
Jarak antara rumah ibu mertuanya dan jarak ke rumah Ria hanya 42 menit, tapi bagi Ardi perjalanan itu sangat lama, ia ingin sekali cepat bertemu istrinya, tapi hingga sekarang ia masih belum sampai di rumah Ria, ia langsung melihat ponselnya, lalu langsung menatap foto istrinya, dengan tatapan sedih
" Sayang, aku minta maaf, tidak seharusnya mengatakan hal itu." batin Ardi
Setelah menatap foto istrinya, Ardi langsung memasukkan lagi ponselnya dalam saku. Setelah menempuh perjalanan cukup lumayan lama, Ardi sampai di rumah Ria, ia langsung turun dari mobil, lalu langsung menekan bel rumahnya
ting-tong
Seorang pelayan membukakan pintu rumah itu, lalu ia langsung bertanya pada Ardi
" Tuan muda, mencari siapa?"
" Saya mencari nona Ria, apa nona Ria ada?"
" Tidak ada tuan muda."
" Kemana bi?, bukan'kah ini alamat rumah nona Ria?"
" Iya tuan muda, ini memang benar alamat nona Ria, tapi nona Ria sudah keluar dari rumah ini sekitar 1 bulan yang lalu."
" Kenapa bi?, dan kemana?"
" Semenjak kedua orang tuanya bercerai, nona Ria memilih tinggal sendiri, dan saya juga tidak tau, di mana nona Ria tinggal."
" Apa bibi memiliki nomor kontak nona Ria?"
" Nona Ria sudah mengganti nomer ponselnya, semenjak keluar dari rumah ini."
" Baiklah BI, terimakasih."
" sama-sama tuan muda."
Ardi langsung berjalan lagi hingga ia sampai di mobil, ia langsung masuk ke dalam mobil, dengan wajah yang sangat prustassi. Pak supir itu langsung bertanya pada tuan mudanya
" Tuan muda, kita mau kemana lagi?"
" Saya tidak tau, harus mencari istri saya kemana."
Ardi langsung meremas kasar rambutnya sendiri, ia sangat menyesal. Jika saja ia tetap melarang istrinya, mungkin istrinya itu tidak akan menghilang. Ardi langsung menyuruh supir itu untuk menelusuri jalan ke arah rumahnya
" Pak, kita telusuri ke arah jalan pulang saja."
__ADS_1
" Baik tuan muda."
Pak supir itu langsung melajukukan mobilnya, ia sambil sesekali menengok ke arah sisi jalan, termasuk Ardi yang melakukan hal yang sama, ia menengok ke arah kanan dan kiri, tapi tetap saja tidak menemukan istrinya, hingga ia masuk lagi ke dalam komplek perumahan. Pak supir itu langsung bertanya pada tuan mudanya
" Tuan muda, apa kita pulang?"
" Iya, kita pulang dulu, saya akan melihat cctv di luar rumah."
" Baik tuan muda."
Pak supir itu langsung melajukukan mobilnya, hingga mereka sampai di pekarangan rumah. Ardi langsung buru-buru turun dari mobil, lalu ia langsung masuk ke dalam rumahnya. Mirna yang melihat putranya kembali, ia langsung mendekati putranya, hingga ia sampai di depan putranya, lalu, ia langsung bertanya pada putranya
" Sayang, Lisa mana?, apa dia tidak ingin kembali ke rumah ini?"
" Lisa tidak ada di rumah mamah mertua Ardi, ini Ardi akan mengecek cctv terlebih dahulu, agar mengetahui keberadaan Lisa."
" Baik sayang."
Ardi langsung berjalan ke arah ruangan cctv. Mirna hanya menatap punggung putranya yang pergi ke ruangan cctv sambil merutuki kebodohannya
" Seandainya saja aku tidak mengatakan hal itu, semuanya tidak akan menjadi seperti ini, di mana kau Lisa, apa kau baik-baik saja nak, maafkan mamah yang tidak percaya dengan ucapanmu, seharusnya mamah percaya dengan ucapanmu, semuanya tidak akan seperti ini."
Intan yang mendengar ucapan Tantenya dengan lirih, ia langsung memeluk tantenya sambil berbicara
Intan langsung melepaskan pelukannya, lalu langsung menyuruh tantenya untuk duduk
" Tante, duduk dulu."
Mirna langsung duduk. Intan langsung menyuruh suaminya untuk ke ruangan cctv
" Suamiku, coba kau bantu kak Ardi, Lisa tidak ada di rumah orang tuanya."
" Iya sayang."
Yoga langsung berjalan ke ruang cctv, hingga ia sampai di ruang cctv, ia melihat Ardi yang masih mengecek rekaman cctv itu. Ardi terus mencari terakhir kali istrinya pergi, hingga ia menemukan rekaman cctv itu, ia melihat istrinya yang berjalan ke pintu gerbang jalan belakang
" Akhirnya, aku menemukannya."
Yoga yang dari tadi di belakang Ardi, ia langsung membuka pembicaraan
" Ardi, aku akan ikut mencari Lisa, kau tetap dengan supir, dan aku akan sendiri."
__ADS_1
" Tidak perlu Yoga, aku akan mencarinya dengan melihat di setiap cctv jalan, agar aku cepat menemukan Lisa, baiklah aku pergi dulu, kau di rumah saja, temani mamah, kasihan mamah yang terus saja kuatir pada Lisa."
" Baiklah, kalau itu keinginanmu."
Ardi langsung keluar dari ruangan itu, lalu ia langsung keluar dari rumah itu dengan supir, lewat pintu gerbang belakang hingga ia sampai di pintu gerbang belakang. Ardi langsung turun dari mobil, ia langsung mendekati pak satpam yang berjaga di situ, hingga ia sampai, lalu langsung bertanya pada pak satpam
" Permisi pak, saya ingin melihat rekaman cctv sekitar jam 7 malam."
" Baik tuan muda."
Pak satpam itu langsung mencari rekaman cctv jam 7 malam hingga akhirnya, ia menemukan istri dari tuan Ardi yang berbicara dengan seorang wanita lalu pergi. Pak satpam itu langsung menujukan pada tuan Ardi
" Tuan muda, apa rekaman cctv ini?"
" Iya itu."
Ardi langsung melihat cctv itu, setelah itu ia langsung berpamitan pada pak satpam
" Pak terimakasih, kalau begitu saya permisi dulu."
" Iya sama-sama tuan muda."
Ardi langsung masuk ke dalam mobil, lalu ia langsung meminta pak supir untuk ke jalan yang ia lihat di rekaman cctv tadi
" Pak, kita ke jalan kencana."
" Baik tuan muda."
Pak supir itu langsung melajukukan mobilnya, ke arah jalan kencana. Ardi yang mengetahui istrinya bersama Ria, ia semakin kuatir, ia tau, Ria adalah sahabat yang tidak bisa melihat sahabatnya sedih, ia takut Ria menghasut istrinya, dan membuat istrinya tambahan benci pada ia, kalau sampai itu terjadi, masalah yang awalnya sepele itu menjadi lebih besar, bahkan sekarang ia juga mendapatkan toleransi dari ayah mertuanya, yang menurutnya itu tidak masuk akal, ia dan istrinya bukan menjalin hubungan sebagai kekasih, tapi ia dan istrinya menjalin hubungan sebagai suami istri. Namen kesanya mereka berdua seperti sedang menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih, karena ibu ia juga ikut campur, dan ibu istrinya juga ikut campur, banyak pihak yang harus ikut campur dalam rumah tangganya, bahkan sekarang juga sahabat istrinya pasti ikut campur lagi dalam masalah ini. Mereka sampai di jalan kencana. Ardi langsung turun mendekati pak satpam daerah situ, lalu ia langsung meminta untuk melihat cctv jalan situ
" Permisi pak, saya ingin melihat cctv sekitar jam setengah 8 malam dengan plat mobil nomor B. 383."
" Baik tuan muda."
Pak satpam itu langsung melihat cctv, ia langsung mencari keberadaan yang di minta Ardi, lalu ia pun menemukanya
" Tuan muda, mobil ini milik nona Ria, dia adalah warga baru di jalan kencana X A5/2."
" Baik pak, terimakasih banyak."
" Sama-sama tuan muda."
__ADS_1
Ardi langsung masuk mobil lagi, lalu ia langsung meminta supirnya untuk ke arah jalan yang di bilang pak satpam tadi