Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 202. Tidak Sudi


__ADS_3

Arga masih terus diam, lalu ia langsung menghapus air matanya dengan kasar, ia memang saat ini ingin bertanya panjang lebar pada Jenni, tapi sekarang bukan waktu yang tepat, sekarang ia harus bisa mendapatkan hati dari papahnya Jenni terlebih dahulu, ia tidak ingin suasananya semakin kacau. Arga langsung minta maaf pada papahnya Jenni


" Om, saya benar-benar minta maaf, atas kelalaian pekerja saya, tapi memang saya menyuruh orang untuk mengikuti di setiap gerakan Jenni, tapi pekerja saya kehilangan jejak Jenni, dan itu membuat Jenni terluka, tolong maafkan kelalaian saya Om."


Jonathan tidak menjawab permintaan maaf dari Arga, ia langsung bertanya pada Arga


" Lalu kenapa kau membiarkan Jenni pulang seorang diri?"


Setelah mendengar pertanyaan dari papahnya Jenni, Arga bingung harus menjawab apa, kalau ia jawab Jenni pulang tidak bilang juga tidak enak hati, itu kesannya seperti ia sedang membela diri, tapi kalau ia mengaku salah telah mengijinkan Jenni pulang, ia yakin papahnya Jenni akan semakin tidak suka pada ia, dan membuat ia sulit untuk bersama Jenni, apa lagi dengan Jenni yang belum memiliki perasaan apa-apa terhadap ia


" Apa yang harus aku jawab, kalau aku jawab Jenni tidak bilang padaku, aku yakin pasti papah Jenni akan berpikir kalau aku sedang membela diri, tapi kalau aku minta maaf karena telah mengijinkan Jenni pulang sendiri, pasti papah Jenni akan semakin tidak suka." batin Arga


Jenni yang melihat tuan mudanya hanya diam, ia tau kalau tuan mudanya sulit untuk menjawab pertanyaan dari papahnya, lalu ia langsung berbicara pada papahnya


" Pah, ini bukan salah Arga. Arga saat itu ada miteeng di kantor ibunya, dan aku tidak memberi tau Arga lebih dulu, kalau aku ingin segera pulang, karena aku sangat merindukan adek, itu kenpa Arga datang kemari, Arga sangat kuatir padaku."


Setelah mendengar jawaban dari anaknya, Jonathan tidak menjawab ucapan dari anaknya, melainkan ia bertanya lagi pada Arga


" Arga, kenpa kau tidak ceritakan yang sebenarnya?, kenapa kau hanya diam?, atau di sini Jenni yang sedang berbohong untuk membelamu?"


Arga yang mendengar pertanyaan dari papahnya Jenni, ia bingung harus jawab apa, kalau pun ucapan Jenni benar adanya, ia takut papahnya Jenni akan meminta bukti, bagaimana pun juga saat itu ia tidak miteeng, kalau ia mengatakan Jenni berbohong untuk membelanya, ia takut papahnya Jenni semakin tidak suka pada ia. Jonathan sudah benar-benar kesal dengan Arga, sudah dua kali Arga tidak menjawab pertanyaan dari ia, lalu ia langsung berpikir tentang anaknya


" Apa di sini yang berbohong Jenni, apa Jenni benar-benar mencintai Arga, hingga Jenni berani berbohong padaku." batin Jonathan

__ADS_1


Jenni yang melihat Arga bingung, ia pun langsung berbicara lagi pada papahnya


" Pah, ini benar adanya, aku yang pulang tanpa sepengetahuan Arga."


Jonathan yang mendengar ucapan dari anaknya, tiba-tiba saja ia sangat marah


" Diam! Papah tidak bertanya denganmu, tapi papah bertanya dengan Arga, dan lihat Arga saja tidak bisa menjawab apa-apa, itu artinya benar adanya kau sedang membela Arga! Jenni, papah tidak pernah mengajarimu untuk berbohong! Papah benar-benar kecewa denganmu!"


Arga yang mendengar bentakan dari papahnya Jenni pada Jenni, ia langsung minta maaf, karena ia tidak ingin Jenni di bentak oleh papahnya sendiri, lalu ia mengakui salah, kalau ia telah mengijinkan Jenni untuk pulang sendiri


" Om, tolong jangan bentak Jenni, ini semua memang salah saya, saya yang mengijinkan Jenni untuk pulang sendiri, dan Jenni tidak bermaksud untuk bohong, mungkin Jenni hanya tidak ingin memperpanjang masalah ini."


Setelah mendengar penjelasan dari Arga, Jonathan semakin marah


Jonathan pikir anaknya sudah memiliki hubungan sebagai sepasang kekasih, untuk ia ia menyuruh anaknya untuk mengundurkan diri, bahkan Jonatan juga mengatakan kata brengsek sambil menunjuk ke arah Arga, sudah lama Jonathan tidak pernah marah dengan seseorang, tapi kini anaknya baru saja berbohong hanya untuk pria yang tidak pantas untuk anaknya bagi Jonathan. Arga yang mendengar ucapan dari papahnya Jenni semakin marah, ia tidak bisa mengatakan apa-apa, ia hanya bisa menghela nafas berat, kalau ia mencoba untuk berbicara lagi, ia takut semakin melebar kemana-mana, apa lagi sekarang, papahnya Jenni mengatakan tidak akan merestui hubungan ia dengan Jenni. Jenni yang mendengar papahnya sangat merah, ia juga hanya bisa menghela nafas berat sambil merutuki kebodohan tuan mudanya


" Kenapa Arga berbohong, benar-benar gila, apa Arga tidak ingin aku di marahi papah?, tapi itu memang benar adanya, kalau aku pulang tanpa berpamitan dulu dengannya, dasar pria aneh." batin Jenni


Setelah berbicara di dalam hati, Jenni langsung berbicara pada papahnya


" Pah, ini memang benar adanya, aku yang pulang tanpa minta ijin pada Arga, aku tidak berbohong pah."


Tiba-tiba saja, ibunya Jenni datang, ia mendengar ucapan dari anaknya, lalu ia langsung bertanya pada suaminya sambil duduk di samping suaminya

__ADS_1


" Pah, kenapa papah marah sama Arga dan Jenni?"


" Mah, Jenni berbohong hanya untuk membela bajingan itu, dan papah sampai kapanpun tidak akan merestui hubungan mereka."


" Memang apa masalahnya pah?"


" Mah, Arga ini adalah anak dari Argantara, dia adalah seorang CEO di Lingsih Group, pria ini yang membohongi kita, yang mengatakan kalau ponsel Jenni tertinggal saat itu."


Setelah mendengar jawaban dari suaminya, detak jantung Mika semakin kencang, ia tidak menyangka kalau anaknya memiliki hubungan dengan seorang CEO, bukan ia tidak suka dengan pekerjaannya, tapi ia takut anaknya hanya di manfaatkan oleh Arga, membuat ia menjadi tidak suka dengan Arga. Jenni tidak percaya kalau papahnya akan berbicara pada ibunya, itu sama saja akan memperbanyak masalah. Setelan beberapa saat diam, Mika langsung bertanya pada anaknya


" Apa yang di katakan papah itu benar Jen?"


" Iya mah, tapi ini benar-benar bukan salah Arga mah, saat itu memang aku yang menyuruh Arga untuk berbohong, tolong mamah jangan marah pada Arga, Arga di sini tidak salah mah."


" Kau membelanya karena kau mencintai dia?, Jen, apa kau tidak takut, kalau cintamu hanya di manfaatkan oleh dia, dan kau Arga, ada apa kau datang kemari?"


Arga belum menjawab pertanyaan dari ibunya Jenni, tapi papahnya Jenni langsung berbicara pada ibunya Jenni


" Arga datang ingin meminta restu pada kita mah, dan papah tidak akan pernah mengijinkan pria brengsek ini menikahi anak kita, papah tidak sudi memiliki menantu yang hanya mementingkan diri sendiri saja."


...****************...


Terimakasih kakak-kakak

__ADS_1



__ADS_2