Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 183. Jenni pulang


__ADS_3

Leo tadi sudah menjelaskan semuanya tentang tuan mudanya pada nyonya Lioni, walaupun ia dengan ragu-ragu dan dengan suara takut, ia takut tuan mudanya akan marah pada ia, karena sudah berani mengikuti tuan mudanya secara diam-diam saat di taman. Lioni yang mendengar penjelasan dari Leo, ia langsung membanting gelas yang ia pegang sambil berbicara


Crack...


" Sial! Apa yang di lihat oleh putraku pada Gadis itu, kenpa Arga selalu mencintai wanita yang salah, kemarin-kemarin Arga mengejar Lisa, wanita yang sudah memiliki suami, sekarang Arga mengejar bawahannya sendiri, benar-benar gila, sudah banyak Gadis yang aku perkenalkan padanya, tapi dia memilih bawahannya, hanya seorang Gadis miskin. Gadis itu memang sangat cerdas dan cantik, tapi Gadis itu tidak sederajat!"


Leo yang mendengar ucapan dari nyonya Lioni, ia hanya menunduk takut, ia sudah takut dengan tuan mudanya marah, dan sekarang ia takut dengan kemarahan nyonya Lioni. Lioni langsung menyuruh Leo untuk ke ruangannya, sekarang ia memang sedang ada di ruangan kerjanya


" Leo, panggil Arga kemari."


" Baik nyonya."


Leo langsung membukukkan kepalanya, lalu langsung pergi dari situ, dengan perasaan takut, hingga ia sampai di ruang tamu, ia melihat tuan mudanya dan bawahannya yang berjalan akan masuk ke dalam kamar, setelah di depan mereka, Leo langsung membukukkan kepalanya pada tuan mudanya, lalu ia langsung berbicara pada tuan mudanya


" Tuan muda, nyonya ingin berbicara pada tuan muda, nyonya sekarang sedang menunggu di ruang kerja."


" Baik, Jen, kau ke kamar duluan, aku akan ke ruangan kerja mamah dulu."


" Iya Arga."


Jenni langsung menaiki tangga, sambil sesekali ia melihat ke arah tuan mudanya yang sedang berjalan ke arah ruangan kerja. Jenni yakin kalau nyonya Lioni akan marah besar, apa lagi ia juga tau, Kalau Leo diam-diam mengikuti ia dan tuan mudanya saat di taman


" Aku yakin, kalau nyonya akan marah pada Arga. Arga, sudah aku bilang, kita tidak sepadan, aku hanya bawahanmu, dan kau adalah atasanku, aku tidak ingin membuat kalian bertengkar cuma karena aku." batin Jenni

__ADS_1


Jenni sampai di kamar, ia langsung mengemasi barang-barangnya, sambil berpikir


" Bagaimana kalau Arga ikut besok, bagaimana reaksi ibunya, dan sekarang juga pasti Arga di marahi ibunya, apa yang harus aku lakukan, atau aku pulang lebih dulu saja?" batin Jenni


Jenni langsung melihat ke arah jam dinding, jam itu menunjukkan pukul 16.02 WIB, setelah itu Jenni langsung mengambil ponselnya, lalu ia langsung mencari penerbangan jam 8 malam, ia tidak ingin mengajak tuan mudanya, ia tidak ingin menjadi masalah di keluarga mereka, apa lagi kalau sampai pak CEO Argantara tau, ia tidak enak hati, bagaimana pun juga, pak CEO Argantara sudah sering membantu ia, dengan menggajih ia dengan gajih yang sangat tinggi, ia tidak ingin kalau pak CEO Argantara ikut marah, kalau nyonya Lioni, ia masih sedikit biasa saja, ia tidak begitu kenal dengan nyonya Lioni, tapi dengan pak CEO Argantara, ia sudah sangat lama bekerja di perusahaannya. Setelah selsai beres-beres barang-barangnya, Jenni langsung mengambil kertas, lalu ia langsung menulis surat untuk tuan mudanya, setelah itu, ia langsung memesan taksi online, lalu langsung menarik kopernya keluar dari kamar tuan mudanya. Pelayan yang ada di samping pintu, ia melihat bawahan dari tuan mudanya, ia langsung bertanya


" Nona, anda mau kemana?, kenapa membawa koper?, ini sudah sore."


" Saya akan pulang ke Indonesia."


Pelayan itu langsung menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, ia bingung, bawahan dari tuan mudanya tiba-tiba pulang, sedangkan tuan mudanya dari tadi belum kembali ke kamar, lalu ia langsung bertanya lagi pada bawahan tuan mudanya


" Nona, apa tuan muda sudah tau?"


" Saya sudah bilang pada tuan muda bi, pekerjaan saya di sini sudah selesai, dan saya juga sudah sehat, jadi tuan muda tidak melarang saya untuk pulang sekarang."


Pelayan itu semakin bingung, apa lagi ia melihat tuan mudanya yang sangat perhatian pada bawahannya, tidak mungkin tuan mudanya memperbolehkan bawahannya pulang sendiri, apa lagi sekarang sudah sore. Setelah tidak ada pertanyaan dari pelayan kamar tuan mudanya, Jenni langsung buru-buru melanjutkan jalannya. Pelayan itu langsung memegang tangan bawahan tuan mudanya


" Nona, apa benar tuan muda memperbolehkan nona untuk pulang sekarang?, kondisi nona juga belum sepenuhnya membaik."


" Saya sudah baik-baik saja bi, saya harus berangkat sekarang, saya takut macet bi."


Pelayan itu semakin penasaran, apa lagi sekarang sudah sore, ia langsung bertanya lagi pada bawahan tuan mudanya

__ADS_1


" Apa nona di antar oleh pak Leo?"


" Saya naik taksi BI, taksi nya sudah menunggu di depan."


Setelah mendengar jawaban dari bawahan tuan mudanya, pelayan itu yakin kalau bawahan tuan mudanya memiliki dua pilihan, antara bertengkar dengan tuan mudanya, atau bawahan tuan mudanya memiliki urusan mendadak. Setelah itu, pelayan itu langsung berbicara lagi pada bawahan tuan mudanya


" Baiklah nona, Kalau begitu nona harus hati-hati, apa lagi sekarang sudah sore."


" Iya bi."


Setelah itu Jenni langsung buru-buru menenteng kopernya, ia tidak ingin menarik kopernya lagi, karena takut roda kopernya kedengaran. Jenni bersyukur, pelayan itu dengan mudah percaya, walaupun ia yakin pelayan itu masih sedikit bingung dengan jawaban yang ia berikan. Jenni sampai di depan taksi, ia langsung masuk ke dalam taksi, lalu langsung menyuruh taksi itu untuk jalan


" Jalan pak."


" Baik nona."


Supir itu langsung melajukukan mobilnya. Jenni langsung mengambil ponselnya, lalu ia langsung memandangi wajah tuan mudanya dari ponselnya, sambil minta maaf


" Arga, maafkan aku, aku tidak ingin kau bertengkar dengan ibumu karena aku, maafkan aku, tidak bisa mengajakmu pergi ke rumahku."


Setelah mengatakan itu, ia merasa sangat sedih, walaupun ia tidak mengeluarkan air mata, tapi ia masih bersyukur, ia belum mencintai tuan mudanya, kalau sampai ia mencintai tuan mudanya, entah akan menjadi seperti apa, kalau cinta tanpa restu dari orang tua tuan mudanya, dan apa yang akan tuan mudanya pilih, ia juga tidak tau, yang jelas ia masih bersyukur, belum mencintai tuan mudanya. Jenni langsung menekan mode penerbangan, ia takut di telpon oleh tuan mudanya, dan membuat ia gagal untuk kembali ke Indonesia, untuk itu, ia langsung mematikan kartunya sebelum sampai ke Bandara. Supir itu hanya melihat Jenni dari kaca spion, karena tadi ia mendengar ucapannya, apa lagi supir itu juga kenal dengan rumah tadi, itu adalah rumah nyonya Lioni, membuat supir itu merasa sangat kasihan pada Jenni


" Kasihan sekali dia, dia pasti ada masalah dengan nyonya Lioni, karena tadi dia memanggil nama Arga, apa lagi penampilannya sangat sederhana, walaupun cantik, tapi pasti dari kalangan bawah, bagaimana pun juga, orang kaya selalu melihat latar belakangnya." batin Supir

__ADS_1


Setelah lama memandangi foto tuan mudanya, Jenni langsung menyadarkan kepalanya, lalu langsung memejamkan matanya


__ADS_2