
Setelah bermain selama dua jam Ardi langsung membaringkan tubuhnya di samping istrinya lalu dirinya langsung menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuh dirinya dan istrinya. Lisa hanya menatap suaminya yang sedang memandangi dirinya sambil tersenyum. Walaupun kamar itu cukup gelap, tapi senyuman suaminya itu masih terlihat jelas. Ardi langsung mengecup kening istrinya sekilas lalu dirinya langsung mendekati telinga istrinya
" Terimakasih sayang, karena sudah mau melakukan kewajibanmu sebagai seorang istri."
Lisa hanya menjawab dengan anggukan kepala
" Sekarang sayang istirahat."
Lisa masih menjawab dengan anggukan kepala, lalu dirinya langsung menyembunyikan kepalanya di dada bidang milik suaminya, hingga dirinya terlelap. Ardi masih memandangi wajah istrinya sambil tersenyum hingga dirinya juga ikut terlelap. Jam sudah menunjukkan pukul 07.30 WIB, Ardi bangun lebih dulu karena dirinya harus miteeng. Ardi langsung duduk, dirinya memandangi wajah istrinya yang terlihat sangat lelah, lalu dirinya melihat seprei dan selimut yang ada bercak darah, apa lagi seprei dan selimut yang dirinya gunakan berwarna putih, tentu sangat terlihat jelas, lalu dirinya langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah 20 menit dirinya selesai dengan ritual mandi, lalu langsung mendekati istrinya yang masih terlelap. Ardi langsung mengecup kening istrinya, lalu langsung pergi ke ruangan kerja hingga dirinya sampai di ruang kerja. Ardi langsung membuka laptop untuk memulai meeting dengan bawahnya. Mata Lisa masih tertutup, rasanya berat untuk membuka mata, dan badan yang sangat sakit seperti terlindas mobil, tangan dirinya meraba-raba tempat tidur, ternyata suaminya sudah bangun lebih dulu, lalu dirinya memutuskan untuk tidur lagi hingga dirinya terlelap. Ardi sudah selesai miteeng, lalu dirinya langsung berjalan mendekati ranjang hingga dirinya sampai di dekat ranjang. Ardi melihat istrinya yang masih terlelap lalu dirinya melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 09.12 WIB. Ardi langsung menarik tirai agar istrinya bangun dengan sendirinya. Lisa yang merasa ada sinar matahari masuk ke dalam, lalu dirinya langsung menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya hingga kepala. Ardi hanya tersenyum melihat istrinya yang masih saja belum mau bangun, lalu dirinya langsung mendekati telinga istrinya
" Pagi sayang, bangun sekarang sudah pagi."
Lisa tidak menjawab ucapan suaminya, dirinya masih berat untuk membuka mata, karena rasanya badannya sudah benar-benar kehabisan tenaga, bahkan untuk bicara saja sangat berat untuk membuka mulutnya. Ardi langsung menarik selimut yang ada di kepala istrinya, tapi istrinya dengan cepat menutupi kepalanya lagi. Lisa di dalam selimut langsung membuka mata, walaupun sangat berat, lalu dirinya memandangi tubuhnya
" Ah, kenpa aku belum memakai apa-apa, sekarang pasti terlihat jelas, kalau semalam aku tidak terlalu malu karena tidak menyalakan lampu, ah sangat memalukan." batin Lisa
" Sayang, cepat bangun, sekarang mandi iya?"
Lisa masih saja tidak menjawab ucapan suaminya. Ardi menghela nafas berat saat istrinya masih saja tidak menjawab ucapan dirinya, membuat dirinya takut kalau dirinya baru saja membuat masalah lagi, lalu dirinya langsung bertanya pada istrinya
" Apa aku membuat masalah sayang?"
Lisa hanya menjawab dengan gelengan kepala masih di dalam selimut. Ardi langsung berjalan mendekati tirai, dirinya langsung menutup tirai lagi, lalu dirinya mendekati istrinya hingga dirinya sampai. Ardi langsung naik ke atas ranjang lalu masuk ke dalam selimut bersama istrinya. Ardi dan Lisa saling memandang sambil tersenyum
" Kenapa tidak bangun sayang?"
" Kenpa Kaka masuk ke dalam selimut, aku malu."
__ADS_1
" Bukan'kah semalam aku sudah tau?"
" Iya, tapi semalam gelap, kalau sekarang terlihat jelas."
" Kenpa harus malu, ayo mandi."
" Tidak mau, badanku sakit."
" Mau aku gendong?"
" Tidak mau, aku tidak mau Kaka marah, bukan'kah Kaka tidak suka wanita manja?, aku tidak mau manja."
Ardi tersenyum saat mendengar jawaban istrinya, dirinya tidak menyangka di saat seperti ini bahkan istrinya masih mengingat ucapan dirinya saat itu, pedahal saat itu dirinya hanya tidak ingin melihat istrinya menangis. Ardi langsung menarik istrinya dalam pelukannya. Lisa menenggelamkan kepalanya di dada bidang milik suaminya
" Sayang, apa tidak sebaiknya mandi, nanti aku mengambil sarapan, aku tau badanmu sakit, tapi biar segar, dan sprei juga harus di ganti."
" Tidak, nanti.aku yang mengganti seprei, dan nanti aku juga yang langsung menyalakan mesin cuci."
" Iya kak, tapi biarkan aku tidur sebentar lagi."
" Baiklah sayang."
Ardi membelai rambut istrinya lalu langsung mengecup kening istrinya sambil tersenyum, senyuman itu tidak pernah pudar dari pagi hingga pagi lagi, Ardi terus saja tersenyum, rasanya sangat bahagia karena sekarang dirinya sudah memiliki hati istrinya sepenuhnya, do'a yang setiap Minggu dirinya minta pada Tuhan akhirnya menjadi kenyataan, dirinya berharap segera memiliki momongan agar rumah tangga dirinya semakin sempurna. Lisa pun mulai terlelap. Hembusan nafas istrinya membuat tongkat Ardi berdiri, apa lagi istrinya masih telanjang bulat tanpa sehelai kain yang menutupi istrinya, lalu Ardi mengusap wajahnya dengan kasar, entah apa yang dirinya rasakan tidak biasanya seperti itu, dulu sebelum tau melakukan itu dirinya masih bisa mengontrol nafsu, tapi kali ini benar-benar tidak bisa menahan nafsu
" Ardi, kenpa kau memiliki pikiran mesum yang tingkat tinggi, ingat istrimu sangat lelah semalam hingga sekarang bahkan tenaganya terkuras habis." batin Ardi
Setelah 30 menit Lisa pun terbangun, lalu dirinya langsung menatap wajah suaminya yang sedang memandangi dirinya sambil tersenyum. Lisa terus memandangi wajah suaminya hingga dirinya tertuju pada bibir suaminya
__ADS_1
" Sangat manis."
Tiba-tiba saja keluar dari mulut Lisa. Ardi hanya tersenyum, kerena ini bukan pertama kali istrinya memuji dirinya. Wajah Ardi langsung mendekati wajah istrinya, lalu dirinya langsung mencium bibir istrinya sekilas
" Morning kiss."
Lisa hanya tersenyum, lalu dirinya memutuskan untuk bertanya kenapa suaminya belum berangkat ke kantor
" Kak, kenpa belum berangkat ke kantor, kenpa masih menggunakan baju tidur?"
" Tadi aku sudah miteeng sayang di ruang kerja, kau saja yang tidak tau karena masih tidur."
" Oh, maaf kak."
" Tidak apa-apa sayang."
Ardi langsung membuka selimut yang menutupi kepala keduanya, lalu dirinya melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB
" Sayang, apa kau belum lapar?"
" Tadi Kaka sudah mengasih bibir Kaka untuk sarapan, jadi sudah kenyang."
Ardi langsung memegang kening istrinya karena ini adalah pertama kali istrinya menggoda dirinya
" Kau tidak sakit sayang."
" Aku memang tidak sakit kak, tapi yang sakit itu badanku dan anuku." jawab Lisa sambil cengengesan
__ADS_1
Ardi hanya tersenyum saat mendengar jawaban istrinya, lalu dirinya langsung mencium bibir istrinya. Lisa juga membalas ciuman suaminya, hingga ciuman itu menjadi lumut*an. Setelah sekitar 6 menit berciuman, Ardi dan Lisa menghentikan permainannya. Ardi memutuskan untuk menyuruh istrinya mandi, dirinya tidak ingin kalau nanti dirinya tidak bisa menahan dan meminta haknya lagi, dirinya tidak ingin di anggap tidak mengerti istrinya, apa lagi ini adalah pertama, istrinya pasti merasakan sakit dan sangat lelah