
Lisa langsung duduk lagi di meja rias
" Kenapa kunci layar ponselmu masih sama, tanggal jadian kita, apa kau masih mencintaiku?"
Lisa tidak menjawab pertanyaan dari suaminya
" Bagaimana mungkin Ardi tau, apa Ardi tadi membuka kunci ponselku?" Batin Lisa
Ardi memutarkan badan istrinya agar menghadap ke dirinya
" Jawab pertanyaanku, apa kau masih mencintaiku bukan mencintai Livino?"
" Pertanyaan konyol apa yang Ardi tanyakan, bukankah kita sudah tidak pernah membahas Kak Livino." Batin Lisa
Ardi memegang kedua bahu istrinya
" Sayang, tolong jawab pertanyaan aku?." Tanya Ardi dengan lirih
" Bukankah kau sudah tau, aku sudah tidak memiliki perasaan padamu, kau hanyalah masa lalu, sedangkan Livino adalah masa depanku." Jawab Lisa sambil menghempaskan kedua tangan suaminya yang ada di bahu dirinya
" Masa lalu dan masa depanmu hanya bersamaku, karena sekarang kau istriku."
" Terlalu mimpi."
" Sayang, aku tau, kau pasti masih mencintaiku, jawab dengan jujur?"
Lisa langsung menundukkan kepala dirinya tidak berani lagi melihat suaminya
" Aku sudah jujur."
" Sayang, tolong jujur aku tau, kau tidak jujur, kau berbicara tanpa menatapku, beri aku kesempatan kedua untuk memperbaiki semuanya?"
" Tidak, tidak ada lagi kesempatan kedua untuk orang sepertimu, kau sudah tau bukan sekarang aku mencintai siapa?" Jawab Lisa masih dengan menundukkan kepalanya
" Apa kau sangat mencintai Livino, bahkan kau hanya menuruti Livino, aku tau Livino yang menyuruhmu untuk menjadi menantu yang baik."
__ADS_1
" Iya, aku memang sangat mencintai Livino."
" Sayang, aku tau, kau masih mencintaiku, jawabanmu tanpa menatap mataku, dan yang terakhir sudah jelas kunci layar ponselmu masih sama seperti 6 tahun yang lalu masih tanggal jadian kita, bukankah kalau kau sudah tidak mencintaiku lagi kau sudah mengganti kunci layar ponsel itu, kau sudah menggunakan ponsel baru, tapi kenapa tetap sama, apa kau masih mencintaiku?"
" Tidak." Jawab Lisa singkat
Lisa mencoban menahan air mata yang akan menetes, karena setiap membahas tentang 5 tahun yang lalu, hati Lisa selalu merasakan sakit hati yang mendalam
" Aku tau, kita banyak keselah pahaman, aku akan menjelaskan kenapa aku saat itu meminta putus padamu, karena aku sangat me."
" Cukup!." Bentak Lisa
Suaminya belum selesai berbicara Lisa sudah membentak suaminya
" Sayang, tolong dengarkan dulu penjelasan aku. Aku mohon." Ucap Ardi dengan lirih
" Tidak perlu lagi penjelasanmu itu harusnya kau jelaskan saat 5 tahun yang lalu, di saat aku masih mencintaimu."
Lisa sudah tidak bisa menahan air matanya, hingga air mata Lisa menetes membasahi pipi. Lisa terus menundukkan kepala
Lisa langsung menghapus air mata dirinya dengan kasar, lalu dirinya langsung menuju mata suaminya dengan tatapan tajam
" Cinta, kau bilang itu cinta, kau memutuskan aku tanpa penjelasan, kau bilang itu cinta, cinta macam apa Ardi!, apa ada sesorang yang mencintainya, tapi harus memutuskan hubungannya?"
" Iya, karena dulu aku sangat mencintaimu, kau dulu masih kuliah semester 2, dan aku tidak ingin kau selalu memikirkan aku, aku takut kau tidak fokus belajar untuk itu aku meminta kita putus, tapi sampai sekarang aku masih mencintaimu."
" Kau bilang agar aku fokus belajar, apa nilai aku selama ini jelek, bukankah kau sudah tau nilai aku?"
" Iya, aku sudah tau, aku hanya takut nanti kau tidak fokus belajar, tapi dari dulu hingga sekarang aku tetap mencintaimu."
" Penjelasanmu itu sudah terlambat, aku bahkan sudah mencintai Livino, kau juga sudah tau, kalau aku sudah pernah tidur bersama Livino bukan?"
Lisa masih tetap keras kepala, walaupun dirinya memang sudah menyukai suaminya lagi, tapi bagi dirinya penjelasan Ardi tidak masuk akal
" Sampai kapan kau berbohong, kalau kau sudah tidur bersama Livino, bahkan kau tidak mengerti perkataan mamah dan perkataan aku tadi, kau memikirkan hal itu sangat lama, harus berapa ke bohongan lagi yang kau tutupi dariku, iya aku dulu memang Percaya perkataanmu dan perkataan Livino, tapi setelah kejadian tadi pagi, aku tau, kau bukan Gadis seperti itu."
__ADS_1
" Apa maksudmu Ardi, bukankah kau dulu percaya, bahkan kau membentak aku, kau menganggap aku seperti Gadis murahan, sudah cukup Ardi jangan pernah membahas masalalu lagi, masalalu kita itu sangat rumit, dan aku sudah capek, aku ingin membuka lembaran baru, aku juga ingin bebas darimu, karena mengenalmu adalah kesialan buat aku."
" Jika kau tidak mencintaiku, kenapa kau masih memakai kunci layar ponsel yang sama lalu kau juga sekarang menangis, kau ingin membuka lembaran baru, baik, tapi jangan berharap kau ingin bercerai denganku, apa lagi yang kau tutupi dariku?
Lisa tidak menjawab pertanyaan suaminya, walaupun dirinya sudah tau alasan suaminya, tapi tetap saja, kejadian itu sudah sangat lama, kenapa baru sekarang suaminya menjelaskan pada dirinya
" Jawab jujur Lisa!." Bentak Ardi
Lisa langsung diam, dirinya tidak menjawab pertanyaan dari suaminya
" Jawab Lisa, apa kau masih memiliki perasaan padaku hah!." Bentak Ardi
Lisa langsung menundukkan kepala, setelah suaminya membentuk dirinya lagi. Wajah Lisa mulai pucat, karena memiliki trauma di masalalu. Tubuh dirinya mulai gemetar, dirinya masih tidak menjawab pertanyaan dari suaminya. Ardi menatap wajah istrinya dengan penuh pertanyaan karena ini, dua kalinya Ardi mengetahui istrinya setiap di bentak pasti wajah istrinya langsung pucat dan tubuhnya mulai gemetar
" Apa Lisa memiliki trauma di masalalu, saat itu juga wajah Lisa sangat pucat, dan sekarang juga sama." Batin Ardi
" Sayang, tolong Jawab dengan jujur kali ini, apa kau memiliki trauma di masalalu, wajahmu sangat pucat sayang?"
Lisa menjawab pertanyaan suaminya dengan anggukan kepala.Ardi langsung mendekati istrinya lalu dirinya langsung memeluk istrinya yang masih duduk di meja rias. Bahkan pelukan Ardi tidak di balas sama sekali. Lisa masih tetap menundukkan kepalanya
" Maafkan aku, aku tidak akan membentakmu lagi, kenapa kau tidak pernah cerita padaku, harus seberapa banyak ke bohongan yang kau tutupi, harus seberapa banyak aku tidak tau tentangmu?"
Lisa masih tidak menjawab pertanyaan dari suaminya. Ardi dan Lisa melepaskan pelukannya. Ardi langsung berjongkok di depan istrinya lalu dirinya menghapus air mata istrinya dengan memakai kedua tangannya
" Apa yang membuatmu trauma di masalalu, bukankah mamah Lidia tidak pernah memarahimu, bahkan selalu lembut terhadapmu?" Tanya Ardi dengan lirih
Lisa masih tetap tidak menjawab. Air mata Lisa semakin deras
" Sayang, tolong jawab, agar aku tau semuanya tentangmu, kenapa kau tidak pernah jujur padaku, aku ini bukan orang asing, aku ini suamimu, apa yang membuatmu seperti ini?" Tanya Ardi dengan lirih
" Dulu, aku pernah di culik untuk itu aku memiliki trauma, karena preman itu membentak aku, saat itu aku berhasil kabur, tapi preman itu masih mengejar aku, lalu aku di tolong oleh seseorang, mungkin jika tidak di tolong aku sudah meninggal sekarang" Jawab Lisa dengan lirih
Lisa tidak menjelaskan siapa nama orang yang menolong dirinya. Ardi juga tidak menanyakan siapa orang yang menolong istrinya bagi dirinya yang penting sudah jujur
" Aku tidak akan pernah membentukmu lagi, aku bener-bener minta maaf sayang."
__ADS_1
" Iya kaka."