di kamarku."


" Arga! Berhentilah mengatakan hal konyol."

__ADS_1


" Aku serius Jen, belum pernah ada wanita yang tidur di ranjangku, walaupun itu sepupu, aku tidak mengijinkan mereka, hanya kau wanita yang pertama kali tidur di ranjangku, jadi kau adalah calon istriku."


" Dasar pria cengeng."


" Aku memang cengeng di hadapanmu Jen, tapi aku akan bersikap dingin di depan wanita lainnya."


" Terserah."


" Jen lebih baik kau makan terlebih dahulu, buburnya sudah matang."


" Baiklah."


Arga langsung mengambil mangkuk yang berisi bubur, lalu ia langsung menyodorkan sendok berisi bubur pada mulut Jenni


" Makanlah Jen."


" Arga, aku bisa makan sendiri."


" Tidak boleh membantah."


" Jen, aku tidak sakit, aku tidak ingin makan bubur."


" Arga, bukan'kah selera kita sama?, kita menyukai bubur polos?, tapi kenapa sekarang kau tidak mau?, apa karena sendok ini bekas mulutku?, jadi kau jijik?"


Setelah mendengar pertanyaan dari Jenni, ia langsung membuka mulutnya, ia tidak ingin Jenni menganggap ia jijik, jelas-jelas ia sama sekali tidak jijik, tapi ia hanya ingin Jenni makan lebih banyak. Jenni yang melihat tuan mudanya membuka mulut, ia langsung tersenyum, lalu langsung menyuapi tuan mudanya. Setelah itu ia juga menyuapi mulutnya sendiri. Arga yang melihat itu, ia langsung tersenyum lebar, ia sangat bahagia saat melihat tidak ada jarak di antara ia dan Jenni. Jenni sekarang sudah seperti kekasihnya, Jenni makan dengan sendok yang sama dengan ia, lalu ia langsung berbicara di dalam hatinya


" Jen, aku sangat bahagia, semoga saja, kau cepat membuka hati untukku, aku menyayangimu Jen." batin Arga


Jenni melakukan itu, ia hanya semata-mata ingin membuka hati untuk tuan mudanya, ia juga ingin mengenal yang namanya cinta, jelas-jelas usia ia sudah cukup untuk menikah, tapi bahkan ia belum pernah memiliki kekasih, ia tidak tau bagaimana rasanya mencintai, dan bagaimana rasanya di cintai oleh orang yang ia cintai, untuk itu, ia akan belajar untuk mencintai, apa lagi ia percaya, tuan mudanya tidak akan pernah menyakiti ia, untuk itu, ia akan berusaha menerima kehadiran tuan mudanya di sampingnya. Setelah sekitar 10 menit, bubur itu habis tidak tersisa, Jenni langsung mengambil tissue basah untuk mengelap bibir tuan mudanya, ia tanpa malu-malu menghapus sisa bubur yang ada di sisi bibir tuan mudanya. Arga yang di perlakukan seperti itu, ia lagi-lagi hanya bisa tersenyum, senyuman kebahagiaan, lalu ia langsung berbicara di dalam hatinya


" Walaupun Jenni belum menerimaku, aku sangat bahagia, apa lagi saat perhatian kecil Jenni muncul untukku, aku sangat ingin memiliki Gadis seperti Jenni. Jenni begitu sangat perhatian, membuat aku semakin ingin memilikinya." batin Arga


Setelah selesai mengelap bibir Arga, Jenni hanya tersenyum, lalu langsung meletakkan mangkuk itu di dalam nampan lagi, setelah itu, Jenni langsung mengucapkan terimakasih pada tuan mudanya


" Arga, terimakasih."


" Tidak perlu berterimakasih Jen, apa kau sudah kenyang?"

__ADS_1


Jenni hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum. Arga ingat, kalau dalam beberapa hari ini, orang tua Jenni selalu menghubungi ponsel Jenni, lalu ia langsung memberi tau pada Jenni, kalau ibunya menelpon ia


" Jen, ibumu kemarin-kemarin menelponmu."


" Oh iya, aku lupa, terimakasih Arga, karena sudah memberi tau aku."


" Sama-sama, Jen."


Arga langsung mengambil ponsel Jenni, lalu ia langsung menyerahkan ponsel Jenni, pada Jenni. Jenni langsung mengambil ponsel itu, ia langsung menghubungi ibunya, setelah di angkat, ia langsung berbicara lebih dulu


" Halo mah."


" Iya nak, kau kemana saja?, bikin mamah kuatir saja, mamah takut kau kenapa-napa, apa lagi perasaan mamah sangat tidak enak, apa kau baik-baik saja selama di sana?"


" Mah, Jenni baik-baik saja, hanya saja, ponsel Jenni selalu ketinggalan, jadi Jenni tidak bisa memberikan mamah kabar, apa adek baik-baik saja mah?"


" Alhamdulillah nak, adikmu baik-baik saja selama beberapa hari ini, apa lagi nak Romi juga sering main, sering ajak adikmu ngobrol, jadi adikmu tidak kesepian."


" Oh, syukurlah kalau begitu mah, aku sekarang lega mendengarnya."


" Iya nak, kau fokus saja bekerja, jangan memikirkan adikmu, adikmu akan baik-baik saja."


" Iya mah, kalau begitu Jenni tutup dulu telponnya."


" Iya nak, kau harus jaga dirimu baik-baik, jangan sampai kenapa-napa, mamah tau pekerjaanmu sangat berat, tapi kau harus selalu hati-hati, ingat itu nak, jangan ceroboh dalam hal apapun itu."


" Iya mah, Jenni pasti akan baik-baik saja."


Jenni langsung memutuskan sambungan telponnya, ia sangat lega karena Romi menepati janjinya, untuk menemani adiknya selam ia pergi. Jenni langsung meletakkan ponselnya di meja. Arga hanya menatap Jenni, sambil berbicara di dalam hatinya


" Jen, jelas-jelas kau tidak baik-baik saja, tapi kau bilang baik-baik saja." batin Arga


...****************...



iklan. Terimakasih dukungannya kak Arra

__ADS_1


__ADS_2