
Setelah mendengar jawaban dari Intan, Yoga sangat bahagia, memang tadi pas ia melihat Intan saja, sudah bahagia, apa lagi setelah mendengar jawaban dari Intan, kebahagiaan itu bertambah. Intan dan Yoga saling bertatap mata sambil tersenyum, karena mereka duduk berhadapan, sebenarnya Intan sedikit canggung dan kecewa, setelah melihat Yoga yang duduk berhadapan dengan dirinya, bukan duduk di sampingnya, membuat ia berpikir tentang Gadis kecil itu lagi
" Apa Yoga menjaga jarak karena Gadis kecil itu." batin Intan
Intan langsung membuka pembicaraan agar tidak canggung
" Yoga, apa kau sudah sarapan?"
" Belum, aku tadi buru-buru, mungkin nanti siang saja."
" Aku, sudah bawakan bekal untukmu, kau makan sekarang iya?"
" Iya, terimakasih Intan, kau selalu perhatian padaku akhir-akhir ini."
" Tentu saja, bukan'kah kita sahabat?"
Setelah mendengar pertanyan dari Intan, Yoga benar-benar sangat kecewa, jauh dari harapannya, ia pikir Intan menyukainya, tapi hanya menganggapnya sebagai sahabat. Yoga langsung berjalan mendekati Intan hingga ia sampai di samping Intan, lalu ia langsung duduk di samping Intan. Intan yang sedang membuka bekel itu, di hentikan oleh Yoga. Yoga langsung memegang tangan Intan lalu menyuruhnya duduk, setelah mereka berdua duduk, Yoga dan Intan saling bertatap mata. Yoga langsung bertanya lebih dulu, karena penasaran, dan ia juga mulai berpikir mungkin Intan mengetahui segalanya tentang dirinya dari Ardi
" Intan, apa kau perhatian Karena kasihan padaku?, dan tidak lebih dari itu?"
Intan yang mendapat pertanyaan dari Yoga, ia bingung harus jawab apa, dan mulai sedikit takut, Karena Yoga menatap dengan tatapan mata yang tajam yang tidak bisa di artikan, lalu membuat ia berpikir, tatapan itu, tatapan peringatan, atau tatapan ancaman, Intan juga tidak tau, tapi kali ini ia benar-benar takut, dengan tatapan mata Yoga, lalu ia langsung menundukkan kepalanya, tanpa mejawab pertanyaan dari Yoga. Yoga yang melihat ekspresi wajah Intan, membuat ia tidak mengerti, kenapa Intan seperti takut dengan dirinya. Yoga langsung mengangkat dagu Intan, agar mereka saling bertatap mata lagi, setelah mengangkat dagu Intan, Yoga langsung bertanya lagi
" Apa kau perhatian padaku karena kasihan?, dan tidak lebih dari itu?"
Intan belum juga, menjawab pertanyaan Yoga, tiba-tiba ada ketukan pintu
Tok-tok.
__ADS_1
Intan langsung melepaskan tangan Yoga yang ada di dagunya, lalu ia langsung bergeser sedikit menjauh dari Yoga. Yoga langsung menyuruhnya masuk
" Masuk."
Setelah menyuruh bawahannya masuk, lalu Yoga langsung berjalan ke meja kerjanya lagi hingga ia sampai, lalu langsung duduk. Keyla langsung masuk ke dalam, lalu langsung berjalan mendekati atasannya hingga ia sampai di samping meja atasannya
" Ini laporan yang bapak minta."
Keyla langsung memberi laporan itu, lalu Yoga langsung mengambil laporan itu
" Kau boleh keluar."
" Baik pak."
Keyla langsung melangkah kakinya lagi sambil sesekali melirik ke arah sofa karena ia penasaran dengan hubungan atasannya bersama Gadis yang tadi masuk, yang Keyla tau, atasnya hanya dekat dengan Gadis kecil, yaitu Karina, tapi kali ini sudah 3 kali Gadis usia 21 tahun itu datang ke kantor Setiawan Grup, hingga Keyla sampai di depan pintu lalu langsung menutup pintu itu. Setelah bawahnya keluar, Yoga langsung meletakkan laporan dari Keyla, lalu langsung berjalan lagi mendekati Intan, hingga sampai di dekat Intan, Yoga langsung duduk di samping Intan lagi karena tadi pertanyaan dirinya belum Intan jawab
" Iya Yoga."
" Kenapa kau membuang muka padaku?"
Intan langsung memutar posisi, lalu langsung menatap wajah Yoga. Walaupun ia sedikit takut, kalau Yoga akan bertanya hal yang sama padanya lagi, apa yang harus ia jawab?. Setelah saling bertatap muka, Yoga langsung bertanya lagi
" Apa kau hanya kasihan padaku, hingga kau perhatian?, benarkah kau hanya menganggap kita sebagai sahabat?"
Intan tidak menjawab ucapan dari Yoga, melainkan ia memikirkan bagaimana caranya ia mengungkapkan isi hatinya, bukan'kah kalau sudah di ungkapkan itu, tidak lagi jadi beban, kalau sekarang belum jelas jawabannya, Yoga menyukainya atau tidak
" Apa lebih baik aku akui saja, biar semuanya jelas, tapi mana mungkin seorang Gadis yang mengungkapkan rasa cinta itu, dulu saat mencintai kak Ardi, aku tanpa malu-malu mengungkapkan perasaanku, tapi kenapa kali ini begitu sulit untuk berbicara, rasanya semakin aku mencintai Yoga, semakin membuat aku bertambah bodoh, bahkan untuk jujur saja rasanya sangat sulit sekali." batin Intan
__ADS_1
Yoga, terus saja menatap mata Intan, sekarang tatapan mata tajam itu berubah menjadi tatapan bingung, bingung karena melihat wajah Intan yang seperti memikirkan sesuatu
" Apa Intan benar-benar sudah tau tentang mamah, mungkin juga iya, kalau Intan tidak tau, mana mungkin Intan membawakan bekal makan siang kesukaanku, dan rasanya juga sama persis seperti masakan mamah, walaupun dia dapat resep masak itu dari Lisa, tapi tetap saja, ia ingat betul dengan rasa masakan itu." batin Yoga
Intan setelah lama diam lalu ia langsung bertanya pada Yoga, karena Intan benar-benar tidak mengerti, kenapa Yoga mengatakan kasihan padanya
" Yoga, sebenarnya ada apa?, apa yang terjadi denganmu?, kenapa kau mengatakan kasihan, aku benar-benar tidak mengerti maksudmu?"
Yoga yang mendapat pertanyaan dari Intan, entah kenapa tiba-tiba saja Yoga hilang kesabaran, menjawab pertanyaan Intan dengan sedikit marah
" Intan, apa kau pura-pura tidak tau?, kalau kau tidak tau, kenapa kau selalu masak kesuksesan aku?, dan masakanmu, rasanya sama persis dengan masakan mamah!. Intan, aku tidak butuh di kasihani, aku sudah dewasa, kau tidak perlu merasa kasihan padaku, lebih baik urus saja pekerjaanmu!"
Intan semakin tidak mengerti, dengan jawaban Yoga, apa lagi ia juga tidak tau apa-apa tentang ibunya Yoga, yang ia tau, Yoga menyukai masakan itu, hanya itu, bahkan sudah 1 tahun juga Yoga tidak pernah lagi ada kabar untuk dirinya. Intan dengan ragu-ragu ia bertanya lagi pada Yoga
" Yoga, aku benar-benar tidak tau apa-apa tentangmu, tolong kau jangan marah, aku hanya ingin tau, ada kejadian apa selama ini denganmu?"
" Intan, bukan'kah kau tadi bilang menganggap aku sahabat, pasti kau tau tentang hidupku, kau juga dulu tidak ingin berteman denganku, tapi tiba-tiba kau datang, dan bilang kau sahabat, bukan'kah itu hanya untuk menghiburku, kejadian itu sudah lama Intan, aku sudah tidak terlalu terpuruk atas apa yang menimpaku."
Wajah Intan mulai merah, ia mulai takut dengan sikap Yoga, dan semakin di buat tidak mengerti dengan jawaban dari Yoga, lalu ia langsung menarik nafas dalam-dalam, setelah itu menghembuskanya dengan perlahan, ia memutuskan untuk bertanya lagi, karena ia mengingat perkataan Yoga yang mengatakan tentang mamah
" Yoga, kalau boleh tau, Tante kenapa?"
Yoga menatap mata Intan, lalu melihat wajah Intan yang sedikit ketakutan, membuat ia berpikir sejenak, untuk mengingat apa yang ia ucapkan tadi, ternyata tadi memang sedikit emosi, pada Intan, lalu ia memutuskan untuk minta maaf
" Intan, aku benar-benar minta maaf."
" Tidak apa-apa, memang Tante kenapa?"
__ADS_1
" Mamah, sudah meninggal 1 tahun yang lalu."