
Setelah menghubungi Intan, Yoga hanya termenung di depan meja rias, ia memandang wajahnya sendiri di pantulan kaca, sambil meneteskan air mata, ia sangat menyesalinya, andaikan kemarin ia mau mengikuti saran Intan, mungkin sekarang ia sudah hidup bahagia bersama orang yang ia cintai, tapi sekarang semuanya hanya tinggal kenangan bersamanya. Tidak lama Karina masuk dalam ruangan Yoga sambil tersenyum ceriah
" Pagi calon suamiku, kenpa wajahmu tidak bahagia?, kau jangan memasang wajah di tekuk begitu kak, malu ada banyak orang yang mehadiri pernikahan kita, termasuk rekan-rekanmu juga."
" Diam!"
Karina yang mendengar jawaban Yoga, ia hanya menghela nafas panjang, lalu langsung merangkul bahu Yoga dari belakang, setelah itu ia langsung membisikkan kata-kata yang ia dengar saat Yoga menelpon Intan di kamar mandi
" Sayang, aku sangat merindukanmu, terimakasih karena kau sudah mengatakan tidak akan pernah bercerai, aku akan menjadi istrimu yang baik, selalu melayani kebutuhanmu, karena kau sudah mau menerimaku, dan aku juga sangat tidak sabar menantikan malam pertama kita, kata orang malam pertama adalah malam yang paling indah."
Setelah mengatakan itu, Karina membelai rambut Yoga, lalu langsung keluar dari kamar ganti Yoga, tanpa menunggu Yoga menjawab ucapanya. Yoga yang mendengar ucapan Karina, ia sangat marah lalu langsung mengepalkan kedua tangannya
" Gadis sialan, tingkahmu semakin hari semakin tidak jelas dan semakin berani padaku." batin Yoga
Yoga lalu langsung menutup wajahnya dengan pergelangan tangannya, sambil menyandarkan kepalanya di meja rias, ia benar-benar sangat menyesalinya karena tidak ingin kabur kamerin. Setelah Karina pergi tidak lama Ardi masuk ke dalam kamar ganti Yoga sambil tersenyum ceriah, setelah mengetahui dari Tantenya kalau Yoga akan menikah dengan Intan bukan dengan Karina, dan pernikahan Yoga dan Karina itu hanya sandiwara, membuat ia terus saja tersenyum. Yoga yang mengetahui ada sesaorang di kamar gantinya, ia pikir itu adalah Karina lagi, ia langsung berbicara masih sambil menutup wajahnya
" Ada apa kau kemari?, jangan terus saja kemari, lebih baik kau rapihkan penampilanmu, jangan menggunakan gaun seperti gadis kecil, pakailah gaun dewasa, agar aku tidak malu nanti, satu lagi buang jauh-jauh keinginanmu itu, karena sampai kapanpun aku tidak sudi menyentuhmu!"
Ardi yang mendengar ucapan sahabatnya, ia hanya tersenyum, lalu ia langsung menjawab ucapan sahabatnya
" Yoga, apa kau tidak normal, tidak akan menyentuh istrimu, aku yakin setelah menikah, kau langsung memangsanya seperti serigala kecil yang kelaparan."
Yoga yang mendengar suara sahabatnya, ia langsung mengangkat kepalanya, lalu langsung berbalik badan menghadap ke arah sahabatnya, ia melihat sahabatnya tersenyum ceriah, senyuman itu menurutnya seperti senyuman sedang mengejek, lalu ia langsung bertanya pada sahabatnya
" Kenapa kau tersenyum seperti itu?, kau sedang mengejekku?"
Ardi yang mendengar pertanyaan dari sahabatnya, ia langsung tertawa terbahak-bahak
" Haha..haha..haha.. Aku tidak menyangka kalau kau akan seperti wanita yang sedang datang bulan, Yoga santai saja tidak perlu emosi seperti itu, dan satu lagi, kau sudah dewasa, kenapa kau menangis seperti pria kecil yang sedang minta jajan pada orang tuanya."
__ADS_1
Yoga yang mendengar jawaban sahabatnya, dan mengatakan ia seperti seorang pria kecil, ia langsung berdiri, lalu langsung melayangkan pukulan pada sahabatnya, tapi sahabatnya dengan sigap menahan tangannya, bahkan sahabatnya memegang tangan ia dengan kuat, lalu ia langsung meminta untuk di lepaskan
" Lepaskan tanganku."
Ardi langsung menghempaskan tangan sahabatnya dengan kasar, lalu ia langsung bertanya
" Yoga, kau bukan pria arogan, tapi kenapa sekarang kau seperti pria arogan?"
" Pikir saja ucapanmu, kau bilang aku nanti seperti serigala kecil yang kelaparan, bukan'kah kata-kata itu terlalu kasar, dan aku juga tidak tertarik dengan tubuh Karina."
Ardi yang mendengar jawaban Yoga, ia langsung tertawa lagi
" Hahaha.. hahaha.. jadi kau marah karena itu?, aku becanda Yoga, lagian juga siapa yang menyuruh kau untuk melakukan itu pada Karina?"
" Lalu dengan siapa kalau bukan denganya?"
" Tentu saja dengan istrimu."
" Yoga, kau harus percaya, bahwa pernikahan kalian itu akan bahagia, jadi jangan terus terpuruk seperti itu, oh iya aku hampir lupa, aku kesini ingin mengucapkan selamat ulang tahun, tapi karena kau marah-marah aku jadi lupa."
" Simpan saja ucapan ulang tahunmu, ini adalah hari ulang tahun yang terburuk dalam sepanjang tahun."
" Kau jangan berbicara seperti itu Yoga, lebih baik kau ganti bajumu, sebentar lagi kalian akan menikah."
" Ardi, apa kau mengundang seluruh karyawanmu?"
" Tentu saja, aku mengundangnya, bukan'kah kau adalah kepercayaan dari Setiawan Grup?"
" Iya, apa termasuk Aurel?"
__ADS_1
" Iya, memang kenapa kau tiba-tiba bertanya Aurel, bukan'kah kau tidak menyukainya?, jika memang kau menyukainya seharusnya kau dari dulu bersama Aurel, karena Intan baru saja datang dalam kehidupanmu."
" Tentu saja, aku tidak menyukainya, tapi Aurel pernah berkata padaku, karena aku menolaknya, ia ingin tau wanita seperti apa pilihanku, hingga menolaknya, dan sekarang aku menikah dengan Karina benar-benar sangat memalukan, bukan hanya dengan Aurel, tapi dengan seluruh karyawan."
" Untuk apa malu, Karina itu cantik Yoga."
" Karina memang cantik, tapi Karina masih anak ingusan."
" Jadi menurutmu kau mau di jodohkan dengan seorang Gadis yang usianya seumuran denganmu?"
" Tidak begitu juga, hanya saja aku sangat malu, dengan mereka."
" Sudahlah, kau lebih baik ganti bajumu, lalu turunlah ke bawah."
" Iya Ardi."
" Yoga, Aku keluar dulu."
" Iya."
Ardi langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamar ganti Yoga. Setelah Ardi keluar Yoga mengingat ucapan Intan lagi, yang tidak ingin kabur
" Kau benar Intan, ini semua sudah takdir, tapi kenapa kau tidak ingin memperjuangkan cinta kita, bahkan kau sekarang menerima perjodohan itu, Intan aku berharap kau bahagia bersama pria itu." batin Yoga
Setelah berpikir, Yoga memutuskan untuk mengganti baju, setelah mengganti baju, ia memutuskan untuk turun ke tempat ia akan menikah. Yoga langsung keluar dari kamar itu, ia langsung berjalan keluar dari ruangan itu, lalu ia menuruni tangga. Setelah di tangga, semua orang menatap wajah Yoga dengan tatapan bertanya-tanya, karena melihat mata Yoga yang sangat merah, seperti habis menangis termasuk Aurel yang memandang atasannya sangat menyedihkan. Yoga tidak peduli dengan tatapan itu, ia terus menuruni tangga hingga ia sampai di tempat itu, lalu bola mata Yoga menyapu di setiap ruangan itu, di situ tidak ada satu pun teman Karina, lalu ia langsung berpikir tentang Karina
" Kenapa tidak ada teman Karina di sini." batin Yoga
Setelah berpikir ia ingat kalau Karina adalah anak SMA, tentu saja ia tidak akan mengundang siapa pun yang bersangkutan dengan sekolahnya, kalau sampai ketahuan Karina menikah, pasti Karina akan di keluarkan dari sekolahnya. Ardi yang menatap Yoga hanya diam, ia berniat menggodanya, lalu ia langsung membisikkan sesuatu pada Yoga
__ADS_1
" Tidak perlu memikirkan malam pertama, kalian pasti akan malam pertama nanti."
Yoga yang mendapat ejekan dari sahabatnya, ia sangat kesal, entah kenapa sahabatnya itu, hari ini sangat menjengkelkan dari mengatakan nanti juga seperti serigala kecil yang kelaparan, dan sekarang mengejeknya lagi, ia ingin sekali memukul sahabatnya habis-habisan, tapi ia hanya bisa menahannya, ia tidak ingin menjadi pusat perhatian banyak orang, apa lagi ada beberapa karyawan dari Setiawan Grup, apa jadinya kalau seorang kepercayaan dari Setiawan Grup, memukul seorang CEO dari Setiawan Grup, bukan'kah sangat memalukan, untuk itu, ia hanya pasrah dengan ejekan sahabatnya