
Intan masih saja berpikir tentang suaminya, yang menurutnya sangat bodoh, bahkan malam pertama yang ia damba-dambakan, gagal begitu saja, entah apa yang ada dalam pikiran suaminya itu, ia juga tidak tau, hanya saja ia kesal dengan kebodohan suaminya. Yoga masih terus memandangi wajah istrinya, entah kenapa istrinya seperti sedang memikirkan sesuatu, tapi ia tidak tau apa yang ada di dalam pikiran istrinya, ia hanya berpikir, mungkin istrinya masih belum terbiasa tidur bersama seorang pria, hanya itu yang ada di dalam pikiran ia, lalu ia langsung bertanya pada istrinya
" Sayang, kau sedang memikirkan apa?"
Intan yang mendapat pertanyaan suaminya, ia semakin kesal, ingin sekali ia langsung mengatakan ingin malam pertama sekarang, tapi ia tidak bisa mengatakan itu, ia hanya bisa mengatakan itu di dalam hatinya, lalu ia langsung menjawab pertanyaan suaminya dengan berbohong, kalau ia tidak terbiasa tidur dengan lampu menyala, pedahal ia kalau tidur lampu selalu menyala, karena ia tidak bisa tidur saat gelap, tapi sekarang ada suaminya, ia memutuskan untuk berbohong
" Aku tidak terbiasa tidur dengan lampu menyala suamiku."
" Berarti kita sama sayang."
Yoga langsung mematikan lampu itu. Intan yang mendengar jawaban suaminya, ia lagi-lagi di buat kesal setiap mendengar jawaban suaminya, lalu ia pun berpikir tentang suaminya
" Andai saja aku tidak cinta, sudah aku tampar habis-habisan, kenapa Yoga sekarang seperti pria bodoh, membuat aku emosi, kalau seperti ini terus, aku tidak akan bisa tidur, karena otakku di penuhi ingin malam pertama, dan kesal." batin Intan
Intan langsung membalikkan tubuhnya, ia membelakangi suaminya sambil memeluk guling, lalu mencoba memejamkan mata, agar pikirannya tidak di penuhi oleh hal mesum. Yoga hanya menatap istrinya dalam kegelapan, lalu ia langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang, setelah itu ia langsung berbicara
" Sayang, kenapa memeluk guling?, aku ko di cuekin?"
Intan tidak menjawab pertanyaan suaminya, ia langsung membalikkan tubuhnya lagi, lalu ia langsung memeluk suaminya. Setelah sekitar 1 jam, Intan pun terlelap.Yoga hanya memandang wajah istrinya di dalam kegelapan sambil tersenyum, lalu langsung mencium pucuk kepala istrinya, setelah itu ia juga memutuskan untuk tidur. Pagi hari Yoga sudah bangun lebih dulu, ia memang sudah terbiasa bangun pagi, ia masih memandangi wajah istrinya yang tertidur pulas dengan menggulung tubuhnya dengan selimut
" Apa dia kalau tidur selalu seperti ini?" batin Yoga
Yoga lalu melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 06.02 WIB, ia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, ia langsung berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah sekitar 20 menit ia selesai mandi, ia keluar dengan baju kemeja putih polos, lu langsung mendekati ranjang lagi, hingga ia sampai di dekat ranjang, ia langsung duduk sambil memandangi wajah istrinya. Tidak lama Intan pun bangun, ia perlahan membuka mata, ia menatap wajah suaminya yang tersenyum tipis padanya, tapi ia lupa kalau pria yang sedang duduk di atas ranjang adalah suaminya
" Pria tampan yang nyasar dari mana?, kenapa ada di kamarku?"
__ADS_1
Setelah mengetakan itu, Intan langsung melihat sekeliling kamarnya, ia terkejut dengan kamar yang semuanya di hias dengan warna putih, ia langsung duduk, sambil bertanya pada diri sendiri
" Aku ada di mana, apa aku salah masuk kamar?"
Sontak ucapan itu membuat Yoga tersenyum lebar, ia tidak menyangka kalau akan melihat adegan seperti itu, lalu ia pun langsung menyapa istrinya
" Pagi sayang, apa nyenyak tidurmu semalam?"
Intan yang di sapa dengan kata sayang, seketika ia ingat kalau pria yang sedang memandangi wajahnya, ia adalah suaminya, ia sangat malu, lalu langsung menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya, tanpa menjawab ucapan suaminya. Yoga yang melihat kelakuan istrinya, ia masih terus saja tersenyum
" Lucu sekali, bisa dia melupakan pernikahan kita dalam satu malam." batin Yoga
Yoga lalu langsung menyuruh istrinya untuk mandi
" Sayang, sekarang kau lebih baik mandi."
" Kenapa menyuruhku keluar sayang?"
" Aku malu, kalau kau masih ada di sini, wajahku pasti berantakan"
Yoga langsung menarik selimut istrinya dengan perlahan, setelah terbuka ia langsung mendekati wajah istrinya, lalu menetap intes manik mata istrinya, setelah itu ia langsung mencium bibir istrinya sekilas, lalu langsung berbicara
" Tidak perlu malu sayang, kita sudah menikah, untuk apa malu padaku?, sudah lebih baik kau mandi."
Intan yang mendapat perlakuan seperti itu, ia hanya diam membisu, sambil terus saja memandangi bibir tipis suaminya, tanpa menjawab ucapan suaminya. Yoga langsung membaringkan tubuhnya, tangan kirinya untuk menyangga kepalanya dan tangan kanannya membelai rambut istrinya. Intan masih saja menatap bibir tipis suaminya, ia sambil membayangkan ciuman semalam, sambil sesekali ia tersenyum, tapi saat mengingat terakhir ciuman itu, ia sangat kesal, ia sudah ingin melakukannya, begitu mudanya suaminya mengajaknya tidur. Yoga tidak mengerti kenpa istrinya itu terus saja menatapnya, tapi lebih tidak mengerti lagi, istrinya terus menatap bibirnya, ia sesekali mengusap bibirnya sendiri, tapi memang tidak ada apa-apa, lalu ia memutuskan untuk bertanya pada istrinya
__ADS_1
"kenapa menatapku seperti itu sayang?"
Intan yang mendapat pertanyaan seperti itu, ia sangat kesal
" Tidak tau apa?, aku setiap melihat bibirmu, otak mesumku kambuh." batin Intan
Setelah berpikir, Intan langsung menjawab pertanyaan suaminya
" Tidak apa-apa suamiku."
Yoga yang dari tadi tidak mengerti, tapi akhirnya ia mengingat saat mereka masih pacaran, istrinya itu selalu ingin mencium bibirnya, lalu ia langsung membangunkan tubuh istrinya, ia langsung menyangga kepalnya, lalu langsung menatap wajah istrinya, setelah itu ia langsung mencium bibirnya dengan lembut. Intan yang menginginkan dari tadi, ia langsung membalas ciuman itu. Ciuman mereka berubah menjadi lumut*n, mereka berdua sangat menikmatinya. Setelah 10 menit mereka berciuman, ciuman Yoga turun ke leher istrinya, saat akan turun kebawah, ia ingat kalau sekarang ia masih di gedung Haivel, ia langsung menghentikan permainan, lalu langsung menatap wajah istrinya, yang merasakan nikmat, tapi jika ia melakukannya sekarang, ia takut istrinya lemas, karena 2 jam lagi mereka harus pulang, lalu ia memutuskan untuk berbicara pada istrinya
" Sayang, kita lanjutkan nanti malam, 2 jam lagi kita harus pulang, aku takut kau terlalu lelah, kalau di rumah, setelah itu kau bisa istirahat."
Intan yang mendengar ucapan suaminya, iya hanya mengiyakan ucapan suaminya, bagaimana pun juga sekarang sudah waktunya untuk pulang, jadi walaupun kesal, ia juga senang, karena suaminya mengatakan lanjutkan nanti malam
" Baik suamiku."
" Iya sudah, kau mandi, setelah itu kita sarapan, lalu siap-siap untuk pulang."
" Kita pulang ke rumah kak Ardi saja iya, aku ingin tau mereka pulang ke Inggris kapan."
" Kemana saja sayang, selama aku masih bersamamu, aku tidak masalah."
" iya suamiku."
__ADS_1
Intan langsung bangun, lalu ia langsung turun dari ranjang, ia langsung mendekati wajah suaminya, lalu langsung mencium kedua pipi suaminya, setelah itu ia langsung berjalan masuk ke dalam kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya dan sekaligus untuk membersihkan pikiran mesum yang ada di otaknya