Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 167. Ancaman Arga


__ADS_3

Jenni merutuki kebodohannya, ia tidak menyangka akan mengatakan hal yang tidak masuk akal pada tuan mudanya. Arga yang mendengar ancaman dari Jenni, ia langsung mengepalkan kedua tangannya, andaikan saja Jenni seorang pria, mungkin sudah Arga pukul, karena terlalu berani mengancamnya, tapi perkataan Jenni ada benarnya juga, Kalau sampai Jenni di pecat, ia akan berbicara apa pada orang tuanya, apa lagi Jenni di tunjuk langsung oleh papahnya, kalau ia memecat Jenni tanpa alasan, papahnya pasti sangat marah, kalau ia beralasan Jenni tidak bisa melakukan pekerjaannya dengan benar, tidak mungkin, Jenni selalu berhasil dalam membongkar kasus korupsi, membuat ia semakin kesal


" Sial, berani sekali Jenni mengancamku, seumur hidupku, aku belum pernah di ancam oleh siapapun, tapi kali ini yang mengancamku bawahanku sendiri, benar-benar sangat gila." batin Arga


Arga masih terus berpikir, ia masih sangat bingung dengan ucapan Jenni, tapi ia juga tidak bisa melepaskan Lisa begitu saja, ia hanya ingin memiliki Lisa seutuhnya, dan itu keinginannya yang tidak bisa di ganggu gugat. Romi yang menundukkan kepala, ia sesekali melihat wajah tuan mudanya, ia melihat tuan mudanya penuh dengan kemarahan, tapi tuan mudanya tidak bisa mengungkapkan itu pada Jenni


" Jenni, otakmu benar-benar sangat cerdas, bagaimana mungkin kau bisa membuat tuan muda diam membeku, sangat hebat, tapi aku yakin, pasti aku akan mendapatkan pekerjaan itu, bagaimana pun juga aku adalah asisten pribadi tuan muda." batin Romi


Jenni yang tidak mendengar jawaban dari tuan mudanya, ia sangat takut, ia juga tidak menyangka akan mengatakan hal itu, tanpa memikirkan terlebih dahulu sebelum ia berbicara pada tuan mudanya


" Ah sial, Jenni, kenapa kau mengucapkan kata-kata yang tidak masuk akal pada tuan mudamu, habislah riwayatku." batin Jenni

__ADS_1


Arga masih diam, ia sama sekali tidak bisa mengeluarkan kata-kata, setelah mendengar ucapan dari Jenni, dan amarahnya masih memuncak karena ia hanya ingin memiliki Lisa. Lisa adalah wanita satu-satunya yang pantas untuk ia, apa lagi ia masih mengingat sangat jelas saat Lisa menolong adiknya dengan tulus, dan itu membuat ia selalu ingin memiliki Lisa, ia tidak peduli Lisa sudah menikah dan sedang hamil, yang penting ia bisa memiliki Lisa seutuhnya. Setelah lama berpikir, Arga memutuskan untuk berbicara pada Jenni


" Baiklah, Kalau kau tidak bisa melakukan hal itu, lalu katakan pada saya, apa yang bisa kau lakukan untuk membuat mereka bercerai?, kau tidak perlu kuatir, saya akan membayarmu 5 kali lipat dari gajih yang papah berikan padamu."


Jenni yang mendengar ucapan dari tuan mudanya, seketika matanya membulat sempurna, karena mendengar 5 kali lipat dari gajih yang pak CEO Argantara berikan padanya, bahkan ia belum pernah memiliki uang sebanyak itu, uang yang pak CEO Argantara berikan saja menurutnya sangat besar, walaupun uang itu pas-pasan untuk pengobatan adiknya dan kebutuhan keluarganya, tapi setidaknya cukup, apa lagi 5 kali lipat


" Ini aku yang gila, apa tuan muda yang gila?, bagaimana mungkin tuan muda berani membayarku sebesar itu hanya untuk seorang wanita, benar-benar sangat gila, ternyata ancamanku membuat aku untung banyak, kalau aku bisa membuat pak CEO Ardi dan nona Lisa berpisah. Jenni, kau jangan senang dulu, ada perbuatan pasti ada akibatnya, kau memang mendapat uang banyak, tapi bagaimana kalau penderitanmu lebih berat, ingat Jenni, karma itu ada." batin Jenni


" Maaf tuan muda, saya sama sekali tidak ingin melakukan kejahatan, jadi saya menolak pekerjaan itu."


Arga yang mendengar jawaban dari bawahannya, ia langsung tersenyum sinis, ia tidak menyangka kalau bawahannya itu akan menolak tawarannya. Setelah itu Arga pun berbicara lagi pada Jenni, ia mencoba untuk mengancam Jenni, ia akan berbicara untuk memindahkan Jenni pada perusahaan ibunya yang di luar negeri

__ADS_1


" Baiklah, kalau itu memang keputusanmu, saya akan memberikan khasus di luar negeri, kau akan saya pindahkan ke Tajima YX Grup, kebetulan di sana ada beberapa kasus korupsi, yang belum di ketahui hingga sekarang, dan pastinya kau sudah dengar bukan?, di sana banyak orang yang sangat licik, bahkan satu orang tewas saat penyelidikan kasus itu."


Jenni yang mendengar ucapan dari tuan mudanya, membuat detak jantung ia berdetak lebih kencang, ia tidak menyangka kalau tuan mudanya akan mengatakan itu. Jenni memang tidak takut dengan tewas, bagi ia semua sudah takdir, tapi jika ia sampai tewas saat menangani kasus itu, bagaimana dengan adiknya yang sakit-sakitan, bagaimana dengan keluarganya. Jenni bertahan hidup mati-matian hanya untuk menghidupi keluarganya, terutama adiknya yang sakit, bahkan ia menjadi penyelidi kasus korupsi karena untuk kebutuhan keluarganya


" Sial, kenpa tuan muda mengancamku, kalau sampai tuan muda benar-benar mengirimku ke Tajima YX Grup, bagaimana dengan adiku dan keluargaku, apa lagi aku sudah mendengarnya, orang di Tajima YX Grup sangat kasar, ah benar-benar sial." batin Jenni


Jenni masih diam, ia tidak bisa menjawab ucapan dari tuan mudanya. Romi melihat wajah Jenni yang sangat murung, ia sangat kasihan, ia tau, Jenni adalah tulang punggung keluarga, Jenni selalu melakukan apapun untuk mendapatkan uang, selama tugasnya tidak untuk melakukan kejahatan, Jenni selalu mau melakukan hal itu. Walaupun resikonya sangat berat untuk Jenni, yang Jenni pikiran hanya keluarganya dan bertahan hidup untuk menyembuhkan adiknya yang sudah lama sakit


" Jenni, kau benar-benar gadis yang sangat malang, aku tau, kau bisa melakukan apapun, tapi Jika kau menyetujui untuk di kirim ke Tajima YX Grup, hidupmu akan benar-benar hancur, karyawan di sana sangat licik, aku yang sudah pernah melakukan tugas itu sangat takut, bahkan saat itu aku hampir mati karena menyelidiki kasus korupsi yang sangat sulit." batin Romi


Romi memang pernah di suruh untuk menyelidiki kasus korupsi di Tajima YX Grup, kejadiannya sudah 5 tahun yang lalu, saat ia masih menjadi bawahan dari Lioni YX, dia adalah ibu dari tuan mudanya, saat itu ia ketahuan sedang menyelidiki kasus korupsi, untuk itu, ia di beri obat, setelah pingsan ia langsung di letakkan di rumah kosong, bahkan rumah itu sudah penuh dengan api, tapi ia beruntung karena Tuhan masih memberikan ia hidup, ia selamat oleh hujan yang tiba-tiba saja mendadak mengguyur kota itu, hingga banjir. Arga hanya tersenyum saat melihat raut wajah bawahannya, ia tau bawahnya memiliki rasa kuatir. Arga sebenarnya tidak akan melakukan hal itu, kalau sampai Jenni menyetujui untuk menyelidiki kasus korupsi dari pada membuat rumah tangga Lisa hancur, ia akan menjamin keselamatan Jenni secara diam-diam, bagaimana pun juga Arga tau, Jenni adalah tulang punggung keluarga, untuk itu ia akan selalu melindunginya selama Jenni masih menjadi bawahannya

__ADS_1


__ADS_2