
Ardi langsung berdiri lalu dirinya langsung memeluk istrinya sambil meneteskan air mata, dirinya benar-benar sedih, seharusnya dirinya bertanya dulu pada istrinya, tapi dirinya bersyukur karena Livino tadi telpon, mungkin jika Livino tidak telpon, keselah pahaman itu terus berlanjut, dan mungkin dirinya juga akan bertindak bodoh yaitu harus menyceraikan istrinya yang begitu mencintai dirinya. Lisa juga membalas pelukan suaminya, pelukan yang dirinya rindukan beberapa hari ini, kini dirinya merasakan kembali pelukan hangat dari suaminya hingga tidak terasa air mata dirinya menetes, air mata kebahagiaan yang dirinya dapatkan sekarang. Setelah beberapa menit Ardi dan Lisa melepaskan pelukannya, keduanya saling menatap mata. Ardi menghapus air mata istrinya
" Maafkan aku sayang, seharusnya aku bertanya dulu, maafkan aku sudah membuatmu menderita beberapa hari ini, aku memang pria bodoh yang hampir saja mengambil jalan yang salah, aku ingin kita saling terbuka satu sama lain agar kesalah pahaman itu tidak terulang kembali, sekali lagi tolong maafkan aku sayang."
Lisa langsung memegang tangan suaminya yang sedang menghapus air mata dirinya
" Kak, kita mulai dari awal, tidak perlu minta maaf, karena di sini yang salah kita berdua, aku yang membohongimu lebih awal, hingga membuat rumah tangga kita terus saja memiliki masalah."
Ardi langsung membawa istrinya duduk di atas ranjang
" Apa aku boleh menciummu?"
Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil menunduk. Ardi yang sudah mendapatkan persetujuan dari istrinya, lalu dirinya langsung mendekatkan wajahnya pada wajah istrinya hingga wajah mereka saling beradu, lalu dirinya langsung mencium istrinya dengan lembut. Lisa juga membalas ciuman suaminya, hingga ciuman itu berubah menjadi l*mutan. Lisa juga sangat menikmati permainan suaminya hingga dirinya mulai berkeringat. Ardi yang melihat istrinya berkeringat lalu dirinya langsung membuka dua kancing baju tidur istrinya. Ardi mencium bibir istrinya sambil membibing istrinya untuk rebahan, keduanya masih menikmati ciuman itu hingga Ardi turun ke leher lalu dirinya memberi beberapa tanda kepemilikan. Lisa yang menikmati permainan suaminya dirinya mulai mendesah pelan. Ardi yang desahan istrinya membuat dirinya tambah gairah. Lisa yang menikmati permainan suaminya hingga tidak sengaja tangannya menyenggol meja kecil yang ada di atas ranjang, dan membuat bubur itu tumpah. Ardi dan Lisa pun menghentikan aksinya setelah mendengar dentingan sendok mengenai mangkuk, keduanya melihat bubur yang tumpah lalu mereka hanya tersenyum, tanpa mengambil bubur itu
" Sayang, aku mau sekarang boleh?"
" Kak, aku sangat gerah, dan AC kita juga sudah full, aku mau mandi."
Ardi tidak menjawab lagi, dirinya langsung mengangkat tubuh istrinya masuk ke dalam kamar mandi masih sambil mel*mut bibir istrinya hingga dirinya sampai di dalam kamar mandi. Ardi langsung menurunkan istrinya
" Silahkan kau mandi dulu?"
" Iya, tapi Kaka kenapa di sini, aku malu."
" Bukan'kah semalam kau begitu liar dan mengajakku untuk malam pertama, tapi kenapa sekarang malu?"
Lisa menggaruk kepala yang tidak gatal, bagaimana mungkin dirinya serendah itu hingga mengajak suaminya untuk berhubungan badan, bahkan bibir suaminya juga bengkak oleh ulah dirinya membuat dirinya benar-benar sangat malu. Ardi langsung menyalakan shower untuk membasahi tubuhnya, lalu dirinya langsung menarik tangan istrinya hingga mereka berdiri di bawah guyuran air shower. Ardi langsung mencium bibir istrinya lagi. Lisa juga membalas cuman suaminya, rasa panas itu seketika hilang karena dirinya berciuman di bawah guyuran air shower membuat dirinya terbui lagi oleh cumbuan suaminya. Ardi menghentikan aksinya sebentar untuk bertanya pada istrinya
__ADS_1
" Sayang, apa sudah tidak panas?"
" Tidak kak."
Ardi langsung melepaskan baju tidur istrinya, hingga istrinya sekarang hanya memakai tangtop, lalu dirinya langsung mencium bibir istrinya lagi sambil meraba-raba di gumpalan gunung kembar istrinya. Lisa yang terbui hanya mendesah pelan. Sementara di meja makan Mirna mulai panik karena mendengar dari Intan kalau semalam Lisa pulang dengan keadaan mabuk membuat dirinya kuatir, lalu Mirna memutuskan untuk melihat menantunya, karena dirinya takut kalau anaknya sudah berangkat ke kantor, dirinya langsung berjalan menaiki tangga hingga sampai di depan kamar anaknya. Mirna langsung mengetuk pintu kamar anaknya
Tok...tok...
Tidak ada sahutan dari dalam, dirinya mengetuk pintu lagi lebih keras
Tok...tok...
Tetap tidak ada jawaban dari dalam. Mirna langsung membuka pintu dengan terburu-buru lalu dirinya langsung masuk hingga sampai di samping ranjang, dirinya melihat bubur yang berantakan di atas ranjang lalu mendengar suara air di dalam kamar mandi. Mirna langsung melihat arah kamar mandi yang masih terbuka, dirinya pikir menantunya sedang muntah, lalu langsung lari mendekati ke dalam kamar mandi hingga dirinya masuk ke dalam, tapi apa yang di dapati dirinya hanya mendapatkan anak dan menantunya yang sedang berciuman di bawah shower. Ardi dan Lisa juga terkejut saat melihat ibunya masuk keduanya menghentikan aksinya dan memanggil ibunya berbarengan
" Mamah."
" Maaf nak, mamah tidak bermaksud melihat adegan kalian, mamah pikir kau sudah ke kantor, lalu mamah pikir juga Lisa muntah jadi mamah panik dan langsung masuk karena melihat kamar mandi tidak di tutup, sudah lanjutkan sayang."
Mirna berbicara tanpa melihat anak dan menantunya karena dirinya benar-benar sangat malu dan ceroboh. lalu dirinya langsung melangkahkan kakinya cepat-cepat keluar dari kamar anaknya, setelah di luar dirinya mengelus dadanya sendiri
" Aish, kenpa kelakuan mereka itu aneh-aneh saja, berciuman di bawah shower, benar-benar sangat aneh, sudahlah yang penting aku akan segera mendapatkan cucu."
Mirna langsung menuruni tangga sambil tersenyum bahagia dan rasa malu. Bahagia karena melihat mereka akur lagi, malu karena dirinya masuk ke dalam kamar mandi sembarangan. Ardi dan Lisa masih saling menatap mata satu sama lain, di bawah guyuran air shower, senyuman keduanya tidak pudar
" Sayang, kenpa wajahmu merah?"
" Tentu saja aku sangat malu, kenpa Kaka tidak menutup pintu?"
__ADS_1
" Aku tidak tau, kalau kejadiannya akan seperti ini, dan aku juga tidak tau kalau mamah akan masuk ke kamar."
" Mungkin mamah kuatir kak, mamah pasti mendengar aku mabuk semalam."
" Kau, jangan lakukan itu lagi sayang, apa lagi tanpa ada orang terdekat di sekitarmu."
" Aku mengerti kak, aku tau kau sangat kuatir karena saat aku mabuk, aku begitu sangat liar."
" Bagus kalau mengerti, apa mau di lanjutkan lagi?"
" Tidak kak, aku masih terbayang wajah mamah membuat aku tidak bisa melanjutkan lagi."
" Baik, kau mandi saja, aku akan memanggil bibi untuk mengganti seprei, nanti malam kita lanjutkan ya sayang?"
Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala.Ardi langsung memakai handuk lalu dirinya langsung keluar dari kamar mandi, lalu dirinya langsung memakai baju, setelah selesai dirinya langsung menekan bel. Tidak lama BI Ira datang ke kamar
Tok...tok...
Ardi yang mendengar ketukan pintu langsung menjawab
"Masuk."
BI Ira yang mendengar sahutan dari kamar langsung membuka pintu kamar tuan mudanya lalu berjalan hingga sampai di depan tuan muda
" Pagi tuan muda."
" Pagi juga, BI tolong ganti seprei."
__ADS_1
" Baik tuan muda."