
Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB. Yoga masih tertidur pulas karena ia tidur jam 5 pagi. Karina duduk di kursi sambil menatap wajah Yoga yang masih banyak sisa air mata, ia sangat kasihan pada pria yang di anggap sebagai Kaka selama ini, lalu ia langsung menghapus air mata Yoga yang ada di pipinya. Yoga yang merasa di sentuh pipinya, ia langsung terbangun, ia terkejut melihat gadis kecil yang ia benci kemarin, lalu langsung menghempaskan tangan Karina dengan kasar
" Jauhkan tanganmu dariku!"
Setelah mengatakan itu, Yoga langsung duduk, lalu langsung menatap mata Karina dengan tatapan rasa benci. Karina langsung tersenyum, ini adalah pertama kalinya Yoga berkata kasar padanya, bahkan ia belum pernah melihat Yoga sangat marah, lalu Karina memutuskan untuk mengucapkan selamat pagi pada Yoga
" Selamat pagi sayang."
Walaupun karina tidak pernah berpacaran, tapi ia mengetahui bagaimana bersikap lembut pada pria yang ada di hadapannya. Yoga yang mendengar ucapan selamat pagi, ia langsung mengerutkan keningnya, ia benar-benar tidak habis pikir, Karina sangat berani mengatakan kata sayang, lalu ia langsung berbicara kasar pada Karina
" Jangan pernah mengatakan sayang padaku, karena kita tidak akan pernah memiliki hubungan apa pun!"
" Sayang, kita sebentar lagi akan menikah."
__ADS_1
" Walaupun kita menikah, jangan pernah berharap aku akan menyentuh tubuhmu! Dan setelah menikah, jangan berharap ada malam pertama di pernikahan kita!"
Setelah mendengar jawaban dari Yoga, Karina mulai sedikit takut, entah kenapa pria di hadapannya selalu saja berbicara dengan suara sangat marah. Karina memiliki ide untuk Yoga, ia ingin sekali Yoga bertambah marah padanya, setelah itu ia langsung berbicara lagi
" Jika dalam keadaan sadar kau tidak bisa menyentuh tubuhku, aku akan memberi obat perangsang agar kau menyentuh tubuhku, ingat sayang aku bukan gadis bodoh, aku bisa melakukan apa pun hanya untuk mendapatkanmu."
Setelah mendengar jawaban dari Karina, Yoga langsung mengepalkan tangan, ia tidak pernah menyangka bahwa Karina memiliki sikap yang sangat licik, dan sekarang ia melihat Karina seperti serigala tanpa bulu, yang siap memangsa kapan saja dia mau, bahkan tanpa malu-malu Karina ingin melakukan hal itu. Karina yang melihat ekspresi wajah Yoga, ia sedikit tersenyum tipis, entah kenapa ia tidak mengenal sosok Yoga yang dulu, yang selalu bersikap dewasa, tapi kini ia bisa melihat sosok Yoga yang penuh rasa benci pada dirinya. Yoga mengingat tentang ayahnya yang mengetahui kalau Intan adalah anak dari Veronica, ia langsung bertanya pada Karina, karena ia sangat penasaran dari mana ayahnya tau tentang itu
" Apa kau yang mengatakan bahwa Intan adalah anak dari Veronica?, orang satu-satunya yang mengetahui mamah sakit karena Veronica adalah kau, apa kau yang sengaja menggagalkan pernikahanku?"
" Iya sayang, aku yang melakukan itu, agar aku bisa memilikimu, tentu tau bukan?, jika wanita sedang jatuh cinta, dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan pria yang dia cintai."
Setelah mendengar jawaban dari Karina, Yoga sangat marah, ia langsung turun dari ranjang, lalu langsung menarik tangan Karina dengan kasar, setelah itu langsung menghempaskannya di atas ranjang
__ADS_1
" Ternyata mulut manismu hanya untuk menutupi kelicikanmu, aku tidak pernah menyangka bahwa kau adalah serigala tanpa bulu, kau wanita yang tidak tau malu, aku sudah menganggapmu sebagai seorang adik, aku sudah berusaha untuk selalu menjagamu, tapi kau membalas ku dengan penghianatan, dimana hati nuranimu Karina?, kau wanita yang tidak memiliki hati nurani!"
Setelah mendengar ucapan Yoga, Karina sedikit takut, bahkan pergelangan tangan kanannya merah karena Yoga menariknya dengan kasar. Yoga bukan hanya mengatakan kata-kata kasar, tapi ia juga sekarang menjadi pria kasar, Karina mulai takut dengan Yoga, tapi ia mencoba bersikap biasa saja, ini adalah permintaan ayahnya Yoga, ia harus bertahan dalam keadaan apa pun. Karina bersyukur karena sudah meminum obat penenang, setidaknya ia bisa mengontrol ketakutannya pada Yoga, lalu ia langsung menjawab ucapan Yoga
" Aku lakukan semuanya karena aku mencintaimu, aku tidak ingin kau menikah dengan wanita lain, yang berhak memilikimu hanya aku. Aku juga lelah bersikap baik selama ini padamu. Jika bersikap baik tidak bisa mendapatkanmu, maka hanya cara kasar yang bisa mendapatkanmu, aku lelah mencintaimu selama ini, tapi kau tidak bisa melihat cinta yang aku berikan padamu."
Setelah mendengar ucapan Karina, Yoga sangat marah, ia pikir Karina selama ini menganggapnya sebagai seorang Kaka, tapi ternyata dugaannya salah, ia bahkan seperti serigala yang tanpa bulu, lalu Yoga langsung mengangkat tangan kanannya, ia ingin melayangkan tamparan pada Karina yang masih berbaring di atas ranjang sambil telentang, tapi setelah mengangkat tangannya, ia sangat berat untuk melayangkan tamparan pada Karina. Karina melihat Yoga yang tidak bisa mengontrol emosi, tapi ia bahkan tidak bisa kasar pada dirinya, ia langsung duduk di atas ranjang, lalu langsung berbicara pada Yoga sambil tersenyum sinis pada Yoga
" Apa kau tidak bisa melakukannya?, aku sudah kenal kepribadianmu sayang, jadi jangan pernah bertingkah seperti pria kasar, itu kenapa aku sangat mencintaimu, karena kau tidak bisa kasar pada siapa pun."
Setelah mendengar ucapan Karina yang seperti mengejek, Yoga langsung menurunkan tangannya, ia memang tidak bisa kasar pada siapa pun, apa lagi orang yang di depannya hanya seorang gadis kecil. Karina masih saja terus tersenyum sambil menatap wajah Yoga yang sedang menatap dirinya dengan penuh rasa benci, mungkin jika Karina tidak mengetahui kepribadian Yoga yang sangat baik, ia tidak ingin membantu ayahnya Yoga, tapi Karina yang memiliki keyakinan bahwa Yoga tidak akan melakukan kekasaran, untuk itu ia menerima permintaan ayahnya Yoga, sebenarnya ia tidak tega melihat Yoga seperti ini, apa lagi Yoga adalah pria yang pernah menolongnya, bahkan Yoga juga yang selalu menjaganya selama ini. Setelah lama Yoga menatap mata Karina dengan penuh rasa benci, ia langsung berjalan keluar dari kamarnya, lalu langsung menaiki tangga hingga ia sampai di kamar ibunya. Yoga langsung duduk di atas ranjang sambil memegang foto ibunya
" Mah, aku tidak mengerti kenapa ayah menjodohkan aku dengan Karina, aku sangat mencintai Intan, tapi Ayah tidak menyukai Intan. Mah, aku harus melakukan apa?, apa aku menerima perjodohan itu?, atau aku menolak perjodohan itu?, tapi aku sama sekali tidak bisa menolaknya, aku tidak bisa melihat ayah kecewa."
__ADS_1
Yoga terus saja berbicara dengan foto ibunya, hingga tidak terasa air matanya menetes di pipinya, lalu Yoga langsung memeluk foto ibunya, bahkan sekarang tidak ada lagi tempat untuk ia bersandar, ia hanya bisa mencurahkan isi hatinya pada foto ibunya, setelah itu Yoga mengusap lembut pipi ibunya dalam foto itu