Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 64. Yoga, aku minta maaf


__ADS_3

Intan tadi sudah menelpon Yoga karena dirinya ingin bertemu dengan Yoga sebelum pulang ke Inggris dan Yoga juga menyetujui permintaan Intan. Intan memutuskan bertemu di cafe dekat kantor Ardi, karena Intan tau Yoga sangat sibuk untuk itu dirinya memutuskan bertemu di cafe dekat kantor. Intan sekarang sudah berjalan mendekati cafe tersebut dengan langkah kaki yang terburu-buru karena dirinya hanya memiliki waktu 2 jam sebelum ke Bandara untuk itu dirinya ingin sisa waktunya di gunakan sebaik-baiknya bersama Yoga. Yoga sudah duduk menunggu Intan, lalu dirinya melihat Intan dengan langkah kaki terburu-buru membuat dirinya sedikit takut, kalau Intan pasti marah karena sudah memberi tahu ibunya, apa lagi Yoga juga pernah di tampar tiga kali oleh Intan membuat dirinya takut


" Apa Intan marah tentang foto itu, kenapa langkah kakinya terburu-buru." batin Yoga


Tidak lama Intan pun sampai di cafe. Yoga langsung berdiri karena Intan sudah sampai. Intan tiba-tiba langsung memeluk Yoga membuat Yoga hanya mematung tanpa membalas pelukan dari Intan karena dirinya seperti tidak percaya kalau orang yang memeluk dirinya sekarang adalah orang yang dirinya cintai selama 5 tahun ini. Walaupun Yoga tidak ingin lagi berjuang untuk Intan, tapi tidak bisa di pungkiri kalau dirinya masih tetap mencintai Intan hingga sekarang. Intan yang merasa pelukannya tidak di balas lalu dirinya langsung melepaskan pelukannya. Intan menatap wajah Yoga sambil tersenyum


" Aku minta maaf, karena langsung memelukmu dengan secara tiba-tiba, tanpa meminta ijin padamu."


" Tidak apa-apa."


Intan dan Yoga masih saling menatap mata keduanya masih tersenyum. Intan sangat bahagia karena Yoga mau menyetujui bertemu dengan dirinya, itu kenapa dirinya langsung memeluk Yoga, apa lagi Intan dan Yoga sudah 2 tahun tidak bertemu, lalu Yoga menggeser kursi untuk Intan duduk


" Silahkan duduk."


" Terimakasih."


Yoga hanya menjawab dengan anggukan kepala lalu Intan dan Yoga pun duduk. Yoga memesan 2 minuman untuk dirinya dan Intan, Setelah datang Intan memutuskan untuk bicara lebih dulu

__ADS_1


" Yoga, bagaimana kabarmu?"


" Baik-baik saja, apa kau kesini karena permasalahan foto itu?"


" Iya, aku ingin membicarakan tentang foto itu."


" Intan, aku tau pasti kau marah karena ikut campur urusanmu, tapi bagaimana pun juga mereka saling mencintai, dan aku juga tidak ingin kau merusak rumah tangga sahabatku, sudah cukup mereka berpisah 5 tahun lamanya, lalu mereka di pertemukan kembali di dalam pernikahan, bukan'kah itu adalah takdir mereka, kau mungkin sangat mencintainya, tapi kau memiliki sifat yang egois karena cinta tidak harus memiliki, cukup melihat orang yang kita cintai bahagia itu sudah lebih dari cukup."


Intan langsung meneteskan air mata setelah mendengar kata-kata dari Yoga, kini dirinya benar-benar sadar jika cinta tidak harus memiliki karena dirinya mengingat bagaimana perjuangan Yoga saat itu pada dirinya hanya melakukan kebaikan dan kebaikan, bahkan hinaan dirinya saja Yoga tetap sabar hingga Yoga tidak lagi memperjuangkan dirinya, dirinya juga tidak tau kenapa Yoga tidak lagi mengasih kabar. Intan menatap Yoga dengan tatapan rasa menyesal dan bersalah, andaikan dulu dirinya mencoba menerima Yoga, mungkin dirinya tidak akan pernah merasa sehina ini di depan Yoga, dirinya sekarang merasa benar-benar hina karena dirinya sadar hanya anak dari wanita simpanan, dan menurut Intan mungkin dirinya tidak akan pernah lagi mendapatkan pria baik seperti Yoga, apa lagi karena Yoga akhirinya dirinya tau siapa dirinya dan membuat dirinya sadar kalau yang dirinya lakukan itu adalah salah. Yoga menatap Intan dengan rasa bingung karena Intan meneteskan air mata, ini pertama kalinya Yoga melihat Intan menangis karena dulu saat dirinya memperjuangkan cintanya dirinya belum pernah melihat Intan menangis, lalu dirinya memutuskan untuk bertanya karena takut perkataan dirinya itu menyakiti hatinya


" Tidak Yoga."


Intan langsung menghapus air matanya lalu menatap mata Yoga


" Yoga, aku minta maaf karena seharusnya aku tidak melakukan hal itu, dan aku juga minta maaf atas hinaan yang aku lontarkan padamu."


Yoga tidak menjawab permintaan maaf dari Intan, dirinya hanya diam sambil berpikir apa yang di hadapan dirinya itu benar-benar Intan? Gadis yang selalu keras kepala dan apa yang Intan ingin'kan selalu ingin di miliki, tapi kini Intan yang ada di hadapan dirinya benar-benar minta maaf. Intan yang belum mendengar jawaban Yoga,lalu dirinya memutuskan untuk minta maaf lagi

__ADS_1


" Yoga, aku tau, aku benar-benar salah, mungkin kau sangat sakit hati saat itu hingga kau pindah kuliah, tapi aku kali ini minta maaf dengan tulus, aku berharap kau mau memafkan aku. Aku tau, mungkin kau sulit memafkan aku, tapi sekali lagi aku benar-benar minta maaf."


Intan langsung meneteskan air mata sambil mengingat masa-masa Yoga yang memperjuangkan dirinya, namun dirinya saat itu bukan hanya menolak Yoga, tapi menghina Yoga anak orang miskin dan memanfaatkan anak orang kaya hanya untuk kuliah. Yoga pun akhirnya sadar dari lamunannya


" Tidak perlu minta maaf, aku tidak sakit hati sama sekali, memang benar aku adalah anak orang miskin, dan kuliahku di biayai oleh orang tua Ardi, semua yang kau ucapkan itu benar, kau tidak perlu merasa bersalah."


Yoga memang sama sekali tidak sakit hati atas perkataan Intan karena menurut dirinya benar. Saat itu memang Ayah Yoga mengalami kebangkrutan karena di tipu oleh rekan kerja Ayahnya dan ibunya sakit-sakitan, hingga sisa uang itu harus di gunakan untuk berobat ibunya, tapi Yoga bersyukur karena orang tua Ardi membantu keluarga dirinya hingga dirinya kuliah bahkan hingga dirinya S2. Intan memutuskan menanyakan kenapa Yoga pindah kuliah saat itu


" Kenapa saat itu pindah kuliah? kalau tidak sakit hati oleh perkataanku, Yoga, kau boleh marah padaku karena aku memang orang yang sangat jahat, bahkan aku pernah menamparmu tiga kali."


" Intan, aku tidak pernah sedikitpun marah padamu, saat itu mamah sakit jadi aku terpaksa harus pulang dan pindah kuliah di sini karena aku tidak ingin jauh dari mamah lagi, sudah cukup 3 tahun jauh dari mamah. Aku selalu merasakan sesak di dadaku setiap mendengar mamah sakit, untuk itu aku memutuskan pulang dan pindah kuliah, aku tidak akan bisa marah padamu, karena aku bukanlah siapa-siapa."


Intan dan Yoga saling menatap mata, keduanya sama-sama berbicara hanya dalam hati karena keduanya tidak bisa mengungkapkan apa yang ada di dalam pikiran masing-masing


" Kau memang orang yang sangat baik Yoga, apa kau sekarang sudah memiliki kekasih? kenapa aku sekarang sangat menyesal pada diriku sendiri telah menolaknya . Intan ingat penyesalan itu selalu datang belakangan, tapi belajarlah dari penyesalan agar kau bisa menjadi lebih baik lagi." batin Intan


" Intan, kau sangat cantik sekarang, bahkan sekarang kau sudah menyadari kesalahanmu dan minta maaf, semoga kau memiliki jodoh yang sesuai keinginanmu, karena aku sampai kapanpun tidak akan pernah mendapatkan hatimu, tapi selama kau bahagia aku juga ikut bahagia." batin Yoga

__ADS_1


__ADS_2