
Setelah memandangi istrinya, Ardi lalu memutuskan untuk tidur, dirinya langsung membaringkan tubuhnya sambil terus memandangi istrinya hingga terlelap. Pagi hari Lisa bangun lebih awal dirinya langsung menyiapkan baju kerja untuk suaminya lalu langsung keluar dari kamarnya. BI Ira yang melihat nona muda, langsung menyapa
" Pagi nona muda." sapa Bi Ira langsung membukukan badan sambil menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal
" Pagi juga Bi."
Lisa langsung menuruni tangga, sedangkan Bi Ira masih di posisi yang sama sambil terus menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal karena melihat nona muda yang bangun masih terlalu pagi, menang sekarang baru saja pukul 05.17 WIB. Lisa pun sampai di dapur. BI Asih langsung mendekati nona muda yang sedang menyiapkan bahan-bahan untuk masak, hingga BI Asih sampai di samping nona muda
" Pagi nona muda."
" Pagi juga Bi."
" Nona muda mau buat apa? biar bibi yang buatkan?"
" Tidak perlu Bi, saya akan masak sendiri, bibi kerjakan pekerjaan bibi saja."
" Baiklah nona muda."
BI Asih pun langsung melangkahkan kakinya untuk mengerjakan pekerjaan dirinya. Lisa langsung memotong semua bahan-bahan lalu langsung mulai masak, setelah sekitar 1 jam 30 menit dirinya selsai memasak, lalu langsung membawanya ke meja makan. Lisa lalu memutuskan untuk ke kamar, namen langkahnya terhenti saat melihat suaminya yang menuruni tangga, langkahnya terhenti bukan karena melihat suaminya turun, namen karena baju kemeja yang suaminya pakai bukan'lah baju kemeja yang dirinya ambil, dada dirinya sudah mulai sakit, rasanya sudah benar-benar ingin menangis, namen dirinya mencoba menahan air matanya, bukan'kah suaminya menginginkan dirinya bersikap dewasa, dan dirinya juga akan lakukan itu, walaupun dirinya juga tidak tau, kenapa dirinya sangat cengeng semenjak kejadian foto itu, dirinya juga membenarkan perkataan suaminya kalau dirinya itu seperti anak kecil. Ardi melewati istrinya, tanpa sepatah kata pun dirinya ucapkan pada istrinya. Lisa mencoba bersikap seperti biasa walaupun sudah ingin menangis
" Pagi kak."
" Haam."
Setelah mendengar jawaban suaminya, Lisa ingin sekali menangis sekeras-kerasnya, tapi dirinya mencoba menahan lagi, lalu memutuskan untuk bertanya karena suaminya itu tidak pergi ke meja makan
" Kak, kenapa tidak sarapan? aku sudah masak buat Kaka."
" Aku buru-buru."
" Apa aku perlu menyiapkan bekal? agar kaka langsung sarapan ketika sampai di kantor."
" Tidak perlu."
" Baiklah kak."
__ADS_1
Setelah mendengar jawaban dari suaminya, Lisa tidak bisa lagi menahan air matanya, karena jawaban suaminya itu sangat menyakitkan, dirinya sudah mencoba untuk menjadi istri yang baik, tapi ternyata tetap saja suaminya itu masih bersikap dingin pada dirinya. Lisa tidak ingin berbicara lagi, dirinya langsung melangkahkan kakinya menaiki tangga, sambil meneteskan air mata, dirinya merasa sekarang seperti sedang berbicara dengan orang asing, jangan'kan memanggil sayang, memanggil nama dirinya saja tidak, entah apa kesalahannya hingga sekarang suaminya itu masih saja tidak ingin menceritakan kesalahan yang dirinya buat. Jika saja dirinya tau kesalahan dirinya, mungkin dirinya akan memperbaikinya, tapi suaminya tidak menjelaskan apa pun membuat dirinya tidak tau kesalahan apa yang dirinya buat hingga suaminya itu seperti sangat membenci dirinya. Ardi diam di tempat sambil memandangi punggung istrinya yang menaiki tangga. Intan yang menuruni tangga, dirinya berpapasan dengan Lisa, dirinya melihat Lisa sambil menangis, lalu dirinya langsung buru-buru turun mendekati Kaka sepupunya hingga dirinya sampai di depan Kaka sepupunya
" Kak, apa yang Kaka katakan kenapa Lisa menangis, apa kalian bertengkar?"
" Itu bukan urusanmu."
" Kak, aku minta maaf atas kesalahanku saat itu."
" Tidak perlu minta maaf, Lisa juga sudah memaafkanmu."
" Kak, ada apa sebenarnya?, kasihan Lisa."
" Sudah aku bilang bukan urusanmu!"
Setelah mendengar jawaban Kaka sepupunya sedikit membentak, Intan pun tidak ingin menanyakan lagi karena percuma menurut Intan tidak akan menemukan jawaban, lebih baik dirinya menanyakan tentang Yoga. Setelah tidak ada pertanyaan lagi dari Intan, Ardi langsung melangkahkan kakinya, lalu Intan langsung memanggil Kaka sepupunya
" Tunggu kak."
Ardi pun langsung membalikkan badannya
" Apa yang ingin kau tanyakan lagi? sudah aku bilang jangan ikut campur urusan rumah tanggaku!"
" Aku ingin menanyakan tentang Yoga kak."
" Tentang apa?"
" Apa Yoga sudah memiliki kekasih?"
Ardi langsung memegang kening adik sepupunya karena ini pertama kalinya adik sepupunya menanyakan tentang Yoga setelah di sini beberapa hari
" Tidak sakit, memang kenapa?"
" Iya jawab dulu, apa Yoga sudah memiliki kekasih?"
" Yang aku tau belum, memang kenapa?"
__ADS_1
" Itu anu kak."
Intan memberhentikan ucapnya sambil menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal. Ardi yang tidak sabar menunggu jawaban dari adik sepupunya dirinya langsung bertanya lagi
" Anu apa Intan?"
" Ee, aku?"
" Aku apa? Intan aku harus pergi ke kantor kalau berbicara jangan berbelit-belit, membuang-buang waktu saja."
Setelah mendengar ucapan dari Kaka sepupunya dirinya langsung spontan mengatakan
" aku mencintainya."
" Intan, aku tidak ingin becanda denganmu."
" Aku tidak becanda kak, aku mencintainya, apa Yoga masih sering menceritakan tentangku?"
" Tidak."
Ardi menjawab dengan berbohong karena dirinya belum bisa percaya pada Intan, wanita yang selalu banyak sandiwara menurut dirinya. Intan seketika kecewa karena mungkin Yoga juga sudah tidak lagi mencintai dirinya. Namen dirinya mengingat perkataan ibunya, boleh mengejarnya selama pria itu belum memiliki ikatan dengan wanita lain, setelah mengingat ucapan ibunya, lalu dirinya langsung tersenyum. Ardi yang melihat adik sepupunya tersenyum lalu dirinya langsung menanyakannya
" Kenapa kau tersenyum?"
" Aku akan mengejarnya selama Yoga masih belum memiliki ikatan dengan wanita lain."
" Kau yakin mencintai Yoga?"
" Aku yakin dan seyakin-yakinnya."
Setelah mendengar jawaban itu Ardi memutuskan menasehati Intan, dan membiarkan Intan mengejar cintanya dengan caranya sendiri, bagaimana pun juga Yoga saat itu banyak pengorbanan yang sia-sia, jadi dirinya memutuskan tidak mengatakan Kalau Yoga sampai sekarang masih mencintai Intan
" Baiklah, kau boleh mengejar cintamu, tapi lakukan dengan kebaikan, tunjukkan Kalau kau tulus mencintainya. Jika sudah mendapatkan hati Yoga, kau jangan pernah menyakitinya, karena sangat jarang pria baik seperti Yoga. Yoga juga pria yang dewasa dan selalu bertanggung jawab dalam hal apapun, aku yakin dia pria yang bisa bertanggung jawab dalam hal percintaan juga."
" Baiklah kak, terimakasih karena sudah menasehatiku."
__ADS_1
" Tentu saja, bagaimana pun juga kau tetap adik sepupuku."
Setelah mengatakan itu Ardi langsung melangkahkan kakinya untuk pergi ke kantor, sedangkan Intan masih diam membisu melihat Kaka sepupunya yang pergi karena menurut dirinya, dirinya sangat beruntung di besarkan oleh keluarga yang memiliki hati nurani, bahkan dirinya sudah melakukan kesalahan, tapi keluarga ini masih saja menerima dirinya, lalu Intan pun berpikiran, bagaimana dirinya mendapatkan cinta Yoga dengan perhatian dan kebaikan, setelah memikirkan sangat lama lalu dirinya menemukan jawaban itu, yaitu dirinya memutuskan untuk meminta Lisa mengajari dirinya masak, walaupun dirinya seorang wanita, dirinya tidak bisa memasak sama sekali, bahkan belum pernah karena saat di Inggris dirinya hanya tau ke club malam, dan shopping-shopping, hanya itu yang dirinya lakukan saat di Inggris