
Setelah mendengar perkataan Tantenya Intan sangat sedih, bukan karena hinaan dari Tantenya, tapi sedih pada ibunya yang memafkan dirinya begitu mudah setelah dirinya melontarkan kata-kata kasar, tapi ibunya begitu mudah memafkan dirinya, bahkan perkataan ibunya itu benar, dirinya memang anak haram dan dirinya tidak tau diri, tapi ibunya tidak melontarkan perkataan lain, dirinya benar-benar menyesal karena telah menghina ibunya yang sangat menyayangi dirinya dengan setulus hati, pedahal dirinya adalah anak dari wanita simpanan suami ibunya, tapi ibunya tidak memiliki rasa benci pada dirinya, lalu intan pun memutuskan minta maaf lagi pada Tantenya
" Tante, aku benar-benar minta maaf, aku tau aku salah dan sangat salah, tapi tolong maafkan aku."
" Intan, aku benar-benar tidak habis pikir ada manusia sepertimu!, mungkin karena kau mencintai Ardi jadi kau melakukan segala cara, tapi kau juga menghina ibu yang membesarkanmu dari bayi hingga sekarang! di mana letak hati nuranimu? Kau tau jika wanita lain mungkin kau sudah di buang, jangankan untuk mengurusmu melihatmu saja mungkin orang sangat jiji."
" Aku tahu Tante, aku memang anak yang tidak tau diri, tolong maafkan aku Tante."
" Baiklah, aku akan memaafkanmu karena ibumu saja memaafkanmu, tapi jangan pernah kau ulangi lagi untuk mengatakan kata-kata kasar pada ibumu, dan jangan pernah merusak rumah tangga orang lain, apa kau paham!"
" Paham Tante."
" Bangunlah, karena aku tidak sudi membangun'kanmu."
Intan hanya mengangguk lalu dirinya mendekati ibunya setelah sampai di depan ibunya dirinya berlutut lagi karena ibunya menyayangi dirinya sangat tulus, bahkan tadi dirinya memohon karena takut akan terjadi apa-apa pada dirinya nanti kalau di usir, tapi kini dirinya berlutut dengan tulus, setelah mendengar perkataan Tantenya yang mengatakan iblis, tapi ibunya bahkan tidak menghina sama sekali, semua yang ibunya katakan itu benar, membuat dirinya sadar akan kesalah dirinya dan sadar hanya ibunya yang menyayangi dirinya dengan tulus, lalu intan memegang kaki ibunya
" Mamah, aku benar-benar minta maaf. Aku memang anak durhaka dan tidak tau diri, kau membesarkan aku tanpa rasa benci, pedahal aku hanya anak dari wanita simpanan suami mamah, tapi mamah membesarkan aku dengan kasih sayang. Aku janji akan menjadi wanita baik-baik dan akan belajar menjadi anak yang mamah inginkan."
Mey pun membangunkan anaknya lalu dirinya langsung memeluk anaknya karena anaknya sekarang minta maaf pada dirinya dengan tulus. Mey tau kalau anaknya tadi minta maaf tidak begitu tulus, tapi sekarang anaknya minta maaf benar-benar tulus. Intan yang di peluk ibunya dirinya menangis hingga tersedu-sedu karena dirinya sangat bodoh telah menghina ibunya yang tidak pernah membenci dirinya sekalipun
__ADS_1
" Mamah, aku benar-benar minta maaf."
Mey hanya menjawab dengan anggukan kepala masih sambil memeluk anaknya, dirinya berharap setelah kejadian ini, anaknya benar-benar berubah. Setelah beberapa menit Mey melepaskan pelukannya, lalu menghapus air mata anaknya sambil berkata
" Jangan menangis lagi."
" Mamah, kenapa kau masih memafkan aku?, setelah aku mengatakan kata-kata kasar dan menghina mamah, tapi kenapa mamah dengan mudah memafkan aku tanpa sedikitpun rasa benci di hatimu?"
" Sayang, semua orang pasti memiliki kesalahan, tapi semua orang pasti bisa berubah dan menyadari kesalahannya. Mamah tidak bisa marah karena mamah percaya, orang yang melakukan kebaikan pasti akan mendapatkan kebahagiaan."
" Kebaikan? bukan'kah ibuku dulu telah mengkhianati mamah orang yang sudah mengasih pekerjan pada ibuku, tapi ibuku dengan tega mengkhianati mamah, bukan'kah itu kebaikan di balas dengan kejahatan yaitu di balas dengan kesedihan?"
" Sayang, bukan itu maksud mamah, tapi lihatlah kehidupan mamah sekarang walaupun mamah tidak bisa memiliki anak, tapi suami mamah menerima mamah apa adanya, menyayangi mamah sepenuhnya, mengasih kebebasan, dan apa pun yang mamah lakukan tidak pernah melarang, bahkan kau tau bukan? suami mamah tidak pernah memarahi mamah, itu adalah kehidupan yang bahagia, apa lagi sudah memilikimu, bagi mamah itu adalah kebahagiaan, dan masa lalu yang telah membuat mamah terluka sudah hilang semenjak mamah mengenal dia, bukan'kah orang baik itu pasti bahagia, walaupun harus mengalami cobaan yang berat, tapi Tuhan mengasih mamah kebahagiaan yang tidak pernah ada habisnya semenjak mamah menikah lagi."
" Tau, tapi mengerti tidak?"
" Mengerti apa mah?"
" Ayo duduk."
__ADS_1
" Iya mah."
Mey dan Intan pun mendekati sofa lalu mereka duduk di samping Mirna. Mirna juga tersenyum melihat pembicaraan mereka yang menggunakan nada lirih. Mey dan Intan menyampingkan badannya, lalu mereka saling menatap mata
" Sayang, dengarkan cerita sekaligus nasehat mamah."
" Iya mah."
" Sayang, mamah dulu menganggap ibumu sebagai teman baik mamah, lalu mamah mengenalkan ibumu pada mas Herman karena ibumu sedang membutuhkan pekerjaan, awalnya 5 bulan itu terlihat baik-baik saja, hingga mamah menemukan kebenaran kalau ibumu selingkuh dengan mas Herman, itu pun bukan dari mulut mereka, tapi dari mulut Eythi. Eythi adalah sekertaris di kantor mas Herman, dia menceritakan semuanya karena Eythi tidak ingin mamah sakit hati, tapi kebenaran itu sudah terlambat, ibumu sudah hamil, bahkan kehamilan ibumu hanya berbeda 2 minggu dengan mamah. Mamah akhirnya terpuruk hingga kandungan mamah keguguran, tapi saat itu mamah sakit dan stress hingga mamah sering datang untuk berobat, itu awal mamah mengenal Rangga. Rangga bukan hanya seorang dokter, tapi dia juga tempat untuk mengungkapkan setiap kata yang ada dalam hati mamah. Rangga membuat mamah tegar karena setiap kata yang mamah ucapkan, setiap kata juga Rangga jelaskan, hingga mamah mencoba untuk bangkit kembali, lalu memutuskan melamar kerja menjadi seorang model di perusahaan XI, karena sebelum menikah dengan mas Herman mamah adalah seorang model."
" Lalu setelah itu bagaimana mah?"
" Ternyata pemilik perusahaan itu adalah Rangga, akhirnya kita semakin dekat, walaupun rasa cinta mamah saat itu masih mencintai mas Herman, hingga suatu hari mas Herman kecelakaan lalu meninggal dunia, lalu setelah 5 bulan kemudian ibumu juga meninggal dunia saat melahirkanmu, tapi saat itu keluarga mas Herman juga tidak menginginkanmu karena kau hanya anak dari wanita simpanan jadi menurut mereka tidak pantas untuk di rawat, lalu Rangga menyuruh mamah untuk merawatmu. Rangga juga bilang selama kau tidak tau masalalu ibumu, mungkin tidak akan mengikuti jejak ibumu."
Intan memegang kedua tangan ibunya sambil meneteskan air mata karena betapa menyedihkannya dirinya tidak di inginkan oleh orang lain, tapi ibunya bahkan merawat dan membesarkan dirinya dengan penuh kasih sayang
" Mamah, maafkan semua kesalahanku, aku memang anak yang tidak berguna."
" Tidak apa-apa sayang, mamah harap kau mencintai orang yang belum beristri, jangan pernah mencoba untuk merusak hubungan orang lain, karena orang baik akan berakhir dengan bahagia."
__ADS_1
" Iya mah, semua yang mamah ceritakan adalah pelajaran buat aku di masa depan."
Intan mengerti maksud cerita masa lalu ibunya yaitu menyuruh dirinya menjadi orang baik seperti ibunya yang sekarang bahagia dengan suami barunya membuat dirinya juga ingin seperti ibunya dan berusaha akan menjadi lebih baik