
Intan masih diam di atas ranjang, dari Kaka sepupunya pergi ke rumah Yoga, hingga Kaka sepupunya kembali lagi, ia masih saja diam di atas ranjang. Intan pikir Kaka sepupunya berhasil membujuk ayahnya Yoga, tapi ternyata Kaka sepupunya bilang tidak berbicara apa-apa karena di larang oleh Yoga. Sekarang Intan memegang ponselnya, ia ingin sekali menelpon Yoga, ia sangat merindukan pria pujaannya, tapi lagi-lagi di urungkan, ia takut Yoga akan membencinya, tapi hati selalu berharap bahwa hubungan dirinya bersama Yoga akan baik-baik saja. Tidak lama ada ketukan pintu
Tok-tok
Intan yang mendengar ketukan pintu, ia langsung meletakkan ponselnya, lalu langsung menyuruhnya masuk
" Masuk."
Rangga dan Mey yang mendengar teriakan dari dalam, ia langsung masuk hingga sampai di depan anaknya, lalu mereka langsung duduk di atas ranjang. Rangga dan Mey saling menatap, mereka bingung harus bilang apa, karena tadi Herman menghubungi Rangga kalau Herman akan menikahkan Yoga dengan gadis lain, tapi Herman juga ingin Intan hadir di pernikahan itu, entah apa yang ada di pikiran Herman, kenapa dia begitu tega menyakiti anaknya. Yoga adalah pria yang anaknya cintai, tapi dia akan di jodohkan dengan wanita pilihan Herman, bahkan menyuruh Intan hadir. Rangga dan Mey masih saling menatap, ia bingung harus mengatakan apa, tapi jika tidak mengatakan apa-apa pada anaknya, mereka berdua takut anaknya mengetahui semuanya, lalu akan membuat anaknya terpuruk dengan masalah yang terus-menerus menimpanya. Intan hanya diam, sambil menatap orang tuanya, ia bingung kenapa orang tuanya hanya saling menatap, tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulut orang tuanya. Mey memutuskan untuk berbicara pada anaknya, bagaimana pun juga, itu bukan kesalah Yoga, ia harus mengatakan apa yang sebenarnya terjadi, lalu ia langsung menatap mata Intan
" Sayang, mamah mau berbicara padamu tentang Yoga."
" Iya mah."
" Yoga akan menikah 4 hari lagi."
__ADS_1
" Dengan siapa mah?"
"Dengan Karina."
Setelah mendengar jawaban dari ibunya, detak jantung Intan sangat kencang, ia tidak menyangka, pria yang ia cintai akan menikah dengan gadis lain, bukan'kah Yoga saat itu mengatakan mencintai Karina itu hanya berbohong, tapi kenyataannya Yoga benar-benar akan menikah dengan gadis kecil itu, lalu Intan berbikir tentang dirinya
" Kenapa nasib percintaanku seperti ini, orang tuaku yang membuat kesalahan di masa lalu, kenapa aku yang dapat imbasnya, kenapa aku yang di benci oleh ayahnya Yoga, kenapa sampai Yoga harus di jodohkan, dan kenapa Yoga juga menerima perjodohan itu, apa Yoga akan bahagia, menikah dengan Karina, apa Yoga tidak pernah berpikir tentangku sedikitpun, kenapa dia menerimanya, apa jangan-jangan ucapan Yoga itu benar, kalau Yoga mencintai Karina." batin Intan
Setelah lama berpikir, Intan mencoba bersikap biasa saja, ia tidak ingin membuat kedua orang tuanya sedih, walaupun ia tidak bisa menerima kenyataan yang harus ia terima, tapi mau bagaimana lagi, jika Yoga saja menerima perjodohan itu, ia tidak bisa melakukan apa-apa, hanya bisa pasrah dengan keadaan yang terjadi pada dirinya dan Yoga
" Sayang, tapi om Herman menginginkan kau hadir di pernikahan Yoga, pernikahan itu akan di gelar 4 hari lagi."
Setelah mendengar jawaban dari ibunya, detak jantung Intan mendadak berhenti, karena 4 hari lagi adalah ulang tahun Yoga, ia tidak menyangka, ulang tahun pertama yang akan ia rayakan untuk Yoga, tapi ternyata hari itu, adalah hari perpisahannya bersama Yoga, karena Yoga akan menikah dengan gadis lain, lalu ia langsung berpikir tentang dirinya
" apa aku yakin, bisa melihat pria yang aku cintai bersanding dengan gadis lain, apa lebih baik aku tidak perlu hadir di pernikahan itu, tapi aku juga ingin melihat Yoga untuk terakhir kalinya, aku ingin melihat Yoga tersenyum, apa Yoga juga yakin dengan keputusannya akan menerima perjodohan itu?, atau dia terpaksa menerima perjodohan itu karena dia tidak ingin melihat ayahnya kecewa, kenapa juga Karina menerima perjodohan itu, apa jangan-jangan selama ini Karina sangat mencintai Yoga, kalau dia tidak mencintai Yoga, aku yakin Karina akan menolak perjodohan itu, tapi sekarang dia menerima perjodohan itu, Intan, dunia ini sangat konyol, kenapa harus Karina, kenapa tidak wanita lain saja, apa semua ini sudah di rencanakan dengan baik, apa jangan-jangan Yoga yang merencanakan ini semua, agar aku tidak membencinya, lalu dia seolah-olah menikah karena perjodohan, tapi ternyata dia menikah karena saling mencintai, kalau benar seperti itu, Yoga benar-benar pria brengsek yang pernah aku kenal." batin Intan
__ADS_1
Setelah lama berpikir, akhirnya Intan menyutuji ucapan ibunya
" Baiklah mah, aku akan datang di pernikahan mereka."
Setelah mendengar jawaban dari anaknya, Mey merasa sangat sedih, entah kenapa saat anaknya berubah menjadi baik, dan selalu mencoba berbuat baik, tapi sekarang ujian anaknya begitu berat, anaknya harus kehilangan orang yang di cintai karena masa lalu ibu kandungnya, bahkan sekarang, pria yang anaknya cintai akan menikah, lalu Mey langsung bertanya pada anaknya tentang keyakinan anaknya akan datang
" Sayang, apa kau yakin akan datang di pernikahan Yoga?, apa kau benar-benar kuat melihat pria yang kau cintai bersanding dengan gadis lain?"
Setelah mendengar pertanyaan ibunya, Intan mencoba tersenyum, walaupun hatinya sangat sakti seperti tertusuk oleh ribuan pisau, tapi ia juga ingin melihat Yoga, ia ingin melihat dengan mata sendiri, apa Yoga benar-benar bahagia menerima perjodohan itu, atau Yoga sangat sedih. Hati Intan memang sangat bimbang, kenapa Yoga membatalkan pernikahan dengan mengatakan mencintai Karina, tapi sekarang ia harus mendengar bahwa Yoga dan Karina akan di jodohkan, membuat Intan bertanya-tanya, mana yang salah dan mana yang benar. Setelah lama berpikir, Intan memutuskan untuk menjawab pertanyaan ibunya
" Aku yakin kuat mah, mamah adalah wanita yang paling kuat dalam menghadapi masalah apa pun, tentu aku juga akan seperti mamah, yang selalu kuat dalam masalah apa pun."
Mey langsung memeluk anaknya, ia sekarang tidak bisa berkata apa-apa, yang bisa ia perbuat sekarang hanya bisa meneteskan air mata, apa lagi anaknya yang tidak bersalah apa-apa, tapi dia harus menerima banyak masalah dari masa lalu orang tuanya. Intan juga membalas pelukan itu, ia langsung meneteskan air mata di pelukan ibunya, ia ingin menangis sekeras-kerasnya, saat mendengar pria yang ia cintai akan menikah, tapi ia hanya bisa menahan tangisan itu, agar orang tuanya tidak semakin sedih. Rangga yang melihat anak dan istrinya berpelukan, ia sangat sedih, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa sekarang, apa lagi saat Herman menghubunginya secara langsung dan mengatakan akan menikahkan Yoga dengan gadis lain, ia sangat sedih, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa
" Papah minta maaf sayang, papah tidak bisa berbuat apa-apa, kau pasti sangat berat untuk menerima kenyataan, tapi mau bagaimana lagi, keputusannya ada pada tangan Herman." batin Rangga
__ADS_1