Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 48. Visual. Fota tidur


__ADS_3

Ardi Setiawan usia 26 tahu



Lisa Ayunda usia 23 tahun



Livino usia 27 tahun



Ria usia 23 tahun



Diana usia 26 tahun



Yoga usia 26 tahun



Intan usia 21 tahun



Mirna usia 55 tahun, ibunya Ardi



Ardian Setiawan usia 66 tahun, ayahnya Ardi


__ADS_1


Lidia usia 54 tahun. Ibunya Lisa



Rey Ayunda usia 59 tahun. Ayahnya Lisa



Livia usia 63 tahun. Ibunya Livino



Para pembaca setiaku terimakasih sudah mendukung sampai saat ini. Jika Visual kurang cocok di cocokin


...****************...


Lisa masih di ruang tv ia masih menyadarkan kepalanya di sofa sambil sesekali dirinya melihat layar ponselnya karena layar utamanya ia ganti memakai walpaper suaminya. Tidak lama Intan pun datang sambil membawa ponsel ia langsung mendekati Lisa lalu dirinya duduk di samping Lisa. Lisa hanya melirik sekilas lalu pandangan mata dirinya melihat kedepan lagi. Intan hanya tersenyum saat di lihat oleh Lisa, dirinya mengumpulkan aura kesedihan agar Lisa melihat dirinya benar-benar nyata


" Lisa, boleh aku tanya sesuatu?"


" Tapi ini masalah kak Ardi, apa kau mencintai kak Ardi?"


" Iya, aku sangat mencintai kak Ardi, dan kak Ardi juga sangat mencintai aku."


Lisa menjawab dengan wajah yang sangat polos ia tidak memiliki pikiran apa pun pada orang yang ada di sampingnya karena bagi dirinya Intan itu adalah adik sepupu dari suaminya jadi dirinya tidak memiliki kecurigaan apa pun. Intan hanya tersenyum melihat wajah polos Lisa


" Lisa, sebenernya ada sesuatu yang ingin aku bicarakan, jangan terlalu percaya pada perkataan manis seorang pria karena itu hanyalah rayuan bekal."


" Apa maksudmu?"


" Aku akan menceritakan kenapa kak Ardi menikahimu, bukan menikaiku."


" Apa maksudnya?"


Wajah Lisa penuh dengan rasa bingung karena mereka hanya sepupu, tapi sekarang seperti memiliki hubungan lebih dari sepupu. Intan masih tersenyum ia tidak menyangka melihat istri dari kaka sepupunya itu sangat polos dan tidak memiliki kecurigaan apa pun

__ADS_1


" Kak Ardi dan aku pernah pacaran."


Lisa setelah mendengar perkataan dari Intan hanya mengerutkan keningnya ia belum memikirkan apa pun. Intan pun memutuskan melanjutkan pembicaraan karena Lisa tidak memberi tanggapan pada dirinya


" Kita memang saling mencintai, hanya saja Tante Mirna melarang aku dan kak atdi berpacaran karena kita adalah sepupu, apa kau mengerti maksudku?"


" Tidak."


" Iya, itu kenapa kau di jodohkan dengan kak Ardi, agar kak Ardi bisa melupakan aku, intinya kau hanyalah pelampiasan di keluarga ini."


" Tidak, aku dan kak Ardi sama-sama cinta."


Walaupun sudah mendengar jawaban dari Intan dirinya masih tidak mengerti maksud perkataan Intan itu apa, dirinya berpikir itu hanyalah masa lalu, bukan'kah setiap orang memiliki masa lalu. Intan yang melihat wajah Lisa biasa saja dirinya memutuskan untuk memperlihatkan foto dirinya yang tidur bersama Ardi. Foto itu adalah foto saat dirinya naik ke ranjang Ardi, sebelum Ardi bangun dirinya sudah mengambil beberapa foto, walaupun Ardi masih memakai baju lengkap, tapi dirinya saat itu memakai Tank Top tentu saja pasti Lisa akan cemburu, bahkan Intan berharap Lisa langsung minta cerai pada Ardi nanti setelah Ardi pulang dari luar kota


" Lisa, lihat ini, bahkan kita tidur bersama saat di Inggris."


Intan mengasih ponselnya pada Lisa. Lisa pun mengambil ponsel Intan, lalu dirinya melihat foto yang Intan tujukan, dirinya benar-benar tidak menyangka kalau suaminya itu pernah tidur bersama wanita lain. Intan pun menggeser layar ponselnya untuk menunjukkan beberapa foto lagi. Detak jantung Lisa sudah mulai tidak karuan dirinya merasa seperti tertusuk oleh ribuan pisau, bagaimana mungkin orang yang mengatakan pada dirinya belum pernah berciuman dengan siapapun hanya dengan dirinya, tapi kenyataannya sudah tidur bersama wanita lain apa lagi itu adik sepupunya sendiri. Walaupun Lisa melihat suaminya tertidur pulas dan masih menggunakan baju lengkap, tapi tetap saja melihat Intan yang memakai Tank Top tanpa bara membuat dirinya berpikir Intan dan suaminya pasti melakukan hubungan suami istri, tepatnya menurut Lisa zinah, entahlah pikiran Lisa mejadi kemana-kemana, mungkin bukan dirinya saja orang lain juga pasti berpikir hal yang sama seperti dirinya, tapi dirinya mencoban menahan emosi karena tidak ingin menunjukan sakit hatinya pada Intan ia mencoba tersenyum walaupun hatinya sudah benar-benar sakit, bahkan rasa sakit itu lebih sakit saat Ardi memutuskan hubungan dengan dirinya mungkin karena dirinya sekarang sudah benar-benar mencintai suaminya lagi. Walaupun Lisa mencoban tersenyum, tapi Intan bisa melihat wajah Lisa menjadi kecewa ia hanya tersenyum senang di dalam hatinya karena rencana dirinya berhasil


" Gadis bodoh, kau sangat mudah sekalih di bohongi." Batin Intan


" Kak, kenapa harus seperti ini, kenapa aku harus di buat kecewa keduakalinya olehmu, apa aku ini benar-benar seorang Gadis bodoh, memaafkanmu semudah itu, setelah begitu banyak yang terjadi di antara kita." Batin Lisa


Intan pun membuka pembicaraan lagi karena melihat Lisa yang sudah di bakar oleh api cemburu


" Lisa, aku harap kau itu jangan terlalu mudah di rayu oleh kak Ardi karena cinta kak Ardi hanya untukku, bahkan dulu kak Ardi setelah wisuda tidak langsung kembali ke Indonesia karena dirinya masih ingin bersamaku, tapi karena Tante tidak setuju dengan hubungan kita, dan memaksa kak Ardi untuk menerima perjodohan itu dirinya tidak bisa menolak."


Lisa memang tau suaminya setelah wisuda tidak langsung pulang karena ingin melupakan dirinya, itu lah yang dirinya dengar dari suaminya, tapi kenapa kenyataan yang dirinya dengar sekarang berbeda, kenapa sekarang yang dirinya dengar karena ingin bersama Intan, kenapa suaminya memiliki pacar bahkan itu sepupunya sendiri membuat dirinya benar-benar kecewa, harus'kah dirinya marah pada suaminya, atau dirinya simpan luka itu di dalam hati karena dulu dirinya juga tidak memiliki hubungan dengan suaminya. Saat itu memang dirinya sudah putus apakah dirinya berhak marah pada suaminya, atau dirinya anggap sebagai masa lalu, karena semua orang memiliki masa lalu, tapi tetap saja rasa sesak di dada dirinya tidak bisa ia tahan sekarang juga kalau tidak malu ingin menangis setelah melihat foto suaminya tertidur pulas dengan wanita lain, dirinya seperti melihat suaminya itu sangat nyaman


" Apa aku harus mengubur lagi rasa cinta yang sudah tumbuh kembali, bahkan rasa cinta itu sekarang lebih besar, Lisa harus'kah kau terjatuh lagi ke lubang yang sama." Batin Lisa


Lisa sudah tidak bisa menahan air mata ia memutuskan untuk ke kamar. " Intan aku masuk kamar dulu, aku mau tidur."


" Iya Lisa tidak apa-apa."


Lisa langsung berjalan menaiki tangga dengan perasaan yang benar-benar kacau hingga air mata yang ia tahan langsung membasahi pipinya. Lisa sampai di dalam kamar ia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang, dirinya sambil terus berpikir dan mengingat perkataan suaminya jangan pernah percaya dengan perkataan orang lain, tapi dirinya bahkan menyalah artikan sekarang setelah melihat foto itu

__ADS_1


" Pria brengsek! Kau bilang jangan pernah percaya dengan siapapun, apa kau takut ketahuan kalau kau memiliki hubungan dengannya."


__ADS_2