Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 3. Menikah


__ADS_3

5 Tahun berlalu meski keduanya tidak mudah untuk menjalani hidup masing-masing. Lisa sekarang sudah 2 tahun berprofesi sebagai dokter umum di rumah sakit Harapan. Kedua orang tua Lisa dan Ardi ingin mempersatukan hubungan mereka yang sudah retak. Hari ini adalah pernikahan Lisa. Lisa tidak bertanya siapa pria itu, yang Lisa tau, nama pria itu adalah Ardi, nama yang sama dengan mantan kekasihnya. Ardi sudah 3 hari ada di Indonesia untuk melangsungkan pernikahan. Ardi tidak bertanya siapa nama Gadis itu. Rupanya seperti apa, yang Ardi pikirkan bisakah dirinya mencintai calon istrinya, yang di mana dirinya selama 5 tahun ini belum bisa melupakan mantan kekasihnya. Pernikahan itu di langsungkan di rumah Lisa. Sesuai keinginannya. Ardi tidak tau kalau rumah yang di datanginya adalah rumah mantan kekasihnya, karena Lisa memang sudah pindah rumah 1 tahun yang lalu. Ardi bersama keluarganya sudah datang di rumah Lisa di mana sudah banyak orang. Ardi terus menunduk detak jantung yang sudah tidak karuan. Dirinya tidak pernah menyangka bahwa akan menikahi Gadis yang tidak di kenalnya. Bahkan rupanya saja tidak tau


" Mungkin ini yang terbaik untukku, untuk melupakan Gadis yang selalu ada dalam pikiranku." Batin Ardi


Lisa duduk di meja rias memandang dirinya di pantulan cermin


" Apa aku bisa menerima orang yang tidak aku kenal menjadi suamiku, bahkan rupanya saja aku tidak tau, apa lagi aku sudah 5 tahun tidak pernah dekat dengan pria mana pun, aku selalu menolak setiap orang yang menyatakan cinta padaku, apa pilihan kedua orang tuaku yang terbaik." Batin Lisa. Hingga tidak terasa air mata Lisa metes di pipinya


Setelah mendengar langkah kaki seseorang Lisa langsung menghapus air mata yang ada di pipinya


" Sayang, apa sudah siap?"


" Sudah mah."


Ayah Lisa masuk ke dalam kamar Lisa


" Wah Putri Ayah sangat cantik." Ucap ayahnya sambil tersenyum


Lisa di tuntun oleh kedua orang tuanya keluar dari kamar, saat Lisa sampai di tangga Lisa berhenti, dirinya melihat seorang pria yang selama ini membuat dirinya hampir gila. Lisa mengingat kembali setelah kepergian Ardi. Di mana dirinya seperti Gadis bodoh. Berharap pria itu akan datang di wisudanya, tapi jangankan datang, menelpon saja tidak. Lisa sabar menunggu 4 tahun karena dirinya pikir setelah Ardi wisuda akan datang menemuinya. Ternyata tidak. Memang sekarang usia dirinya sudah 23 tahun sesuai janji Ardi, tapi dirinya sudah sangat benci dengan pria yang ada di hadapannya


" Nak ayo turun." Panggil Ayahnya


Lisa turun dengan detek jantung yang sudah tidak karuan. Pipi cantiknya sudah mulai merah, meski dirinya mencoba menahan emosinya. Lisa sampai di depan Ardi. Ardi masih tidak menyadari siapa yang akan di nikahi dirinya. Ardi masih tetap menunduk. Pikirkan yang sudah tidak karuan


"Nak, calon istrimu sudah ada di depanmu." panggil Ardian


Ardi secara perlahan mengangkat kepalanya. Deg, detak jantung Ardi makin kencang setelah melihat siapa Gadis yang di hadapannya

__ADS_1


" Aku pasti sudah gila. Kenapa wanita yang di hadapan ku Lisa. Tidak mungkin pasti aku bener-bener gila." Batin Ardi


Ardi memejamkan Matanya, karena tidak mungkin wanita yang di hadapannya itu adalah Lisa. Ardi langsung membuka matanya, dirinya masih melihat Lisa yang penuh dengan amarah


" Apa sudah boleh di mulai?" Tanya pendeta yang membuyar lamunan Ardi


" Sudah." Jawab Ardian


" Ardi Setiawan, bisakah kau berjanji bahwa kau selamanya akan baik pada Lisa Ayunda? di dalam duka maupun senang, atau di kepahitan. Kau bersedia selalu berdiri menjaga dan selalu di samping Lisa Ayunda selamanya?" Tanya Pendeta


Ardi melihat Lisa sesaat. " Saya bersedia."


" Lisa Ayunda, bisakah kau berjanji bahwa kau selamanya akan baik pada Ardi Setiawan? di dalam duka maupun senang, atau di kepahitan. Kau selalu bersedia di samping Ardi Setiawan selamanya?"


Lisa tidak menjawab, dirinya menatap Ardi dengan penuh rasa benci


" Saya bersedia."


Lisa tetap menatap Ardi dengan tatapan yang tidak bisa di artikan


" Silahkan kalian memakaikan cincin." Suruh pendeta


Ardi memegang tangan Lisa dengan sedikit gemetar karena Gadis di hadapannya sedang menahan amarah. Ardi selsai memakaikan cincin di jari manis Lisa. Lisa tetap diam tidak mengambil cincin itu


" Lisa Ayunda,silahkan memakaikan cincin pada suamimu." Suruh pendeta


Lisa mengambil cincinnya lalu memakaikan ke jari manis Ardi

__ADS_1


" Ardi Setiawan, silahkan cium Lisa Ayunda sebagai bukti kasih sayang yang tulus." Suruh pendeta


Lisa sudah mengepalkan tangannya sambil menatap pria yang kini menjadi suaminya. Ardi dengan ragu-ragu maju mencium kening Lisa. Suara gemuruh tepuk tangan di ruangan itu sangat keras. Meski semua orang masih bingung pernikahan mereka karena cinta atau karena perjodohan, karena melihat Lisa yang dari tadi menahan amarahnya. Setelah pernikahan itu selsai Lisa masih mengobrol dengan sahabatnya, hanya Ria yang tidak datang karena harus menghadiri pernikahan sepupunya. Ardi masih setia duduk sendiri, karena sahabatnya langsung pulang setelah selsai pernikahan


" Ardi ke kamar saja dulu nak."


" Iya Tante."


" Loh ko Tante, sekarangkan sudah menikah harus di biasain panggil mamah."


Lidia tersenyum melihat Ardi yang mukanya sedikit merah karena malu


" Iya Tante, eh iya mah."


" Kamar Lisa ada di dekat tangga pertama."


" Iya mah."


Ardi langsung menaik tangga lalu masuk kamar. Ardi melihat sekelilingnya, bahkan tidak menemukan satu foto dirinya di kamar Lisa. Ardi duduk di atas ranjang. Matanya tertuju pada foto itu. Ardi langsung berjalan lalu memegang foto Lisa dengan seorang pria yang tidak lain foto itu orang yang sama. Ardi mengingat kembali kenapa dirinya 1 tahun lalu tidak kembali ke Indonesia. Ardi meminta sahabatnya untuk mencari tau tentang Lisa. Sahabatnya mengirim 2 foto. Satu foto Lisa sedang berpelukan dan satu foto lagi Lisa sedang duduk berdua di Restoran dengan pria yang sama. Ardi memang tidak tau, Lisa memiliki hubunga apa, tapi pria itu seorang dokter spesialis kulit yang terkenal di Paris. Ardi lalu menaro foto itu, dirinya langsung mengambil baju lalu langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi


" Aku pasti merusak hubungan mereka yang sudah satu tahun ini jalani. Lisa terlihat bahagia tersenyum manis di bibirnya. Pasti itu kenapa dirinya tadi siang sangat marah padaku." Batin Ardi


Lisa masuk kamar. Melihat Ardi ada di kamar mandi dirinya mengambil baju untuk mandi di kamar mandi ruang tamu. Lisa langsung mandi. Setelah 15 menit keluar. Lisa langsung masuk kamar lagi. Ardi masih belum keluar dari kamar mandi Lisa mengambil bantal menaro di sofa. Mengambil kertas dan menulisnya, lalu langsung tidur di sofa. Setelah 36 menit Ardi keluar dari kamar mandi langsung melihat Lisa yang tertidur pulas. Awalnya Ardi akan memindahkannya di ranjang, tapi ada kertas di atas meja yang tertulis. Jangan bangunkan aku dan jangan sentuh aku. Ardi menatap Gadis yang sekarang menjadi istrinya


" Apa kau sebenci itu. Aku sangat merindukanmu Lisa." Batin Ardi


Hingga tidak terasa Ardi langsung meteskan air mata membasahi pipinya

__ADS_1


__ADS_2