Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 97. Gagal di mengungkapkan


__ADS_3

Setelah mendengar jawaban dari Yoga, Intan langsung berpikir tentang sikap Yoga yang sedikit emosi, bagi ia tidak heran kalau Yoga marah, karena itu sama saja seperti menghibur Yoga, tapi ia benar-benar tidak tau apa-apa tentang apa yang telah menimpa Yoga, bahkan Kaka sepupunya saja tidak menceritakan hal itu, lalu ia langsung membuka suara lagi


" Yoga, aku benar-benar minta maaf, aku sama sekali tidak tau tentang kehidupanmu, aku turun berduka cita atas wafatnya Tante."


" Tidak perlu minta maaf, harusnya aku yang minta maaf, aku langsung memarahimu, tapi kenapa kau baik padaku?"


" Aku hanya ingin menjadi sahabatmu, tidak lebih dari itu Yoga."


Yoga langsung tersenyum kecewa saat mendengar jawaban dari Intan, lalu ia berpikir mungkin Intan berniat membuka luka lamanya, pedahal ia sudah cukup menderita dengan kehidupan orang tuanya, dari orang tuanya masih hidup, ia selalu memiliki kekuatiran terus-menerus, tapi sekarang sudah mulai tenang, kenapa harus ada yang mengusik ketenangan itu, lalu Yoga langsung bertanya pada Intan, karena Yoga yakin Intan ingin membuka luka lamanya


" Intan, tolong jawab jujur, apa kau mendekatiku bukan hanya sebagai persahabatan, apa kau memiliki maksud lain?


" Tidak yoga, aku tidak memiliki maksud apa-apa, aku hanya ingin bersahabat denganmu."


Yoga langsung menarik nafas dalam-dalam, lalu membuangnya dengan kasar, setelah mendengar jawaban dari Intan, lalu ia langsung berpikir


" Apa aku sanggup bersahabat dengan Gadis yang aku cintai, apa aku bisa terus bertahan di sisinya sebagai sahabat?, aku juga tidak ingin di bilang pria pemaksa, tapi jujur saja, dengan dia semakin perhatian, rasa cintaku semakin besar." batin Yoga


Intan yang mendengar Yoga menarik nafas dalam-dalam, lalu membuangnya dengan kasar, ia sangat takut, takut Yoga tidak ingin bersahabat dengannya, bahkan setelah mengetahui ibu Yoga telah meninggal membuat ia mengurungkan niatnya untuk memiliki Yoga, ia tidak ingin mengusik hidup Yoga yang sudah mulai ketenangan, ia tidak ingin menjadi Gadis egois


" Yoga, aku minta maaf, karena tidak bisa di sisimu saat kau terpuruk, aku juga tidak ingin kau terganggu dengan kehadiranku, tapi senyumanmu dan sikap dewasamu membuat aku ingin memilikimu, aku juga ingin bertanya siapa Karina sebenarnya, tapi kenapa aku selalu tidak bisa mengucapkannya." batin Intan


Yoga yang terus saja berpikir, lalu ia memutuskan bertanya lagi pada Intan, karena Yoga yakin, Intan memiliki keinginan lain selain menjadi sahabat, tapi sekarang ia hanya satu-satunya pikiran, mungkin Intan ingin membuka luka lama lagi


" Intan, aku tanya sekali lagi, apa kau memiliki maksud lain selain ingin jadi sahabat, tolong jawab jujur?"

__ADS_1


Intan yang mendengar pertanyaan dari Yoga, ia langsung menundukkan kepala, tanpa menjawab pertanyaan dari Yoga, ia tau mungkin Yoga juga tidak percaya kalau yang di katakannya. Yoga yang melihat Intan menundukkan kepala, lalu langsung memutuskan untuk membuka suara lagi


" Jawab jujur Intan!"


Intan yang mendengar suara Yoga sedikit emosi, ia langsung mengangkat kepala lagi, lalu menatap mata Yoga, mungkin ini saatnya ia jujur pada Yoga, ia juga tidak ingin terus menahan perasaan itu


" Yoga, aku memang."


Kruyu...


Intan belum juga selesai berbicara, tapi tiba-tiba perut Yoga berbunyi membuat Intan terdiam sambil tersenyum, lalu ia memutuskan menyuruh Yoga untuk makan terlebih dahulu sebelum ia menjelaskan segalanya, setidaknya saat Yoga makan, ia bisa mengumpulkan keberanian untuk jujur karena ia sangat mencintai Yoga


" Yoga, lebih baik kau makan dulu."


Yoga yang mendengar jawaban Intan terpotong, membuatnya sangat kesal dengan perutnya, karena berbunyi di saat yang tidak tepat


Setelah beberapa detik Yoga kesal dengan perutnya, lalu ia memutuskan untuk mengiyakan ucapan Intan


" Baiklah Intan, tapi setelah selesai makan, kau harus katakan dengan jujur."


" Baik Yoga."


Intan langsung membuka bekal makan yang tadi tertunda, setelah selesai ia langsung meletakkannya di meja depan Yoga. Yoga memandangi makanan yang di siapkan Intan, membuat Yoga menjadi bingung, lagi-lagi Intan selalu membawa bekel yang ia suka, entah apa maksud Intan, Yoga juga tidak tau, tapi lagi-lagi Intan selalu saja membawa makanan kesukaannya. Intan yang melihat Yoga hanya memandangi makanan itu, ia memutuskan untuk minta maaf dari pada membuat Yoga sedih atau kecewa, karena makanan itu adalah kesukaannya yang selalu di masak oleh ibunya


" Yoga, aku minta maaf, aku tidak bermaksud untuk mengingatkan kau dengan Tante, aku janji akan masak menu yang lain."

__ADS_1


" Tidak apa-apa Intan, terimakasih."


" Sama-sama Yoga."


Yoga langsung mulai makan. Intan hanya memandangi wajah Yoga yang menurut ia sangat tampan, dan membuat Intan lupa untuk mengumpulkan keberanian itu, karena setiap melihat Yoga makan, ia selalu menemukan ketenangan tersendiri, dan bisa memandangi wajah Yoga, tanpa Yoga memandangi dirinya, membuat Intan bisa sepuasnya memandangi ketampanan Yoga, apa lagi dengan bibir tipis Yoga, membuat Intan lagi-lagi ingin sekali memangsa daging segar itu, walaupun ia belum pernah pacaran, tapi entah kenapa setiap melihat bibur Yoga, pikirannya menjadi mesum


" Aku ingin sekali memangsamu, bibirmu sangat menggemaskan." batin Intan


Yoga terus saja makan, sambil berpikir tentang sikap Intan dan membuat Yoga ingin sekali memiliki Intan


" Intan, aku ingin sekali memilikimu, tapi aku sadar tidak akan pernah mendapatkan cintamu, dan cintaku hanya bisa aku pendam dalam hatiku, agar aku tidak di anggap mengusik hidupmu." batin Yoga


Intan dan Yoga terus saja berbicara di dalam hatinya, karena ia tidak bisa mengungkapkan apa yang ada di dalam pikirannya. Setelah sekitar 15 menit, Yoga selesai makan, lalu ia langsung menatap mata Intan lagi, sekarang mata Yoga dan Mata Intan saling pandang. Yoga memutuskan untuk berbicara terlebih dulu


" Intan, tolong katakan apa maksudmu ingin jadi sahabatku?, apa kau memiliki maksud lain?"


" Iya Yoga, aku memang memiliki maksud lain, selain ingin menjadi sahabatmu, tapi itu dulu, aku tidak akan pernah mengusik ketenanganmu, aku tidak akan pernah mengganggumu, kau sudah cukup menderita dulu, dan sekarang aku melihat kau sangat tenang, aku tidak akan egois, tapi jujur aku cuma mau bilang kalau aku sebenarnya."


Intan belum meneruskan pembacaan, tapi Yoga sudah memotong pembacaan itu


" Apa kau mau bilang kalau kau mau membuka luka lamaku bersamamu lagi?, apa kau belum puas mencaci maki aku?, Intan, selama kau bahagia lakukan saja, aku tidak masalah."


Intan menghela nafas berat, setelah mendengar ucapan Yoga, pedahal tadi ia hanya mengatakan sebenarnya aku sangat mencintaimu, tapi Yoga sudah memotong ucapannya, membuat keberanian itu hilang lagi, tapi sekarang adalah saat yang tepat untuk mengungkapkan isi hatinya, walaupun Intan juga tidak memiliki percaya diri, bisa mendapatkan Yoga atau tidak, terlebih lagi ia juga sudah tau Yoga dekat dengan Gadis kecil itu. Namun Intan juga tidak ingin terus memendam perasaannya, dan terus saja menjadi pertanyaan, bisa mendapatkan Yoga atau tidak


" Yoga, aku benar-benar tidak ingin menyakitimu, karena."

__ADS_1


Intan memberhentikan pembicaraan itu


__ADS_2