Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 37. Nasehat mamah


__ADS_3

Mereka berdua masih terus saja saling berpelukan. Intan masih terus memeluk suaminya, sambil terus berpikir tentang ucapan suaminya


" Apa kau menganggapku seperti anak kecil Yoga?, seandainya saja aku tidak mencintaimu, saat kau mengatakan itu, aku tidak akan minta maaf, melainkan langsung menamparmu." batin Intan


Intan terus saja berpikir tentang ucapan suaminya. Yoga masih terus diam sambil tersenyum. Tidak lama ada suara ketukan pintu


Tok-tok


Yoga dan Intan yang mendengar ketukan pintu ia langsung melepaskan pelukannya, lalu Yoga langsung mengenakan baju tidurnya lagi, setelah itu ia langsung berjalan mendekati pintu, ia langsung membuka pintu kamary. BI Ira yang melihat bibir tuan mudanya bengkak dan rambut yang berantakan ia diam sejenak, setelah sadar dari tatapan matanya, ia langsung menyapa tuan mudanya


" Pagi tuan muda, sekitar 2 jam lagi, nyonya Mey dan tuan Rangga akan kembali ke Inggris."


" Iya pagi juga BI, baik, saya akan bilang pada istri saya."


" Baik tuan muda, saya permisi dulu."


" Iya Bi."


BI Ira langsung menuruni tangga sambil berpikir


" Tidak heran kalau nona Intan sangat mencintai tuan Yoga, dia bukan hanya tampan, tapi tuan Yoga juga berbicaranya sangat ramah, tunggu, tapi kenapa tuan Yoga, bibirnya bengkak, seganas itukan nona Intan." batin BI Ira


BI Ira terus saja berjalan sambil berpikir hingga ia sadar dari pikirannya


" Ngapain aku ngurusin, urusan mereka." batin BI Ira


Yoga langsung menutup pintunya lagi, lalu ia langsung mendekati istrinya, hingga sampai di ranjang, ia langsung duduk di atas ranjang, lalu ia langsung mengatakan ucapan BI Ira


" Sayang, mamah dan papah akan kembali 2 jam lagi, tadi BI Ira memberitahuku keberangkatan mamah."


Intan yang mendengar ucapan dari suaminya, ia langsung duduk, lalu langsung menjawab ucapan suaminya


" Kenapa mamah cepat sekali?, kita baru saja menikah."


" Tidak tau, lebih baik kau mandi, setelah itu kita menemui mamah."


Intan yang mendengar ucapan suaminya, sangat kesal, bagaimana pun juga, ia masih merasakan sakit, dan sekarang suaminya itu tidak pengertian, suaminya langsung menyuruhnya mandi, tanpa mengangkat tubuhnya

__ADS_1


" Dasar pria aneh, setelah mendapat kenikmatan kau campakkan aku!"


Yoga yang mendengar ucapan istrinya, ia tidak mengerti, ia langsung bertanya pada istrinya


" Kenapa berbicara seperti itu sayang?"


" Yoga, selangkanganku sakit, dan kau menyuruh aku mandi tanpa mengantar aku ke dalam kamar mandi, benar-benar jahat!"


Yoga yang mendengar jawaban istrinya, ia langsung mengusap pucuk kepala istrinya sambil minta maaf


" Aku minta maaf sayang, aku benar-benar lupa."


Intan hanya menjawab dengan anggukan kepala. Yoga langsung mengangkat tubuh istrinya, lalu langsung membawanya masuk ke dalam kamar mandi hingga ia sampai di kamar mandi, ia langsung menurunkan istrinya di dekat bathtub


" Sekarang sayang mandi, aku akan menunggumu di sini."


" Iya suamiku."


Intan langsung merendam tubuhnya di bathtub. Yoga yang melihat tubuh telanjang istrinya, seketika menjadi tegang, walaupun ia baru selsai main 3 jam yang lalu


Setelah 30 menit, Intan selesai dengan ritual mandinya, ia langsung menyelimuti tubuhnya memakai handuk, lalu langsung berbicara pada suaminya


" Suamiku, aku sudah selesai mandi."


Yoga yang mendengar suara istrinya, seketika ia sadar dari tatapan mesumnya


" Iya sayang."


Yoga langsung mengangkat tubuh istrinya hingga sampai di tempat ganti pakaian, setelah itu ia juga memutuskan untuk mandi


" Sayang, aku mandi dulu."


" Iya suamiku."


Yoga langsung pergi ke dalam kamar mandi. Intan langsung mengganti baju. Setelah 20 menit Yoga selsai mandi, lalu ia langsung mengajak istrinya untuk menemui ibunya, ia langsung melebarkan tangannya


" Sayang, ayo."

__ADS_1


Intan menolak untuk di gendong, ia sangat malu kalau harus di gendong keluar dari kamar


" Aku jalan sendiri saja suamiku."


" Baiklah sayang."


Yoga merangkul pinggang istrinya, keluar dari kamarnya, hingga mereka sampai di ruang tamu, lalu ia langsung menyapa orang yang ada di ruangan tamu


" Pagi semua." sapa Yoga dan Intan


" Iya pagi juga."


Intan dan Yoga langsung duduk. Semua orang yang ada di ruang tamu hanya tersenyum saat melihat bibir Yoga yang bengkak, hanya Ardi dan Lisa yang tidak ada. Ardi sudah pergi ke kantor, sedangkan Lisa, ia ada olahraga semester untuk ibu hamil. Mey yang melihat anak dan menantunya ia sangat malu karena melihat bibir menantunya


" Kenapa Intan bar-bar seperti kucing liar, hingga sampai-sampi bibir Yoga bengkak." batin Mey


Rangga juga tersenyum saat melihat bibir menantunya yang bengkak sambil berpikir


" Perasan waktu aku malam pertama, tidak seperti itu, walaupun aku pertama kali menikah, tapi aku tidak menggigit bibir Mey seperti itu, dan Mey juga tidak seperti itu, kenapa Intan sangat bar-bar, aku juga tidak mengajarinya untuk bar-bar." batin Rangga


Mirna dan Ardian juga tersenyum saat melihat pemandangan yang sangat langka, kalau Yoga memberikan tanda merah di leher Intan itu sudah tidak aneh, semua yang duduk di situ juga sudah merasakannya, tapi kalau melihat bibir suaminya hingga bengkak itu belum pernah terjadi, bahkan mereka juga melihat leher Yoga bekas cengkraman kuat. Intan dan Yoga yang di tatap aneh oleh keluarganya, mereka merasa sangat risih, entah kenapa mereka seperti belum pernah bertemu sebelumnya. Mey langsung membuka pembicaraan untuk menasehati putrinya


" Sayang, mamah akan pulang hari ini, kau harus menurut apa kata Yoga, belajar menjadi istri yang baik, dan ingat jangan terlalu manja, jika kau merasa sakit, dalam hal apapun, kau tidak boleh mengeluh."


" Iya mah, aku mengerti."


Yoga yang mendengar ucapan dari ibu mertuanya, ia sekarang tau, kenpa istrinya tadi pagi berbicara sakit dengan nada yang berlebihan, karena istrinya tidak bisa merasakan sakit, walaupun hanya goresan kecil


" Pantas saja, dia mengeluh kesakitan." batin Yoga


Setelah Mey selsai berbicara, Rangga juga menasehati Yoga


" Yoga, papah minta kau harus menjaga Intan dengan baik. Jika Intan salah jalan, kau boleh menegurnya, kau adalah kepala keluarga di sini, kau harus tegas dalam hal apapun itu, bagaimana pun juga Intan masih belum terlalu dewasa, sikapnya masih sering kanak-kanakan, kau juga pasti sudah tau bagaimana kehidupan Intan dulu, tapi papah berharap kau bisa mendidik Intan menjadi lebih baik lagi, karena semenjak Intan memilihmu menjadi pendamping hidupnya, Intan banyak berubah, dia menjadi wanita lembut, tidak suka yang namanya mabuk-mabukan seperti dulu saat di Inggris, Intan juga mau belajar masak hanya untukmu."


" Yoga mengerti maksud papah. Yoga akan sebisa mungkin untuk menjaga Intan dengan baik."


Intan yang mendengar ucapan papah dan ibunya, ia langsung meneteskan air mata, ia sangat sedih, dari dulu hingga sekarang, orang tuanya tidak pernah meminta apa-apa dari ia, bahkan dulu saat ia menjadi gadis nakal, orang tuanya tidak pernah sekalipun menegurnya, tapi mereka berdua selalu tau apa yang ia lakukan, dan sekarang tugas orang tuanya untuk menjaganya sudah selesai, kerena ia sudah memiliki kehidupan baru, tapi orang tuanya masih tetap menasehati ia dan suaminya dengan baik

__ADS_1


__ADS_2