
Lisa sudah duduk bersama suaminya di sofa kamarnya, ia memutuskan untuk berbicara tentang pernikahan Yoga dan Karina
" Kak, apa kau sudah tau pernikahan Yoga dan Karina?"
" Tidak mommy, memang kapan?"
" Besok kak, memang Kaka tidak mendengarnya?"
" Tidak mommy, dasar Yoga brengsek! Kenapa dia menerima perjodohan itu?"
Ardi langsung mengepalkan tangannya, wajahnya mulai merah karena marah, bahkan ia sebagai sahabatnya saja, tidak mengetahui apa-apa, tentang pernikahan sahabatnya, apa lagi sahabatnya yang pasrah begitu saja, ia sangat marah. Lisa yang melihat suaminya marah, ia langsung menasehati suaminya, bagaimana pun juga, Yoga tidak salah, ini hanya keinginan orang tuanya
" Kak, tahan emosimu, ini bukan salah Yoga, Yoga pasti tidak bisa menolak, mungkin Yoga tidak ingin menyakiti ayahnya dan Karina."
Ardi yang mendengar ucapan istrinya, ia lalu mencoba bersikap biasa saja, walaupun hatinya sangat marah, tapi ia juga belum mendengar penjelasan langsung dari istrinya, jadi ia mencoba untuk mendengarkan penjelasan istrinya terlebih dahulu. Lisa yang melihat suaminya mulai bersikap biasa saja, ia pun memutuskan untuk menjelaskan tentang Yoga
" Kak, kalau tidak salah Karina memiliki penyakit jantung, kemungkinan besar Yoga tidak bisa menolak perjodohan itu karena Yoga takut penyakit jantung Karina kambuh, ini bukan salah Yoga, seharusnya kita sangat kasihan pada hidupnya Yoga, dia di hadapan dengan masalah yang sangat besar, Kalau Yoga menolak, bukan hanya ayahnya yang kecewa, tapi Karina juga, aku yakin kalau Karina tidak memiliki penyakit jantung, Yoga pasti menolaknya."
Ardi yang mendengar penjelasan istrinya, ia menghela nafas berat, ia sangat kasihan pada Yoga, terlebih lagi, Yoga sudah banyak menderita saat cintai Intan yang bertepuk sebelah tangan, dan sekarang cintanya sudah terbalas oleh Intan, tapi tetap saja Yoga menderita karena ayahnya tidak merestui hubungan mereka, bukan hanya tidak merestui, bahkan Yoga harus di jodohkan dengan gadis lain. Lisa yang melihat suaminya menghela nafas berat, ia hanya tersenyum, lalu ia memutuskan untuk bertanya pada suaminya
" Apa Kaka tidak marah lagi?"
" Tidak mommy, tapi aku sangat kasihan pada kehidupan Yoga."
" Kenapa hanya Yoga kak?, bukan dengan Intan juga?"
__ADS_1
" Jelas dengan kehidupan Intan juga, tapi lebih kasihan pada Yoga, dia dari dulu memperjuangkan cintanya pada Intan, bahkan sudah di tolak ribuan kali oleh Intan, bukan hanya di tolak, tapi Yoga juga di hina oleh Intan, tapi Yoga masih saja mencintai Intan hingga sekarang, hingga Intan juga membalas cinta Yoga, harusnya mereka sudah bahagia, karena sudah saling mencintai, tapi ternyata, datang masalah baru lagi, bahkan masalah itu akan selalu terikat seumur hidup, yaitu ikatan pernikahan bersama Karina, bukan'kah sangat kasihan hidup Yoga?"
" Iya juga Kak, lalu apa Kaka memiliki solusi?"
" Tidak punya mommy, masalah ini sangat rumit, bahkan lebih rumit dari masa lalu kita."
" Tentu saja kak, kita hanya banyak salah paham yang terjadi, sedangkan ini bukan hanya salah paham, tapi ini nyata masalah yang paling besar."
" Sudahlah, mommy sayang, kau tidak perlu memikirkan hal itu, mungkin Intan dan Yoga bukan jodoh, tapi kita hanya berharap semoga saja ada kejadian di hubungan mereka berdua."
" Kaka, kenapa berbicara tidak jodoh?"
" Iya, mommy, maafkan papih, papih tidak akan mengatakan hal itu lagi."
" Kenapa kedengarannya aneh iya, saat Kaka memsnggil diri sendiri mengatakan kata papih?"
" Bukan'kah kak Livino itu bukan Kaka?, tapi saat itu suamiku tercinta ini bilang, kalau dia adalah kekasihku."
Ardi yang mendengar ucapan istrinya, ia mengingat saat marah saat itu, bahkan memanggil Livino kekasih istrinya, lalu ia langsung memeluk istrinya. Lisa juga membalas pelukan itu. Ardi memutuskan untuk minta maaf, ia setiap mengingat kejadian itu selalu saja sangat malu, apa lagi dengan cara ia menghindari istrinya, tanpa meminta penjelasan terlebih dahulu
" Aku minta maaf, saat itu tidak berani untuk bertanya."
" Tidak apa-apa Kak, tapi kenapa kau memanggil diri sendiri dengan kata aku, bukan kata papih?"
" Papih lupa mommy sayang, salah sedikit saja sudah protes, harusnya mommy yang memanggil kata papih, dari tadi masih saja tidak mengganti nama panggilan."
__ADS_1
" Iya, papih sayang."
Ardi dan Lisa, langsung melepaskan pelukannya. Ardi langsung mencium kening istrinya, setelah itu ia langsung berjongkok, lalu mengelus perut rata istrinya
" Kesayangan papih memang tidak ingin sesuatu?, apa mau papih masakin sesuatu untukmu?, kalau mau katakan saja, papih siap melayani kesayangan papih sekarang."
Lisa yang mendengar ucapan suaminya, ia langsung menjawab ucapan suaminya
" Jangan mau sayang, masakan papih itu tidak enak, bahkan saat belum ada kau, papihmu menggoreng telur saja gosong, nanti kelak kau jangan seperti papih, papih adalah pria manja, bahkan papih masak mie saja baru sekali, itupun karena keinginan mommy, jadi nanti kau harus belajar jadi anak baik seperti mommy, jangan seperti papih, yang hanya tau bekerja dan bekerja, tanpa tau membahagiakan istrinya bagaimana, bahkan hingga sekarang, papihmu masih saja tidak mengajak kita liburan, semua sikap papih itu sangat jelek, ingat kau tidak boleh mengikuti gaya hidup papihmu."
Ardi yang mendengar jawaban istrinya, seketika wajahnya merah, ia sedikit malu saat mendengar ucapan istrinya, lalu ia langsung duduk lagi, setelah itu langsung menatap mata istrinya sambil memegang kedua tangan istrinya
" Mommy sayang, papih minta maaf karena sampai saat ini, papih masih tidak bisa menjadi suami yang baik, tapi kalau nanti semua urusan kantor selsai, papih akan mengajak mommy liburan, mungkin dalam waktu seminggu ini papih akan lebih sibuk, tapi papih juga sudah belajar masak untuk kesayangan kita mommy."
" Tidak apa-apa papih, mommy mengerti, papih sangat sibuk akhir-akhir ini, apa lagi Yoga juga belum bisa masuk ke kantor, mungkin masih sedih, jadi mommy akan mengerti posisi papih sekarang, termasuk kesayangan kita juga mengerti posisi papih, iya'kan nak."
Ardi yang mendengar jawaban istrinya, ia langsung tersenyum, ia sangat bersyukur walaupun istrinya hamil, tapi istrinya tidak meminta yang aneh-aneh, itu kenapa saat istrinya memberi surat laporan kehamilan, ia pikir istrinya meminta permohonan cerai, karena istrinya tidak memiliki tanda-tanda hamil, hanya saja istrinya selalu menghindar setiap di sentuh, apa lagi ia melihat istrinya dengan pria lain, tentu saja membuat ia salah paham atas kedekatan istrinya dengan Arga, setelah itu ia langsung berbicara lagi
" Terimakasih mommy, kau mengerti dengan posisi papih, papih akan secepatnya menyelesaikan urusan kantor, kalau harus menyuruh mamah memegang kantor saat kita liburan, kesanya tidak enak, apa lagi, mamah sudah lama tidak mengurus urusan kantor."
" Sama-sama pih, tidak apa-apa kita liburannya lain kali saja, sekalian mommy juga mau mencari tempat untuk liburan terlebih dahulu."
" Baiklah mommy."
" Rasanya sangat aneh saat memanggil mommy dan papih, tapi sangat lucu."
__ADS_1
" Apa yang lucu mommy?"
" Kita sudah seperti banyak anak."