Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 95. I Love you Yoga


__ADS_3

Intan langsung membaringkan tubuhnya lagi, sambil memeluk ponselnya, ia memang tidak membalas pesan dari Yoga, tapi hatinya sangat bahagia. Walaupun tadi Intan tidak mengangkat telpon dari Yoga, lalu kecewa karena Yoga tidak menelponnya lagi, tapi sekarang ia sangat bahagia karena mendapat pesan dari Yoga. Intan berniat akan tidur lagi karena sekarang jam menunjukkan pukul 06. 46 WIB, lalu ia langsung memejamkan mata dan masih memeluk ponselnya. Tiba-tiba pesan masuk


Dreeet...


Setelah mendengar pesan masuk, Intan langsung berdecik kesal, lalu langsung melempar ponselnya di samping kakinya


" Sial, tidak tau apa, aku mau tidar, mengganggu saja."


Setelah berbicara sendiri, ia penasaran dengan isi pesan itu lalu langsung mengambil ponselnya lagi. Intan langsung melihat nama di pesan itu, ternyata Yoga, lalu langsung membuka pesan itu


Intan, bukan aku tidak mau di bawakan bekal makan siang, aku hanya saja tidak enak, kalau selalu merepotkanmu


Setelah membaca pesan itu, Intan langsung tersenyum, lalu langsung loncat-loncat di atas ranjang, layaknya seperti anak kecil yang sedang bermain di atas ranjang sambil berkata


" Yes, yes, yes."


Intan berkali-kali mengucapkan kalimat itu sambil tersenyum. Setelah lelah Intan langsung duduk lagi di atas ranjang, ia tambah tersenyum, saat melihat bantal dan selimut berjatuhan karena loncat-loncat membuat semuanya berjatuhan, lalu intan berpikir, mungkin sekarang ia benar-benar menemukan cinta sejatinya, bahkan hanya mendapat pesan seperti itu saja, ia sangat senang luar biasa. Setelah lelah duduk. Intan memutuskan untuk masak, untuk membawakan bekel sarapan ke kantor Yoga, ia sudah tidak peduli lagi dengan pekerjaannya yang sebagai dokter, yang terpenting sekarang adalah bagaimana pun caranya harus bisa mendapatkan hati Yoga, bukan'kah ibu dan Kaka sepupunya harus melakukan kebaikan, sebelum keluar dari kamar Intan langsung membuka layar ponsel, lalu langsung mencari foto Yoga, setelah ketemu, Intan langsung mencium layar ponsel itu, sambil berkata


" I Love you Yoga."


Setelah mengucapkan kata itu Intan langsung menepuk jidatnya sendiri, menurut dirinya, sekarang sudah seperti orang gila, bahkan hanya sebuah foto saja ia cium, dan ia juga baru tau kalau cinta itu membuat bahagia, kecewa, sedih. Intan sekarang benar-benar merasakan seperti teman-temannya saat masih di Inggris, karena ia dulu hanya merasakan sedih dan kecewa saat mencintai Kaka sepupunya, tapi sekarang menjadi berbeda. Intan langsung meletakkan ponselnya, lalu ia langsung berjalan keluar dari kamarnya , hingga Intan sampai di meja makan yang hanya ada tentunya


" Pagi Tante."


" Pagi juga Intan."


Setelah menyapa tantenya, Intan langsung berjalan ke dapur. Mirna yang melihat Intan pergi ke dapur, ia langsung bertanya


" Mau kemana intan?"


Intan yang mendengar pertanyaan dari tantenya, lalu ia langsung menghentikan langkahnya, lalu langsung melihat ke arah tantenya


" Mau masak Tante."


" Memangnya mau masak apa Intan?, nanti biar bi Asih yang masakin."

__ADS_1


" Tidak perlu bi, aku mau masak untuk pujaan hatiku."


Mirna yang mendengar jawaban dari keponakannya, langsung tersenyum, ia tau siapa lagi kalau bukan Yoga


" Iya sudah."


Intan lalu langsung berlalu ke dapur, hingga ia sampai di dapur. Intan langsung menyiapkan bahan-bahan yang akan ia masak, setelah selesai menyiapkan bahan-bahan dan sudah di potong-potong, lalu langsung mulai memasak


...****************...


Di kediaman Herman


Yoga yang belum mendapatkan balasan pesan dari Intan, membuatnya kuatir, ia takut kalau Intan marah, lalu Yoga langsung merutuki kebodohannya


" Kenapa aku bertanya pada Intan, sudah jelas pasti Intan tidak akan pernah mencintaiku, seharusnya aku tidak berbicara seperti itu, agar Intan tetap selalu perhatian padaku." batin Yoga


Yoga terus saja memegangi ponselnya, ia berharap Intan membalas pesan itu, tapi ternyata hingga 1 jam, Intan bahkan masih belum membalas pesan itu, membuat Yoga tambah kecewa, lalu Yoga juga berpikir tentang Intan yang akhir-akhir ini sangat perhatian


" Kalau bukan cinta, lalu apa?, kenapa Intan perhatian padaku, kenapa dia mendadak menjadi Gadis pemalu dan selalu saja menatapku setiap bertemu, bukan'kah itu namanya cinta?, kalau terus saja seperti ini aku tidak akan pernah menemukan jawaban, apa aku utarakan lagi rasa cinta yang telah lama aku pendam, dan sudah lama juga aku mencoba untuk melupakannya, tapi tetap saja aku masih mencintainya, tapi bagaimana kalau Intan menolaku lagi, bukan'kah sangat tidak tau malu, kalau sudah berkali-kali di tolak, masih saja mengutarakan perasaan itu." batin Yoga


Yoga langsung melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 07.39 WIB


Yoga langsung mengambil tas kerjanya, lalu langsung buru-buru keluar dari kamarnya hingga sampai di ruang tamu. Herman yang sedang duduk di ruangan tamu, lalu melihat anaknya buru-buru, ia langsung bertanya


" Yoga tidak sarapan?"


" Tidak ayah, Yoga buru-buru."


" Baiklah, hati-hati."


" Iya ayah."


Yoga langsung melanjutkan langkah kakinya hingga ia sampai di garasi, lalu langsung masuk mobil, setelah itu langsung melajukan mobilnya. Setelah 30 menit Yoga sampai di Setiawan Grup. Yoga langsung memarkirkan mobilnya, lalu langsung turun dari mobil, lalu langsung masuk ke dalam kantor itu. Rita yang melihat pak Yoga, langsung menyapa


" Selamat pagi pak."

__ADS_1


Yoga tidak menjawab sapaan dari Rita, bukan karena ia sombong, tapi karena buru-buru dan pikiran yang tidak karuan membuatnya tidak mendengar sapaan dari Rita, lalu ia langsung masuk ke dalam life, hingga life itu berhenti


Ting...


Yoga langsung keluar dari life, lalu langsung berjalan menuju ruangannya, hingga sampai di ruangannya. Yoga langsung duduk di kursi meja kerjanya, lalu langsung membuka laporan yang harus ia periksa, hingga jam sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB. Yoga juga mulai lapar, tapi masih sangat sibuk dengan pekerjaannya. Tidak lama ada suara ketukan pintu


Tok-tok.


Yoga yang mendengar ketukan dari luar langsung menyuruhnya masuk


" Masuk."


Intan yang mendengar teriakan dari dalam, ia langsung melangkah kakinya masuk hingga sampai di depan Yoga, lalu langsung menyapa Yoga yang masih fokus dengan kerjaannya


" Haii."


Yoga yang mendengar suara tidak asing, langsung mengangkat kepalanya, lalu ia melihat Intan yang sedang tersenyum ceriah pada dirinya


" Apa aku mimpi, atau tidak, apa rasa laparku yang berlebihan hingga melihat sosok Intan, Yoga, pekerjaanmu sudah banyak, kenapa harus memikirkan Intan." batin Yoga


Yoga terus saja menatap intan, tanpa berkedip, tanpa menjawab ucapan Intan. Intan yang dapat tatapan aneh membuatnya sedikit bingung, ia takut mengganggu pekerjaan Yoga, lalu Intan langsung bertanya pada Yoga


" Yoga, apa aku mengganggu pekerjaanmu?"


Yoga yang mendengar pertanyaan dari Intan, lalu ia sadar dari tatapan matanya, dan ternyata juga benar, Gadis yang di hadapannya adalah Intan. Yoga langsung berdiri


" Tidak Intan."


Yoga langsung berjalan mendekati Intan hingga ia sampai di hadapan Intan


" Ayo duduk."


" Iya."


Intan dan Yoga lalu langsung duduk di sofa. Intan langsung meletakkan tas bag itu di meja. Yoga langsung memutuskan untuk minta maaf lagi karena belum mendapat jawaban dari Intan

__ADS_1


" Intan, aku minta maaf tentang ucapan aku."


" Aku tidak marah Yoga."


__ADS_2