
Setelah sekitar 20 menit Intan sudah beres mandi, ia langsung berjalan mendekati suaminya yang sedang duduk di sofa untuk menunggunya, hingga ia sampai di sofa. Yoga yang melihat istrinya sudah selesai ia langsung tersenyum, lalu langsung mengajak istrinya sarapan
" Sayang, ayo kita sarapan."
" Iya suamiku."
Mereka langsung berjalan menuju meja makan, hingga ia sampai di meja makan. Yoga langsung menggelar kursi untuk istrinya, lalu istrinya duduk. Setelah istrinya duduk ia pun langsung duduk. Yoga mulai makan
sedangkan Intan ia hanya mengaduk-aduk sarapannya dengan pelan-pelan, ia sedikit kesal pada suaminya, di dalam meja makan itu tidak ada pembicaraan sama sekali,dan tidak ada kata suap-suapan seperti Kaka sepupunya, suaminya itu tidak ada kata romantis sedikitpun, tidak seperti Kaka sepupunya, walaupun ia pria kaku saat di depan umum, tapi Kaka sepupunya sama istrinya sangat memanjakannya, tidak seperti suaminya yang terlihat ramah dan murah senyum itu, ia sama sekali tidak romantis, lalu pikiran Intan mulai terlintas menikahi pria remaja lagi
" Kenapa seperti menikahi pria remaja, di dalam pernikahan ini, tidak ada romantis sama sekali, membuat aku kesal." batin Intan
Yoga melihat ke arah istrinya, yang sedang mengaduk-aduk makan, ia pun langsung bertanya pada istrinya
" Sayang, apa makanannya tidak sesuai dengan seleramu?"
" Sesuai ko suamiku."
Yoga tidak mengerti, kenapa istrinya mengatakan bahwa menu makanan itu sesuai, tapi ia masih saja mengaduk-aduk makanan itu, ia berpikir cukup lama untuk mencerna kalimat istrinya, ia bukan pria yang pernah berpacaran, ia hanya pacaran dengan satu gadis yaitu istrinya, tentu ia tidak mengerti tentang kalimat istrinya. Setelah sudah lama ia berpikir, Yoga pun menemukan jawaban itu, mungkin istrinya tidak selera makan Karena ia terlalu biasa saja, ia tidak memiliki keromantisan, sedangkan di lingkungan keluarganya, hampir semuanya romantis, dari kedua orang tuanya, bahkan hingga sahabatnya saja dengan istrinya sangat romantis
" Sayang, mau aku suapin?"
Intan yang mendengar ucapan suaminya, ia langsung tersenyum bahagia, ia beruntung kebiasaan buruk saat menemukan kebahagiaan selalu loncat-loncat itu sudah hilang, lalu ia hanya menjawab dengan anggukan kepala. Yoga yang melihat jawaban istrinya, ia pun langsung menyuapi istrinya dengan perlahan sambil tersenyum. Tersenyum karena ia sekarang sedikit demi sedikit mengerti apa yang ada di dalam pikiran istrinya. Intan juga menyupi suaminya, tapi tetap di meja makan itu tidak ada pembicaraan sama sekali hingga mereka selsai. Setelah selesai, Yoga menyuruh istrinya untuk siap-siap
" Sayang, kau siap-siap, agar sampai sana masih pagi."
" Iya suamiku."
Intan langsung pergi siap-siap masih dengan senyuman di bibirnya. Yoga yang melihat istrinya pergi untuk siap-siap ia hanya tersenyum, menurutnya terlalu banyak yang ia belum mengerti tentang istrinya, hingga tadi membuat istrinya hanya mengaduk-aduk makanan. Setelah sekitar 30 menit Intan selesai siap-siap, ia langsung mendekati suaminya, hingga sampai di depan suaminya
__ADS_1
" Suamiku, aku sudah selesai."
" Iya sayang, kita pulang sekarang."
Intan menjawab ucapan suaminya dengan anggukan kepala. Yoga langsung mengajak keluar dari gedung Haivel, dengan merangkul pinggang istrinya, hingga mereka sampai di parkiran, lalu ia langsung membuka pintu mobil untuk istrinya, setelah istrinya masuk ke dalam mobil, ia pun langsung masuk ke dalam mobil, lalu langsung melajukukan mobil itu untuk pulang. Di sepanjang perjalanan tidak ada pembicaraan, hanya saja tangan kiri Yoga terus saja memegang tangan istrinya. Setelah menempuh perjalanan 1 jam belum juga sampai, Intan mulai ngantuk, ia menatap wajah suaminya yang sedang serius melihat jalan, hingga ia terlelap. Yoga belum menyadari istrinya tidur, ia masih tetap fokus melihat jalan. Setelah Intan tidur sekitar 16 menit, jalan mendapatkan kemacetan hingga, ia terpaksa diam di situ, Yoga yang mendengar hembusan nafas istrinya, ia langsung melihat ke arah istrinya, ternyata istrinya sedang tidak, ia hanya tersenyum sambil terus memandangi wajah istrinya, lalu langsung merapihkan rambut istrinya yang menutupi wajahnya
" Kau pasti sangat lelah sayang."
Yoga langsung mencium pipi istrinya sekilas, setelah itu ia langsung melihat lurus ke arah jalan lagi. Setelah sekitar 10 menit akhirnya jalan lagi, ia masih tetap menyetir sambil memegang tangan kanan istrinya. Tidak lama Intan pun bangun dari tidurnya, ia langsung membuka mata, melihat sekelilingnya ternyata masih belum sampai juga di rumah, lalu melihat ke arah suaminya yang masih fokus melihat jalan, setelah itu ia melihat jam tangannya, yang sudah menunjukkan pukul 09.31 WIB, ia memutuskan untuk mengganti suaminya yang menyetir
" Suamiku, biar aku saja yang menyetir, kau istirahat saja sebentar, perjalanannya masih jauh."
Yoga langsung melirik ke arah istrinya sambil tersenyum, lalu ia langsung menjawab ucapan istrinya
" Tidak perlu sayang, kau istirahat saja, sekarang masih jauh."
Intan yang mendengar ucapan suaminya, ia hanya mengiyakan ucapan suaminya, walaupun ia tidak tega melihat suaminya yang dari tadi menyetir, walaupun perjanjian itu baru menempuh sekitar 1 jam lebih, tapi tetap saja, ia sangat menyayangi suaminya, jadi tidak tega kalau suaminya itu kecapean
" Iya suamiku."
" Suamiku, apa kau lelah?"
" Iya sayang, kita istirahat sebentar."
" Sudah aku bilang, aku saja yang membawa mobil suamiku."
" Tidak perlu sayang, cukup di kasih semangat saja, nanti capeknya hilang."
Intan yang mendengar jawaban suaminya ia hanya mengerutkan keningnya, ia tidak mengerti maksud suaminya. Yoga yang melihat ekspresi wajah istrinya ia langsung tersenyum
__ADS_1
" Tumben otak mesum istriku itu tidak berjalan." batin Yoga
Intan yang masih diam, lalu ia langsung menatap mata suaminya yang sedang menatapnya, ia meminta jawaban apa maksud suaminya. Yoga yang di tatap istrinya, ia langsung menunjukkan bibirnya memakai jari telunjuknya. Intan yang mengerti maksud suaminya ia langsung tersenyum, lalu langsung berkata pada suaminya
" Dasar mesum."
" Bukan'kah biasanya sayang yang mesum?"
Intan yang mendengar pertanyaan dari suaminya hanya tersenyum, lalu langsung mendekati wajah suaminya, ia langsung mencium bibir suaminya sekilas
" Udah suamiku."
" Kurang lama sayang."
Intan yang mendengar jawaban suaminya ia langsung sedikit kesal
" Tidak tau apa, kalau aku melihat bibirmu itu otak mesumku kambuh, apa lagi kalau menciummu lebih lama, bagaimana nantinya kalau otak mesumku kambuh, yang ada bisa-bisa aku di buat pusing olehmu." batin Intan
Yoga masih terus memandangi wajah istrinya, entah apa yang ada di pikiran istrinya, ia juga tidak tau, hanya saja terlihat jelas kalau istrinya sedang memikirkan sesuatu, lalu ia langsung bertanya pada istrinya
" Sayang kau sedang memikirkan apa?, aku minta cium bukan untuk berbikir."
Intan pun sadar dari lamunannya saat mendengar pertanyaan suaminya, ia tidak menjawab pertanyaan suaminya, melainkan langsung mencium suaminya sekilas lagi
" Sudah iya suamiku."
" Iya terimakasih sayang, sekarang kita lanjutkan perjalanan lagi."
" Sama-sama suamiku."
__ADS_1
Yoga langsung melajukukan mobilnya lagi untuk pulang