Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 177. Arga minta maaf


__ADS_3

Arga langsung melajukukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia tidak ingin rasa bersalahnya terus menghantuinya, mungkin karena ia baru pertama kali melakukan kejahatan, untuk itu ia sangat merasa bersalah, apa lagi orang itu adalah orang yang ia cintai. Setelah menempuh perjalanan 1 jam, Arga sampai di rumah sakit R D Cempaka, ia langsung buru-buru turun dari mobil, lalu langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah sakit itu, hingga ia sampai di depan Resepsionis, lalu ia langsung bertanya pada Resepsionis


" Permisi nona, saya ingin bertanya, nama pasien atas nama Lisa Ayunda di rawat di mana?"


" Di rawat di ruangan C nomer 3 tuan muda."


" Terimakasih."


" Sama-sama tuan muda."


Arga langsung berjalan ke arah yang di tuju, lalu ia melihat asisten pribadi dari Lisa, yang sedang duduk di depan ruang itu, hingga ia sampai di pintu. Dandi yang melihat dokter kandungan sampai tau tentang nona mudanya di rawat di rumah sakit R D Cempaka, ia hanya mengerutkan keningnya, ia sangat heran, kenpa dokter kandungan itu bisa tau kalau nona mudanya masuk ke dalam rumah sakit. Arga langsung mengetuk pintu ruangan itu


Tok-tok


Ardi yang mendengar suara ketukan pintu, ia langsung menyuruh untuk masuk


" Masuk."


Arga langsung masuk dengan perasaan takut , dan gemetar, hingga ia sampai di depan ranjang Lisa. Lisa yang melihat Arga, ia langsung bertanya pada Arga


" Arga, kenapa kau bisa ada di sini?"


" Iya Lisa."


Ardi masih diam membisu, ia sangat benci saat melihat Arga, apa lagi dulu ia pernah salah paham pada istrinya, dan ia juga melihat Arga seperti masih mencintai istrinya, Kalau tidak mencintai istrinya, bagaimana mungkin Arga bisa tau kalau istrinya masuk ke dalam rumah sakit R D Cempaka, itu sangat mustahil bagi ia. Arga langsung berbicara apa maksud kedatangannya, ia pasrah kalau Lisa menuntut ia hingga sampai ke jalur hukum, dari pada ia terus merasa bersalah, lebih baik ia jujur


" Lisa, aku benar-benar minta maaf, aku tidak seharusnya membuatmu masuk ke dalam rumah sakit, aku yang membayar orang bayaran untuk membuat rem mobil Ardi blong, aku sangat benci pada Ardi, dan aku juga sangat tidak menyangka padamu, kenapa kau begitu mudah memafkan Ardi, sedangkan kau, sama sekali tidak pernah memberikan kesempatan untuk aku."

__ADS_1


" Arga, kau."


Lisa belum selesai berbicara, tapi tiba-tiba saja suaminya Lisa langsung menarik tangan Arga, lalu ia langsung menonjok pipi Arga, hingga Arga tersungkur ke lantai. Arga sangat terkejut karena Ardi menarik tangannya secara tiba-tiba, hingga ia hilang ke seimbang dan langsung tersungkur ke lantai. Ardi langsung berbicara pada Arga


" Apa kau gila?, kau hampir saja membunuh Istriku, kalau kau ingin mencelakaiku tidak masalah, tapi kau hampir mencelakai istriku aku tidak akan pernah memafkanmu!"


Arga langsung berdiri, walaupun ia di tonjok hingga membuat bibirnya sedikit berdarah, ia tidak merasakan sakit, ia lebih merasakan rasa bersalahnya pada Lisa, lalu ia langsung menjawab ucapan dari Ardi


" Aku menerima hukuman yang akan kalian berikan, termasuk kalian menuntutku ke jalur hukum, bagiku tidak masalah, asalkan bisa membuat pikiranku tenang, aku benar-benar sangat bersalah telah melakukan itu, untuk itu aku datang kemari."


Lisa yang mendengar jawaban dari Arga, ia sangat kasihan, ia tau kalau Arga bukan orang jahat, dan ia juga tau kalau ini adalah pertama kalinya Arga melakukan kejahatan, terlihat jelas rasa bersalah Arga di mata Lisa, tapi Lisa hanya diam. Ardi yang mendengar jawaban dari Arga, ia sama sekali tidak bersimpati, ia benar-benar sangat benci pada Arga, lalu ia langsung berbicara lagi


" Bagus kalau kau mengerti tanggung jawab, kau adalah seorang pria, dan aku akan pastikan bahwa kau membayar semuanya yang setimpal!'


Lisa yang dari tadi diam, ia langsung berbicara pada suaminya


" Pih, sabar, jangan menggunakan emosi, Arga juga sudah mengakuinya, dan Arga juga akan bertanggung jawab."


" Iya mommy tau."


Lisa langsung melihat ke arah Arga, ia langsung bertanya tentang foto-foto suaminya bersama wanita lain


" Apa kau juga yang mengirim foto-foto suamiku bersama wanita lain?"


" Iya Lisa, aku yang mengirim foto-foto itu, aku minta maaf Lisa, aku siap untuk bertanggung jawab perbuatanku, tapi tolong maafkan aku."


Lisa belum menjawab permintaan maaf dari Arga, tapi Ardi langsung berbicara pada Arga

__ADS_1


" Apa?, apa aku tidak salah dengar?, kau seenaknya ingin di maafkan, setelah semuanya terjadi, dasar pria brengsek!"


Arga yang mendengar ucapan dari Ardi, ia sangat tidak suka, ucapan Ardi seolah-olah sangat merendahkan ia, dan seolah-olah Ardi tidak pernah melakukan kesalahan, jelas-jelas dulu Ardi telah membuat Lisa hampir gila, bahkan Lisa telah memafkan Ardi begitu mudah, tapi ia seolah-olah seperti tidak melakukan kesalahan membuat Arga sangat membenci Ardi. Arga langsung berbicara lagi pada Lisa


" Lisa, aku tau, aku tidak pantas untuk kau maafkan, tapi permintaan maafku ini tulus dari hati, dan aku akan mempertanggung jawabkan perbuatanku."


" Arga, aku senang kau bisa mengakui kesalahanmu dan minta maaf, jelas-jelas kejadian itu baru tadi pagi, tapi kau sudah menyesali perbuatanmu."


Tiba-tiba saja Romi menyelonong masuk ke dalam ruangan Lisa, tanpa mengetuk pintu lagi, setelah melihat tuan mudanya, Romi langsung memberi tau tentang Jenni


" Tuan muda, Erick ke hilang jejak Jenni, dan Jenni sudah mendapatkan semua bukti-bukti korupsi, dia sudah mengirim bukti-bukti itu ke Gmail tuan muda."


Arga yang mendengar penjelasan dari asistennya, ia sangat terkejut, ia langsung berteriak


" Apa!"


Romi langsung menyerahkan ponsel tuan mudanya pada tuan mudanya sambil berbicara


" Iya tuan muda, ini pesan dari Erick."


Arga langsung mengambil ponselnya, lalu ia langsung membaca pesan itu. Arga langsung menghubungi nomer telpon Jenni, telpon itu tersambung pada Jenni, tapi Jenni tidak mengangkat telpon dari Arga


" Apa yang terjadi dengan Jenni."


Arga mulai panik, jika Jenni kenapa-napa ia tidak akan pernah memafkan dirinya sendiri, lalu ia langsung menyuruh asistennya untuk melacak nomer telpon Jenni


" Romi, kau lacak nomer telpon Jenni, setelah itu kau hubungi Papah, lalu kau pergi ke sana bersama Papah, saya tidak bisa mencari Jenni, saya akan mempertanggung jawabkan perbuatan saya pada Lisa."

__ADS_1


" Tidak bisa tuan muda, saya tidak bisa menjamin keselamatan Jenni, lebih baik tuan muda yang pergi ke sana, bagaimana pun juga tuan muda telah berjanji akan menjamin keselamatan Jenni, dan biarkan saya yang bertanggung jawab atas perbuatan tuan muda pada nona Lisa."


Romi mengatakan itu, karena ia tidak ingin tuan mudanya masuk ke dalam penjara, ia tau tuan mudanya sangat bersalah dan mengakui kesalahannya, untuk itu Romi tidak ingin melihat tuan mudanya masuk ke dalam penjara. Arga yang mendengar jawaban dari asistennya, ia hanya menghela nafas berat, lagi-lagi asistennya selalu ingin masuk penjara, ia tau, asistennya mengatakan itu karena sangat menyayangi ia


__ADS_2