
Setelah menyelimuti suaminya, Lisa langsung melihat ke arah Yoga dengan tatapan bertanya-tanya. Yoga tau kalau Lisa sedang bingung, lalu Yoga memutuskan mengajak Lisa keluar untuk membicarakan tentang sahabatnya
" Lisa boleh kita ngobrol di luar?"
" Boleh Yoga."
Yoga dan Lisa langsung keluar dari kamar lalu mereka menuruni tangga hingga mereka sampai di ruang tamu. Yoga dan Lisa duduk di sofa saling bertatap mata. Yoga memutuskan untuk berbicara lebih dulu
" Lisa, apa kau sangat mencintai Ardi?"
" Iya Yoga, ada apa sebenarnya sama kak Ardi?, kenapa sudah 2 hari ini mabuk? Kak Ardi bukan pria pemabuk, apa kak Ardi terlalu lelah di kantor?"
Yoga yang melihat Lisa kuatir dan banyak melontar pertanyaan membuat dirinya merasa kasihan, yang awalnya dirinya kesal karena tidak pernah cerita tentang Livino pada suaminya, tapi setelah melihat raut wajah Lisa yang kuatir membuat dirinya merasa kasihan, dirinya juga berpikir memang yang salah bukan Lisa, tapi Ardi yang menghapus pesan itu tanpa bertanya lagi, lalu dirinya memutuskan untuk bertanya pada Lisa tentang Livino. Namen dirinya tidak menanyakan langsung pada intinya, karena takut Lisa curiga
" Lisa, apa kau mencintai pria lain selain Ardi?"
Lisa tidak menjawab pertanyaan dari Yoga. Namen dirinya sedikit bingung dengan pertanyaan Yoga, karena dirinya bahkan hanya di rumah, bagaimana mungkin mencintai pria lain. Yoga yang melihat kebingungan Lisa, lalu dirinya bertanya lagi
" Apa kau mencintai pria lain selain ardi?"
" Tidak Yoga, aku benar-benar mencintai kak Ardi, kenapa kau bertanya seperti itu?"
" Apa kau memiliki pria yang kau sayangi selain Ardi?"
" Yoga, kenapa berbelit-belit, aku nanya tentang kak Ardi, kenapa aku yang terus kau tanyakan?"
" Lisa, bisa'kah kau ceritakan selain hubungan dengan Ardi apa kau pernah menjalin hubungan bersama pria lain?"
__ADS_1
" Tidak, kak Ardi adalah kekasih pertamaku."
Kini Yoga yang di buat bingung dengan jawaban Lisa karena mendengar kalau Ardi adalah kekasih pertamanya, lalu hubungan dengan Livino itu sebagai apa?, dirinya juga tau kedekatan Lisa dengan Livino, bahkan yang mengirim foto Lisa dan Livino juga dirinya dulu saat 5 tahun yang lalu, membuat Yoga berpikir yang salah itu dirinya, kenapa dirinya dulu tidak mencari informasi tentang Lisa dengan teliti, membuat kesalah pahaman itu terus berlanjut, dan kenapa Lisa juga mengatakan pada Ardi, kalau Livino adalah kekasih kecilnya membuat dirinya tambah bingung. Lisa yang melihat Yoga bingung lalu dirinya langsung bertanya pada Yoga
" Yoga, kenapa kau bingung seperti itu?"
" Lisa, apa kau benar-benar belum pernah memiliki kekasih sebelumnya?"
" Belum Yoga, kak Ardi adalah kekasih pertamaku, setelah putus dengan kak Ardi, aku juga tidak memiliki kekasih lagi."
Yoga setelah mendengar jawaban dari Lisa membuat dirinya semakin bersalah, dirinya menatap mata Lisa dengan tatapan menyesal
" Tuhan, kesalah pahaman itu di mulai dari aku, bagaimana mungkin aku membuat kesalahan yang sangat besar, sudah aku duga Lisa bukan orang yang selalu mudah untuk jatuh hati, namun kenapa aku mengirim foto itu, walaupun aku bilang tidak tau hubungan mereka sebagai apa yang jelas mereka sangat dekat, memang ucapanku saat itu tidak salah, tapi seharusnya aku mencari informasi yang sangat teliti, tapi melihat dari cara Lisa memeluk Livino itu menujukan sebagai seorang kekasih, karena keduanya tidak ada jarak, apa lagi Lisa adalah wanita yang tidak suka di sentuh oleh seorang pria, lalu ada hubungan apa Lisa dengan Livino? dan kenapa Lisa mengatakan pada Ardi kalau Livino kekasih kecilnya." Batin Yoga
Lisa yang melihat Yoga hanya menatap mata dirinya, tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulut Yoga, setelah dirinya menjelaskan membuat dirinya semakin bingung, karena dirinya ingin tau tentang suaminya, namen yang dirinya dapat hanya pertanyaan-pertanyaan konyol dari mulut Yoga, lalu dirinya memutuskan untuk bertanya pada Yoga
Yoga yang mendengar pertanyaan Lisa, dirinya langsung menunduk lalu langsung menatap mata Lisa lagi, lalu dirinya memutuskan untuk bertanya karena masih penasaran tentang kedekatan Lisa dengan Livino
" Tidak ada, Lisa, boleh aku bertanya?"
" Tentu saja."
" Apa kau pernah menyukai pria lain selain Ardi?"
Lagi-lagi Lisa di buat bingung oleh pertanyaan Yoga, kenapa selalu dirinya yang di pertanyaan
" Yoga, apa maksudmu?"
__ADS_1
" Apa kau pernah mencintai pria lain selain Ardi?, Lisa tolong jujur padaku."
" Iya, aku memang pernah mencintai pria lain selain kak Ardi, tapi itu dulu sebelum aku mengenal kak Ardi, aku dan dia memang belum pernah menjalin hubungan seperti seorang kekasih, namen jujur aku hanya pernah mencintainya, ada apa Yoga?"
" Tidak."
Sekarang Yoga bisa menyimpulkan dari jawaban Lisa, mungkin Lisa pernah menyukai Livino, namen mereka belum pernah menjalin hubungan, tapi tetap saja dirinya belum menemukan jawaban kenapa Lisa tidak bersama pria sebelumnya, bukan'kah Lisa mencintai pria itu dan kalau di lihat, Livino juga sangat perhatian dengan Lisa, membuat Yoga menjadi semakin bingung. Yoga ingin menanyakan secara langsung tentang Livino, tapi mengingat perkataan Ardi yang langsung menghapus pesan dari Livino tanpa bertanya membuat dirinya mengurungkan niatnya, dirinya takut nanti Lisa marah karena Ardi telah menghapus pesan dari Livino tanpa bertanya dulu. Lisa masih menatap mata Yoga dengan tatapan bingung, lalu dirinya bertanya lagi
" Yoga, tolong katakan apa yang terjadi dengan kak Ardi akhir-akhir ini, aku benar-benar takut, takut kak Ardi kenapa-napa karena selalu banyak pikiran. Yoga, aku minta kau jelaskan tentang kak Ardi."
" Lisa, jika kau mencintai Ardi maka buktikan pada Ardi kalau kau sungguh-sungguh mencintai Ardi, aku tidak bisa cerita, namen hanya itu satu-satunya saran dariku."
Lisa langsung mendekati Yoga, hingga dirinya sampai di depan Yoga, dirinya langsung duduk di lantai lalu memegang tangan Yoga dengan kedua tangannya
" Yoga, tolong katakan apa yang terjadi sama kak Ardi, aku tidak ingin kak Ardi bersikap dingin, aku tau mungkin sekarang aku seperti wanita bodoh menurutmu, tapi aku sangat mencintainya, aku tidak ingin dia menjauhiku, dan hatiku sangat sakit saat melihat kak Ardi tidak lagi peduli padaku."
Lisa memohon pada Yoga sambil meneteskan air mata. Yoga yang melihat Lisa menangis dirinya langsung membangunkan Lisa, lalu menyuruhnya duduk di sampingnya, dirinya memang tidak menyangka kalau Lisa akan memohon hanya untuk Ardi, dan sekarang dirinya percaya kalau Lisa benar-benar mencintai Ardi, tapi dirinya masih bingung harus menjelaskan apa pada Lisa, lalu Yoga memutuskan untuk mengalihkan pembicaraa
" Lisa, sekarang sudah malam, aku harus pulang, yang jelas kau harus buktikan kalau kau mencintai Ardi, kau harus bersikap dewasa, jangan menangis, kau harus percaya Kalau semuanya akan baik-baik saja."
" Baiklah, terimakasih atas sarannya, mungkin aku wanita bodoh menurutmu, tapi aku sungguh-sungguh mencintai kak Ardi."
" Lisa, aku percaya bahwa kau sangat mencintainya, dan menyayangi."
" Iya, terimakasih Yoga."
" Sama-sama Lisa."
__ADS_1