
Lisa sudah 3 jam masih saja duduk sambil menyadarkan kepala di sofa. Lidia yang akan ke kamar, tapi langkahnya terhenti saat melihat anaknya yang terus saja duduk dan melamun membuat Lidia kuatir, tapi dirinya juga tidak bisa berbuat apa-apa karena anaknya bahkan tidak menceritakan apa pun pada dirinya, tadi pas datang saja mengatakan hanya rindu rumah. Lidia yakin anaknya itu masih belum bisa menerima Ardi membuat dirinya serba salah, harusnya dulu dirinya tidak menerima perjodohan konyol yang akhirnya membuat anaknya lebih tidak ceriah bahkan sekarang pulang lebih pendiam, tidak seperti sebelum berangkat ke rumah mertuanya. Walaupun pendiam pada orang lain, tapi masih sedikit cerewet pada dirinya, tapi sekarang sudah 3 jam anaknya masih saja duduk sambil menyadarkan kepalanya. Lidia pun memutuskan mendekati anaknya lalu dirinya langsung duduk di samping anaknya
" Sayang, kau kenapa nak?"
Lisa tidak mendengar pertanyaan ibunya karena dirinya masih saja mengingat suaminya yang masuk ke kamar Intan. Lidia semakin kuatir melihat anaknya yang masih saja diam dan tidak menjawab pertanyaan dari dirinya, lalu dirinya memutuskan untuk bertanya lagi
" Sayang, kau kenapa nak?"
Lisa pun sadar dari lamunannya lalu dirinya langsung melihat ibunya sambil memaksakan senyum pada ibunya
" Iya mah."
" Sayang, apa yang terjadi padamu?"
" Tidak ada mah."
Setelah mendengar jawaban dari anaknya Lidia semakin merasa bersalah pada anaknya lalu dirinya memutuskan untuk minta maaf karena dirinya yakin anaknya belum bisa menerima Ardi
" Sayang, maafkan mamah, ini karena kesalahan mamah yang menerima perjodohan ini."
Lisa langsung menatap wajah ibunya yang merasa bersalah pada dirinya membuat dirinya tidak enak hati pada ibunya. Lisa tau kalau ibunya itu berpikir dirinya belum bisa menerima Ardi, membuat dirinya berpikir jujur atau tidak pada ibunya. Lidia yang belum mendengar jawaban dari anaknya semakin merasa bersalah. Lisa setelah berpikir akhirnya dirinya memutuskan bercerita pada ibunya
" Mah, Lisa tidak menyalahkan mamah, tapi Lisa memiliki masalah sama kak Ardi."
" Masalah apa sayang, mungkin mamah bisa membantumu?"
" Menurut mamah kalau Lisa melihat foto-foto kak Ardi bersama wanita lain harus bagaimana? apa Lisa harus marah? atau Lisa mendengar penjelasan kak Ardi?"
" Sayang, setiap masalah harus mendengarkan penjelasan dulu, apa lagi kau orang yang bisa melihat ke benaran di mata orang lain, kenapa tidak mencoba menatapnya dan mencari kebenaran itu."
__ADS_1
Lisa langsung menundukkan kepala karena dirinya merasa bersalah setelah mendengar jawaban dari ibunya dan dirinya merasa sangat bodoh karena sudah di bakar api cemburu yang belum tentu itu benar karena dirinya juga tidak melihat dengan mata sendiri, tapi sudah tidak ingin mendengar penjelasan dari suaminya. Lidia membelai rambut anaknya dengan lembut sambil tersenyum
" Sayang, dalam rumah tangga itu kuncinya adalah saling percaya satu sama lain, kita boleh memiliki curiga, tapi tidak perlu berlebihan, dan kita tidak boleh sangat percaya karena takut di kecewakan, kau sudah dewasa sekarang. Mamah ingin tau, kau kesini atas ijin suamimu atau atas pertengkaran yang belum jelas?"
" Mah, Lisa kesini memang sudah bilang sama kak Ardi, tapi Lisa tidak mau dengar penjelasan kak Ardi."
Lidia masih menaburkan senyuman pada anaknya dan sekarang dirinya tau, kalau anaknya memang sudah mencintai Ardi, bagi dirinya permasalahan dalam rumah tangga itu sudah sangat biasa karena dirinya juga pernah muda jadi untuk itu dirinya akan menasehati anaknya
" Sayang, kabur dari masalah tidak akan menyelesaikan masalah, apa lagi mamah sangat percaya sama Ardi, kalau Ardi tidak akan pernah tertarik pada wanita lain."
" Dari mana mamah yakin kalau kak Ardi tidak tertarik dengan wanita lain?"
" Karena mamah sangat percaya padanya kalau Ardi bukan pria seperti itu, jadi kau harus belajar menjadi istri yang baik."
" Lisa mengerti mah, tapi foto yang Lisa lihat itu."
Lisa memberhentikan pembicaraannya harus'kah dirinya mengatakan kalau suaminya itu tidur bersama wanita lain atau tidak karena itu hanyalah foto bukan melihat secara langsung. Lidia paham maksud dari kata foto pasti foto yang tidak benar, tapi dirinya yakin itu hanyalah foto bukan kenyataan, dirinya masih berpikir positif karena bagaimanapun juga menantunya itu orang yang sangat tampan, apa lagi seorang CEO, dirinya sangat yakin kalau foto itu hanyalah untuk merusak rumah tangga mereka. Lidia memutuskan untuk menasehati anaknya karena dirinya tau kalau anaknya tidak bisa mengatakan yang ada dalam pikirannya
" Baiklah mah Lisa mengerti, kalau begitu Lisa istirahat dulu."
" Iya sayang."
Lisa langsung berjalan menaiki tangga lalu dirinya pun sampai di kamarnya, dirinya langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang hingga dirinya tertidur. walaupun sekarang masih pukul 19.00 WIB, tapi karena lelah Lisa langsung tertidur
...****************...
DI Kediaman Yoga
Yoga sudah duduk berdua dengan Ardi di kamarnya. Keduanya saling menatap mata, tapi Yoga yakin bahwa sahabatnya ada masalah dengan istrinya. Ardi pun langsung membuka pembicaraan
__ADS_1
" Yoga, apa kau masih memiliki video saat ulet bulu naik ke ranjangku?"
" Video itu sudah di hapus dan kemungkinan besar Tante Mey yang menghapus video itu karena saat itu hanya ada Tante Mey yang ada di apartemen, memang kenapa?"
" Aku memiliki masalah dengan istriku dan Intan penyebab dari pertengkaran kita. Intan mengasih foto yang dia ambil saat aku tidur, bagaimana aku sekarang?."
Yoga hanya menghela nafas setelah mendengar jawaban dari sahabatnya, dirinya tidak pernah habis pikir orang yang dirinya sukai itu adalah orang yang tidak memiliki hati nurani, dengan tega membuat rumah tangga orang lain hampir berantakan, lalu dirinya lebih baik bicara pada Ardi kalau dirinya tidak mau memperjuangkan wanita yang sudah membuat rumah tangga orang lain akan berantakan
" Ardi, aku hanya ingin mengatakan kalau aku tidak bisa untuk memperjuangkan cintaku pada wanita itu, tapi aku akan berusaha untuk membantumu dalam waktu 3 hari masalah ini selsai."
" Bagaimana kau membantuku?"
" Sudah, yang jelas dalam waktu 3 hari masalah ini akan selsai."
" Baiklah, terimakasih karena kau selalu membantuku."
" Sama-sama, lagian kita sahabat."
Yoga yakin kalau masalah ini selsai dalam waktu 3 hari karena Yoga akan menghubungi Tante Mey yang tidak lain adalah ibunya Intan, dirinya yakin kalau Tante Mey akan membantunya karena tidak ada orang tua yang ingin anaknya merusak rumah tangga orang lain
" Ardi, aku yakin dalam waktu 3 hari masalah kau selsai, aku akan menghubungi Tante Mey." batin Yoga
Ardi hanya diam sambil melihat wajah sahabatnya yang seperti memikirkan sesuatu untuk dirinya, dirinya sangat beruntung memiliki sahabat seperti Yoga yang selalu membantu kesulitan apa pun itu, walaupun sekarang dirinya juga belum tau apa yang akan di lakukan sahabatnya, tapi dirinya hanya berharap kalau sahabatnya bisa memegang ucan sendiri
" Kalau begitu aku pulang dulu Yoga."
" Baiklah. Aku pasti akan membantumu hingga masalah kalian berdua selsai."
" Iya Yoga."
__ADS_1
Ardi langsung melangkahkan kakinya keluar dari rumah Yoga lalu langsung melajukan mobilnya