Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 58. Aku ini ibu yang membesarkanmu!


__ADS_3

Intan masih diam dirinya belum membuka suara karena mendengar ucapan ibunya yang selama ini menyayangi dirinya dengan sepenuh hati ternyata ibunya itu bukan ibu kandung, bahkan ibunya tidak pernah memarahi dirinya sekali pun, ini adalah pertama kalinya ibunya bersikap dingin pada dirinya. Intan sadar dirinya tidak ada kemiripan sama sekali, bahkan ibunya dulu adalah seorang model papan atas, sedangkan wajah dirinya seperti wanita biasa, memang banyak orang yang bilang kalau dirinya tidak mirip ibunya, tapi sekarang dirinya menemukan jawaban kalau dirinya adalah anak dari wanita simpanan suami ibunya. Mirna setelah mendengar jawaban dari Mey dirinya tidak bisa berkata-kata lagi, dirinya merasa tidak percaya kalau Herman memiliki wanita simpanan karena Mirna ingat Herman selalu memperlakukan adiknya seperti ratu, tapi ternyata Herman memiliki wanita simpanan, bahkan dengan bodohnya adiknya itu mengurus anak dari wanita simpanan itu, lalu dirinya memutuskan untuk bertanya dari pada membuat dirinya bingung


" Jelaskan apa yang terjadi?, kemana ibunya Intan dan kenapa usia Intan sama dengan usia janinmu yang kau bilang keguguran?, bukankah dulu saat kau kembali ke rumah ini, kau membawa Intan yang masih berusia 3 tahun?"


" Dulu aku mengenalkan temanku pada mas Rudi, karena saat itu temanku sedang butuh pekerjaan dan mas Rudi sedang butuh asisten, tapi tidak di sangka mas Rudi begitu tega berselingkuh dengan temanku sendiri, bahkan usia kandunganku dan usia kandungan Veronica hanya berbeda 2 minggu, aku pendam rasa sakit di hatiku seorang diri hingga membuat kandunganku keguguran, setelah kandunganku keguguran aku mencoba untuk bangkit kembali atas nasehat Rangga, lalu aku bekerja lagi sebagai model, tapi aku saat itu masih sangat mencintai mas Rudi, aku berharap mas Rudi akan beruban, tapi takdir berkata lain, mas Rudi meninggal karena kecelakaan dan ibunya Intan meninggal saat melahirkan Intan."


" Mey, maafkan aku. Aku tidak tau apa pun tentangmu, aku pikir kehidupanmu di sana sangat bahagia, aku benar-benar minta maaf mey."


Mirna langsung memeluk adiknya sambil meneteskan air mata, dirinya tidak pernah tau kalau adiknya memiliki masa-masa sulit saat itu karena Mey yang tinggal di Batam membuat Mirna tidak tau hal apapun, bahkan setelah Rudi meninggal dunia dan adiknya kembali ke rumah ini hanya membawa seorang anak kecil tanpa menceritakan siapa anak yang adiknya itu bawa. Mirna pikir Intan adalah anaknya, karena dirinya mendengar dari adiknya kalau adiknya sedang hamil, bahkan Mirna juga tidak tau, kalau adiknya melanjutkan karirnya sebagai seorang model lagi, karena dirinya bukan wanita yang selalu bepergian atau melihat majalah, saat itu Mirna hanya fokus mengurus Ardi dan mengurus suaminya


" Kaka tidak perlu meminta maaf padaku karena disini aku yang salah Kak, aku yang membohongimu selama 21 tahun lamanya, aku anggap Intan sebagai anak kandungku karena aku pikir Intan tidak akan seperti ibunya, tapi sekarang bahkan Intan seperti ibu kandungnya, aku benar-benar kecewa, ternyata didikan aku selama ini tidak bisa mengubah sikap egois seperti ibunya."


Mirna dan Mey pun melepaskan pelukannya lalu keduanya menatap Intan yang dari tadi tidak membuka suara sama sekali, setelah mendengar kalau dirinya bukan anak kandung dari Mey, lalu Mirna pun memutuskan untuk membicarakan tentang foto itu


" Mey, apa yang sebenarnya terjadi dalam foto itu?"

__ADS_1


Mey tidak menjawab pertanyaan Kakanya melainkan dirinya langsung menatap Intan dengan tatapan sinis karena dirinya sangat kecewa dan menyesal, dirinya dulu menghapus rekaman video itu agar melindungi harga diri anaknya, tapi ternyata anaknya baru saja mengecewakan dirinya, lalu dirinya memutuskan langsung bicara pada anaknya


" Intan, cepat ceritakan dengan Tante tetang foto-foto itu!."


Intan menatap mata ibunya dengan tatapan sinis setelah dirinya tau kalau dirinya itu hanya anak dari wanita simpanan, sekarang dirinya merasa tidak sudi menuruti apa kata ibunya karena dirinya sudah tau kalau dirinya bukan anak kandungnya


" Heh, kau menyuruhku untuk menceritakan foto-foto itu, kau tidak ada hak untuk menyuruhku karena kau bukan siapa-siapa!"


" Cepat katakan! Intan kurang apa aku mendidik dan membesarkan kau! Aku menganggap kau seperti anak kandungku dan sekarang kau tidak ingin menjelaskan foto-foto itu, ingat bagaimana pun juga aku ini ibumu, ibu yang membesarkanmu!"


" Tidak penting siapa yang mengasih tau, tapi cepat jelaskan."


" Tidak akan pernah! Dan jangan ikut campur urusanku!"


Mey dan Intan berdiri keduanya saling menatap, entah apa yang merasuki Intan bahkan dirinya menjadi berani setelah tahu bahwa ibunya adalah bukan ibu kandungnya. Ibu yang membesarkan dirinya dan menyayangi dirinya selama ini, tapi tidak ada artinya bagi dirinya

__ADS_1


" Jaga bicaramu! Aku ini ibumu, apa kau lupa siapa yang membesarkanmu!"


" Aku sangat berterimakasih karena kau sudah membesarkan aku, tapi aku tidak akan menjelaskan apa pun tentang itu! Dan jangan pernah ikut campur urusanku, karena aku sangat mencintainya!"


" Apa kau gila?, ibumu dan kau sama saja, sama-sama tidak memiliki hati nurani!"


Intan diam setelah ibunya bilang tidak memiliki hati nurani, lalu dirinya berpikir, apa ibu yang melahirkan dirinya dulu sangat jahat pada ibu yang sudah membesarkan dirinya, tapi memang karena cinta selalu akan melakukan segalanya termasuk dirinya yang baru saja memainkan sandiwara pada istri Kaka sepupunya, dirinya lakukan karena cinta. Mey langsung mengambil foto di dalam tas lalu dirinya serahkan pada anaknya


" Ini foto-foto ibu kandungmu, bukan'kah wajahmu sama persis seperti Veronica bahkan sifatmu juga sama."


Intan mengambil foto itu tanpa menjawab perkataan ibunya lalu dirinya melihat foto itu, menurut dirinya memang sangat mirip dengan orang yang di foto itu, lalu kenapa ibunya menutupi semua ini pada dirinya, yang awalnya dirinya berpikir apa ibu kandungnya sejahat itu, tapi kini dirinya sangat kecewa dan benci pada ibu yang telah membesarkan dirinya. Mey pun memutuskan untuk menasehati anaknya bagaimana pun juga Intan adalah anak yang dirinya besarkan selama 21 tahun ini, tentu rasa benci itu dirinya buang jauh karena dirinya tidak ingin Intan seperti ibu kandungnya yang merusak rumah tangga orang lain, untuk itu dirinya akan menasehati dengan nada bicara yang lembut


" Intan, jangan pernah merusak rumah tangga orang lain, mamah sudah menganggap kau sebagai anakku sendiri, masih banyak pria yang belum memiliki istri di luar sana, kenapa kau mencintai pria yang sudah beristri?, ingat nak kau seorang wanita, bagaimana jika kau suatu saat suamimu juga tergoda pada wanita lain, bukan'kah pasti hatimu juga sangat sakit, jangan pernah menyakiti orang lain cukup mamah yang pernah merusak rumah tangga orang lain."


" Apa! Mamah?, aku tidak akan pernah menganggap kau sebagai ibuku lagi karena kau bukan ibuku, dan jangan pernah menasehatiku karena aku sangat membencimu, aku tidak sudi memiliki ibu sepertimu, sekarang kau jangan pernah menganggap aku sebagai anakmu lagi!"

__ADS_1


__ADS_2