
Lisa lalu melepaskan pelukannya, dirinya menatap wajah suaminya dengan tatapan masih penuh pertanyaan, tapi tetap dirinya masih enggan untuk menanyakan pada suaminya
" Sayang, ayo sarapan, mamah sama ayah pasti sudah menunggu kita."
" Iya kak."
Ardi merangkul pinggang istrinya keluar dari kamar. Ardi masih saja tersenyum karena istirnya sekarang mulai menerima dirinya, walaupun dirinya masih belum tau jawaban istrinya yang masih menyukai dirinya atau tidak, dan dirinya masih memikirkan tentang perkataan istrinya, yang mengatakan tidak akan bisa bersama Livino, tapi dirinya tidak ingin membuat suasana menjadi panas lagi, dirinya tidak ingin bertengkar lagi dengan istrinya. BI Ira yang melihat tuan muda dan nona mudanya keluar dari kamarnya dirinya langsung menyapa
" Pagi tuan muda, pagi nona muda." Sapa Bi Ira dengan membungkukkan badan
" Iya Bi." Jawab Ardi sambil tersenyum
Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum. Ardi dan Lisa menuruni tangga. BI Ira hanya tersenyum melihat kemesraan tuan muda dan nona mudanya, dirinya baru pertama kali melihat kemesraan majikan mudanya, bahkan nona muda juga ikut tersenyum, walaupun wajahnya nona mudanya terlihat pucat tapi tetap saja cantik
" Nona muda, wajahnya sangat pucat, tapi tetap saja cantik, dengan wajah yang natural, tuan muda sangat beruntung memiliki istri cantik dan sifat yang tidak peduli dengan siapa pun, itu sangat bagus, karena orang seperti itu tidak mudah di hasut jika ada yang tidak suka dengan hubungan mereka." Batin BI Ira
Ardi menarik kursi untuk istrinya, lalu Lisa duduk
" Sebentar ya sayang, aku panggil mamah sama ayah dulu."
Lisa menjawab dengan mengangguk kepala. Lalu Ardi langsung berjalan ke ruang tamu, Ardi sampai di ruang tamu
" Mah, yah ayo sarapan."
" Iya sayang." Jawab Mirna sambil tersenyum
" Iya Ardi." Jawab Ardian sambil tersenyum
Kedua orang tua Ardi langsung berdiri, lalu Mirna dan Ardian berjalan masih saja tersenyum hingga mereka sampai di dekat meja makan. Lisa langsung menundukkan kepala setelah ibu dan Ayah mertuanya di dekat meja makan, dirinya sangat malu mengingat kejadian 1 jam yang lalu
" Pagi, menantu mamah yang cantik." Sapa Mirna sambil tersenyum
" Pagi juga mah, pagi ayah."
__ADS_1
" Iya nak." Jawab Ardian sambil tersenyum
Lalu Ardian dan Mirna menggeser kursi untuk duduk, mereka pun sarapan masih sambil tersenyum termasuk Ardi, hanya Lisa yang sarapan sambil menunduk, biasanya Lisa menuduk karena menganggap di rumah ini asing, tapi kali ini menunduk karena malu, mengingat kejadian tadi. Setelah selesai makan Mirna langsung bertanya karena melihat anak dan menantunya masih memakai baju santai
" Sayang, kalian tidak pergi kerja?"
" Tidak mah." Jawab Ardi dan Lisa berbarengan
Mirna dan Ardian hanya tersenyum melihat ke kompakan anak dan menantunya
" Kaka, kita ke taman belakang rumah yuk, aku ingin berjemur."
" Iya sayang, mah, Ayah aku pergi ke taman dulu."
" Iya sayang." Jawab Ardian dan Mirna berbarengan
Lisa dan Ardi berjalan ke taman. Ardi merangkul pinggang istrinya, dirinya masih terus tersenyum, senyuman dirinya tidak pernah pudar. BI Minah yang melihat tuan muda dan nona muda langsung menyapa
" Pagi, tuan muda, pagi, nona muda." Sapa BI Minah dengan ramah
" Iya Bi." Jawab Ardi dan Lisa berbarengan
" BI, bilang pada Santi hari ini saya tidak ke kantor, jadi suruh Santi pulang saja."
" Iya tuan muda."
Lisa dan Ardi lalu melangkahkan kakinya lagi. Setelah tuan muda dan nona mudanya pergi, BI Minah langsung tersenyum karena melihat majikan muda yang mulai mesra
" Melihat kemesraan nona muda dan tuan muda, aku sangat senang, akhirnya nona muda, mau memamerkan kemesraan mereka, yang biasanya selalu cuek." Batin BI Minah
Ardi dan Lisa duduk di bangku taman. Lisa menyadarkan kepalanya di dada suaminya, Ardi masih tetap merangkul pinggang istrinya
" Sayang, aku sangat bahagia kita bisa seperti ini."
__ADS_1
" Iya kak."
" Kak, apa tidak ada sesuatu yang ingin kau jelaskan?"
Lisa masih ingin tau kenapa suaminya tidak pulang 1 tahun yang lalu, tapi pertanyaan dirinya tidak langsung ke intinya
" Apa yang Lisa maksud, sesuatu apa, kenapa Lisa tidak langsung menanyakan, kenapa harus berbelit-belit." Batin ardi.
" Sesuatu apa sayang?"
" Iya, Kaka tidak ingin meceritakan tentang apa pun?"
" Tentang apa sayang, kalau bertanya itu jangan setengah-setengah, aku tidak paham, apa maksudmu."
Lisa tidak bertanya lagi, tapi dirinya semakin kecewa, karena suaminya masih tidak mengerti maksud dari dirinya. Ardi penasaran dengan pertanyaan istrinya, dirinya bertanya pada istrinya
" Sayang, apa ada sesuatu yang butuh aku jelaskan, tolong bicara dengan jujur, jangan sepotong-sepotong, aku juga tidak ingin kita seperti orang asing, ingat aku ini suamimu."
" Iya kak, apa Kaka sudah pernah tidur dengan wanita lain."
Lisa asal bicara karena dirinya masih gengsi untuk menanyakan pada suaminya
" Sayang, aku belum pernah tidur dengan wanita lain, dan ciuman pertamaku juga hanya untukmu, aku tidak pernah tertarik dengan wanita lain di sana, hanya kau satu-satunya wanita yang membuat aku jatuh cinta."
" Huh, dasar bajingan, mulai ngerayu, kalau aku wanita yang kau cintai dari dulu hingga sekarang, kenapa kau tidak pulang dulu, dasar bajingan." Batin Lisa
" Apa yang sebenarnya ingin kau tanyakan Lisa, sepertinya pertanyaan kau tadi hanya mengubah topik pembicaraan, atau Lisa pikir karena saat itu, aku menciumnya dengan kasar, lalu Lisa mengira aku sudah sering melakukannya, Lisa dari ujung rambut hingga ujung kaki, aku hanya milikmu, bukan milik wanita lain, walaupun dulu di Inggris banyak yang merayuku, tapi aku sama sekali tidak tertarik pada mereka." Batin Ardi
Lisa langsung mengangkat kepala dirinya menatap mata suaminya dengan tatapan tajam, lalu dirinya memang menemukan ke benaran di mata suaminya, kalau suaminya sama sekali tidak pernah berhubungan dengan wanita lain. Ardi metap mata istrinya dengan penuh pertanyaan
" Sayang, apa ada yang ingin kau tanyakan?"
" Tidak ada kak."
__ADS_1
Lalu Ardi mendekatkan wajah dirinya pada wajah istrinya. Detak jantung Lisa dan Ardi semakin kencang saat wajah Lisa dan Ardi menempel. Ardi dengan ragu-ragu mulai mendekatkan bibir dirinya pada bibir istrinya lalu Ardi langsung mencium istrinya. Ardi merasa istrinya tidak ada penolakan lalu dirinya mulai mencium bibir istrinya lagi. Ciuman itu menjadi semakin liar. Lisa tidak menolak apa yang di lakukan suaminya pada dirinya, yang Lisa rasakan hanya kenikmatan yang luar biasa, karena suaminya mencium dirinya tanpa harus memaksa dirinya. Setelah nafasnya terengah-engah Ardi menghentikan aksinya. Lalu Ardi langsung memeluk istrinya. Lisa juga membalas pelukan dari suaminya. Meski keduanya memiliki pertanyaan yang tidak bisa di ucapkan, tapi keduanya tidak ingin menjadi masalah. Terutama Lisa, dirinya benar atau tidak melakukan hal ini dengan pria yang sudah pernah meninggalkan dirinya, tanpa penjelasan dan tanpa iba pada dirinya. Walaupun sudah jujur, tapi suaminya hingga saat ini belum menjelaskan tentang dirinya tidak pulang ke Indonesia saat 1 tahun yang lalu. Ardi dan Lisa melepaskan pelukannya. Ardi langsung mencium kening istrinya sekilas. Lisa hanya tersenyum