
Jam sudah menunjukkan pukul 20.30 WIB, Namen Yoga masih bekerja karena sudah 2 hari ini Ardi tidak fokus kerja membuat pekerjan dirinya itu bertambah, apa lagi Ardi juga biasanya cerita dengan dirinya, namen sudah 2 hari ini Ardi diam, Ardi hanya minum alkohol, membuat Yoga juga tidak mengerti apa permasalahan mereka. Yoga sekarang sedang beres-beres berkas-berkas yang harus dirinya selesaikan, dirinya memutuskan untuk di kerjakan di rumah, setelah selsai Yoga langsung berjalan keluar dari ruangannya, namen dirinya melihat ruangan Ardi yang masih menyala lalu dirinya memutuskan untuk mengetuk pintu
Tok-tok
Ardi yang mendengar ketukan pintu langsung menyuruh masuk
" Masuk."
Yoga langsung membuka pintu lalu masuk ke dalam ruangan Ardi hingga dirinya sampai di depan Ardi, dirinya tidak menyangka kalau Ardi sekarang sedang minum alkohol, lalu dirinya duduk di samping Ardi
" Ardi, ada apa sebenarnya? kau bukan tipe pria pemabuk, tapi sudah 2 hari ini kau mabuk, ada apa?"
Ardi menjawab hanya menggelengkan kepala, membuat Yoga kuatir, bagaimana pun juga Ardi bukan'lah orang pemabuk, tapi kali ini Ardi masih minum alkohol. Yoga langsung mengambil alkohol yang sedang Ardi pegang. Ardi hanya menatap mata Yoga dengan tatapan sinis
" Ardi, katakan ada apa?"
" Yoga, aku lelah, aku tidak ingin cerita dengan siapapun."
" Ardi, sejak kapan kau seperti anak-anak? bukan'kah kau selalu bersikap dewasa, tapi kali ini kau seperti anak-anak, ada apa sebenarnya?"
" Sudah aku bilang, kau tidak perlu ikut campur urusanku! Kembalikan alkohol ku."
__ADS_1
" Ardi, kali ini aku tidak akan menurutimu, berhenti minum dan ceritakan apa yang terjadi, alkohol tidak akan melupakan masalahmu! Katakan ada apa?"
" Lisa, dia masih saja mencintai Livino, aku ingin melihat Lisa bahagia, tapi aku tidak bisa melepaskannya, aku sangat mencintainya, bahkan belum menceraikannya saja, aku menjadi seperti ini, apa lagi jika aku sudah menceraikannya, akan menjadi seperti apa aku ini, tapi aku juga tidak ingin egois. Aku tidak ingin mempertahankan Lisa, aku tidak ingin membuat Lisa tersiksa dalam pernikahan ini."
" Ardi, aku tidak mengerti maksud dari ceritamu, yang aku tau Lisa ke kantormu, bukan'kah itu artinya dia mencintaimu, Lisa juga seorang dokter terkenal dingin, jika dia tidak mencintaimu, tidak mungkin membuka ikatan pernikahan kalian terang-terangan, karena Lisa orang yang paling tidak suka ada gosip tentang dirinya, apa lagi yang menjadi masalah kalian?"
" 2 hari yang lalu aku membuka pesan dari Livino, dan ikatan batin Lisa dengan Livino sangat kuat, Lisa memiliki perasaan yang tidak enak terhadap Ayah Livino, tapi ternyata benar, Ayah Livino kecelakaan, dan sekarang masih kom'a, kalau Lisa tidak mencintainya, kenapa dia bisa memiliki perasaan itu?"
" Apa kalian bertengkar? apa Lisa tidak menjelaskan tentang Livino dari pesan itu?"
" Pesan itu sudah aku hapus sebelum Lisa membaca pesan itu, aku tidak ingin Lisa marah karena aku telah berani membuka pesan itu."
" Ardi, kau menghapus pesan itu tanpa tau kebenaranya dulu, kenapa kau tidak tanyakan pada istrimu, kenapa kau membuat masalahmu semakin rumit. Ardi, aku yakin Lisa mencintaimu, karena Lisa tipe orang yang menjaga jarak dari seorang pria, dan termasuk dirimu saat baru menikah, tapi kali ini Lisa tidak memiliki jarak untuk kalian, itu artinya Lisa mencintaimu, hanya saja kalian yang sulit untuk jujur, membuat kalian selalu dalam masalah."
Yoga hanya menghela nafas berat, karena mendengar bentakan dari sahabatnya. Namen dirinya juga sadar, mungkin sahabatnya karena pengaruh alkohol, tapi dirinya juga lelah dan kasihan melihat sahabatnya selalu memiliki masalah dalam rumah tangga mereka, apa lagi permasalahan itu selalu saja tentang Livino, dan membuat dirinya kesal pada Lisa, namen dirinya tau walaupun permasalahan ini awalnya dari Lisa, tapi di sini yang salah Ardi, karena Ardi tidak ingin menanyakan lagi tentang Livino, melainkan sudah cemburu membuat Yoga menjadi serba salah. Yoga melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB, lalu dirinya memutuskan untuk mengantar Ardi pulang
" Ardi, ayo kita pulang."
" Duluan saja, nanti aku pesan taksi, dan tidak perlu ikut campur urusanku."
" Aku tidak akan mengijinkan kau pulang dengan taksi, kemarin kau masih ada kesadaran, tapi lihatlah kau yang sekarang, kau terlalu mabuk, jalan keluar dari kantor ini saja kau belum tentu bisa dengan keadaan sangat mabuk, berhentilah keras kepala, dan coba bicara baik-baik dengan istrimu, agar mendapatkan jawaban dari mulutnya, jangan pernah menyakiti badanmu sendiri dengan minum alkohol, bukan'kah kau selalu bersikap dewasa, tapi kenapa sekarang seperti anak-anak."
__ADS_1
" Kau bilang aku yang keras kepala? bukan'kah Lisa yang keras kepala, kenapa hingga saat ini Lisa belum bisa menjelaskan ada hubungan apa dengan Livino."
Yoga pun hanya diam, dirinya juga bingung sekarang harus bicara apa, lalu dirinya ingit kunci satu-satunya dalam hubungan mereka adalah Ria, bagaimana juga Ria adalah sahabat Lisa, dan sepertinya Ria tau hubungan Lisa dengan Livino
" Ardi, kalau memang kau tidak bisa bertanya pada Lisa, maka tanyakan pada Ria. Aku yakin Ria tau tentang hubungan Lisa dengan Livino, karena Ria adalah sahabat kecilnya."
" Tidak perlu, aku sudah sangat lelah dengan kebohongan."
" Baiklah, aku akan mengantarmu pulang, sekarang sudah sangat malam."
Ardi tidak menjawab ucapan Yoga lagi, lalu Yoga langsung membangun Ardi yang duduk sambil memejamkan mata lalu memapahnya keluar dari kantor. Yoga bersyukur kantornya sudah sangat sepi, coba saja kalau masih banyak karyawan, apa jadinya seorang CEO mabuk, bukan'kah itu sangat memalukan. Ardi dan Yoga pun sampai di dalam mobil, lalu Yoga langsung melanjutkan mobilnya. Setelah menempuh perjalanan 30 menit, mereka sampai di rumah Ardi. Yoga langsung memapah Ardi masuk ke dalam rumah. BI Minah yang melihat Yoga dan tuan muda langsung mendekati mereka
" Malam tuan muda, malam tuan Yoga."
" Malam juga Bi, ini tolong bawakan tas Ardi."
Yoga langsung menyerahkan tas Ardi pada BI Minah, lalu Bi Minah mengambil tas itu, lalu Yoga langsung membawa Ardi masuk hingga sampai di ruang tamu, di ruang tamu sudah ada Lisa yang sangat gelisah dari tadi. Lisa yang melihat Yoga datang bersama suaminya dirinya langsung mendekati Yoga.
" Yoga, kak Ardi mabuk lagi?"
" Iya Lisa, sudah aku akan membaringkan Ardi dulu."
__ADS_1
Yoga langsung membawa Ardi menaiki tangga hingga sampai di kamar, lalu langsung membaringkan tubuh Ardi di atas ranjang. Lisa langsung melepaskan sepatu suaminya, lalu melepaskan jasnya, setelah itu membuka 2 kancing kemejanya setelah selesai Lisa langsung membenarkan posisi tubuh suaminya. Yoga yang melihat Lisa sangat perhatian pada sahabatnya membuat dirinya berpikir kalau Lisa memang sangat mencintai Ardi, karena melihat dari cara Lisa memperlakukan Ardi dengan sangat hati-hati, membuat dirinya juga berpikir kalau mereka hanya tidak bisa saling terbuka satu sama lain, Ardi yang tidak ingin menanyakan sedangkan Lisa tidak ingin cerita mambuat rumah tangganya selalu di penuhi masalah dan masalah