
Ardian masih diam, ia bingung mau berbicara apa lagi dengan menantunya, kalau sampai menantunya pulang dengan keadaan menangis, lalu menceritakan semua pada kedua orang tuanya, bisa jadi masalah ini semakin besar, dan bisa jadi rumah tangga mereka berantakan, apa lagi di sini yang salah adalah istrinya, istrinya yang tidak melihat ponselnya terlebih dahulu, tapi sudah mengatakan menantunya yang tidak, tidak. Lisa melihat ke arah suaminya sesaat, ia berpikir dengan pikiran bingung, haruskah ia pulang, atau tetap di sini. Jika tidak pulang hatinya sudah sangat sakit. Jika pulang, ia tau, ibunya akan sangat marah dengan keluarga suaminya, lalu ia langsung memejamkan mata sesaat, ia berpikir dengan keyakinannya, dan akhirnya ia memutuskan untuk pulang, untuk apa tinggal dengan pria yang tidak bisa memberikan kepercayaan, jelas-jelas ia sudah mengorbankan kehidupannya, dari masa pacaran ia harus putus, hingga membuat ia menangis setiap hari, dan sekarang ia sudah memafkannya begitu mudah, untuk membuka lembaran baru, ia belajar menjadi istri yang baik, hingga mengubur dalam-dalam impiannya sebagai dokter, hanya untuk suaminya, tapi pada akhirnya, suaminya tidak melihat cinta yang ia berikan selama ini, pengobatan yang sangat banyak itu menjadi sia-sia. Setelah berpikir Lisa langsung berpamitan pada ayah mertuanya
" Ayah, Lisa harus pulang, Lisa tidak bisa lagi tinggal di sini, dan jika mamah Lisa menyuruh untuk kita bercerai, itu mungkin yang terbaik untuk kita, Lisa minta maaf yang sebesar-besarnya, tidak bisa menjadi menantu yang ayah inginkan, terimakasih, selama ini ayah sudah menganggap Lisa sebagai anak ayah sendiri, dan sekarang keputusan Lisa sudah bulat, Lisa tidak peduli lagi apa yang akan terjadi nanti setelah mamah Lisa mengetahuinya, kalau begitu Lisa pamit dulu."
Ardian langsung memegang tangan menantunya, ia mencoba berusaha lagi untuk membujuknya lagi
" Nak, ini adalah urusan rumah tanggamu, harusnya kau tidak mengatakan itu pada kedua orang tuanmu, masalah rumah tangga, tidak boleh ada orang lain yang ikut campur, kau dan Ardi harus bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik."
Lisa yang mendengar ucapan ayah mertuanya, ia langsung tersenyum sinis pada ayah mertuanya, lalu ia langsung menjawab ucapan dari ayah mertuanya
" Lalu menurut ayah, apa mamah tidak ikut campur dengan rumah tangga Lisa?, dengan mengatakan hal itu?, atau mamah menganggap Lisa seperti wanita rendahan? sampai mengatakan hal itu, tapi satu yang membuat Lisa kecewa, kalian tidak pernah bisa memahami sikap Lisa, dan itu yang membuat Lisa kecewa. Lisa dan mamah sudah kenal sebelum kenal dengan kak Ardi, tapi mamah tetap tidak bisa mengerti dengan sikap Lisa, dan paling Lisa sesali adalah memberikan kesempatan kedua untuk orang yang sudah membuat hati Lisa hancur untuk bertahun-tahun, Lisa begitu mudah memafkan begitu saja, tapi pada akhirnya kak Ardi tidak memberikan kepercayaan sama sekali terhadap Lisa, apa kalian menganggap Lisa terlalu jahat?, hingga kepercayaan saja tidak bisa Lisa dapatkan?, sudahlah, Lisa tidak ingin masalah ini terus menjadi panjang, yang memulai masalah ini adalah mamah mertuaku, jadi yang menyelesaikan masalah ini biar mamah Lisa, biar sama-sama impas ayah."
Ardian yang mendengar jawaban dari menantunya, ia hanya menghela nafas berat, ia tidak bisa lagi berbicara apa-apa pada menantunya. Intan langsung mendekati Lisa, ia langsung minta maaf pada Lisa
__ADS_1
" Lisa, aku minta maaf, aku tadi tidak membawa ponselku, seandainya aku membawa ponselku, kau tidak akan mendapatkan masalah."
Lisa yang mendengar permintaan maaf dari Intan, ia langsung tersenyum pada Intan, lalu ia langsung menjawab permintaan maaf itu
" Tidak apa-apa Intan, aku bersyukur, karena kejadian ini, akhirnya aku bisa tau sikap mereka, yang sama sekali tidak memberikan kepercayaan. Jujur, kepercayaan adalah hal yang paling berharga dalam hidupku, jadi, jika aku tidak bisa mendapatkan kepercayaan, untuk apa aku harus bertahan seperti wanita yang tidak memiliki harga diri."
" Lisa, kau sedang hamil, kalau sampai ibumu menyuruhmu untuk bercerai setelah melahirkan anakmu bagaimana?, kalian berdua sudah banyak mendapatkan masalah, apa kau tidak mengingat, keduanya berjuang untuk keutuhan rumah tangga?, tapi pada akhirnya, kalian berakhir begitu saja."
Intan yang mendengar jawaban dari Lisa, ia tidak bisa berbicara lagi, ia sangat bingung, ia harus mengatakan apa lagi, apa lagi ia tau Lisa adalah wanita yang memiliki sikap keras kepala. Jika keinginannya sudah seperti itu, iya harus seperti itu. Ardi langsung mendekati istrinya, ia langsung minta maaf lagi pada istrinya
" Sayang, aku sangat percaya, tolong jangan seperti ini, aku tidak ingin sampai mamah menyuruh kita untuk bercerai, aku akan melakukan apa pun yang kau inginkan, tapi tolong jangan pulang."
" Keinginanku sudah bulat, aku tidak bisa lagi untuk mempertahankannya. Jika mamah menyuruhku seperti itu, maka aku akan lakukan itu, aku juga minta maaf, mungkin aku tidak bisa menjadi istri yang baik untukmu, tapi aku sudah berusaha sebisaku kak Ardi. Jika di dalam rumah tangga tidak bisa memiliki kepercayaan, untuk apa di pertahankan?"
__ADS_1
" Sayang, sudah aku katakan aku sangat percaya padaku, aku mohon, tolong maafkan aku, beri aku kesempatan untuk menjadi suamimu yang lebih baik lagi."
" Aku minta maaf kak, aku tidak bisa memberikan kesempatan kedua untuk pria sepertimu, sekarang lebih baik kita pisah rumah dulu untuk sementara. Jika nanti mamah mengatakan apa pun padaku, aku akan menghubungimu."
Setelah mendengarkan jawaban dari istrinya, ia langsung menarik istrinya dalam pelukannya, ia sangat takut kalau orang tua istrinya marah, dan menyuruh ia untuk menceraikan istrinya. Lisa yang di peluk, ia mencoba untuk melepaskan pelukannya, tapi ia tidak bisa melepaskan pelukan suaminya yang sangat erat. Ardi terus memeluk istrinya sambil meneteskan air mata, ia menyesali ucapannya, tapi sayang, penyesalan itu sudah terlambat, istrinya sudah sangat marah, ia sudah tidak bisa membujuk istrinya lagi. Lisa langsung meminta suaminya, untuk melepaskan pelukannya
" Kak, tolong lepaskan pelukanmu, aku akan pulang, sebelum larut malam."
" Tidak, aku tidak ingin berpisah darimu lagi, aku mohon, tolong maafkan aku, tolong jangan membuat masalah ini semakin panjang, kau boleh memarahiku, memukulku, atau apapun itu, yang jelas, aku tidak ingin berpisah denganmu."
" Kau bukan memohon padaku, tapi memohonlah pada kedua orang tuaku nanti, masalah ini di mulai oleh mamahmu, dan biarkan mamahku yang menentukannya, aku tidak ingin menentukan hal itu."
Setelah mendengar jawaban dari istrinya, tubuh Ardi mulai gemetar, ia takut kehilangan wanita yang ia sayangi, apa lagi istrinya tetap memaksa ingin pulang, ia takut kedua orang tua istrinya marah, bagaimana pun juga istrinya adalah anak satu-satunya, kalau sampai melukai hati putrinya, mereka pasti langsung ikut campur, apa lagi masalah ini di mulai oleh ibunya, ibunya yang tidak percaya dengan ucapan Lisa, walaupun Lisa sudah menjelaskan semuanya, dan membuat masalah ini melebar kemana-mana
__ADS_1