Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 36. Saling jujur


__ADS_3

Dari berangkat ke kantor hingga pulang kantor senyum Ardi tidak pernah pudar, dirinya merasa sangat bahagia, yang awalnya merasa bersalah, tapi semenjak istrinya mau di antar ke tempat kerja, dirinya lupa untuk hal itu. Sekarang sudah menujukan pukul 17.00 WIB. Ardi sudah di depan rumah sakit Harapan, dirinya berdiri di depan mobil sedang menunggu istrinya. Lisa dan Ria sedang siap-siap untuk pulang


" Ria, bisa kau antar aku pulang?"


" Beres, apa sih yang tidak bisa."


Ria dan Lisa lalu keluar dari rumah sakit Harapan, ternyata suaminya sudah menunggu di depan


" Itu suamimu Lisa?"


" Iya, aku pikir Ardi tidak menjemputku."


Ria memberhentikan langkahnya, dirinya memegang kedua tangan Lisa


" Lisa lakukanlah apa pun yang ingin kau lakukan, dan jika masih ada ke ragunan di dalam hatimu, maka tanyakan baik-baik pada suamimu, aku harap kau bisa membuka lembar baru bersama ardi."


" Terimakasih Ria, atas saran yang kau berikan pada ku."


" Tentu saja, aku ini sahabat mu, aku ingin kau bahagia, dan jujur lah apa pun tentang mu pada suami mu, agar tidak ada kesalah pahaman di antara kalian, karena kunci rumah tangga adalah ke jujuraan."


" Baik Ria."


Ria melepaskan tangan Lisa langsung berjalan mendekati Ardi


" Sore istriku, sore Ria." Sapa Ardi sambil tersenyum manis


Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala


" Iya kak, bisa kah kita ngobrol sebentar?"


" Bisa."


Ria langsung menarik tangan Ardi menjauh dari mobil. Ria dan Ardi saling menatap


" Apa ada sesuatu?"


" Aku minta kau jelaskan tentang 1 tahun yang lalu kenapa kau tidak pulang pada Lisa, agar Lisa tau alasan nya, memang aku tadi sudah menjelaskan nya, tapi alangkah baiknya kau yang menjelaskan nya lagi."


" Baik Ria, terimakasih, kau sudah mau membantu ku."


" Aku tidak membantu mu, aku hanya ingin yang terbaik untuk Lisa, tapi jika sekali lagi kau menyakiti Lisa, aku tidak akan pernah membantu untuk menjelaskan nya."


" Baik terimakasih."


" Oke."


Ardi dan Ria setelah selesai bicara langsung mendekati Lisa yang dari tadi menunggu mereka. Ardi dan Ria sampai di dekat Lisa

__ADS_1


" Apa yang kalian berdua bicarakan?"


" Tidak ada ko Lisa."


Ardi hanya menjawab dengan gelengan kepala


" Lis, aku duluan ya."


" Iya Ria."


" Ayo sayang masuk." Ucap Ardi sambil membuka pintu mobil nya


Lisa dan Ardi langsung masuk ke dalam mobil


" Sore nona muda." Sapa Santi yang dari tadi menunggu di dalam mobil


" Iya san."


Santi langsung melajukan mobilnya untuk pulang. Ardi mata nya pokus ke depan, dirinya memikirkan tentang perkataan Ria


" Apa Lisa belum bisa menerima ku, karena aku belum menjelaskan tentang ke jadian 1 tahun yang lalu, apa benar dia masih mencintai ku, bukan mencintai Livino." Batin Ardi


Lisa terus saja memandang wajah suaminya, yang terus pokus menatap ke depan


" Apa yang di bicarakan sama Ria, kenapa Kaka seperti sedang memikirkan sesuatu." Batin Lisa


" Kaka, apa Ria mengatakan sesuatu yang tidak enak di dengar, kenapa Kaka diam saja?"


" Tidak sayang, Ria hanya meminta Kaka untuk lebih perhatian saja."


" Aku pikir Lisa berbicara macem-macem?"


" Tidak sayang."


Ardi langsung merangkul pinggang istrinya. Lisa menyadarkan kepala nya di dada Ardi


" Sayang, apa tadi lelah, kenapa wajah mu sedikit pucat, atau kau habis menangis."


" Tidak kak, hanya sedikit lelah saja."


Ardi mencium pucuk kepala istrinya, tangan nya membelai rambut nya


" Kirain habis nangis sayang."


Setelah 30 menit Ardi dan Lisa sampai di rumah. Ardi langsung turun duluan dari mobil untuk membuka kan pintu istrinya. Lisa langsung turun dari mobil, dirinya tersenyum. Ardi merangkul pinggang istrinya lalu berjalan masuk ke dalam rumah rumah. Santi terus menatap ke mesraan pak CEO dan nona Lisa dari tadi


" Wah hebat pak CEO tidak marah walaupun istrinya sering bersama dokter Livino. dokter Lisa dengan dokter Livino sahabat atau mereka sodara, tapi saat itu pak CEO sangat marah, saat dokter Lisa dan dokter Livino di restoran, itu artinya mereka berdua bukan sodara." Batin Santi

__ADS_1


Santi langsung menepuk jidatnya sendiri


" Santi, ngapain kau ikut campur urusan pak CEO, yang penting kau kerja yang benar itu sudah cukup." Batin Santi


Lalu Santi langsung naik ke atas motor, dirinya langsung menjalankan motor untuk pulang. Lisa dan Ardi sampai di pintu


" Sore nona muda, sore tuan muda." Sapa Bi Minah sambil membukukan badan


" Sore juga Bi." Jawab Ardi


Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum. Lisa dan Ardi lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Mirna yang sedang duduk di kursi, melihat anak dan menantunya langsung menyapa menatunya


" Sore menantu mamah." Sapa Mirna sambil tersenyum


" Sore juga mah."


" Mamah, Ardi tidak di sapa?, hanya menantu mamah yang cantik saja yang mamah sapa?" Tanya Ardi sambil pura-pura marah


" Eh anak mamah, sudah menikah kenapa masih seperti anak-anak?"


" Ih mamah, ya sudah Ardi sama Lisa ke kamar dulu ya mah."


" Iya sayang."


Ardi dan Lisa langsung berjalan menaiki tangga. Mirna terus melihat pada anak dan menantunya yang menaiki tangga, dirinya hanya tersenyum


" Akhirnya, Lisa bisa menerima Ardi, bahkan sekarang sangat patuh sama Ardi. Lisa sekarang mau di antar oleh Ardi, tapi sepertinya mereka belum melakukan malam pertama, sudahlah yang penting Lisa sudah mulai bisa menerima Ardi lagi, bagiku sudah cukup, setidaknya aku tidak selalu melihat perang dingin di antara anak dan menantuku." Batin Mirna


Ardi dan Lisa sampai di dalam kamar. Ardi menatap mata istrinya


" Sayang, ada yang ingin aku bicarakan."


" Apa kak?"


" Sini duduk di sofa dulu, habis itu baru kau mandi."


Lisa mengikuti Ardi yang lebih dulu berjalan ke arah sofa.Lisa dan Ardi duduk bersebelahan. Lisa menyampingkan tubuhnya lalu menatap mata suaminya. Ardi juga menatap mata istrinya


" Sayang, aku ingin menjelaskan kenapa tidak pulang 1 tahun yang lalu."


" Iya kak."


" Aku tetap mencintaimu, aku ingin menjelaskan kenapa minta putus padamu, dan ingin menjalin hubungan lagi bersamamu, untuk itu aku menyuruh Yoga untuk mencari tentang informasimu. Yoga mengirimkan pesan lalu mengatakan tidak tau tentangmu, tapi Yoga mengirim 2 foto kau bersama Livino, untuk itu aku memutuskan tidak pulang, aku ingin melupakanmu, tapi ternyata sampai 1 tahun berlalu aku tidak bisa melupakanmu, hingga orang tua aku akan menjodohkanku, aku tidak menanyakan nama gadis itu, orangnya seperti apa, yang aku pikirkan bisakah aku menerima istriku, karena aku masih tetap mencintaimu."


" Kak, aku juga tidak pernah tau kalau orang tuaku menjodohkan aku denganmu, tapi jujur saat itu aku sangat benci, benci karena tidak mengasih penjelasan kenapa minta putus, benci karena saat wisuda kau tidak datang, hingga aku tetap menunggumu sampai wisuda, tapi ternyata Kaka tetap tidak datang."


" Jadi kau masih mencintaiku?"

__ADS_1


" Iya kak aku tetap mencintaimu dari dulu hingga sekarang cintaku tidak pernah berbuah hanya untukmu."


__ADS_2